Home » Artikel » TAK ADA YANG MUSTAHIL JIKA KITA YAKIN

TAK ADA YANG MUSTAHIL JIKA KITA YAKIN

Bimbel PKN STAN 2018 – Assalamualaikum wr. wb Berikut saya akan menceritakan sedikit kisah saya hingga saya bisa mengenyam pendidikan di PKN STAN 2016 pada tahun ini. Perguruan tinggi kedinasan yang begitu di idam-idam kan oleh banyak orang. Saya bukanlah orang yang pandai merangkai cerita. Namun karena tugas dinamika yang harus saya kerjakan, akhirnya jadilah cerita singkat yang sedikit abal-abal ini.

Bimbel PKN STAN 2018

Saya adalah lulusan SMA tahun 2015. Dan saya lahir di Kudus, 15 Agustus 1997. Tetapi baru mengenal STAN pada tahun 2016. Waktu itu saya masih merasa putus asa karena tahun lalu, tepatnya tahun 2015, saya gagal dalam SNMPTN dan SBMPTN dalam rangka masuk ke ITS jurusan teknik arsitektur. Akhirnya saya berinisiatif untuk tidak melanjutkan kuliah saja tahun itu. Saya lebih memilih untuk bekerja. Entahlah. Kegagalan saya tahun lalu masih membuat saya merasa malas kuliah tahun itu.

Ditengah-tengah keputusasaan saya karena ayah saya masih bersikeras ingin menguliahkan saya, akhirnya saya terpaksa menuruti apa keinginan beliau. Waktu itu saya bilang kalau saya mau kuliah tetapi hanya untuk jenjang D3 saja, tidak lebih. Dan saya pun mulai mencari-cari mana kiranya perguruan tinggi negeri yang memiliki kualitas bagus di bidang D3. Waktu itu saya tidak memiliki pikiran sama sekali tentang STAN. Jangankan memikirkan STAN, saya saja tidak tahu apa itu STAN. Sampai akhirnya, suatu hari bude saya yang tinggal di Surabaya menelepon saya dan menyarankan untuk mendaftar di STAN saja.

Beliau bilang, jika saya bisa sekolah di STAN maka saya tidak harus membayar uang kuliah karena disana kuliah gratis. Jujur saja, ketika mendengar kata “gratis” hati saya langsung senang bukan kepalang. Saya pun langsung searching di internet semua tentang STAN.

Yang pertama kali saya temukan memang benar adanya kalau kuliah di STAN itu gratis. Lalu yang kedua saya mendapati fakta kalau STAN menduduki peringkat pertama yang paling banyak peminatnya dalam kategori perguruan tinggi kedinasan favorite. Hati saya sempat down waktu itu. Saya sempat tidak mau ambil resiko kecewa lagi untuk yang kedua kalinya. Tahun lalu saja sudah gagal, apa tahun ini mau gagal lagi? Begitu pikir saya waktu itu. Apalagi STAN pernah merajai rekor dengan pendaftarnya yang hampir mencapai 123 ribu orang. Hebat, bukan?

Akhirnya tanpa pikir panjang, pada bulan Maret saya melakukan pendaftaran masuk STAN. Dan mulai hari itu adalah awal perjuangan saya masuk ke PKN STAN.

Setiap hari saya selalu belajar dengan sungguh-sungguh. Saya selalu meyakinkan diri saya sendiri kalau kali ini saya pasti bisa, saya pasti berhasil. Bangun pagi tidur larut sudah jadi makanan sehari-hari saya kala itu.

Akhirnya sampailah saya pada hari verifikasi. Waktu itu saya mendapat lokasi verifikasi di Semarang. Tepatnya di Gedung Keuangan Negara Semarang. Hari itu, melihat banyaknya teman seperjuangan saya, dan melihat para orang tua mereka yang ikut mengantarkan hari itu, saya jadi merasa lebih bersemangat lagi. Pikir saya, dari sekian banyaknya orang tua yang mengharapkan anaknya lolos di STAN, saya juga ingin menjadi salah satu anak yang bisa membahagian kedua orang tua saya juga. Dan Alhamdulillah, proses verifikasi hari itu saya lewati dengan lancar tanpa suatu hambatan apapun.

