» » Menembus Ketatnya Persaingan Menjadi Mahasiswa PKN STAN

Menembus Ketatnya Persaingan Menjadi Mahasiswa PKN STAN

diterbitkan pada Artikel, Kisah-Kisah Inspiratif | 0

Saya berasal dari Purworejo, lahir pada tanggal 29 Mei delapan belas tahun silam. Sebelum saya dapat masuk menjadi mahasiswa PKN STAN, saya bersekolah di SMAN 1 Purworejo, saya merupakan MG 16, yaitu alumni SMAN 1 Purworejo yang lulus pada tahun 2016. Di sini saya akan menceritakan sepenggal kisah saya dalam menembus ketatnya USM PKN STAN 2016 dan akhirnya dapat diterima sebagai mahasiswa PKN STAN 2016 penempatan di Balai Diklat Keuangan (BDK) Pontianak.

Sejak awal saya sangat ingin menjadi mahasiswa PKN STAN 2016. Dan dengan silih bergantinya hari, saya semakin ingin menjadi seorang mahasiswa STAN spesialisasi perpajakan. Keinginan tersebut semakin bertambah ketika teman akrab saya juga ingin masuk STAN tetapi bukan spesialisasi pajak melainkan kepabeanan dan cukai. Dan pada suatu hari kami bersepakat, “ayo boy, kita sama-sama masuk STAN, lu ntar pajak, terus gua ntar cukai.” “ oke siap lah boy, ntar kalo lu masuk cukai kan, gua titip barang ya, yang bagus-bagus hahaha.” Seperti itulah candaan kami yang tak akan pernah tewujud karena kami tahu bahwa menjadi mahasiswa STAN harus disertai dengan integritas dan kejujuran yang super tinggi karena kami tahu bahwa kehancuran dan kemunduran bangsa kita dimulai dengan aksi-aksi tidak jujur semacam itu.

Dan hari itupun tiba, pendaftaran USM PKN STAN 2016 dibuka. Ketika sebagian anak-anak berlomba-lomba mendaftar, saya sangat santai, malah ibu saya yang sering memarahi saya karena tak kunjung mendaftar, saya bilang “nanti aja lah, Bu. Tunggu saja nanti hari Jumat saja.” Dan hari Jumat pun datang, saya telah menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendaftar. Karena di rumah tidak ada modem, saya memutuskan pergi ke warnet untuk mendaftar. Saat itu pukul 13.15 saat saya pergi ke warnet. Saya membuka web dan mengikuti rangkaian pendaftaran. Setelah saya berhasil mendaftar di web panitia tujuh, saya mencoba login ke web USM PKN STAN 2016 namun tidak bisa, saya panik.

Dan akhirnya saya menghubungi teman saya yang sudah mendaftar “Bro, ini kok gak bisa login? Padahal dah bener semua, tapi kok gak bisa ini bro?? Panik nih!!” lalu katanya memang seperti itu, harus nunggu beberapa jam dahulu. Dan saya akhirnya memutuskan untuk pulang. Buset dahh, setelah sampai di rumah malah saya dimarahi Ibu karena tidak dari kemarin daftarnya. Dan saya bilang ke Ibu “emang kayak gitu, nunggu dulu. Kita coba besok, kalo gabisa ya hubungi cc nya.” Dan akhirmya Ibu tidak marah-marah lagi. Dan pada hari berikutnya saya dapat login ke web USM PKN STAN 2016 dan mengisikan data pada kolom-kolom yang ada.

Setelah saya menyelesaikan semua administrasi online, saya diharuskan hadir di BDK Yogyakarta untuk verifikasi berkas. Waktu itu saya mendapat nomor antrian 400 lebih, memang lama, tapi saya sabar menanti giliran dipanggil. Saat tiba giliran saya, saya mencoba bersikap ramah dengan petugas yang memverivikasi berkas saya. Mereka menanyakan kelengkapan berkas saya dan saya dapat menunjukkan semua berkas yang dibutuhkan. Dan akhirnya saya selesai proses verifikasi pada pukul 11 lewat, sudah hampir memasuki waktu dzuhur. Saat proses verifikasi selesai, kita mendapat BPU dan dalam BPU tersebut tercantum tempat tes saya di Instiper Yogyakarta. Lalu saya dan Ayah saya menuju tempat tersebut untuk  survei lokasi. Dan setelah itu saya melanjutkan perjalanan pulang.

