Home » Artikel » Hasil Tak Terduga Masuk PKN STAN (Iktan Dinas STAN)

Hasil Tak Terduga Masuk PKN STAN (Iktan Dinas STAN)

SEKOLAH IKATAN DINAS STAN-Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau yang sering kita sebut dengan STAN, sekolah tinggi dambaan ribuan umat dari Sabang sampai Merauke. Banyak orang menggantungkan cita-citanya di sekolah tinggi ini, bahkan ada yang rela melepas perguruan tinggi ternama demi bisa melanjutkan sekolah yang kata orang terjamin masa depannya. Bahkan banyak juga yang rela mencoba beberapa kali demi mendapat kursi di perguruan tinggi ini.

Namun beda cerita dengan saya, yang awalnya buta dengan sekolah ikatan dinas STAN bahkan tidak ada ketertarikan sama sekali dengan sekolah tinggi yang satu ini. Sampai pada suatu hari ada kakak – kakak kelas berjas almamater biru tua yang kebetulan sudah lulus dan diterima di STAN, mengadakan sosialisasi. Dari situ saya mendapat informasi yang cukup lengkap hingga menimbulkan sedikit ketertarikan pada sekolah tinggi ini.

Sampai dirumah saya sampaikan informasi yang saya dapat dari kakak kakak tadi kepada orang tua.Udah dicoba saja, siapa tau beruntung jawab bapak dan ibu dengan antusias setelah mendengar penjelasan panjang lebar dariku tentang sekolah ikatan dinas STAN tadi,walaupun sebelumnya orangtua saya ingin saya masuk kedokteran dan akhirnya saya pun terobsesi untuk masuk kedokteran. Sebenarnya dengan setengah hati saya menerima masukan dari orangtua, karena jujur saya tidak ada minat sama sekali dengan sekolah ikatan dinas STAN ini.

Akhirnya pikiran saya berubah setelah ada teman dekat saya yang mengajak saya untuk mendaftar di sekolah ikatan dinas STAN. Yah kalo ada temennya kan jadi enak bisa berjuang bareng. Dan jadilah saya mendaftar bersama teman saya. Saya mengambil tempat tes di Yogyakarta, cukup jauh dari rumah saya yang berada di purwokerto. Ada sekitar 13 orang dari SMA saya yang juga mendaftar di sekolah ikatan dinas STAN dan mengambil tempat tes di Yogyakarta. Alhamdulillah, banyak temen jadi bisa berangkat bareng.

H-2 registrasi saya dan 2 teman saya berangkat dengan kereta.Kami menginap di kontrakan kakak kelas SMA saya yang kebetulan kuliah di Jogja. Kebetulan saya mendapat tanggal registrasi yang berbeda, dia hari Jumat dan saya hari Senin jadi kami bisa liburan selama dua hari yaitu hari Sabtu dan Minggu. Lumayan lah buat refreshing setelah UN. Hari registrasi pun tiba. Jam 5 saya sudah berangkat supaya mendapatkan nomer urut awal. Setibanya disana ternyata sudah banyak yang mengantre, akhirnya saya mendapat nomor urut 67. Karena masih ngantuk saya pun menunggu di masjid dekat BDK. Sekitar satu jam kemudian saya kembali ke BDK dan ternyata nomor urut saya sudah dipanggil. Saya sempat kena marah satpam BDK karena memang satpam disana tegas. Dan akhirnya saya pun masuk dan menyerahkan berkas yang diperlukan. Untungnya tidak ada berkas yang kurang ataupun bermasalah. Selesai registrasi saya dan teman saya pulang ke Purwokerto.

Hari demi hari berlalu, saat yang ditunggu pun tiba.Senin, 9 Mei 2016 pukul 14.00, hari penentuan dari hasil 3 tahun belajar di SMA yaitu pengumuman SNMPTN. Rasa takut, cemas, dan penasaran bercampur jadi satu. Dengan gemetar, tangan ini mengetik NISN dan tanggal lahir untuk login. Tombol “enter” sudah ditekan. Dan hasilnya, Anda tidak lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi 2016, Tetap semangat”, kalimat yang cukup menyayat hati bagi para pembacanya. Ini artinya saya harus berjuang untuk kesempatan berikutnya yaitu SBMPTN dan USM PKN STAN dengan waktu yang sangat singkat yakni sekitar 3 minggu saja.

Selang beberapa minggu, tes sekolah ikatan dinas STAN tahap 1 pun tiba. Kebetulan saya dan teman saya mendapat tempat tes yang sama. Dengan dan modal nekat dan doa orangtua saya mengikuti tes ini. Dan hasilnya tak sesuai yang diharapkan. Dari target mengerjakan 70 soal TPA saya hanya bisa mengerjakan 59 soal saja. Dengan wajah tanpa harapan dan pesimis saya keluar dari ruang tes. Terlihat muka teman teman saya juga demikian. Ternyata memang soalnya yang susah pikir saya.

Seminggu telah berlalu, saatnya pengumuman USM tahap 1 keluar. Rasa trauma masih saya rasakan setelah saya gagal dalam SNMPTN. Dengan rasa pesimis saya pun membaca pengumuman dan mencari nama saya. Kaget dan tidak percaya, nama saya ada di pengumuman yang artinya saya lolos tes tahap 1. Alhamdulillah, kekecewaan SNMPTN sedikit terobati. Namun sedikit sedih karena teman saya tidak lolos tahap 1 ini. Dan masih ada 2 tahap lagi yang harus dilalui

Dan tes tahap 2 pun tiba, yaitu Tes Kesehatan dan Kebugaran. Tidak ada masalah pada tes kesehatan kecuali tekanan darah saya yang mendadak naik dari nilai normal 120/80 menjadi 140/80. Saya sedikit panik namun akhirnya saya diizinkan untuk mengikuti tes Kebugaran. Sampailah di lapangan dengan cuaca yang cukup panas. Peserta tes diberi pengarahan dan diberi rompi. Dan tes kebugaran pun dimulai. Saya mendapat 7 putaran kurang 10 meter dan waktu Shuttle Run yang lumayan cepat. Saya pun optimis bisa lolos tahap ini.

Dan hari pengumuman tahap 2 pun tiba, sebelumnya saya tidak bisa tidur karena ingin cepat cepat melihat hasilnya. Jam 3 pagi saya membuka pengumuman dan hasilnya saya lolos tahap 2 ini. Artinya tinggal satu tahap lagi untuk dapat diterima di sekolah ikatan dinas STAN.

Disamping itu saya harus menyiapkan untuk SBMPTN. Sulit sekali untuk membagi waktu antara belajar materi SBMPTN dan materi USM STAN. Belum lagi jadwal les yang semakin padat karena sudah mendekati hari H pelaksanaan SBMPTN

SBMPTN dilaksanakan sebelum tes tahap terakhir USM STAN. Dan hasilnya sama seperti SNMPTN. Rasa sedih kembali menyelimuti hati. Hanya STAN satu satunya harapan saya sekarang. Untuk itu saya fokus belajar untuk tahap terakhir ini, yaitu Tes Kemampuan Dasar atau TKD yang saya dengar  dengar cukup susah.

Waktu yang tersisa hanya tinggal 5 hari. Dengan waktu sesingkat itu saya pesimis bisa mempelajari materi TKD sampai tuntas. Dan benar saja akhirnya tidak semua materi bisa saya pelajari. Kembali dengan modal nekat dan doa orangtua saya mengikuti tes tahap terakhir ini.

Saya mendapat jadwal tes di hari ketiga. Ada teman saya yang mendapat hari pertama dan kedua. Setelah saya tanya tentang tesnya semua teman saya yang sudah selesai tes menjawabnya dengan jawaban yang suram. Soalnya susah,Waktunya mepet banget, soal TWK nya luarbiasa kira- kira begitu jawaban teman teman saya. Saya jadi semakin takut, mengingat ini adalah kesempatan terakhir saya untuk mendapatkan perguruan tinggi.