Kembali saya belajar mati-matian. Lalu tanpa terasa, akhirnya sampailah saya pada hari tes USM PKN STAN. Waktu itu saya mendapat lokasi tes di SMA 3 Semarang.

Tapi siapa sangka jika pada h-7 tes USM, saya sekeluarga mendapat sebuah kabar duka jika pakde saya meninggal dunia. Dan saya tidak bisa menengok pemakaman pakde saya karena saya harus fokus pada tes USM yang tinggal menghitung hari.

Hari itu, sebelum masuk ke dalam areal SMA 3 Semarang, saya menyempatkan diri menatap wajah ayah saya lekat-lekat. Dan itulah yang menjadi penyemangat nomor satu saya, wajah penuh harap supaya anaknya ini berhasil.

Sudah selesai tes USM yang saya lakukan. Hanya tinggal menunggu pengumuman. Betapa deg-degan saya menunggu apakah ada nama saya di slide pengumuman atau tidak.

Dan sekarang, tibalah hari pengumuman. Saya lupa tanggal berapa itu. Waktu itu saya sedang bersama ibu saya di rumah eyang saya. Sedikit terselip perasaan tidak yakin kalau saya bisa lolos tahap 1. Sambil membuka laptop, berkali-kali saya bilang pada ibu saya untuk tidak berharap lebih. Dan berkali-kali juga saya katakana pada diri saya sendiri untuk jangan berharap banyak. Dari banyaknya slide pengumuman yang ada, nama saya masih juga belum muncul. Saya mulai sedih, pikir saya kala  itu adalah kenapa tidak ada penghargaan sama sekali untuk usaha saya selama ini?

Jujur saja, ucapan saya di bibir kala itu sepenuhnya bohong. Jika melihat dari usaha saya selama ini jelas saja yang saya inginkan adalah lolos. Akhirnya sampai pada slide-slide terakhir, saya menemukan nama saya terpampang disana. Kartika Asta Pertiwi.

Sungguh keajaiban! Sontak saya langsung memeluk ibu saya bahagia dan bersegera menghubungi ayah saya. Ketika saya memberikan kabar gembira ini, saya dengar ayah saya menangis. Dan betapa bahagianya saya saat itu, akhirnya impian membuat orang tua saya menangis bahagia bisa saya wujudkan.

Melewatkan kebahagiaan karena saya sudah lolos pada tahap 1, saya juga harus berpikir serius tentang tes tahap 2, yaitu tes lari. Fisik saya tidak terlalu kuat. Jadi setiap hari saya terus berlatih lari. Dari yang awalnya hanya bisa 2 menit saja, bertambah jadi 5 menit, tapi sampai h-1 tes kesehatan saya masih belum bisa memenuhi target yaitu lari 12 menit tanpa henti.

Di hari penentuan tahap 2, saya masih was-was. Tes kesehatan berjalan lancar, tapi tes lari? Saya masih belum berani menargetkan apa-apa. Waktu itu saya mendapat giliran agak siang, yaitu pukul 11.00 WIB. Saya menunggu di tribun dengan perasaan yang campur aduk, sampai tiba-tiba entah datang darimana ayah saya sudah duduk disamping saya. Memberikan saya semangat yang tiada henti-hentinya. Sekali lagi saya kembali menatap wajah ayah saya, dan lagi-lagi bagaikan sihir, saya tiba-tiba begitu bersemangat.

Akhirnya tiba giliran saya untuk lari. Lapangan yang sangat luas dengan keliling 400 meter. Dengan dibantu sorakan ayah saya dari atas tribun, akhirnya saya bisa menyelesaikan lari 4 putaran. Lumayan susah memang tes lari waktu itu. Apalagi ditambah dengan cuacanya yang begitu panas karena giliran saya yang bisa dikatakan sebagai yang paling akhir.

