» » PELUANG KEHIDUPAN

PELUANG KEHIDUPAN

diterbitkan pada Artikel, Kisah-Kisah Inspiratif | 0

Perkenalkan nama saya rengga, saya tinggal di bintaro dekat kampus PKN STAN bintaro, saya sudah lama tinggal disana sekitar 12 tahun sejak saya kelas 1 SD. saya baru saja lulu dari Sman 86 jakarta pada tahun 2016 ini. Awalnya saya tidak terlalu tertarik untuk masuk PKN STAN, saya lebih tertarik masuk perguruan tinggi negeri seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Brawijaya (Unbraw), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta dan Universitas Islam Negeri Jakarta (UIN).

Pada waktu saya kelas 10 dan 11 Sma saya masih bingung mau masuk universitas mana dan jurusannya apa, lalu saya mencoba untuk browsing dan cari tahu sana sini, lalu saya minat jurusan computer pada awalnya,. Saya mencoba browsing lagi dan Tanya Tanya dengan teman dan guru guru untuk dapat jurusan yang sesuai dengan minat saya, lalu pada saat itu kebetuan ada tes IQ dan tes kepribadian serta tes untuk mengetahui minat jurusan, lalu saya ikut tes itu dikarenakan tes itu gratis untuk angkatan saya, setela ikut tes itu saya pun mengetahui minat jurusan saya ,yaitu manajemen. Ya jurusan berbau ekonomi ,dan pada saat kelas 12 saya mengikuti bimbel untuk UN dan Sbmptn, saya bimbel di aprillia dekat rumah saya, dan disitu pengajarnya banyak dari PKN STAN, karena memang dekat dengan kampus PKN STAN, biasanya pengajar dari PKN STAN mengajar pelajaran ekonomi dan matematika nah dari situlah saya mulai minat untuk masuk PKN STAN. Karena pengajar saya cerita cukup banyak tentang PKN STAN.

Lalu saya browsing tentang PKN STAN serta jurusan yang ada di PKN STAN, dan saya juga banyak Tanya tentang itu ke pengajar les saya, dan orang tua saya menganjurkan sya untuk masuk PKN STAN, dan saya pun mendapat motivasi untuk masuk ke kampus ini. Pada waktu itu saya minat untuk masuk jurusan bea cukai, karena saya melihat mahasiswanya gagah gagah dan keren seperti polisi dan tentara,dan saya pun menjadi ingin sekali untuk masuk jurusan bea cukai itu.

Saya bertanya Tanya dan mencari tahu tentang bea cukai, saya Tanya ke teman saya karena ayahnya lulusan bea cukai, pada semester 2 saya belajar dengan giat untuk mempersiapkan ujian nasional, saya membeli tiket try out di sevel bntaro dekat kampus PKN STAN, dan saya belinya dengan mahasiswa anggota permata stan.Dan saya membeli buku usm stan 2016 untuk mempelajarinya dirumah seharga 30 ribu rupiah, seminggu sebelum try out saya mempelajari sedikit buku usm stan itu. Ternyata yang dari sekolah saya yaitu sman 86 banyak yang ikut try out usm stan itu, saya berangkat menjemput teman saya jam setengah 7 pagi, dan try out mulai sekitar jam 9 pagi. Try ut dilaksanakan di sman 29 jakarta.

Waktu sudah pukul jam 9 , saatnya trout dimulai, soal nya ada 180, TPA 120 soal dan TBI 60 soal. Saya mulai mengerjakan, dan saya mengatakan dalam hati gileeee soalnya banyak benerr, dan saya kesulitan di hitung hitungan tpa, saya sangat konsen tuntuk mengerjakannya, lalu saya banyak yang tidak diisi juga. Pokonya semuanya susah dari tpa sampai tbi nya.Waktu yang diberikan hanya 2 jam 30 menit, 100 menit untuk tpa dan 50 menit untuk tbi.

Dan saya berhasil mengerjakannya walaupun banyak yang tidak diisi, lalu saya pulang bersama teman saya naik motor. Seminggu kemudian pengumuman try out pun keluar, saya mencari cari nama saya dan ternyata nama saya lulus hahaha, walaupun nilainya pas-pasan, poin tpa dan tbi jumlahnya sekitar 261. Saya juga bingung kenapa saya bisa lulus tryout itu.

Teman saya yang mengikuti tryout itu hanya 2 orang yang lulus, yang lainnya tidak lulus. Lalu setelah tryout itu ada promosi bimbel stan, nama bmbelnya itu Science Society, dan akhirnya saya membertahukan ibu saya agar saya ikut bimbel itu. Dan akhirnya saya ikut bimbel itu yang kelas regular seharga 900 ribu rupiah selama satu bulan, sudah dapat modul usm stan.

Bimbel stan dimulai pada tanggal 14 april 2016 sekitar 4 bulan yang lalu, saya bertemu teman teman baru, dikelas ada 20 orang dan saya memulainya dengan senang. Besoknya tanggal 15 april saya verifikasi untuk usm stan. Saya sendiri ke stan karena kampus stan dekat dengan rumah saya.

Setelah itu saya berangkat ke bandung untuk menghadiri saudara saya yang menikah. Saya pergi ke alun alun bandung, farmhouse lembang dan masih banyak lagi tempat yang saya kunjungi. Lalu saya menginap di hotel dekat gedung sate. Saya menginap untuk satu hari saja dan sya pulang besoknya ke Jakarta.

Saya mencoba belajar setiap hari agar mudah mengerjakannya. Setelah lama  akhirnya usm pun tinggal 3 hari lagi. Saya pun semakin deg degan untuk menghadapinya.

Saya belajar tiap malam dan keesokan harinya saya bersama teman saya yaitu ulin survey ke gbk (Gelora bung karno) di senayan Jakarta selatan. Saya survey ke gbk untuk mengetahui tempat duduk saya pada saat usm stan nantinya. Lalu saya pun mencari tempat duduk saya sesuai nomor ujiannya. Saya cukup kesulitan untuk mencarinya dikarenakan sangat luas areanya ,hampir 30 menit saya mencari dan akhirnya baru ketemu. Akhirnya saya pulang hujan hujanan. Sampai rumah pun saya langsung istirahat dan lanjut belajar untuk persiapan usm.

Hari minggu pun tiba saya dan teman saya ulin berangkat bareng ke gbk. Di perjalanansangat macet tetapi saya tidak telat. Saya langsung mencari tempat duduk. Dan usm pun dimulai jam 9 disana sangat panas, saya pun kurang konsentrasi mengerjakannya. Sepuluh hari kemudian pengumuman, saya deg degan banget dan sekitar pukul 5 pagi saya bangun melihat pengumuman dan nama saya ada di pengumuman itu Alhamdulillah.

Saya pun langsung latihan lari untuk persiaan tes kesehatan dan kebugaran. Saya berlatih setiap hari pagi dan sore, pagi latihan lari 12 menit sore latihan shuttle run. saya ditemani dengan bima teman saya sma. Kalau pagi saya dan teman teman bimbel latihan lari 12 menit bersama di komplek pjmi dekat kampus pkn stan, saya berlatih terus setiap hari sampa tanggal 30 mei 2016 yaitu te kesehatan dan kebugaran. Saya juga minum susu dan vitamin agar tetap sehat.

Pada tanggal 30 mei yaitu hari senin saya bersiap untuk menghadapi tes itu. Awalnya saya biasa saja, namun pada saat tes kesehatan mata ternyata saya buta warna parsial, saya pun kaget karena saya baru tahu kalau saya buta warna parsial, dan saya juga tidak pernah cek ke dokter. Saya pun sudah pasrah karena saya tidak bisa masuk jurusan bea cukai karena buta warna parsial tetapi saya tetap bersemangat untuk lari 12 menit dan shuttle run. pada lari 12 menit saya mendapat 5 setengah putaran yaitu sekitar 2,2 km. karena satu putaran itu 400meter. Saya pun senang bisa mendapatkan segitu.

Satu minggu kemudian pengumuman, dan Alhamdulillah nama saya ada di pengumuman itu. Dan saya pun langsung belajar untuk mngadapi tes selanjutnya yaitu TKD. Saya mempelajari buku untuk tkd itu, di tkd itu ada tiu, tkp dan twk. Pada saat itu sedang bulan puasa, saya tetap belajar walaupun sedang puasa. Saya bangun pagi jam 8 setelah sahur , lalu saya belajar untuk persiapan tkd.

Saya belajar di bimbel saya dekat komplek pjmi, dikelas saya itu ada 5 orang termasuk saya, dan pengajarnya pun mahasiswa PKN stan. Saya belajar dari pagi hingga sore.saya perjuangkan demi meraih PKN STAN. Saya membaca baca buku sejarah, buku ips dan buku undag undang dasar 1945. Memang materi tkd itu sangat luas.

Pada 21 juni 2016 saya melaksanakan TKD di kampus stan bintaro, bersama teman saya yang dulu kaka kelas saya pada sma. Namanya haryo dia dapat jurusan d3 kbn. Saya deg degan dan khawatir nilainya tidak memenuhi. Dan setelah selesai ternyata nilai nya langsung keluar saya bersyukur bisa memenuhi nilai saya waktu itu 346.

Pengumuan terakhir pun tiba, pada saat saya sahur dan langsung membuka pengumuman itu dan saya sangat kaget dan tidak tahu harus senang atau sedih, saya akhirnya mendapat jurusan d1 pajak Pontianak. Orang tua saya pun ikut senang tetapi juga sedih karena dapatnya di Pontianak. Dan saya akhirnya memutuskan untuk mengambilnya dan orang tua saya pun setuju. Saya sangat bersyukur sekali dan temn teman saya mengucapkan selamat, disekolah saya hanya saya dan satu teman saya yang berhasil masuk PKN STAN. Dan sakhirnya pun saya daftar ulang pada tanggal 26 juli 2016.

Inilah cerita perjuangan ku yang singkat ini, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena tanpanya saya tidak bisa seperti ini. Dan saya berterima kasih kepada orang tua saya karena berkat doanya lah juga saya bisa masuk PKN STAN, Alhamdulillah

Leave a Reply