Akhirnya waktunya pun tiba. Saya mendapat sesi kedua yaitu pukul 10.00 11.30. Dan tes pun dimulai. Alhamdulillah soal soalnya tidak sesulit yang saya bayangkan. Dan beruntung saya mendapat skor yang lumayan yakni 368. Tapi saya belum bisa tenang karena banyak yang mendapat nilai lebih tinggi dari nilai saya.

Tes tahap terakhir pun selesai, saatnya menunggu hasil. Saya hanya bisa menunggu dan berdoa semoga saya diberi yang terbaik oleh Allah SWT.

29 Juni 2016, sesuai jadwal yang tertera, hari ini adalah pengumuman tes tahap 3 atau tes TKD, sekaligus penentuan bagi kami untuk masuk di STAN. Saya menunggu pengumuman sampai pukul 02.30 dan belum juga ada. Ternyata pengumuman diundur tanggal 31 Juni. Saya dengar dengar pengumuman diundur karena ada rencana penambahan kuota. Rasa penasaran bercampur tegang pun semakin menjadi-jadi.

Pengumuman pun keluar. Dengan tegang saya pun membukannya dan mencari nama saya. Kaget dan tidak percaya, nama saya tercantum didalam pengumuman itu. Saya mendapatkan jurusan D1 Pajak di Pontianak. Saya benar benar tidak menduga sebelumnya.

Akhirnya perjuangan saya mendapatkan perguruan tinggi berakhir di sini. PKN STAN D1 Pajak Pontianak. Hal yang sangat tidak terduga mengingat sebelumnya saya benar benar tidak ada ketertarikan sama sekali dengan sekolah ikatan dinas STAN ini. Saya bingung harus senang atau sedih karena ambisi saya untuk melanjutkan sekolah di kedokteran tidak tercapai. Di satu sisi, saya mendapatkan kesempatan emas, dimana banyak orang ingin mendapatkannya, yaitu kursi di STAN ini. Saya sempat merasa ragu untuk mengambil kursi STAN ini karena lokasi yang bisa dibilang sangat jauh dari tempat tinggal dan tidak ada satu pun teman dari sekolah saya yang mendapat tempat pendidikan di Pontianak

Namun setelah mendapat masukan dari teman teman dan orang orang sekitar, akhirnya saya mantap untuk mengambil kesempatan emas ini. Lagipula tidak ada pilihan lain selain STAN ini karena sebelumnya saya gagal di SNMPTN maupun SBMPTN.

Dan saya pikir pikir kembali, terlalu bodoh untuk melepas kesempatan yang sangat langka dan banyak orang ingin mencapainya. Banyak orang yang berjuang mati  matian, rela mencoba lagi setelah gagal pada tes sebelumnya bahkan yang sebelumnya sudah mendapat kursi di perguruan tinggi lain yang tidak kalah bergengsi rela dilepas demi masuk sekolah ikatan dinas STAN.

Setelah berdoa kepada Yang Maha Esa, inilah hasilnya. Mungkin ini jalan yang terbaik bagi saya. Walaupun menurut saya ini sangat tidak terduga. Berawal dari coba coba dan tidak ada niat sama sekali, saya termasuk satu dari 4489 orang yang diterima dari pendaftar sekitar 112 ribu orang. Karena hanya STAN yang mau menerima saya apa adanya, saya bertekad untuk menjalankan pendidikan dengan sungguh sungguh, menaati tata tertib yang ada dan akan menjadi punggawa keuangan yang bebas dari KKN.

Inilah sedikit cerita tentang perjuangan saya memasuki sekolah ikatan dinas STAN. Banyak sekali pengalaman berkesan yang saya dapatkan selama berjuang dalam mendapatkan kursi di STAN ini. Saya tidak akan pernah bisa melupakan perjuangan saya ini.

Tinggalkan Balasan