Home » Artikel » Biarkan Aku Terbang Dan Meraih Mimpi Sekolah di STAN Jakarata

Biarkan Aku Terbang Dan Meraih Mimpi Sekolah di STAN Jakarata

Sekolah di STAN Jakarta-PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara STAN) yang awalnya bernama STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) adalah salah satu perguruan tinggi ikatan dinas. STAN resmi berganti nama menjadi PKN STAN setelah diadakannya peresmian dari Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro pada 9 November 2015. Alasan pengubahan status PKN STAN adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan keuangan negara.

Sekolah di STAN Jakarta merupakan perguran tinggi ikatan dinas yang peminatnya paling banyak diantara perguruan tinggi ikatan dinas yang lain. Terbukti dari tahun ke tahun jumlah pendaftar yang mencapai ratusan ribu pendaftar. Sedangkan yang dinyatakan diterima hanya sekitar tiga ribu peserta. Jumlah peminat yang cukup banyak dan seleksi yang sangat ketat merupakan tantangan tersendiri untuk dapat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Keuangan ini.

Mayoritas calon pendaftar memiliki alasan yang relatif sama mengapa memilih Sekolah di STAN Jakarta sebagai perguruan tinggi impian mereka. Yang pertama karena ingin menjadi abdi negara. Yang kedua jumlah kuota yang diterima paling banyak dibandingkan perguruan tinggi ikatan dinas yang lain. Yang ketiga berada di bawah naungan Kementerian Keuangan. Yang keempat biaya pendidikan yang benar-benar ditanggung oleh negara. Untuk mendapatkan segala kenikmatan tersebut  tentunya tak mudah dan yang pasti harus siap ditempatkan kerja di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Dalam artikel ini saya akan menyampaikan sepenggal cerita perjuangan saya masuk PKN STAN. Pertama kali saya mengenal PKN STAN (dulu namanya masih STAN) saat saya masih sekolah dasar. Saat itu kakak sepupu saya menjadi salah satu pendaftar, akan tetapi belum dinyatakan lolos. Sejak saat itu saya tahu bahwa untuk bisa melanjutkan pendidikan tidaklah mudah. Karena butuh tekad dan usaha yang keras. Dari dulu untuk bisa masuk ke PKN STAN memang dikenal sangat sulit dan ketat. Soal-soal USM yang sulit diprediksi dan sampai saat ini belum ada yang tahu bagaimana sistem penilaian USM PKN STAN kecuali panitianya.

Semenjak SMK saya mulai banyak mencari tahu berbagai informasi perguruan tinggi baik negeri, swasta, keagamaan, maupun ikatan dinas. Dari jalur masuknya, ospeknya, kegiatan kuliahnya saya cari tahu karena keinginan kuat saya untuk bisa kuliah. Semester genap mulai dibuka jalur pendaftaran SNMPTN. Berlarian kesana kemari mengumpulkan berkas-berkas, dan pada akhirnya saya dinyatakan tidak lolos. Sempat merasa sedih dan kecewa padahal keinginan saya untuk kuliah sangat besar. Tapi saya mulai bangkit, perjuangan tidak berakhir di sini. Mungkin memang belum rezeki saya masuk di universitas tersebut. Masih ada jalan lain.

Saya mencoba mendaftar sekolah di STAN Jakarta dan jalur SBMPTN. Segala bentuk informasi mengenai PKN STAN saya cari. Mulai dari jalur masuknya, tahap-tahap masuknya, soal-soal USM tahun-tahun sebelumnya, peraturan dan tata tertibnya, ketentuan seragamnya, lokasi pendidikannya, dan segala hal yang berhubungan dengan PKN STAN bahkan sistem Drop Outnya. Tak hanya sekolah di STAN Jakarta ketentuan mengenai  SBMPTN pun saya cari. Dan yang pasti banyak-banyak mengumpulkan informasi beberapa beasiswa yang ditawarkan perguruan tinggi.

