Home » Artikel » BERKAH SHOLAT MALAM BISA MENDAPAT SEKOLAH DINAS GRATIS

BERKAH SHOLAT MALAM BISA MENDAPAT SEKOLAH DINAS GRATIS

Masuk sekolah dinas gratis STAN adalah impian banyak orang, bahkan para orang tuapun ingin anaknya bisa diterima di STAN dan menjadi mahasiswa disana, ya salah satunya diri saya sendiri sebagai penulis essay ini. Perkenalkan saya Irfan Sismayadi dari Cirebon Jawa Barat, putra kedua dari pasangan yang sama sama bekerja dibidang pendidikan. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi cerita terhadap pembaca sekalian tentang perjuangan saya masuk STAN, dari mulai persiapan, tahapan tes, dan sampai pengumuman.

Sebelumnya saya sebenernya belum pernah tahu apa itu sekolah dinas gratis STAN dan apa kelebihannya. Awal mula masuk SMA, saya pribadi masih bingung setelah nanti saya lulus SMA ingin melanjutkan kuliah dimana. Ibu saya memberi saran untuk masuk sekolah dinas gratis STAN, itu juga karena ada anak dari temen ibu saya yang pada saat itu sudah keterima di sekolah dinas gratis STAN D1 Bea Cukai, lalu menceritakan bahwa lulusan STAN akan langsung bekerja dibawah kementrian keuangan. Mendengar hal tersebut, saya langsung memastikan ingin lanjut ke STAN tanpa memikirkan universitas – univesitas lain seperti UNPAD, UI, UGM, UPI, ITB dan universitas lainnya. Mendengar hal tersebut ibu saya langsung berencana untuk mengikutsertakan saya dalam sebuah lembaga bimbel khusus masuk sekolah dinas gratis STAN yang rencananya akan masuk program tersebut nanti kalau saya telah menginjak kelas 12.

Saya telah menginjak kelas 12, dan akhirnya saya juga mendaftar di lembaga bimbel khusus masuk sekolah dinas gratis STAN. Saya mulai bimbel setelah UN selesai supaya saya bisa fokus untuk belajar. Jarak dari rumah dan tempat bimbel cukup jauh, sekitar 40km jaraknya. Setiap hari ketika jam menunjukan pukul 13.30 wib, saya bergegas menuju tempat bimbel menggunakan sepeda motor, semua sisa tenaga saya habiskan untuk belajar disana.

Dan pada akhirnya waktu telah menunjukan bahwa 1 minggu lagi USM aka segera dilaksanakan, di tempat bimbel juga mengadakan try out setiap hari sampai H-1 USM. Setelah beberapa try out saya sangat senang dengan hasil try out karena nilainya tidak cukup memuaskan namun dinyatakan lulus. Oleh karena itu saya semakin bersemangat untuk menghadapi USM.

Waktunya telah tiba, besok pagi saya akan mengikuti USM di Jakarta sehingga malamnya saya akan berangkat kesana beserta rombongan dari Cirebon. Ada cerita yang berkesan sebelum saya berangkat ke Jakarta. Rombongan dari Cirebon yang mengikuti USM STAN di Jakarta harus kumpul terlebih dahulu di tempat bimbel. Saya dari rumah berangkat menuju tempat bimbel pukul 20.00 wib dan kebetulan saat itu hujan dengan derasnya turun, saya berangkat menngendarai motor dan memakai jas hujan agar saya dan barang bawaan saya tidak basah. Selama diperjalanan saya tidak berani memacu kendaraan dengan cepat karena jarak pandang yang terlalu dekat dikarenakan hujan deras. Sebelum saya ke tempat bimbel, saya menunggu teman saya karena kami telah membuat kesepakatan untuk pergi bersama ke tempat bimbel. Tak berselang lama teman saya akhirnya datang lalu kami segera bergegas menuju tempat bimbel.

Ditengah perjalanan saya baru tersadar ternyata jalan yang sering saya lalui untuk menuju tempat bimbel diblokir karena sekitar 100 meter dari penutupan jalan tersebut terjadi kebakaran di sebuah pasar, sehingga kami harus mencari jalan lain untuk menuju tempat bimbel. Akhirnya kami menemukan jalan jalan alternatif yang tidak ditutup oleh polisi, hujan pun masih setia menemani kami. Perjalanan yang biasa ditempuh dengan waktu 30 menit kami tempuh selama 60 menit karena kami harus mencari jalan lain. Dan akhirnya sampailah kami di tempat bimbel, dalam hati saya berkata semoga semua lelah dan letihku ini akan engkau balas yaRab.

Kami berangkat dari Cirebon pukul 22.00 wib dan sampai dijakarta pukul 02.00 wib, kami langsung menuju stadion GBK. Setelah itu saya turun dan mencari masjid untuk mandi dan sholat malam. Setelah sholat saya berdoa dan memohon kepada Allah swt agar diberi kemudahan dan kelancaran pada saat USM dimulai sampai selesai.