Setelah mendapatkan tanggal tes USM dan tempat, saya belajar menjadi lebih giat karena saya ingin masuk dan menjadi mahasiswa PKN STAN dan karena saya juga tidak lolos SNMPTN 2016. Saya belajar dan terus belajar sembari dihantui kegagalan saya dalam SNMPTN 2016 yang membuat saya semakin tidak konsentrasi dalam mempelajari soal-soal dan pembahasan materi USM. Namun hal tersebut tidak membuat saya surut semangat, karena saya ingin sekali membahagiakan orang tua saya. Karena itu saya belajar dengan keras sampai saya terkadang lupa makan. Tapi itu saya lakukan demi mendapat satu kursi di kampus STAN.

Dan akhirnya, tanggal 15 Mei 2016 pun datang, hari dimana semua siswa melakukan “perjudian” tentang masa depan mereka. Iya benar, hari tersebut adalah hari dimana USM PKN STAN 2016 dilaksanakan. Saya berangkat dari rumah pada pukul 05.00 WIB, setelah saya meminta doa restu kepada Ibu, Nenek, dan semua orang di rumah, saya  berangkat dianter Bapak. Saat sampai di Instiper Bapak saya sadar kalau tempat dan ruangan yang saya tempati sama dengan tempat yang Kakak saya tempati untuk tes USM PKN STAN 2015. Lalu saya pamit kepada bapak untuk mencari ruangan dan sekaligus mempersiapkan diri. Saat sampai ruangan tempat saya tes, ternyata ada teman sekolah saya. Ya sudah, kelar sudah. Kami malah mengobrol, ya sesekali mendiskusikan materi. Dan saya bilang, “udahlah men, nothing to lose aja lah. Bikin asik aja hahaha.” Saya bilang begitu karena tidak ingin terbebani oleh stress yang sempat menyerang saya beberapa waktu sebelum USM PKN STAN 2016.

Dalam melaksanakan ujian tersebut, saya merasa menjadi anak paling bodoh seruangan. Saya merasa tidak bisa mengerjakan apa-apa. Tapi saya kerjakan semaksimal saya. Apa yang bisa saya kerjakan ya saya kerjakan, yang tidak ya tinggalkan saja. Seratus lima puluh menit berjalan begitu cepat, bel tanda akhir ujian berbunyi. Rasanya ada penyesalan karena saya kurang belajar dengan giat lagi. Dan setelah tes saya langsung pulang ke rumah bersama Bapak.

Dalam masa menunggu pengumuman tes tahap 1, saya giat sekali dalam berdoa. Karena saya tidak ingin mengecewakan orang tua. Akhirnya hari itu pun datang, dan saat saya membuka daftar anak yang lolos seleksi tahap 1, saya sempat panik karena nama saya tidak ditemukan saat saya mencoba “find” nama saya. Lalu saya mencari satu-satu. Dan akhirnya, saya senang sekali saat menemukan nama saya tercantum dalam daftar tersebut. Saya berjingkrak kegirangan, dan saya sangat senang lagi ketika hal tersebut dapat membuat bangga Bapak saya. saya bilang ke bapak lewat pesan singkat “Pak, Icang lolos tes tahap 1.” Dan ayah saya menjawab “selamat ya, Cang, Bapak bangga sama Icang.” Jujur saya ingin nangis saat tau hal yang menurut saya kecil tersebut dapat membuat bangga bapak saya. dan mulai hari itu juga saya berlatih fisik saya untuk menyongsong tes tahap 2 yang akan dilaksanakan seminggu setelah pengumuman tes tahap 1.