Awal perjuangan saya sekolah di STAN Jakarta dimulai dari mengikuti try out nasional PKN STAN. Tapi sayang, saya belum dinyatakan lolos karena skor tes bahasa inggris (TBI) saya yang belum memenuhi nilai mati. Mulai saat itu saya lebih fokus dan giat belajar untuk meraih apa yang saya inginkan. Saya beserta teman sekelompok saya (para pejuang STAN) mengadakan acara belajar bersama dan berbagai kuis. Mendekati jadwal pendaftaran online saya mulai menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk mendaftar. Identitas telah saya isi, tetapi sempat bingung saat akan memilih jurusan. Prioritas utama saya ialah D3 Akuntansi karena saya dari SMK Akuntansi juga saya sangat senang dengan mata pelajaran akuntansi.

Jadi saya pikir akan lebih mudah bagi saya untuk melanjutkan pendidikan di jurusan akuntansi karena sudah mempelajari dasar-dasarnya. Sebenarnya saya juga tertarik dengan Prodip Kepabeanan dan Cukai tetapi berhubung tinggi badan saya tidak mencukupi dan mata saya yang minus saya tidak bisa memilih prodip tersebut. Pendaftaran online sedikit mengalami hambatan. Saat mencetak BPO (Bukti Pendaftaran Online) hasil cetakannya terpotong jadi saya harus mencobanya beberapa kali baru bisa tercetak dengan rapi. Pendaftaran online selesai, kembali fokus ke ujian nasional.

Selesai ujian nasional saya tidak hanya berdiam diri di rumah. Saya mencari cara bagaimana supaya selama libur lima bulan bisa bermanfaat. Akhirnya saya memutuskan untuk kerja sambil belajar dan menunggu tiba saatnya USM dan tes SBMPTN. Sebab saya memilih lokasi tes di Yogyakarta, maka saya mencari pekerjaan juga di sekitar Yogyakarta. Ternyata mencari kerja tak semudah yang dibayangkan. Tanpa ada seorangpun yang saya kenal di Yogyakarta, saya nekat berangkat dengan bermodalkan alamat perusahaan yang akan saya tuju. Setelah kesana kemari mencari alamat tanpa tahu seluk beluk kota Yogyakarta, akhirnya ketemu. Dan ternyata itu bukanlah sebuah perusahaan melainkan sebuah agen penyaluran kerja yang memungut biaya cukup besar bagi pelamarnya.Saya memutuskan untuk mengundurkan diri. Kembali mencari beberapa lowongan, akhirnya menemukan lowongan pekerjaan dari sebuah iklan di koran. Saya datangi pemiliknya, dan saya langsung diterima.

Jadwal verifikasi berkas tanggal 27, tapi sayangnya belum bisa selesai pada hari itu. Karena rapor yang memakai 2 kurikulum harus mencantumkan konversi nilainya. Saya harus kembali ke sekolah untuk minta konversi nilai. Ada sedikit gangguan karena kepala sekolah sedang tidak di tempat. Jadi harus menunggu kepala sekolah hadir. Akhirnya saya bisa kembali ke BDK Yogyakarta untuk verifikasi berkas pada hari Senin. Semua berjalan dengan lancar, dan BPU (Bukti Peserta Ujian) tercetak. Fokus belajar untuk USM. Walaupun siang kerja, malam tetap belajar karena itu sudah menjadi pilihan saya. Waktu belajar saya kurang efektif karena terganggu jam kerja. Selepas subuh belajar, siang kerja, jam istirahat saya gunakan untuk belajar, malam sebelum tidur saya sempatkan untuk belajar. Itu semua saya lakukan demi memperoleh hasil maksimal saat ujian nanti.

15 Mei hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. USM tahap I, saya mendapat lokasi ujian yang sangat dekat dengan tempat tinggal saya di Yogyakarta. Datang lebih awal sebelum ujian dimulai. Sedikit merasa grogi memang, tapi semuanya berjalan dengan lancar. Walaupun merasa sedikit khawatir dengan hasil yang akan saya peroleh, tapi saya yakin bahwa saya telah menunjukkan segenap kemampuan saya. USM tahap I selesai,tapi tak sampai di sini perjuangaku. Saya masih harus berlatih untuk tes kesehatan dan kebugaran. Daya tahan tubuh harus tetap terjaga. Mulai dari berat badan harus seimbang, tekanan darah harus stabil, fisik harus kuat. Berlatih tes kebugaran dengan jogging setiap pagi.

