Home » Artikel » KISAH NYATA STANERS “MERAIH MIMPI LOLOS USM STAN”

KISAH NYATA STANERS “MERAIH MIMPI LOLOS USM STAN”

LOLOS USM STAN-Waktu aku masih duduk di bangku SMA, tak pernah terpikirkan olehku akan kuliah di STAN. Yang aku tahu mengenai STAN waktu itu adalah sekolah tinggi ikatan dinas, dimana biaya kuliah ditanggung pemerintah alias gratis dan setelah lulus akan langsung mendapat pekerjaan. Mengetahui seperti itu, pastilah banyak sekali siswa yang ingin melanjutkan kuliah di sana, persaingan untuk bisa masuk STAN pun akan semakin ketat, mengingat jumlah siswa yang diterima hanya sekian persen dari jumlah total pendaftar. Kelas 12 SMA adalah waktu yang sangat sibuk buatku, dimana aku harus mempersiapkan untuk banyak hal, mulai dari Ujian Sekolah, Ujian Nasional, SNMPTN, SBMPTN, dan lain-lain. Yang menjadi tujuanku waktu itu adalah dapat lulus SMA dengan nilai yang baik, dan yang paling penting adalah mendapatkan sekolah lanjutan favorit.

Setelah tahap demi tahap terlampaui, akhirnya aku mendapatkan sekolah lanjutan yang aku inginkan melalui SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Aku diterima di Universitas Diponegoro,Program Studi S1Akuntansi. Aku pun melaksanakan segala proses daftar ulang, ospek, hingga benar-benar bisa melaksanakan kegiatan peekuliahan.  Namun, sebelum itu, aku juga telah mendaftar USM (Ujian Saringan Masuk) PKN STAN 2015. Alasan sebenarnya aku mendaftar USM PKN STAN 2015 waktu itu adalah karena dorongan dari Orangtua, terutama Ibuku, yang sangat menginginkan anaknya untuk bisa bersekolah di sana. Aku sendiri tidak terlalu menginginkannya waktu itu, dengan alasan, sudah banyak tes seleksi yang aku ikuti sebelum akhirnya diterima di Undip dengan jurusan yang memang aku inginkan, dan itu perjuangannya pun tidak mudah.

Setelah mendaftar secara online, aku ikuti segala proses seleksi waktu itu, mulai dari mengisi data diri, melakukan pembayaran, mencetak kartu pendaftaran, melakukan verifikasi berkas, hingga akhirnya tes seleksi tahap I pun aku lalui. Aku memilih lokasi di Kota Semarang, dengan alasan karena pada waktu itu, posisi aku sudah melakukan aktivitas perkuliahan di kota itu. Persiapan waktu itu, bisa dibilang aku tidak belajar sama sekali. Sebelumnya sudah banyak ujian yang aku lalui, mulai dari Ujian Nasional, SBMPTN, dan ujian seleksi sekolah lanjutan negeri dan swasta lainnya. Aku memperkirakan bahwa tes tahap I USM PKN STAN yaitu ujian tertulis, tidak jauh beda dengan ujian-ujian yang telah aku laksanakan sebelumnya, ditambah lagi pada waktu itu aku sudah disibukkan oleh aktivitas-aktivitas perkuliahan menjadi alasan mengapa aku tidak terlalu mempersiapkan Ujian itu dengan baik.

Dengan penuh harap aku membuka pengumuman hasil tes tahap Imelalui internet. Meskipun baru tahap I, aku sudah sangat gugup waktu melihat pengumumannya. Aku telusuri satu persatu daftar nama yang lolos tes tahap satu, aku mengurutkan dari nomor tes, dan pada urutan mendekati nomor tesku, aku melihat ada namaku di sana. Perasaanku pada waktu itu sangat senang, dan ada sedikit rasa tidak percaya dan yang pasti aku sangat bersyukur kepada Allah SWT karena telah diberi kesempatan lolos untuk mengikuti tes tahap 2, yaitu tes kebugaran kesehatan. Pada tes selanjutnya, aku juga tidak terlalu mempersiapkannya dengan baik. Aku hanya tahu bahwa yag akan diujikan waktu itu adalah tes kesehatan fisik standar, dan kebugaran lari selama 12 menit ditambah sprint membentuk angka 8. Aku melewatinya dengan santai bersama temanku yang juga satu kuliah di Undip dan waktu itu aku optimis lolos tahap ini, yang merupakan tahap akhir atau penentuan lolos USM PKN STAN tahun 2015.

Pengumuman tes tahap akhir, aku juga sedikit telat mengetahuinya dari temanku, karena waktunya yang juga dimajukan dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Pada waktu itu, aku sedang ada di Magelang, karena akhir pekan aku pulang ke rumah. Setelah pengumuman dapat dibuka, aku langsung mengurutkan nomor pendaftaran dan mencari nomor pendaftaranku. Alangkah sangat kecewanya aku setelah mengetahui bahwa tidak ada nomorku di sana begitu pula dengan namaku. Seketika itu juga aku langsung menutup penguman tersebut yang aku buka dari Handphoneku, karena aku tak kuasa menerima kenyataan pait itu. Yang pertama kali terlintas dipikiranku waktu itu adalah kedua orangtuaku, aku telah mengecewakan mereka. Aku membuka pengumuman tanpa sepengetahuan orantua, rasanya aku tidak dapat memberitahu hasilnya kepada mereka. Akan tetapi, aku tidak punya pilihan lain selain memberitahu mereka. Dengan perasaan kecewa dan sangat sedih, aku memberitahu mereka akan hasilnya.

Aku melihat kekecewaan di muka Ibuku, namun ia tidak mengatakannya. Ibuku mencoba untuk menghiburku, mengatakan bahwa aku bisa mencobanya lagi tahun depan, begitu juga dengan bapakku, ia mengatakan bahwa Ujian ini bisa dijadikan pengalaman untuk mengikuti tes lagi tahun depan. Aku tidak kuasa melihat kekecewaan di wajah kedua orangtuaku, namun aku berupaya untuk menahannya. Aku tidak ingin membuat mereka menjadi semakin sedih. Malah setelah mengetahui kabar kurang mengenakkan ini, orangtuaku mengajak pergi jalan-jalan dan membelikanku beberapa barang kesukaanku. Hal tersebut membuatku berpikir, bahwa mereka sangat menyayangiku dan tidak ingin aku terlalu sedih dan terpuruk dengan hasil itu. Mereka menyadarkanku bahwa aku harus tetap semangat melanjutkan kuliahku yang bisa dikatakan masih awal, untuk mendapatkan nilai yang memuaskan. Aku bertekad pada waktu itu, untuk membalaskan kekecewaan orantuaku dan juga kekecewaanku dengan mengikuti USM PKN STAN 2016 dan mempersiapkannya lebih baik lagi.

Aku pun melanjutkan kehidupan kuliahku di Semarang. Banyak sekali cerita-cerita masa-masa kuliahku di sana, susah, senang, sedih, dan lain-lain. Hari-hari kulalui dengan penuh kesibukan kuliah, mengerjakan tugas-tugas, ujian tengah semester, ujian akhir semester, kegiatan angkatan hingga kegiatan organisasi. Hingga pada saatnya tiba, Pedaftaran USM PKN STAN tahun 2016 pun dibuka. Ibuku sangat antusias mengenai hal itu, ia menyuruhku untuk segera mendaftar dan langsung mentransfer uang untuk biaya pendaftaran. Aku mendaftar di USM dengan lokasi tes di Kota Semarang, mengingat kegiatan kuliahku di sana, namun kali ini aku menempatkan D1 Pajak pada pilihan pertama sesuai dengan permintaan Ibuku, karena katanya peluang untuk dapat diterima lebiah besar. Sama seperti tahun sebelumnya, aku melaksanakan segala proses pendaftaran tahap demi tahap sesuai dengan prosedur, hingga akhirnya tes tahap I pun berlangsung. Berbeda dengan sebelumnya, pada tahap ini aku lebih mempersiapkannya dengan belajar dengan membeli buku siap USM dari kakak kelas yang sudah berkuliah di STAN. USM tahun itu juga sedikit berbeda dengan adanya tahap III yaitu TKD (Tes Kemampuan Dasar).

Pada saat tes tahap I akan diumumkan, Rasanya aku sangat gugup, bahkan dari beberapa hari menjelang pengumuman. Aku terus berdoa agar Allah memberikanku kesempatan untuk lolos pada kali ini. Aku baru bisa membuka pengumuman tersebut pagi, seusai sholat subuh, dimana pada hari itu aku harus mengikuti kuis, salah satu mata kuliah penting yang seharusnya aku belajar pada malam harinya, namun tidak bisa fokus karena menunggu pengumuman tersebut. Dengan susah payah, harus mencoba berkali-kali dengan waktu yang lama untuk bisa membuaka pengumuman tersebut. Perasaanku senang sekali dan sangat bersyukur ketika melihat namaku tercantum di deretan peserta yang lolos pada tahap I sampai air mataku menetes saking terharunya.

Untuk mempersiapkan tes tahap II waktu itu, aku melakukan beberapa kali latihan fisik, dengan berlari di lintasan yang akan dijadikan tempat ujian tahap II yaitu di GOR Tri lomba juang, yang jaraknya lumayan jauh dari tempat kuliahku. Disana aku melihat beberapa dari peserta USM yang juga sedang mempersiapkan diri. Hal ini semakin membuatku harap-harap cemas tetapi juga semakin memicu semangatku untuk terus latihan. Lelahnya sehabis kuliah, harus datang ke GOR untuk lari sampai maghrib dengan jarak yang lumayan, ditambah lagi mengerjakan tugas-tugas kuliah, semua itu aku lakukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Hingga waktu tes tiba, aku ditemani Ibuku datang ke lokasi tes. Aku mengikuti segala tes, termasuk harus lari dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan hasil yang baik. Dengan ditemani Ibuku, secara tidak langsung menambah semangatku untu bisa lari sejauh-jauhnya meskipun dengan usaha yang setengah mati. Dan, pengumuman tes tahap II pun datang, sama seperti ketika hendak menengok pengumuman-pengumuman sebelumnya, aku sangat gugup. Aku membuka pengumuman, mengurutkan nomor tes dengan perasaan takut, namun aku telah mepersiapkan hatiku untuk kemungkinan terburuk. Alangkah sangat bersyukurnya aku ketika melihat namaku ada di pengumuman tersebut. Aku langsung mengambil air wudhu untuk melaksanaka sholat tahajud. Aku berdoa agar pada tes tahap III atau tahap terakhir besok, aku pun diberi hasil yan baik dan dapat diterima. Setelah sholat, aku masih harus belajar, makan sahur, karena pada waktu itu Bulan Ramadhan dan aku sedang melaksanakan UAS semester genap.

Tidak mau kecolongan, aku mepersiapkan diri untuk menghadapi tes tahap III dengan mempelajari soal-soal TKD dari buku yang aku beli juga dari kaka kelas yang kepadanya pula aku membeli buku USM STAN. Sedikit santai, aku dapat belajar di rumah dengan nyaman seusai UAS berakhir dan saat itu libur panjang. Ketika hendak pergi ke Semarang untuk melaksanakan TKD aku berpamitan kepada kedua orangtuaku dan keluarga yang aku sayang lainnya untuk meminta doa restu mereka. Aku pergi ke Semarang di temani adik perempuanku, sekalian mengunjungi rumah nenekku yang ada di sana.

Tes tahap akhir pun selesai aku lalui. Aku serahkan hasilnya kepada Allah SWT dengan tetap tawakal. Aku nikmati sisa liburanku yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan waktu itu. Menunggu pengumuman tahap terakhir membuatku harus ekstra sabar, karena terjadi penundaan. Namun, hasil kesabaran itu berbuah manis, setelah menunggu beberapa hari, begadang sampai pagi, terus-terusan buka link pengumuman secara berulang-ulang, finalnya, aku sangat bersyukur dan senang sekali, dapat lolos USM STAN BDK Pontianak dan menjadi calon mahasiswa baru yang akan mengikuti DINAMIKA. Semoga segala sesuatu kedepannya lancar, dan cita-citaku tercapai, aamiin YRA.  Satu hal yang yang aku dapat pelajari dari segala proses panjang sampai hari ini, bahwa tiadalah hasil yang mengkhianati usaha. Sekian. Wasalamualaikum.

Tinggalkan Balasan