Akhirnya tes tahap 2 datang, saya mendapat urutan 221, panas banget dah waktu itu. Setelah menunggu agak lama, saya akhirnya mendapat panggilan. Sebelum melaksanakan tes lari, saya dan peserta tes diperiksa kesehatannya dulu demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Setelah saya mendapatkan “restu” dari dokter dan dinyatakan sehat, saya dan peserta tes lainnya diangkut dengan mobil menuju lapangan di dekat BDK Yogyakarta untuk melaksanakan tes kebugaran. Setelah sampai di sana kami melaksanakan pemanasan bersama terlebih dahulu. Setelah cukup panas dan sudah mendapatkan rompi, kami bersiap di garis start. Pada pelaksanaan tes kebugaran tersebut saya berhasil lari sebanyak 6,5 putaran dalam tempo 12 menit. Saya cukup optimis dengan hasil tersebut, saya berdoa agar saya dapat masuk STAN.

Setelah bersabar menunggu hasil tes tahap 2, akhirnya pengumuman pun datang. Saya cermati setiap nama yang ada, sembari was-was nama saya tidak tercantum dalam daftar. Setelah saya mengecek satu per satu nama, akhirnya saya menemukan nama saya. Saya begitu senang dapat lolos seleksi tahap 2. Begitu juga dengan keluarga saya ya juga sangat senang dengan hasil seleksi tahap 2 tersebut. Setelah itu, saya mempersiapkan diri untuk menghadapi tes seleksi tahap 3. Saya mempersiapkan diri sebaik mungkin karena saya tidak ingin gagal di tes tahap 3 ini karena akan sangat sayang sekali bila gagal di tes tahap 3 ini. Saya belajar kumpulan soal-soal TKD yang saya dapat dari teman dan juga try out-try out online. Saat mengerjakan try out online saya merasa pesimistis dapat mengerjakan soal-soal TKD. Namun saya belajar lebih keras lagi, saya hafalkan isi Undang-undang Dasar 1945 dan juga amandemen-amandemennya.

Setelah mempersiapkan diri dengan matang, akhirnya tes seleksi tahap 3 pun datang. Saya sangat merasa grogi menghadapi tes seleksi tahap 3. Saya merasa takut gagal dalam tes tahap 3 tersebut. Namun dengan motivasi dari teman-teman dan orang tua saya, saya menjadi lebih pede dalam menghadapi tes tersebut. Kebetulan hari itu saya mendapat jatah pada shift ke-2 yaitu pada sekitar pukul setengah dua belas. Memang jam tersebut bagi saya adalah jam-jam kritis. Pada jam tersebut saya sering merasa ngantuk. Namun saya berusaha keras untuk tidak ngantuk karena masa depan saya dipertaruhkan.

Akhirnya giliran saya pun datang. Saya masuk ke ruangan untuk briefing terlebih dahulu. Setelah itu saya pun menuju ruangan untuk melaksanakan tes. Segera setelah bel tanda mulai tes berbunyi saya langsung gas pol. Saya kerjakan semaksimal mungkin agar mendapat hasil yang maksimal. Dan hasil itu saya harapkan dapat membantu saya masuk STAN. Karena saya tidak ingin membuat orang tua saya merasa kecewa. Saya gas terus dan akhirnya saya dapat menyelesaikan tes dengan baik. Saya mendapatkan nilai total 366, hasil itu cukup membuat saya lega. Dan saya berharap terus saya dapat masuk PKN STAN pada spesialisasi D3 Pajak.

Setelah menunggu lama dan mengalami dua kali php pengumuman tahap akhir tes seleksi masuk PKN STAN 2016, akhirnya pengumuman pun datang. Waktu itu ibu saya yang membukakan pengumuman, dan beliau berkata kepada saya “Cang kamu ketrima STAN, D1 Pajak, tapi dapet Pontianak.” Saya langsung bersyukur kepada Tuhan karena dapat menjadi bagian dari PKN STAN 2016 meskipun hanya masuk D1 Pajak Pontianak.

Setelah saya dinyatakan lulus tes USM 2016, saya melakukan daftar ulang pada tanggal 27 Juli 2016 di BDK Pontianak, itu adalah kali pertama saya pergi ke luar Pulau Jawa. Dan sejak itu saya telah resmi menjadi mahasiswa PKN STAN 2016 BDK Pontianak. Itulah sepenggal kisah perjalanan saya menjadi seorang mahasiswa PKN STAN 2016. Terima kasih.

 

 

Leave a Reply