Home » Artikel » Inspirasi Pejuang Beasiswa STAN (Kampus Ali Wardana Impianku)

Inspirasi Pejuang Beasiswa STAN (Kampus Ali Wardana Impianku)

Inspirasi Pejuang Beasiswa STAN (Kampus Ali Wardana Impianku)

Inspirasi Pejuang Beasiswa STAN (Kampus Ali Wardana Impianku)
Inspirasi Pejuang Beasiswa STAN (Kampus Ali Wardana Impianku)

Kampus Ali Wardhana, Kampus impian bagi sebagian besar anak di negeri ini, begitu pula dengan saya yang terinspirasi untuk bisa mendapatkan beasiswa STAN , seorang anak laki-laki lugu dari Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah. Saya berasal dari Pati, Jawa Tengah. Saya dilahirkan ke dunia ini pada tanggal 20 November 1998. Saya sebelumnya bersekolah di salah satu SMK Swasta di Pati.Sejak kecil saya tidak mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang PNS atau pun pegawai kantoran, karena saya memiliki keinginan untuk menjadi seorang engineer atau teknisi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi atau lebih sering disebut TIK.

Namun takdir berkata lain, sejak kelas XII SMK saya dilanda kebingungan untuk melanjutkan atau lebih tepatnya memilih perguruan tinggi ataupun universitas mana yang akan saya masuki. Disisi lain, saya ingin bersekolah dan melanjutkan pendidikan dimana saya tidak perlu membebani orang tua saya untuk membiayai uang kuliah saya.

Akhirnya setelah saya mencari-cari info mengenai sekolah gratis di Indonesia, pilihan mengerucut pada sekolah kedinasan dibawah naungan kementerian dan juga Politeknik Manufaktur Astra.

Sejujurnya, jikalau bisa memilih, saya akan memilih Polman Astra, namun saya dinyatakan tidak lolos dalam tes tahap kedua karena bertepatan dengan saya terkena penyakit tifus. Oleh karena itu, saya mencoba meriset sekolah kedinasan mana yang bisa dimasuki oleh lulusan SMK.

Pilihan saya akhirnya jatuh ke PKN STAN yang sekolah kedinasan yang memiliki beasiswa STAN. Ya, Politeknik Keuangan Negara STAN. Sekolah ini berada dibawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yang mana menyelenggarakan pendidikan gratis selama setahun penuh untuk D1 dan tiga tahun untuk D3, pas seperti keinginan saya.

Akhirnya, sejak pertengahan semester gasal kelas XII, saya mulai berburu info  dan apapun yang berkaitan dengan PKN STAN dan juga cara masuk ataupun tips dan trik masuk PKN STAN. Semua pencarian ini akhirnya membuahkan hasil yang cukup efektif, yakni saya baru sadar bahwa saya buta sama sekali mengenai soal tes masuk PKN STAN atau USM PKN STAN. Untuk mendapatkan beasiswa stan sejak saat itu saya memutuskan untuk mencari bimbel terdekat di daerah saya, untuk belajar lebih mendalam mengenai tipe soal USM PKN STAN.

Perjuangan Baesiswa STAN

Awal Perjuangan saya untuk masuk PKN STAN bermula saat saya mengikuti tryout yang diadakan oleh organda PKN STAN yang berasal dari daerah saya. Acara ini merupakan pengalaman pertama saya dalam mengikuti tryout ujian seleksi masuk perguruan tinggi, oleh karena itu saya begitu nervous dan gugup pada saat menjawab soal demi soal yang menurut saya sangat sulit sekali. Namun ada hal positif dari acara ini yakni membuat saya semakin bersemangat untuk masuk ke PKN STAN.

Namun semakin hari semangat saya untuk masuk ke PKN STAN semakin menyusut, hal ini berkaitan dengan adanya banyak tugas-tugas yang bermunculan seiring dengan datangnya blangko ketuntasan belajar di sekolah saya dan banyaknya persiapan ujian sebagai syarat kelulusan di sekolah saya.

Akhirnya, hari yang ditunggu pun tiba. Pengumuman pembukaan pendaftaran usm PKNSTAN 2016. Saya pun segera mendaftar di panseldikdin dan ternyata harus menunggu sampai malam hari untuk bisa mendapatkan akses ke website itu. Setelah itu, saya mendaftar di website USM PKN STAN dan hal ini terjadi lagi. Namun tak lama, website USM PKN STAN relatif sudah terkondisikan dan mulai lancar diakses.

Setelah berhasil daftar, tantangan selanjutnya adalah verifikasi berkas di Semarang tepatnya di GKN Semarang. Saya berangkat jam 4 subuh dari rumah bersama teman saya untuk bisa dapat nomor antrean kecil disana. Namun akhirnya kami tetap dapat antrean 190an di GKN Semarang.

Pada saat verivikasi berkas ini sempat terjadi insiden kecil, yakni ada satu fotocopyan lembar nilai raport saya yang lupa belum di legalisir, namun oleh Ibu penyelia berkas hal ini tidak dipermasalahkan dan saya lolos tahap ini. Saya mendapat jatah tes Tahap 1 di Universitas PGRI Semarang, tepatnya di Gedung D lantai 4 ruang nomor 2.

Menjelang tes tahap pertama ini fisik saya sempat ngedrop karena banyaknya ujian praktek di SMK saya yang sangat menguras tenaga dan fikiran saya. Akumulasi dari ujian dan kegiatan di bimbel sangat tepat untuk menguras fisik saya yang mengakibatkan saya harus istirahat beberapa hari di rumah. Untungnya hal ini terjadi setelah ujian selesai sehingga tidak menggangu nilai akademik saya.

Untuk cadangan selain PKN STAN, saya ikut mendaftar beberapa seleksi masuk perguruan tinggi seperti snmptn, spa polines, pmdkpn, dan umpn namun semuanya gagal. Oleh karena itu tekad saya untuk lolos USM PKN STAN meningkat dan menguat.

Setiap hari saya berusaha berlatih minimal 20 soal per sub bagian soal usm, hal ini saya lakukan terus menerus dan berulang-ulang hingga mendekati hari H tes Tahap 1 usm PKN STAN.

Sore hari sebelum hari H, saya diantar oleh bapak untuk mengikuti tes Tahap 1 ini. Kami menginap di sebuah kamar kos kecil di dekat gedung tempat saya ujian. Malam harinya saya bangun dan berdoa dengan sangat khusyuk dan ikhlas agar diberi kemudahan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menghadapi soal tes esok hari.

Hari H pun tiba, saya berangkat jam 8 kurang 15 menit. Saya langsung menuju ke ruang ujian saya dan menunggu di depan ruangan hingga pengawas datang. Selang 15 menit, bel mulai mengerjakan berbunyi, saya mulai mengerjakan sebisa dan semampu saya.

Tak terasa bel tanda ujian berakhir berbunyi, segera saya tinggalkan ruang ujian dengan perasaan campur aduk. Namun bapak saya menyuruh saya supaya tenang dan tidak terlalu khawatir dengan hasil tes saya.

Beberapa hari berlalu, tibalah saatnya pengumuman. Alhamdulillah, doa saya dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan diperbolehkan untuk mengikuti tes Tahap 2 yaitu TKK di GOR Tri Lomba Juang Semarang.

Tes Tahap 2 ini kebetulan tepat beriringan dengan hari pelaksanaan tes tulis sbmptn, saya yang mengikuti keduanya cukup pusing mengatur waktu untuk dapat berlatih dengan baik agar hasil kedua tes tersebut tidak terlalu mengecewakan. Jauh-jauh hari sebelum tes, saya diajak berlatih  lari oleh bapak saya. Setiap pagi dan Sore Hari, beliau selalu menyemangati saya. Alhamdulillah, kedua tes tersebut hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Pada Tes TKK, saya bisa berlari dengan capaian 4,5 putaran @400m dan dinyatakan cukup sehat untuk mengikuti rangkaian tahap tes usm PKNSTAN selanjutnya.

Malam pertengahan Ramadhan tahun ini, pengumuman TKK pun tiba. Saya dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Tes Tahap 3 yaitu TKD di GKN Semarang.

Pada Tes Tahap 3 ini, sebenarnya saya sudah merasa bosan dan lelah untuk terus mengikuti tes-tes masuk perguruan tinggi, namun sekali lagi, karena dorongan yang kuat dan motivasi dari kedua orangtua, saya kembali bersemangat untuk berlatih soal-soal TKD.

Hari demi hari, semakin banyak variasi soal TKD yang saya pelajari semakin saya lelah pula, saya kemudian teringat dengan Mantra dari Rangkaian Novel Negeri 5 Menara, yaitu; Man Jadda Wajada, Man Shabara Zafira,dan Man Saara Ala Darbi Washala. Ketiga mantra itu pun sukses membuat saya bangkit dari keterpurukan sekali lagi, dan menentang jauh ego dari keinginan saya untuk bermalas-malasan.

Hari Tes pun tiba, seperti biasa saya berangkat dengan bapak saya naik sepeda motor ke Semarang. Niat saya dari rumah, saya tidak akan mengecewakan amanah orangtua saya. Jadi saya bersungguh-sungguh dalam mengerjakan, dan akhirnya saya bisa mendapat nilai 373 dalam TKD.

Senin, 28 Juni 2016, hari pengumuman sbmptn pun tiba, saya dinyatakan lolos di prodi pendidikan teknik di sebuah perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. Saya bersujud syukur bisa lolos sbmptn ini, namun saya masih penasaran dengan hasil TKD saya yang menentukan dimana tempat saya akan lolos di PKN STAN.

Pengumuman TKD ini sempat ditunda dan terjadi ketidakpastian kapan akan diumumkan, namun akhirnya saya di izinkan oleh Allah SWT untuk mengenyam pendidikan di Kampus yang saya inginkan yaitu PKN STAN pada Prodi D1 Pajak di Balai Diklat Keuangan Pontianak.

Penempatan yang sangat jauh tidak bisa dipungkiri membuat orang tua saya ragu. Beliau menasehati saya untuk memikirkan dengan matang kemana saya akan kuliah. Namun saya berhasil meyakinkan kedua orangtua saya bahwa tidak selamanya sekolah di rantau itu menyedihkan, dan saya dengan mantap memilih PKN STAN.

Perjalanan baru pun dimulai, saya memutuskan untuk mencari info mengenai kos di dekat Balai Diklat Keuangan Pontianak, dimulai dari searching di grup pesbuk Gerbang STAN, satu persatu saya dapat kenalan baru.

Dari daerah sendiri pun, saya diajak kakak tingkat yang juga di BDK Pontianak untuk masuk grup organda daerah asal kami yaitu IKKP. Wawasan saya tentang dunia perkuliahan PKN STAN pun semakin terbuka. Saya semakin siap untuk bersekolah disini.

Berkah dari bergabung di IKKP adalah saya mendapat teman baru yang se daerah asal dan kebetulan rumahnya satu desa dengan saya, kami pun sepakat untuk berangkat bersama dan membeli tiket untuk sampai ke Pontianak.

Syukur alhamdulillah, kondisi di Pontianak tidak seperti yang saya bayangkan sejak di rumah dulu, disini semuanya dekat dan seperti keluarga sendiri. Saya pun semakin bersemangat untuk mengikuti Dinamika PKN STAN 2016.

Saya pun dapat menyimpulkan, bahwa jika kita memiliki sebuah keinginan kuat dan kita memperjuangkan keinginan tersebut maka pasti semuanya akan dipermudah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Demikian kisah perjuangan saya, terima kasih sudah menyempatkan membaca kisah ini.

Tinggalkan Balasan