Home » Artikel » Impian Tak Terbendung Menuju Beasiswa Penuh PKN STAN

Impian Tak Terbendung Menuju Beasiswa Penuh PKN STAN

BEASISWA PENUH PKN STAN-Lembaga Pendidikan Ikatan Dinas selalu menjadi buruan para calon mahasiswa, tidak hanya yang lulus tahun itu, tetapi juga yang lulus di tahun-tahun sebelumnya bahkan yang sudah berkuliah di universitas atau perguruan tinggi lainnya. Mereka terus berusaha selama masih ada kesempatan dan memenuhi syarat-syarat pendaftaran. Salah satu Lembaga Pendidikan Ikatan Dinas yang sangat diminati adalah Politeknik Keuangan Negara STAN.

Banyak alasan yang membuat mereka memilih Politeknik Keuangan Negara STAN, meskipun persaingan sangatlah ketat dan sulit. Sebegitu ketatnya dapat kita lihat dari jumlah pendaftar yang membludak. Data dari panseldikdin mencatat bahwa jumlah pendaftar Politeknik Keuangan Negara STAN hingga 31 Maret 2016 mencapai 85.056 pendaftar setelah sebelumnya dibuka pada tangal 21 Maret 2016, dengan jumlah total pendaftar dari 7 Lembaga Pendidikan Ikatan Dinas yang membuka pendaftaran mencapai 100.000 pendaftar, itu artinya lebih dari setengah pendaftar seluruh Lembaga Pendidikan Ikatan Dinas yang membuka pendaftaran tahun 2016 memilih beasiswa penuh Politeknik Keuangan Negara STAN. Belum lagi waktu pendaftaran untuk Politeknik Keuangan Negara STAN yang awalnya ditetapkan pada tanggal 3 April mengalami perpanjangan waktu hingga tanggal 7 April dengan antusiasme pendaftar yang semakin meningkat. Hal ini menandakan bahwa mayoritas pendaftar memilih Politeknik Keuangan Negara STAN sebagai tujuannya, dan secara otomatis semakin meningkat pula persaingan antara mereka. Dengan semakin bertambahnya jumlah peserta semakin besar pula kemungkinan mereka tidak lolos Ujian Seleksi Masuk PKN STAN.

Selain dari jumlah peserta yang sangat banyak, ada 3 rangkaian tes yang harus mereka hadapi. Peserta yang lolos diwajibkan datang jika tidak ingin namanya didiskualifikasi dalam proses seleksi. Yang pertama adalah Tes Tertulis dengan 2 buah sesi yaitu Tes Potensi Akademik dan Tes Bahasa Inggris yang diadakan serentak pada tanggal 15 Mei 2016. Ada 27 lokasi yang terpilih untuk tes tertulis ini yang tersebar di seluruh Indonesia yang merupakan kota-kota besar di Indonesia. Padahal banyak pula para pendaftar yang tidak bertempat tinggal di dekat kota-kota besar ini, sehingga mereka harus lebih ekstra dalam berusaha mengikuti tes ini. Belum lagi adanya peraturan bagi yang terlambat yaitu tidak diijinkan mengikuti tes. Itu membuat mereka harus bangun dan berangkat lebih awal, terutama pengguna angkutan umum, karena kita tidak tahu kondisi dan situasi yang memungkinkan terjadinya hal-hal penghambat kapan saja.

Selain itu jumlah soal yang banyak dan aturan nilai mati menjadi momok menakutkan dan tantangan berat bagi peserta, sehingga tidak diherankan tes ini paling banyak memangkas para calon mahasiswa yang berjuang untuk mendapatkan beasiswa penuh di Politeknik Keuangan Negara STAN. Hal ini membuat mereka harus berusaha sangat giat agar tidak terhenti langkahnya di tes pertama. Ditambah lagi bagi mereka yang juga mengikuti tes SBMPTN maupun tes USM perguruan tinggi lainnya tentu membutuhkan pengorbanan waktu, pikiran, dan tenaga yang lebih agar dapat tercapai tujuan.

Yang kedua adalah tes kesehatan dan kebugaran yang diselenggarakan pada tanggal 30 Mei sampai 4 Juni 2016. Salah satu rangkaian dari tes ini adalah lari 400 m dan shuttle run. Bagi peserta yang belum terbiasa, mereka harus membiasakan diri dari jauh-jauh hari agar pada saat pelaksanaan tidak terjadi cedera ataupun hal yang tidak diinginkan lainnya. Selain itu tes ini akan menjadi berbahaya untuk peserta yang masih menjalani perawatan karena sakit. Bagi mereka yang tidak memberitahu kondisinya kepada panitia seleksi dan tetap memaksakan diri akan memicu  banyaknya kemungkinan yang terjadi saat pelaksanaan tes ini seperti kram, pingsan, nyeri otot bahkan yang lebih parah lainnya. Sehingga bukan kondisi yang membaik yang didapat, tetapi malah semakin memburuk.

Yang ketiga adalah Tes Kemampuan Dasar atau Tes Kompetensi Dasar yang diselenggarakan pada 20 sampai 24 Juni 2016. Tes ini berbasis Computer Assisted Based (CAT) dimana peserta harus menggunakan komputer untuk pengerjaannya. Tes ini terdiri dari 3 kelompok soal yaitu Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Dalam tes ini juga kita diusahakan dapat menghafalkan UUD 1945 karena sangat memungkinkan adanya soal yang berhubungan dengan UUD 1945. Tidak hanya itu, peserta dipusingkan dengan banyaknya hafalan materi lain yang berhubungan dengan tes tersebut. Selain itu ada faktor lain yang dapat menghambat pengerjaan tes ini, misalnya komputer yang tiba-tiba mati, respond yang lambat maupun hal-hal di luar prediksi lainnya, sehingga dapat mengganggu pengerjaan dan dapat menghabiskan banyak waktu. Hal itu dapat membuat peserta semakin gugup dan terburu-buru dalam menyelesaikan soal-soal yang berjumlah cukup banyak dengan waktu yang relatif singkat.

Adanya nilai mati dengan passing grade yang telah ditentukan pihak PKN STAN menjadi aturan dalam tes ini, ini juga menambah kekhawatiran peserta, karena meskipun nilai mereka tinggi namun jika ada sesi tes yang tidak mencapai nilai mati maka mereka dianggap gagal dalam tes ini. Dengan system ini nilai yang diperoleh peserta setelah menyelesaikan tes juga akan langsung ditampilkan di layar monitor. Orang tua peserta yang menunggu di luar juga dapat melihat bagaimana perkembangan nilai anak mereka melalui monitor besar di luar ruang tes yang disediakan dengan tampilan urutan nilai tertinggi hingga terendah. Nilai tersebut akan bergerak sesuai banyak soal yang berhasil peserta jawab dengan benar. Para peserta tentu khawatir jika nilai yang mereka dapatkan tidak memuaskan atau bahkan tidak mencapai passing grade dan terhenti di akhir rangkaian tes USM PKN STAN 2016.

Tidak hanya itu, mayoritas peserta yang beragama islam sedang menjalani ibadah puasa Ramadan dimana tes ini berlangsung saat bulan tersebut, sehingga banyak hal yang perlu dipersiapkan dengan baik. Cuaca yang panas juga menjadi tantangan dalam tes ini, rasa haus saat menjalani ibadah puasa perlu dikendalikan dengan baik karena dapat mempengaruhi konsentrasi peserta dalam mengerjakan soal. Bagi peserta yang melewati perjalanan jauh untuk sampai di lokasi tes pun harus mempersiapkan diri sebaik mungkin karena besarnya resiko mengalami dehidrasi ataupun kelelahan. Tes yang dilakukan pada saat bulan puasa ini menjadi tantangan tersendiri yang harus dilalui bagi peserta yang beragama islam dan sedang menjalankan ibadah puasa.

Seluruh rangkaian tes tersebut harus dilalui para peserta yang dapat melewati tahap demi tahap tes tersebut dengan benar sesuai prosedur yang telah diatur secara ketat. Kesalahan yang dilakukan sengaja maupun tidak sengaja tidak akan ditoleransi, jadi betapa pentingnya persiapan yang harus mereka lakukan.

Selain dari rangkaian tes yang sudah rumit, perjuangan mereka diuji dengan adanya keterlambatan pengumuman tes terakhir yaitu Tes Kemampuan Dasar berikut pengumuman lolos tidaknya menjadi mahasiswa baru Politeknik Keuangan Negara STAN. Pengumuman yang rencananya akan diumukan pada tanggal 29 Juni 2016 diundur menjadi 1 Juli 2016. Pengumuman yang di tes-tes sebelumnya sesuai dengan tanggal yang dijadwalkan tiba-tiba tidak tepat waktu, hal itu membuat para peserta harus menanti dan berharap dengan kekhawatiran mereka yang sulit untuk dikendalikan, terlebih bagi mereka yang masih menunggu pengumuman tes-tes yang dilakukan di perguruan tinggi lain ataupun yang ingin mengikuti tes-tes di perguruan tinggi lain.

Saat pengumuman dikeluarkan ada 4490 peserta yang dinyatakan lulus dan diterima sebagai calon mahasiswa. Namun tidak semua dari mereka ditempatkan di daerah dimana mereka berasal, melainkan diatur oleh pihak PKN STAN. Ada yang ditempatkan sesuai dengan daerah asalnya, tapi ada pula yang ditempatkan di daerah yang jauh dari tempat asalnya bahkan di daerah yang berbeda pulau. Para peserta yang dinyatakan lulus harus rela mengorbankan waktu kebersamaan mereka dengan keluarga dan teman untuk dapat melanjutkan langkah mereka di Politeknik Keuangan Negara STAN. Ada yang mendapatkan ijin adapula yang tidak diijinkan oleh orang tuanya sehingga ia harus berusaha keras untuk mendapatkan restu orang tua agar usahanya selama ini tidak sia-sia.

Bagi calon mahasiswa yang lolos dan mendapatkan tempat yang jauh dari daerah asalnya harus dengan cepat menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar. Mereka harus menghormati, memaklumi, dan menyesuaikan kondisi sosial, ataupun kebiasaan sosial yang sudah tertanam di daerah tersebut.

Secara keseluruhan, rangkaian tes dan hal-hal yang harus dilalui selama Ujian Seleksi Masuk PKN STAN dipenuhi dengan tantangan, perjuangan, lika-liku, dan dipenuhi dengan suasana kompetisi yang kuat, sehingga pesertapun harus mempersiapkan mental dengan baik ditambah persiapan yang matang untuk dapat bersaing dengan peserta lainnya.

Banyak pengorbanan yang harus mereka lakukan seperti merelakan waktu liburnya dengan orang tua untuk mempersiapkan bekal tes, merelakan pikirannya terkuras untuk mempelajari materi-materi yang cukup banyak, ataupun merelakan hal-hal lainnya. Semua itu dilakukan demi membahagiakan orang tua mereka tidak hanya saat ini tapi juga di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan