Home » Artikel » Cerita Dibalik Kesuksesan Masuk Sekolah Dinas PKN STAN

Cerita Dibalik Kesuksesan Masuk Sekolah Dinas PKN STAN

Masuk Sekolah Dinas PKN STAN-Perjalanan mundur ke masa lalu adalah sesuatu hal yang Menyenangkan , saya bisa melihat orang orang yang saya cintai, saya bisa mengingat senyum mereka yang menemani masa masa silam saya.

Sebelum saya berhasil masuk sekolah dinas PKN STAN Pontianak banyak cerita yang mengiringinya baik cerita sedih, haru ,maupun menyenangkan . Cerita saya dimulai ketika saya mulai naik kelas 12 SMA ,pada saat itu gak ada bayangan dikepala untuk masuk sekolah dinas karena saya merasa kecerdasan saya biasa biasa saja, masih jauh jika dibandingkan anak kota , Wajar karena saya memang tinggal di Kabupaten Ngawi ,kota dimana tingkat pendidikanya masih biasa biasa saja namun suatu saat ibu saya bilang kepada saya agar saya masuk sekolah dinas PKN STAN , ucapan ibu bagi saya adalah perintah yang susah untuk ditolak . Akhirnya saya mencoba merenung dan memikirkan langkah apa yang harus diambil karena dikepala saya sudah ada bayangan untuk masuk kuliah jurusan teknik Dirgantara .

Akhirnya PKN STAN lah keputusan yang saya ambil untuk saya perjuangkan . Saya memilih masuk sekolah dinas PKN STAN juga ada alasan tersendiri selain anjuran dari ibu yaitu saya tau bagaimana perjuangan orangtua saya untuk bisa membiayai kebutuhan sekolah anak anak nya . saya terlahir di keluarga yang biasa biasa saja , bapak seorang sopir dan ibuk hanya ibu rumah tangga sungguh kecil pendapatan yang diraih maka wajar kalau rumah saya memang  kecil.masuk sekolah dinas PKN STAN merupakan langkah bijak untuk diambil jika melihat kondisi yang demikian karena biaya pendidikan gratis, hal itu bisa sedikit membantu untuk mengurangi beban orang tua saya .

Kelas 12 merupakan saat yang paling krusial dalam hidup menurut saya, karena pada saat itu fisik, pikiran ,biaya semua dikuras dengan satu tujuan untuk mendapatkan masa depan yang cerah hal ini juga membuat saya mulai terpacu untuk lebih serius dalam mempelajari soal soal seleksi masuk sekolah dinas PKN STAN. Hampir tiap hari sedikitnya 2 soal saya mencoba mengerjakan latihan soal PKN STAN , namun soal PKN STAN memang sulit butuh keuletan dan kekonsistenan dalam mempelajarinya. Sekitar bulan Februari 2016 untuk sementara waktu materi PKN STAN saya tutup karena guru guru SMA memerintahkan untuk lebih memfokuskan diri pada UN.

Akhir Maret  pendaftran masuk sekolah dinas PKN STAN telah dibuka saya langsung bergegas mendaftar ,pada saat mendaftar kota Yogyakarta sebagai pendaftaran awal serta untuk prodi saya memilih pajak dan  bendahara negara sebagai prioritas utama hal ini saya sesuaiakan dengan passion saya dibidang matematika dan hukum. Setelah pendaftaran saya melakukan verifikasi berkas pada pertengahan April, saya lupa tanggalnya tapi yang jelas setelah ujian nasional  verifikasi ini untuk mendapatkan BPU ( bukti peserta ujian ) , kenangan saat melakukan verifikasi sangat melekat dihati saya karena waktu itu saya dan bapak belum pernah tau BDK Yogyakarta akhirnya saya bingung ketika mau turun dari bus. Sopir bus hanya menurunkan kami di jalan raya Yogyakarta – Solo Km 11,5 ternyata BDK itu letaknya dinkilometer 11 namun yang paling ujung barat yang hampir mendekati km 10 , yasudah akhirnya saya dan bapak berjalan sejauh 1,5 Km bisa dibayangkan betapa lelah serta capeknya saya dan bapak waktu itu apalagi saat jalan itu sekitar jam 10 an .

Namun semangatku tak pernah padam karena kata Alm nenek saya orang bisa jadi orang hebat itu butuh kerja keras dan pengorbanan dari situ lah aku berfikir positif kalau ini mungkin cobaan awal saya untuk bisa masuk sekolah dinas PKN STAN . Saat proses verifikasi saya merasa takut dan minder, betapa lautan manusia membanjiri BDK Jogja dalam benak saya yang terlintas hanya apakah saya mampu mengalahkan mereka. Saat melakukan verifikasi ini saya dilatih untuk sabar karena memang antrian panggilan lama saya masuk BDK pukul 11.30 dan keluar pukul 15.30 sungguh waktu yang lama untuk menunggu .

Bulan April semua kegiatan yang berhubungan dengan UN telah selesai kini tinggal fokus pada PKN STAN dan tanpa disangka saya diberi brosur saat verifikasi bila ada kursus masuk sekolah dinas PKN STAN di Yogyakarta ,brosur pun saya bawa pulang untuk saya tunjukan pada ibu serta melihat bagaimana reaksinya .Diluar dugaan saya, ternyata beliau menyambutnya dengan antusias akhirnya orang tua saya menjual motor saya satu satunya yaitu Honda supra x 125 tahun 2008 . Motor itu dijual laku 7,5 juta , untuk biaya les sekitar 3 juta itu sudah termasuk kos sisanya untuk beli motor bekas yang penting bisa buat mobilitas saja .

Tanggal 17 April saya berangkat ke Jogja untuk memulai rangkaian kegiatan kursus , kursus saya ini hanya membahas tes tahap awal saja yaitu tes tulis yang didalamnya terdapat tes TPA dan Bahasa Inggris. Kursus dilaksanakan 1 bulan dan berakhir H-3 sebelum pelaksanaan Tes Tulis.

Masa masa kursus merupakan masa yang berkesan dihati saya hal itu karena baru kali ini saya kos dan hidup mandiri yang sesungguhnya terpisah jauh ma orangtua . Tempat kursus saya merupakan salah satu tempat kursus yang terkenal jadi wajar bila peserta kursus nya saja hingga 500 orang dan berasal dari seluruh Indonesia tidak hanya dari Yogyakarta dan Pulau Jawa tetapi juga banyak dari luar pulau sekalipun Kalimantan . Namun hal ini justru saya anggap sebagai tantangan dan pelatihan mental untuk bersaing dengan orang banyak , dikursus saya punya teman baru dan punya sahabat baru , sahabat baru saya ini pasangan pacar mereka asli Jogja jadi saya selalu jadi obat nyamuk kalu keluar bertiga dengan mereka tapi gak papa karena teman saya ini orangnya baik selalu mengajak saya muter muter kota Yogyakarta untuk menghilangkan penak dikepala .

Saat kursus satu bulan itu rasanya sungguh totalitas sekali , sehari waktu saya mungkin habis untuk belajar dan kursus, bisa dibayangin kursus saya dimulai jam 16.00 dan berakhir pukul 21.00 , saya dapat jatah malam karena ruangan tidak cukup bila menampung semua peserta pada waktu bersamaan akhirnya dibagi 2 sesi, pagi dan malam. Paginya sebelum kursus saya melakukan aktifitas seperti mencuci pakaian atau membeli makan . Saya mulai belajar pukul 10.00 dan biasanya selesai pukul 13.00 itu sudah ditermasuk salat Dzuhur dan makan siang,sisa waktu sebelum berangkat kursus biasanya saya  buat tidur siang . Malam sepulang kursus saya belajar pukul 21.30 hingga 23.00 dan bangun pagi jam 3.30 rangkaian kegiatan ini saya terus lakukan selama kurang lebih satu bulan, sungguh pengorbanan yang luar biasa .

Tes tulis pun dilaksanakan dan berjalan lancar . Alhamdulilah tes tahap satu lolos kemudian lanjut ke TKK atau tes kesehatan dan kebugaran dimana sebelum tes ini saya sungguh mempersiapkan fisik terutama lari dengan serius hampir sehari 2 kali saya lari biasanya sekali lari saya menempuh sekitar  jarak 1 km namun setiap harinya saya tambah 100m dan ketika H-3 TKK , saya mulai melakukan lari dan juga saya beri waktu 12 menit berapa jauh jarak yang mampu saya tempuh serta melakukan latihan sutle run atau lari angka 8. Selain aktifatas itu saya juga melakukan diet ketat selama seminggu sebelum pelaksanaan TKK saya tidak mengonsumsi nasi , minuman dingin juga soft drink dan gorengan . Alhamdulilah berkat usaha tadi saya bisa lolos tes TKK

TKD merupakan tes terakhir dalam USM PKN STAN karena tes ini hampir mirip tes tulis serta berkaitan dengan kecerdasan otak maka saya mempersiapkan TKD hampir seperti TPA namun yang membuat TKD ini lebih berat , tes ini dilaksanakan pada bulan puasa sudah pasti saat bulan puasa tingkat konsentrasi tak seperti biasanya ya sehingga lebih membutuhkan tenaga ekstra namun alhamdulilah saya bisa melaluinya dengan lancar dan berhasil lolos sehingga ditrima menjadi mahasiswa PKN STAN prodi Perpajakan yang memang saya impikan bagi saya D1 tidak memalukan toh bisa juga melanjutkan yang terpenting dapat prodi yang sesuai minat kita.

Begitulah cerita dibalik kesuksesan saya bisa masuk sekolah dinas PKN STAN dan semoga bisa menjadi motivasi bagi saya pribadi untuk lebih bekerja keras karena setelah kita masuk sekolah dinas PKN STAN setatus kita tidak sepenuhnya aman 100% kita harus selalu siap dan berkualitas .

Tinggalkan Balasan