Pada awalnya, saya memang bisa mempertahankan lari dua putaran (800 meter) tanpa henti, namun setelahnya berjalan lebih mendominasi perjuangan saya kala itu.

Lalu pada pengumuman berikutnya, betapa gembiranya saya dan kedua orang tua saya ketika melihat lagi-lagi nama saya kembali terpampang di slide pengumuman PKN STAN. Kembali kami semua membaca ada nama Kartika Asta Pertiwi di dalamnya. Kekhawatiran saya tentang tes kedua pun sirna seketika. Saya benar-benar merasa ini adalah puncak dari semua perjuangan saya. Lolos dua tahap pada tes PKN STAN 2016 benar-benar tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Hari-hari cepat sekali berlalu. Usaha keras saya yang terakhir adalah belajar TKD mati-matian. Ya. Tes yang diperuntukkan untuk para CPNS itu akan menjadi tes terakhir saya. Kali ini saya kembali mendatangi Gedung Keuangan Negara Semarang untuk menjalani tes. Ketika sedang menunggu giliran sesi 2, saya lihat rata-rata teman seperjuangan saya sibuk membaca buku materinya sendiri-sendiri. Sedangkan saya? Saya terlalu takut untuk membaca ulang materinya. Tidak main-main. Soal latihan saya saja susah sekali untuk dikerjakan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya akan menjalani tes nanti.

Dan benar saja. Pada bagian soal TWK, hanya keluar dua soal saja yang sama dari banyaknya soal yang ada. Hasil akhirnya saya mendapat score 363. Waktu itu yang terpenting bagi saya adalah bukan soal score tinggi atau apapun. Setidaknya saya bisa merasa lega karena sudah berhasil melewati nilai mati.

Begitu besar kekhawatiran saya tentang hasil tes yang terakhir ini. Pasalnya, kuota penerimaan mahasiswa baru dengan jumlah peserta yang lolos tes TKD benar-benar tidak sepadan. Begitu banyak teman seperjuangan saya yang juga berhasil melewati tes akhir ini dengan baik. Bahkan banyak juga yang memiliki score diatas score saya.

Tibalah hari pengumuman. Tapi siapa sangka jika STAN akan mengundur pengumuman penting itu. Pengumuman yang seharusnya keluar pada tanggal 1 diubah jadi tanggal 2. Lalu yang lebih membuat saya kesal bercampur deg-degan adalah, pada tanggal 2, sampai pukul 24.00 WIB pengumuman masih belum juga keluar. Seingat saya,kala itu pengumuman muncul sekitar pukul 01.30 WIB.

Lalu inilah akhir dari semua perjuangan saya. Nama saya Kartika Asta Pertiwi, lagi-lagi terpampang dalam slide pengumuman PKN STAN 2016. Betapa bersyukurnya saya dan kedua orang tua saya. Cita-cita saya yang ingin membuat orang tua saya menangis bahagia, saya bisa mewujudkan itu semua pada akhirnya. Dan sekarang disinilah saya. Sedang menjalani dinamika PKN STAN 2016.Yang saya harapkan semoga saya bisa menjadi calon punggawa keuangan yang baik untuk negara Indonesia. Setiap perjuangan selalu ada harga yang harus dibayar. Harga itu tidak harus bernilai uang, tapi juga waktu, perhatian, semangat, komitmen, dan pantang menyerah. Tidak ada yang mustahil jika Allah sudah berkehendak. Tidak peduli dengan masa lalu dan latar belakang kita. Sebelumnya mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam cerita pendel saya ini. Kisah ini hanya sekelumit cerita seseorang yang biasa-biasa saja. Terima kasih. **

BIMBEL BEBAS – Bimbel PKN STAN 2018

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel PKN STAN 2018 lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas -bimbel PKN STAN- 2018 sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan