Home » Artikel » “CARA MUDAH MASUK STAN” KATANYA

“CARA MUDAH MASUK STAN” KATANYA

Jadi tugas pertama kalian adalah menulis esai tentang perjuangan masuk PKN STAN aduh saya bingung harus mulai menulis dari mana. Oke saya akan mulai dari niat masuk PKN STAN hingga mulai mencari cara mudah masuk STAN.

Cara Mudah Masuk STAN

Dimana dapat kutemukan niat itu? N.I.H.I.L

Saat itu yang ada di pikiran saya hanyalah bagaimana mengatur strategi untuk memaksimalkan peluang di SNMPTN, ya PTN bukan STAN. Mengapa demikian? Sepanjang saya bersekolah di SMA, hampir setiap hari saya banyak menghabiskan waktu di sekolah hanya untuk bisa berselancar di internet secara gratis dengan wifi sekolah. Bukan game online, apalagi bokep, saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membaca informasi di laman-laman resmi yang berkaitan dengan pendidikan tinggi dan karir lanjutan. Tidak hanya itu, saya juga sering membaca pengalaman-pengalaman orang lain di blog mereka, biasanya tentang kebanggaan masuk PTN X, enak dan ngga enaknya kuliah di PTN Y, sampai curhatan alumni PTK sekelas PKN STAN yang susah naik jabatan gara-gara dihapuskanya program UPKP di lingkungan Kemenkeu pada era menteri Z. Hal itulah yang membuat semangatku untuk mendapatkan PTN terbaik untuk karirku kedepan semakin mengebu-gebu, dan niat untuk mendaftar PKN STAN semakin kabur, hilang entah kemana.

STAN? ngga ah elu aja sono, gua mah pilih S1 PTN begitulah pikirku ketika temanku mengajak mendaftar tryout. Hal itu bisa terjadi karena informasi yang aku dapatkan selama ini dan pengalaman-pengalaman orang-orang yang aku kenal ditambah pengalaman orang lain yang menyesal kuliah di PKN STAN meskipun sekarang sudah jadi PNS di Kemenkeu. Hal yang ada dibenak saya waktu itu adalah mengapa harus diploma kalau sarjana saja bisa. Okelah lulus diploma STAN setahun atau tiga tahun langsung kerja, tunjangan besar, tapi setelahnya?

Naik jabatan susah, penempatan di seluruh Indonesia, oke kalau di Jakarta, Semarang, Solo, kalau di tempatkan di daerah yang entah namanya saja belum pernah kita dengar sebelumnya?. lebih baik sarjana, empat tahun belajar untuk hidup yang sesungguhnya, tanpa bayang-bayang DO, liburan panjang, jaringan luas, lulus bisa milih mau kerja dimana, kalaupun ingin jadi PNS pun bisa masuk lewat jalur penerimaan umum. Masuk langsung golongan III A, koneksi kuat (apalagi kalau almamater sekelas UI/UGM, ikatan almamaternya tidak dapat dipungkiri. Entahlah mungkin saya gila, tapi itu kenyataannya. Posisi-posisi top level diduduki oleh alumni PTN, karena apa? koneksi, bagaimana kita mampu membangun relasi untuk mencapai tujuan kita.

PNS? Menurut saya sih lebih baik jadi wirausaha, toh hal itu tidak berbeda. Keduanya sama-sama melayani masyarakat. Tapi mengiurkan memang bekerja sebagai PNS, apalagi PNS dari jalur penerimaan umum (non-STAN). Misalkan kita kuliah di jurusan akuntansi/ manajemen/ hukum, kita bisa masuk di Kemenkeu dengan jumlah formasi yang ditawarkan mencapai ribuan. Kalaupun bukan akuntansi, misalnya kita di jurusan ilmu murni seperti sejarah/ sosiologi/ antropologi kita bisa masuk jadi peneliti di LIPI ataupun Kemdikbud. Kerjaanya traveling, baca buku, nulis buku, oh menyenangkan sekali (baca: urip iku sawang sinawang).

Teman saya bekerja di Puslitjak Kemdikbud kantornya otomatis di Jakarta, hampir setiap hari update  status di tempat baru, keliling Indonesia, kalau di kantor baca buku, penelitian, nulis buku. Kemudian kalau kuliah di jurusan pendidikan, okelah jadi guru, tapi mantap. Kerjanya Cuma memfasilitasi siswa, setiap hari bergaul dengan siswa, tunjangan sertifikasi yang besar, jam kerja minim, liburan panjang. Ahsudahlah hidup tidak seindah itu. Intinya, niat masuk STAN tidak saya temukan dalam diri saya.

Mulai Mencari Cara Mudah Masuk STAN

Siang yang cerah di hari sabtu itu seakan berubah jadi kelabu. Ya, hari itu (saya lupa tanggal berapa) adalah hari dimana siswa kelas XII mendapat kartu peserta ulangan tengah semester. Karena saya masih nunggak SPP saya harus mengambil kartu peserta UAS secara terpisah dengan teman-teman yang lain, di ruang kesiswaan. Disitu saya mendapatkan omelan yang menyakitkan ditambah muka tak sedap wakasek kesiswaan plus-plus dilemparnya kartu peserta saya. Karena saya adalah tipe orang (baca: bukan manusia) yang sensitif dalam hati saya berkata kenapa harus saya yang berada dalam posisi ini, bagaimana beliau tidak bisa memaklumi posisi saya, ahsudahlah mungkin beliau belum pernah berada di posisi seperti saya.

