» » Sekolah Ikatan Dinas (Kado Speasial Untuk Ibu)

Sekolah Ikatan Dinas (Kado Speasial Untuk Ibu)

diterbitkan pada Artikel, Kisah-Kisah Inspiratif | 0
Sekolah Ikatan Dinas (Kado untuk Ibu Tercinta)
Sekolah Ikatan Dinas (Kado untuk Ibu Tercinta)

Saya mempunyai seorang ibu tunggal yang merawat saya dan kedua saudara saya sendirian sejak meninggalnya bapak saya pada 4 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2012. Sejak bapak saya meninggal, ibu saya yang harus bekerja sendirian menghidupi keluarga dan sekarang ibu saya membuka usaha laundry kecil-kecilan di rumah dan kakak saya juga bekerja di sebuah koperasi untuk membantu ibu saya. Saya juga ingin membantu ibu saya karena saya telah lulus dari SMA. Saya pun mencoba mendaftar di Sekolah Ikatan Dinas Politeknik Keuangan Negara STAN dan disini saya akan menceritakan bagaimana perjuangan saya hingga saya lulus dan diterima di PKN STAN.

Dulu ketika saya baru masuk kelas 3 SMA, saya masih sangat bingung harus melanjutkan pendidikan kemana tanpa membebani ibu saya. Pada saat itu juga pengetahuan saya tentang PKN STAN masih nol besar, sampai pada akhirnya kakak tingkat dari BDK Pontianak datang ke sekolah saya untuk menjelaskan Sekolah Ikatan Dinas PKN STAN itu seperti apa dan bagaimana. Setelah mendengar penjelasan dari kakak tingkat, saya benar-benar langsung memutuskan bahwa saya harus bisa masuk D1 Pajak. Alasan saya memilih D1 Pajak karena masa pendidikannya singkat, gratis, dan bisa langsung kerja. Selain itu juga biasanya kalau lulus di jurusan D1 Pajak ditempatkan di daerah asal, jadi saya tidak perlu merantau dan menyusahkan ibu saya dengan uang kos dan biaya hidup jika saya ditempatkan di Pontianak. Saya pun mendiskusikan hal ini dengan ibu saya, beliau menyutujuinya serta mendukung saya dan beliau juga mengijinkan saya untuk ikut pelatihan untuk masuk sekolah kedinasan di sekolahan.

Singkat cerita, surat tentang pembukaan 7 sekolah kedinasan pun beredar di internet. Saya pun mencari tentang pembukaan pendaftaran STAN dan menemukan file surat pembukaan Sekolah Ikatan Dinas STAN di website Sekolah Ikatan Dinas STAN. Pendaftaran STAN dibuka pada 21 Maret – 3 April 2016 dan disana tertera bahwa harus menunjukkan kartu identitas. Karena pada saat pendaftaran saya belum berumur 17 tahun, jadi saya belum memiliki KTP dan SIM. Dan saya memutuskan untuk membuat SKCK. Setelah SKCK saya selesai, saya pun langsung melakukan pendaftaran di website menpan dan selanjutnya di usm.stan.ac.id. Tapi saya menemui kendala, karena nomor SKCK terpotong saat dimasukkan di kolom nomor kartu identitas. Setelah mengecek official twitter Sekolah Ikatan Dinas PKN STAN ternyata kesalahan mengisi BPO dapat diperbaiki saat verifikasi berkas, saya pun dapat bernapas lega. Saya mendapat nomor urut lokasi 393 dan menurut pengumuman, saya melakukan verifikasi berkas pada tanggal 18 April 2016. Sebelum itu saya mempersiapkan segala berkas yang dibutuhkan untuk verifikasi nanti. Tidak lupa juga mulai belajar latihan soal untuk USM PKN STAN pada 15 Mei. Saya juga mengikuti try-out yang diselenggarakan oleh kakak tingkat komunitas Mahakam dan hasilnya saya lulus pada try-out tersebut. Pada tanggal 18 April 2016, saya pun melakukan verifikasi berkas di Balai Diklat Keuangan Pontianak. Alhamdulillah, saya tidak mengalami kendala apapun.

Hari demi hari pun mulai berlalu, saya benar-benar menyiapkan diri untuk USM PKN STAN. Saya juga mengikuti try-out yang diselenggarakan oleh kakak-kakak tingkat dari BDK Pontianak dan hasilnya saya lulus. Hasil try out yang saya kerjakan menambah kepercayaan diri saya dan membuat saya lebih optimis untuk lulus dalam USM PKN STAN ini. Tapi, kefokusan saya untuk ke Sekolah Ikatan Dinas PKN STAN sempat diuji karena pada saat pengumuman SNMPTN pada 9 Mei 2016 saya ternyata diterima di jurusan Bahasa Korea Universitas Gadjah Mada. Sempat merasa sangat bahagia saat itu, tapi ibu saya tetap mengingatkan saya bahwa saya juga harus fokus ke STAN. Jadi, selama hampir seminggu saya berusaha untuk benar-benar fokus dan belajar bersama teman-teman saya untuk USM STAN. Hari H USM PKN STAN pun tiba, saya meminta restu dan doa ibu saya sebelum menuju lokasi USM STAN. Saya terus berdoa kepada Allah SWT agar saya dilancarkan dan dimudahkan untuk menjawab soal USM STAN. Sepertinya doa saya dikabulkan oleh Allah SWT. Karena pada saat mengerjakan soal, saya merasa benar-benar merasa diberi kemudahan ketika menjawab soalnya. Saya juga merasa optimis bisa lulus USM PKN STAN kali ini.

Hari pun mulai berlalu, tak terasa sudah tanggal 24 Mei 2016. Ini berarti tengah malam nanti pengumuman USM PKN STAN. Saya terus berdoa agar saya bisa lulus tes tahap pertama ini dan bisa membanggakan kedua orang tua saya. Malam pun tiba. Saat tidur, tiba-tiba jam setengah 1 malam saya terkejut dan terbangun. Saya mengecek ponsel saya dengan jantung yang berdetak tak menentu. Saya pun men-download lalu membuka file pengumuman, dan ternyata nama saya tertera di pengumuman tersebut. Saat itu juga, saya tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT dan langsung menghampiri ibu saya yang sedang tidur, karena saya tidak sanggup menahan berita bahagia ini. Kemudian saya berpikir bahwa lulus USM STAN ini masih tahap awal. Masih ada 2 tahap tes lagi yang ada di depan mata. Saya masih harus berusaha semaksimal mungkin agar impian saya bisa tercapai. Oleh karena itu dengan saran ibu saya, akhirnya saya mengirimkan surat pengunduran diri ke UGM karena sudah terlanjur daftar ulang. Sejujurnya saya agak sedih melepaskan jurusan Bahasa Korea yang sudah ada di tangan, tapi dengan ridho ibu saya kesedihan tersebut lama lama hilang dan membuat saya terpacu untuk lebih semangat dan fokus dalam melanjutkan 2 tahap berikutnya di tes masuk Sekolah Ikatan Dinas PKN STAN ini.

Saya pun mulai benar-benar melatih fisik saya untuk Tes Kesehatan Kebugaran. Jadi mulai dari tanggal 25 Mei kemarin sampai tanggal 1 Juni 2016, setiap hari saya selalu melatih kemampuan berlari saya. Tidak lupa, saya juga meminum madu untuk menambah kebugaran fisik saya karena sebenarnya fisik saya ini lumayan lemah. Setiap latihan lari 12 menit, tidak pernah menyentuh 4 putaran. Tapi saya tetap tawakkal kepada Allah SWT, karena saya sudah berusaha semaksimal saya. Ibu saya mengusahakan agar saya tetap bisa pergi ke Jakarta bagaimanapun caranya. Hingga ibu saya diomeli sama pakde, abangnya ibu saya, karena menuruti kehendak anak untuk tes sampai keluar kota. Tapi mau gimana lagi, karena tesnya memang harus di Jakarta. Ibu saya tetap bersikukuh membawa saya ke Jakarta. Akhirnya saya bersama 2 orang teman saya yang juga lulus dari Pontianak, pergi bersama ke Jakarta pada tanggal 2 Juni 2016. Ini adalah penerbangan yang pertamakalinya dalam hidup saya, karena sebelumnya saya tidak pernah naik pesawat sekalipun.

Singkat cerita, Hari H tes kesehatan dan kebugaran pada 4 Juni 2016 pun tiba. Saya bersama 2 orang teman saya pun menuju lokasi tes di Rawamangun pukul 5 pagi agar bisa dapat nomor antrian awal, tapi nyatanya saya mendapat nomor antrian tes 111. Setelah menunggu, akhirnya giliran saya. Saya pun melakukan serangkaian tes kesehatan dan dinyatakan lulus untuk tes kebugaran. Saat tes kebugaran yaitu lari 12 menit, saya benar-benar berusaha agar tetap stabil ketika lari. Dan saya hanya bisa hampir 4 putaran. Cukup membuat saya sedih dan lumayan takut untuk tidak lolos tahap selanjutnya, tapi sepertinya Allah SWT tetap mengijinkan saya untuk melanjutkan perjuangan saya untuk masuk di Sekolah Ikatan Dinas PKN STAN karena pada saat pengumuman tes tahap 2 tanggal 15 Juni nama saya tercantum kembali di pengumuman.

Saya pun mulai belajar untuk tes tahap akhir yaitu Tes Kemampuan Dasar yang menurut pengumuman akan saya laksanakan pada tanggal 24 Juni 2016 di Kampus Sekolah Ikatan Dinas PKN STAN Bintaro. TKD menurut saya materinya cukup sulit karena luas sekali, tapi saya tetap berusaha untuk belajar sebisa saya dan menghapalkan UUD 1945. Saya pergi ke Jakarta bersama 3 orang teman yang lulus dari Pontianak. Tapi, 3 orang teman saya tersebut tes sehari sebelum saya tes dan saya ikut mereka ke Bintaro pada saat tes. Tapi karena selesai sore sekitar jam 5, dan Jakarta macet saat itu, jadi kami baru sampai hotel pukul 10 malam. Sedangkan saya belum mengulang kembali materi untuk TKD besok. Saya pun langsung belajar begitu sampai hotel. Keesokan harinya saat saya tes, karena teman-teman saya sudah pada mau pulang, jadi saat ke kampus STAN saya dan Ibu saya kesana sambil membawa koper, sambil menyeret koper saya dan Ibu saya menuju ke Masjid dekat kampus STAN. Karena saya tidak tega melihat ibu saya menyeret koper kemana-mana, jadi saya bilang ke Ibu saya kalo Ibu di Masjid aja, sholat dhuha sekalian doain saya supaya bisa mudah ngerjain TKD nya. Ibu saya mengiyakan perkataan saya dan saya pun meninggalkan Ibu saya sendirian di Masjid karena tes sudah mau dimulai. Saya pun pergi ke gedung tempat tes sendirian, dan menunggu hingga diperbolehkan masuk ke dalam ruangan. Saya terus menerus berdoa agar saya bisa lancar dan mudah saat mengerjakan TKD. Setelah selesai mengerjakan soal, saya benar-benar terkejut dengan skor saya yaitu 406. Ketika diperbolehkan meninggalkan ruangan saya langsung cepat cepat keluar, dan memberitahu Ibu saya kalau skor saya tembus 400 lebih. Saya pun langsung memeluk ibu saya dengan perasaan terharu dan bangga.

Setelah menunggu hingga tanggal pengumuman akhir dan pengumuman sempat diundur. Ternyata hasil pengumumannya keluar pada tanggal 2 Juli 2016 sekitar pukul 12 malam lebih. Jantung saya berdebar cepat, hati pun cemas takut tidak diterima di Sekolah Ikatan Dinas PKN STAN dan mengecewakan Ibu saya. Setelah membuka pengumuman, akhirnya saya menemukan nama saya Riska Aftriyandawi lulus di D1 Pajak dan pendidikannya di Pontianak. Saya benar-benar senang, bangga, sekaligus terharu karena bisa lulus di PKN STAN dan segera memberitahu Ibu saya yang sedang tidur. Ibu saya benar-benar terlihat bahagia saat mendengarnya, karena perjuangannya untuk tetap membawa saya tes keluar kota tidak sia-sia.

Akhir kata, saya merasa untuk masuk ke Sekolah Ikatan Dinas Politeknik Keuangan Negara STAN ini merupakan pengalaman  yang sangat berharga dan tidak akan pernah saya lupakan. Terutama dengan perjuangan Ibu saya sendiri yang selalu mendukung saya, selalu mendoakan saya, dan rela bersusah payah agar saya bisa tes di Jakarta. Saya sangat bangga bisa lulus di Sekolah Ikatan Dinas PKN STAN dan akan belajar dengan sungguh-sungguh agar tidak mengecewakan Ibu saya. Sekian cerita saya tentang perjuangan masuk Sekolah Ikatan Dinas PKN STAN. Mohon maaf apabila ada salah kata. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Leave a Reply