 Akhirnya USM pun dimulai, semua peserta duduk ditribun yang telah ditentukan panitia. Sebelum pengerjaan soal, saya kembali berdoa dan saya sedikit mengeluarkan air mata karena saya teringat almarhum bapak saya. Pengerjaan soalpun dimulai diawali dengan soal TPA dan dilanjutkan dengan TBI. Tak terasa 150 menit telah berlalu dan pengerjaan soal diberhentikan. Saya mengucapkan Alhamdulillah karena telah diberi kelancaran dalam pengerjaan, walaupun banyak jawaban yang saya tidak tahu itu benar atau tidak.

Waktu kini berlalu telah sampailah dimana semua peserta menantikan pengumuman apakah lolos atau tidak. Saya bangun tidur pukul 01.00 wib namun saya tidak langsung melihat pengumuman melainkan melaksanakan sholat malam terlebih dahulu. Setelah itu saya langsung mengecek ponsel saya, ternyata ada pesan masuk dari kakak kelas saya bahwa saya dinyatakan lolos USM STAN tahap pertama. Rasa senang dan sedih menyelimuti diri saya pada saat itu, tak lupa saya bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah swt kepada saya.

Berlanjut ke tahap yang kedua yaitu Tes Kesehatan dan kebugaran. Untuk mempersiapkannya saya berlatih di stadion yang terletak di daerah saya, setiap pagi dan siang saya melatih diri saya berlari mengelilingi stadion dalam waktu 12 menit. Selama fase latihan saya merasa tidak optimis dengan hasil latihan saya karena kurang dari target yang saya inginkan, saya terus berlatih dengan keras sampai sesak nafas namun tetap saja hasilnya seperti itu.

Dan waktu pelaksanaan tahap kedua pun dimulai, Saya memulai tes tersebut dengan membaca basmalah dan berharap semoga hasilnya melebihi dari hasil selama latihan. Selama berlari saya selalu membaca sholawat nabi sampai waktu 12 menit dinyatakan selesai. Alhamdulillah hasil tes kebugaran sangat memuaskan karena saya bisa mencapai target yang saya inginkan.  Setelah beberapa hari kemudian keluarlah pengumuman dan saya kembali dinyatakan lolos tahap 2 dan saya sangat bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada saya, tak lupa saya mengucapkan hamdalah.

Saya mempersipkan untuk tes tahap terakhir yaitu TKD, siang dan malam saya terus melatih soal soal TKD, namun saya mengalami kendala terhadap materi TKD yaitu mengenai tes wawasan kebangsaan. Saya merasa pengetahuan umum saya mengenai negara sangatlah sedikit karena saya juga tidak terlalu suka dengan dunia politik.  Akhirnya waktu pelaksanaanpun tiba, saya menjawab soal dengan sangat hati-hati dan teliti terutama materi wawasan kebangsaan. Selama saya menjawab soal, saya sering membaca sholawat nabi disaat saya menghadapi soal yang sulit. Tak terasa waktu hampir selesai namun sisa soal yang belum saya jawab masih sekitar 30 soal lagi itu juga didominasi oleh soal wawasan kebangsaan. Beberapa detik sebelum waktu selesai, saya telah menyelesaikan semua soal namun saya tidak berani menekan tombol “finish”, saya membiarkan waktunya sampai benar benar habis. Saat itu jantung saya berdetak dengan kencang karena saya akan segera tahu apakah dinyatakan lolos atau sebaliknya.  Saya sangat senang dan merasa lega saat nama saya langsung dinyatakan lolos ujian TKD, tak bosannya saya kembali mengucapkan Alhamdulillah. Namun dibalik perasaan tersebut saya merasa sedih karena teman seperjuangan saya dari daerah Cirebon dinyatakan tidak lolos pada saat itu juga.

Selama menunggu hasil pengumuman apakah saya diterima di sekolah dinas gratis STAN atau tidak, setiap malam saya sering melaksanakan sholat malam terutama sholat hajat. Saya selalu berdoa agar saya bisa diterima di sekolah dinas gratis STAN karena saya ingin sekali memberangkatkan ibu saya pergi haji sebelum beliau telah menua.

Saat yang ditunggu telah tiba, saya bangun pukul 02.00 wib dan langsung membuka salah satu media sosial saya, dan tak disangka saya dinyatakan lolos dan diterima di STAN sebagi mahasiswa baru Diploma I Pajak BDK Pontianak. Saya sangat senang dan langsung memberikan informasi tersebut kepada ibu saya, ibu saya pun sangat senang namun ada perasaan sedih karena penempatan pendidikannya jauh di pulau sebrang, dari raut wajah yang beliau keluarkan terlihat jelas bahwa beliau tidak rela anaknya pergi jauh ke pulau sebrang. Namun saya memberi semangat dan pengertian kepada Ibu untuk tidak bersedih karena pendidikan yang sangat jauh dari kampung halaman.

Dari pengalaman tersebut sekarang saya meyakini bahwa sholat malam terutama sholat hajat Insha Allah bisa membuat apa yang kita inginkan bisa terwujud, tak lupa sholawat nabi juga dapat membantu kita dalam mengiringi segala kesulitan yang kita hadapi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.