CUKUP! Cukup saya saja yang mengalami posisi seperti ini, saya bersumpah bahwa penerus saya nanti tidak akan mengalami apa yang ayahnya alami sekarang. JANGAN! Jangan dipikirkan, itu masih terlampau jauh untuk saya pikirkan. Sekarang adalah saatnya saya lepas dari itu semua, saya harus cepat mentas dari ketergantungan dengan orang tua. Bapak sudah terlalu tua untuk terus-terusan saya susahkan. Saya harus cepat lepas, mentas hahahaha kira-kira seperti itulah pikiran saya, hiperbola memang, mungkin pengaruh saya terlalu banyak nonton sinetron. Tapi pada intinya peristiwa itulah titik balik saya berniat mendaftar STAN. Saya ingin cepat mentas dari tanggungan orang tua.

Tanggal 22 Maret 2016 tanpa berpikir lama saya langsung membuka laman panseldikdin dan mendaftarkan NIK saya dengan memilih instansi Kementerian Keuangan (membawahi PTK PKN STAN). Setelah mendapat nomor registrasi saya langsung membuka laman USM PKN STAN namun hasilnya nihil. Berulang kali saya mencoba login tetap tidak bisa. Akhirnya saya pulang dan berharap di hari kedua pendaftaran saya dapat langsung bisa login, dan alhamdulillah saya sangat senang berhasil login. Berlebihan? Saya rasa tidak karena memang hari itu saya sangat senang dapat login di laman USM PKN STAN yang trafficnya padat di awal-awal pendaftaran. Saya baca berulang-ulang laman tersebut. Saya mulai menyusun agenda mulai dari jadwal pengambilan BPU sampai tes tahap akhir.

Sungguh sangat berantakan. Jadwal pengambilan BPU bertabrakan dengan ujian nasional minggu kedua (UN CBT SMA dilaksanakan dalam jangka waktu 2 minggu, senin-kamis senin-selasa) tapi alhamdulillah pendaftaran diperpanjang sehingga jadwal mundur. Tidak sampai disitu jadwal USM juga bertabrakan dengan shift kerja saya (setelah selesai UN saya mengisi waktu dengan bekerja sebagai karyawan di sebuah swalayan lokal di Solo) yaitu tanggal 15 Mei padahal di hari itu saya shift pagi dan akhirnya ada rekan kerja yang baik hati untuk bertukar shift dengan saya. Ujian tahap 1 saya lewati dengan tenang, karena pada tanggal 9 Mei saya sudah diterima di jurusan S1 Akuntansi Universitas Diponegoro jadi misalnya tidak lolos pun saya sudah aman. Ujian tahap 1 selesai kemudian bergegas untuk pulang. Dari kampus Sadhar Jogja jam 11.35 sampai Solo jam 13.00 sholat makan lalu berangkat kerja shift siang, sungguh hari yang melelahkan.

Acara perpisahan di Sasana Kridha Kusuma (gedung wanita) Manahan kala itu (25 Mei 2016) berlangsung khidmat. Rasa syukur dan haru tercurahkan oleh semua wisudawan. Mulai dari yang lolos SNMPTN, PMDK Vokasi, juga STAN, alhamdulillah saya termasuk yang dapat dua anugrah SNMPTN dan STAN. Saya semakin semangat untuk mengikuti tes tahap dua. Tapi menjelang tes tahap dua saya was-was. Karena bisa jadi jadwalnya bersamaan dengan daftar ulang SNMPTN. Tetapi ternyata saya kebagian jadwal tanggal 30, malangnya saat itu asma saya kambuh. Hasilnya saya hanya dapat 3¾ putaran dari rata-rata cowok 5 putaran, dan akhirnya saya hanya bisa pasrah.

Tanggal 15 juni 2016 pengumuman kelulusan tes tahap dua, alhamdulillah saya lolos. Padahal saya tidak yakin dengan hasil tes kebugaran yang di bawah rata-rata. Sungguh mukjizat itu nyata. Misi selanjutnya adalah tes terakhir (TKD), saya dapat giliran tanggal 20 Juni sesi dua dengan jumlah peserta 90 orang. Alhamdulillah saya mendapat peringkat 1 di antara 90 orang sesi dua waktu itu dengan skor kalau tidak salah 389 (TIU 125, TWK 105, TKP 159). Jadi saya bisa pulang dan tidur nyenyak. Ya begitulah harapankau. Tapi tidak demikian, waktu pengumuman kelulusan yang sempat molor membuat saya khawatir, dan akhirnya saya dinyatakan lolos USM PKN STAN di jurusan D1 Pajak BDK Pontianak. Subhanallah. Sayonara UNDIP. **

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan