» » Ceritaku Masuk Sekolah Terbaik Anak Negeri PKN STAN

Ceritaku Masuk Sekolah Terbaik Anak Negeri PKN STAN

diterbitkan pada Artikel, Kisah-Kisah Inspiratif | 0

Aku lahir di daerah pantai utara jawa tepatnya di kabupaten Indramayu pada tanggal 26 September 1999. Sebuah kabupaten dengan garis pantai terpanjang di Indonesia. Dikenal sebagai kota mangga dengan sejuta pesona indonesia. Daerahku terkenal sebagai penghasil padi dan perikanan terbesar di propinsi jawa barat dan penghasil migas terbesar di Indonesia.

Semenjak kecil, aku selalu membantu orang tua berjualan di warung. Aku juga menjajakan dagangan orang tuaku di sekolah berupa alat tulis dan perlengkapan sekolah. Lulus Sekolah Dasar, aku memutuskan untuk melanjutkan ke SMPN 2 Sukagumiwang dan aku tinggal di pesantren cadangpinggan. Di SMP inilah titik bangkitku di mulai, aku aktif di OSIS dan Pramuka yang membuat pribadiku menjadi lebih baik dan semakin semangat.

Di masa SMA, aku selalu aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dan ekstrakurikuler sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas diri. Menginjak kelas XII SMA, aku mulai mempersiapkan strategi belajar untuk melanjutkan pendidikan. Suatu waktu aku berjalan di depan ruang Guru BK dan kemudian memanggil saya. Beliau memberikan poster yang berisikan info tentang adanya program Cirebon In Charity (CIC). Yakni sebuah program bimbingan belajar yang diperuntukkkan bagi siswa kelas XII SMA yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri selama 1 tahun. Kemudian aku mendaftar program tersebut. mengisi formulir, melengkapi berkas dan mengirim persyaratan tersebut secara langsung ke sekretariat. Dua minggu berlalu, aku belum mendapat balasan juga, padahal hari ini merupakan hari pengumuman kelulusan. Kemudian aku membuka facebook official Cirebon In Charity dan Alhamdulillah saya dinyatakan lolos.

Di Cirebon In Charity inilah saya bertemu dengan para mahasiswa dari perguruan tinggi terkemuka di negeri ini. Sebut saja ITB, UI, UNPAD, IPB bahkan alumni CIC yang melanjutkan ke luar negeri seperti ke jepang, korea, inggris dll. Tentu saja kondisi ini memacu adrenalin saya untuk belajar lebih giat lagi dalam mewujudkan mimpiku. Para pemateri CIC selalu memantau perkembangan kami dengan sistem kaka asuh dalam pengawasannya. Belajar kelompok rutin serta mengerjakan ujian Online yang harus dikumpulkan sebelum waktu yang ditentukan membuat kami berusaha ekstra untuk mengikuti kegiatan CIC. Walau demikian, aku sangat senang bisa mengikuti program tersebut yang tak lain merupakan langkah saya dalam mempersiapkan ujian untuk perguruan tinggi negeri nanti.

Dalam keadaan terdiam, Aku merasa bingung untuk menentukan pilihan perguruan tinggi yang akan menjadi tempat berlabuhku selanjutnya. Pasalnya, aku menyadari bahwa pilihan perguruan tinggi negeri yang aku jadikan target sangat sulit untuk ditembus. Kemudian aku mengirim pesan singkat untuk menanyakan kepada kakakku tentang pilihan perguruan tinggi negeri yang aku tuju nanti. Tak lama kemudian, kakakku membalas menyarankan 4 pilihan perguruan tinggi dengan pilihan pertama yakni PKN STAN serta disarankan untuk mengambil prodi perpajakan. Dan aku berusaha meyakinkan diriku bahwa apa yang di sarankan oleh kakakku, merupakan petunjuk tuhan sebagai jalan yang terbaik untuk melanjutkan pendidikanku ke jenjang selanjutnya. Dan PKN STAN dikenal sebagai Sekolah Terbaik Anak Negeri, kuliah yang tidak dipungut  dan mendapat jaminan kerja setelah di wisuda. Untuk mewujudkannya akupun membeli beberapa buku kumpulan soal ujian saringan masuk STAN, dan mengikuti info di grup forum persiapan masuk STAN di sosial media. Tak ketinggalan pula, aku membaca artikel seputar strategi sukses masuk PKN STAN, cerita para pejuang anak negeri yang masuk dan menjadi alumni PKN STAN untuk menambah motivasiku dalam menghadapi ujianku nanti.

Ketika pendaftaran PKN STAN telah dibuka, aku membuka websitenya dan aku tercengang ketika melihat bahwa pendaftar tahun ini lebih dari 100 ribu orang. Aku tak menyangka pesertanya sebanyak itu. Akan tetapi, aku meyakinkan diriku bahwa ini merupakan jalan yang harus aku tempuh. Kemudian Aku mengisi formulir pendaftaran online dengan jakarta sebagai tempat ujianku. Dokumen - dokumen aku siapkan untuk verivikasi berkas. Dengan perasaan optimis dan semangat aku menyiapkan segala keperluan untuk tes USM PKN STAN. Pendaftaran STAN tahun ini buka lebih awal sebelum UN dan UAS dilksanakan. Sembari menunggu pengumuman alur pendaftaran selanjutnya. Aku memfokuskan diri untuk persiapan UN serta UAS. Menjelang beberapa bulan UN mulai dekat, Aku menghabiskan waktu sampai seharian tak jarang pula aku begadang semalaman untuk belajar dan mengerjakan soal UN. Dan seringkali aku tidur di kelas karena kelelahan belajar semalaman. Pada sebelum UN ini juga aku mendaftar ke Perguruan tinggi negeri jalur SNMPTN. Aku sengaja mendaftar SNMPTN dan USM PKN STAN agar bisa menjadi pilihan alternatif ketika ada dari salah satu perguruan tinggi tersebut tidak lolos. Tak lama Ketika UN dan UAS telah selesai, giliran persiapan masuk perguruan tinggi negeri yang harus aku persiapakan.

 Kemudian, Aku mengikuti program beasiswa bimbingan belajar (BPUN) untuk ujian perguruan tinggi negeri yang diadakan serentak di 20 kota seluruh indonesia selama 2 bulan yang diadakan oleh Mata Air Foundation dan NU. Selama mengikuti program ini di Pondok Buntet Pesantren, aku aktif menelaah materi – materi ujian yang disampaikan oleh pemateri. Ketika waktu belajar habis kami kembali ke asrama.                   Aku beserta teman- teman mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan dengan membentuk kelompok belajar agar lebih efektif. Tak ketinggalan pula aku belajar soal-soal USM PKN STAN. Dan ketika waktu tes pertama PKN STAN telah tiba, aku ke Jakarta dengan berdoa kepada Allah agar aku diberikan yang terbaik. Alhamdulillah, soal-soal ujian tahap 1 ini sesuai dengan apa yang aku pelajari selama ini. Selesai itu, aku kembali ke Cirebon untuk melanjutkan program bimbingan belajar lagi.

Pada saat aku mengikuti program BPUN, aku beserta teman-teman dengan perasaan deg-degan membuka pengumuman SNMPTN. Akan tetapi hasilnya jauh dari harapan. Kami hampir seluruhnya dinyatakan tidak lolos. Walau begitu beberapa hari kemudian, di tengah malam sambil aku berdoa kepada Allah, aku membuka pengumuman tahap 1 PKN STAN. Alhamdulillah saya dinyatakan lolos.

Tidak patah semangat, aku kemudian mempersiapkan alternatif lain yakni mendaftar ke jalur ujian tulis SBMPTN. Setiap pagi sampai sore aku belajar, malamnya aku berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dan mendapatkan yang terbaik. Aku memilih lokasi ujian di jakarta. Sebab waktu itu bertepatan dengan dengan tes tahap 2 Kebugaran dan kesehatan jasmani USM PKN STAN. Akupun ke jakarta lagi dan menginap di asrama kaka. Selesai dengan ujian SBMPTN, Aku memfokuskan ke ujian tahap 2 STAN. Aku berlatih keliling lapangan di dalam area UI yang terkenal sebagai kampus yang luas. Siang-siang jam 8 smpe jam 12 siang aku lari keliling lapangan bola UI. Dan itu aku lakukan dengan semangat. Dan aku bersyukur menjadi peringkat 2 dalam tes keliling  lapangan kala itu aku memutari 6 kali lapangan bola dalam waktu 12 menit.

Pengumuman tahap 2 tiba, aku dinyatakan lolos. Menuju tahap 3 aku mempersiapkan diri untuk langkah terakhir. Belajar, semangat dan berdoa. Meminta doa pula dari Orang tua, saudara, teman serta kiai dan nyai di pondok buntet pesantren serta ziarah ke makam bapak. Merupakan serangkaian jalan yang aku tempuh. Tes Kompetensi Dasar merupakan materi yang diujikan. Aku Belajar dengan sengguh-sungguh dan mencari referensi dari buku serta internet. Aku juga rutin shalat dhuha dan hajat serta tahajjud. Kemudian aku ke jakarta lagi untuk mengikuti ujian tahap 3. Tanpa disangka aku bersyukur kepada tuhan aku lulus TKD dan pada akhirnya Alhamdulillah aku lulus TKD. Seminggu kemudian,  aku membuka pengumuman penempatan kampus dan Alhamdulillah saya tertera di pengumuman itu di D1 PAJAK di kampus PKN STAN BDK Pontianak. Dan saya pun memberi kabar gembira tersebut kepada keluargaku di Indramayu, dan mereka pun merasa bahagia aku bisa masuk PKN STAN. Sebab, waktu itu aku berjanji tidak akan pulang ke rumah sebelum dapat lulus di perguruan tinggi negeri, Alhamdulillah Allah memberikan kejutan terindah, sungguh aku sangat bersukur kepada-Nya. Kenangan dan akhir yang manis dari sebuah proses yang melelahkan.

Leave a Reply