Tiba saatnya pengumuman USM tahap I 25 Mei. Tak disangka, nama saya tercantum dalam daftar pengumuman hari itu. Saya mulai fokuskan lagi untuk belajar SBMPTN dan USM Tahap II. Karena jadwal yang benar-benar mepet yakni 31 Mei jadwal ujian tulis SBMPTN sedangkan 2 Juni jadwal TKK maka dari itu harus fokus ke hal yang lebih awal. 31 Mei ujian tulis SBMPTN berjalan dengan lancar. Tiba saatnya TKK tanggal 2 Juni, hari itu cuacanya cerah sekali. Dari 330 peserta saya mendapat nomor antrian 244. Sehingga saya mendapat jadwal tes kebugaran pukul 10.00 yang mana pada hari itu sudah cukup panas. Berhasil mengelilingi lapangan sebanyak 51/2 putaran dan setelah itu berhasil melanjutkan shuttle run. Cukup melelahkan di saat cuaca sepanas itu harus berlari mengelilingi lapangan sepak bola.

Belajar TKD sambil menunggu diumumkannya hasil USM tahap II. Mencari materi dan soal-soal TKD dari berbagai sumber, mengikuti try out online TKD, mengerjakan berbagai bantuk soal TKD, mengikuti kuis harian TKD, memahami 4 pilar kebangsaan dan sejarah, semua  telah saya lakukan. Mengulang mengulang dan terus mengulang materi-materi yang belum saya pahami.

Tibalah saatnya USM tahap III tanggal 21 Juni. Mendapat sesi keempat pukul 15.00 WIB. Semua berjalan dengan lancar. Semua soal saya kerjakan sesuai dengan kemampuan saya. Lolos passing grade dengan skor  TKD 364. Masih ada rasa cemas dengan skor yang saya miliki apakah saya akan lolos atau tidak melihat skor peserta lain yang mencapai 400-an. Menunggu pengumuman yang dijadwalkan pada tanggal 29 Juni. Tanggal 28 Juni pengumuman SBMPTN saya dinyatakan lolos di salah satu perguruan tinggi negeri pada pilihan pertama. Senang tetapi masih cemas dengan hasil USM PKN STAN yang akan diumumkan tanggal 29 Juni. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba, 29 Juni pengumuman USM PKN STAN tahap akhir. Terus memantau laman web PKN STAN tapi tak kunjung diumumkan. Dan ternyata muncul pemberitahuan bahwa pengumuman USM tahap akhir ditunda tanggal 1 Juli.

Tanggal 1 Juli, masih memantau laman web yang sama. Tapi hasil tak kunjung dipublikasikan. Tanggal 2 Juli dini hari terus memantau laman web yang sama. Akhirnya hasil telah dipublikasikan. Akan tetapi laman web mengalami gangguan karena banyaknya orang yang mengakses laman web tersebut. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya bisa terbuka. Saya baca satu persatu nama yang ada, mencari nama dan nomor BPU saya. Tercantum nomor 18.5.04616 atas nama Arinda Nurul Fanani dinyatakan lolos D1 Pajak lokasi pendidikan Pontianak. Senang, bangga, haru, tapi bingung. Mengingat lokasi pendidikan yang sangat jauh dari tempat tinggal, itu bukanlah hal yang mudah bagi saya. Merasa bimbang apakah akan diambil atau tidak.

Lebih memilih sekolah di STAN Jakarta atau PTN. Tapi impian saya untuk masuk PKN STAN sudah dari dulu. Sedangkan bila saya mencoba kembali tahun depan belum tentu akan lolos, karena ini kesempatan saya untuk bisa berdiri di kampus PKN STAN sebagai mahasiswa. Walaupun memang tak mudah untuk bisa masuk ke perguruan tinggi yang tergolong favorit. Setelah mempertimbangkan semuanya, dengan dukungan dari berbagai pihak akhirnya saya memilih untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah di STAN Jakarta. Karena PKN STAN telah menjadi pilihan saya, maka saya akan bersungguh-sungguh menjalani pendidikan sekolah di STAN Jakarta ini. Belajar dengan sungguh-sungguh dan mematuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku.

Tinggalkan Balasan