Home » Artikel » JALAN TERBAIK DARI TUHAN

JALAN TERBAIK DARI TUHAN

Waktu itu SMP, pertama kali saya mendengar nama sekolah kedinasan gratis STAN. Kakak saya bercerita tentang cita-citanya yang ingin kuliah di STAN. Dia bercerita tentang sekolah kedinasan gratis STAN, malahan mahasiswanya dibayar per bulannya. Tapi saat itu saya belum mengerti  hal lain tentang sekolah kedinasan gratis STAN. Saya juga belum memikirkan tentang cita-cita saya kedepannya.

Pada saat saya masuk SMA, saya juga belum memikirkan tentang cita-cita dan kemanakah saya akan melanjutkan sekolah nanti. Tapi seiring berjalannya waktu, banyak sekali teman saya yang bercerita tentang cita-cita, mimpi, serta harapan mereka. Jadi mau tidak mau saya juga harus memikirkan cita-cita, mimpi, serta harapan saya. Pertama kali melintas di pikiran saya waktu itu, saya harus kuliah tetapi tidak memberatkan orang tua.

 Pada waktu saya kelas 2 SMA , saya juga belum memikirkan kemana saya akan melanjutkan setelah lulus nanti. Tapi waktu itu ada beberapa mahasiswa UGM yang meminta saya untuk mengisi kuisioner dan dia bercerita banyak tentang kampus itu, saya mulai tertarik untuk melanjutkan kesana. Saya ingin sekali bisa masuk Hubungan Internasioal dan menjadi seorang diplomat. Mulai saat itu keinginan saya untuk berkuliah di sekolah kedinasan gratis STAN mulai luntur.Tetapi begitu ibu saya tahu bahwa seorang diplomat itu berada diluar negri, ibu saya pun melarang saya masuk HI dan cita-cita itu pun tidak berlangsung lama karena selain itu ada beberapa kendala yang lain, diantaranya: bayar UKT HI mahal, nilai bahasa inggris saya fluktuatif, dan sifat anak SMA yang masih labil.

Naik kelas XII, kakak sepupu saya ada yang diterima di STAN jurusan D3 Pajak. Semangat untuk bisa menuntut ilmu di STAN pun kembali muncul pada diri saya. Ibu saya juga mengharuskan saya untuk bisa masuk STAN. Saya mengikuti setiap try out STAN yang diselenggarakan oleh GAMATA ( Gabungan Mahasiswa STAN Temanggung). Saya membeli buku-buku USM STAN dan meminta tips dan trik dari kakak tingkat saya yang diterima di STAN.Tapi saya tidak begitu percaya diri dengan hanya mengandalkan STAN jadi saya pun juga berusaha untuk bisa diterima di PTN yang lain melalui jalur SNMPTN. Saya berusaha untuk menaikkan rata-rata raport per semesternya.

Masuk semester 2 di kelas XII, saya mulai serius memikirkan masalah ini selain masalah UN. Entah bagaimana caranya pada akhirnya saya ingin sekali memilih UI-Administrasi Fiskal sebagai pilihan pertama pada SNMPTN, karena saya akhirnya jadi ingin sekali bekerja di DJP. Tapi ibu saya tetap tidak mengizinkan saya masuk UI karena kendala jarak. Berulang kali saya menjelaskan dan meyakinkan pada ibu saya,tapi semua usaha saya nihil. Saya hanya diizinkan untuk memilih PTN di Jogja-Semarang. Tapi semua universitas di Yogyakarta dan Semarang tidak ada yang mempunyai jurusan yang sejenis dengan perpajakan untuk program sarjananya. Akhirnya saya bertekad untuk bisa masuk di STAN jurusan Pajak.

Registrasi SNMPTN telah berlalu dan pembukaan pendaftaran PKN STAN dimulai. Saya mengisi formulir pendaftaran sekolah kedinasan gratis STAN pada hari ke-6 dengan memilih D3 Pajak sebagai pilihan pertama. Beberapa minggu setelah itu UN berlangsung, jadi selama pendaftaran USM STAN sampai UN saya hanya fokus untuk UN karena saya tahu persyaratan untuk bisa masuk STAN nilai rata-rata UN minimal 7. Tapi saya sudah mulai latihan fisik seperti lari dari awal kelas XII.

Hari itu tanggal 9 Mei 2016, singkatnya saya dinyatakan tidak diterima lewat jalur SNMPTN karena saya nekat memilih lintas jurusan. Setelah itu saya sangat tertekan dan bingung. Saya bertekad untuk bisa lolos USM STAN yang akan dilaksanakan tanggal 15 Mei 2016. Saya juga mendaftar seleksi PTN jalur tulis yaitu SBMPTN. Saya belajar dengan cukup keras untuk bisa lolos USM STAN. Pada tanggal 15 Mei 2015,hari itu USM PKN STAN. Pagi itu saya menginap di tempat saudara di Yogyakarta, rencananya saya akan dijemput kakak untuk diantar ke Gor Amongraga Yogyakarta untuk USM STAN. Tapi pagi itu kakak saya terlambat menjemput saya, saya telfon dia berkali-kali tapi handphone-nya tidak aktif, saya sangat cemas dan kesal karena saya takut terlambat sampai gor. Tapi tiba-tiba ada pesan dari dia yang berisi bahwa dia sudah ada di depan kostan saudara saya, betapa leganya saya setelah membaca sms itu.

Sesampainya di Gor, saya terkejut melihat begitu banyak peserta yang mengikuti USM di Gor Amongraga, hal itu sempat membuat saya minder. Saya hanya berdoa semoga saya bisa mengerjakan TPA dengan baik. Dan cobaan hari itupun tidak hanya berhenti sampai disitu, pada saat saya sedang mengerjakan soal USM STAN, cuaca di dalam gor sangat panas sampai badan saya basah oleh keringat. Hal itupun membuyarkan konsentrasi saya. Diperjalanan pulang ke Temanggung, saya menangis memikirkan ketidakbisaan saya dalam mengerjakan USM tadi. Saya hanya berpikir apa jawaban yang akan saya berikan ketika ibu saya bertanya tentang apakah saya bisa mengerjakan soal tadi atau tidak.

Setelah itu saya sudah tidak bisa melakukan usaha apapun selain berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Pada hari H pegumuman USM STAN saya sangat takut untuk membuka pengumuman itu di web PKN STAN. Cobaan selanjutnya, handphone saya tidak bisa membuka pengumuman itu, akhirnya saya meminta tolong teman saya untuk mencarikan nama saya di daftar nama-nama yang diterima. Betapa terharunya saya ketika dia berkata bahwa saya lolos tahap 1 USM STAN. Satu hal yang terngiang-ngiang di kepala saya sejak hari sebelumnya, bagaimana cara saya mengatakan kepada ibu saya jika saya tidak diterima nanti. Tapi Allah Maha Adil dan Baik.

Tanggal 31 Mei 2016 saya harus ke Yogyakarta untuk mengikuti seleksi SBMPTN dan pada tanggal 2 Juni saya harus mengikuti Tes Kebugaran dan Kesehatan. Jadi saya menginap di Yogyakarta selama mengikuti tes-tes tersebut. Hari itu hari Kamis tanggal 2 Juni 2016 ketika saya melakukan tes tahap 2 USM PKN STAN. Saya sudah berusaha keras untuk hari itu, berlatih setiap hari karena saya tahu bahwa tanpa latihan, saya tidak akan lolos TKK. Selain itu saya juga makan makanan yang memberi kekuatan serta energi untuk menghadapi tes itu. Banyak sekali peserta yang diantar oleh orang tua mereka, tapi seperti biasa saya diantar oleh kakak saya itupun saya diantar lalu ditinggal setelah selesai lalu dijeput. Saya sengaja datang sebelum subuh supaya mendapat antrean nomor awal, tetapi tetap saja saya mendapat antrean nomor 91.

Saya melakukan tes kesehatan dan kebugaran pada waktu matahari masih belum begitu terik sehingga saya tidak terlalu kepanasan saat itu. Tes kesehatan berjalan dengan lancar sehingga saya diperbolehkan menuju lapangan untuk melakukan lari. Saya juga melakukan tes lari dengan baik. Dalam waktu 12 menit saya bisa berlari sebanyak 5 putaran lebih 150 meter. Lari split pun bisa saya lakukan dalam waktu yang singkat. Saya cukup puas dengan hasil tes waktu itu sehingga saya tidak terlalu mengkhawatirkan hasil pengumuman tahap 2 nanti. Tanggal 15 Juni 2016, hari itu pengumuman hasil TKK dan seperti yang saya duga sebelumnya saya lolos ke seleksi tahap 3 USM PKN STAN. Betapa bahagianya hari itu karena saya masih diberi kesempatan untuk membahagiakan keluarga saya lagi.

Tanggal 22 Juni 2016, jadwal TKD saya jatuh pada tanggal itu. Menurut saya tes tahap ke-3 ini termasuk tes yang cukup sulit karena saya harus mempelajari tentang wawasan kebangsaan yang artinya saya harus mempelajari dan menghafal UUD 1945 dengan segala pasal-pasalnya, yang pada akhirnya hanya sedikit sekali yang keluar di soal TKD. Selain itu yang menjadikan TKD ini sedikit menyeramkan adalah tes ini menerapkan nilai mati dan CBT yang artinya hasil tesnya akan kita ketahui saat itu juga ketika waktu habis mengerjakan soal. Saya merasa kesulitan menghadapi tes ini karena mungkin saya juga merasa gugup pada saat itu.

Pada saat saya menunggu gelombang 1 melakukan tes, saya bisa melihat nilai yang mereka dapatkan (live report) dari tv yang dipasang oleh panitia di depan gedung BDK Yogyakarta. Tidak sedikit yang menangis setelah melakukan test itu karena dia tidak memenuhi nilai mati. Banyak sekali soal yang saya lewati karena saya merasa kesulitan menghadapi soal itu, tapi sekali lagi walaupun saya tidak bisa mengerjakan, Allah Maha Kuasa atas segalanya dan atas Kuasanya saya bisa mendapat nilai diatas rata rata pada Tes Kompetensi Dasar. Saya sangat bersyukur di perjalanan pulang dari tes itu.

Hari H pengumuman keseluruhan proses seleksi PKN STAN diundur yang tadinya tanggal 29 Juni 2016 menjadi tanggal 1 Juli 2016. Seharian tanggal 29 Juni 2016 saya menunggu dengan gelisah hasil pengumuman PKN Stan itu, tapi tak kunjung keluar, sampai akhirnya ada pengumuman dari pihak STAN bahwa pengumuman diundur sampai tanggal 1 Juli 2016. Hari itu tanggal 1 juli 2016, saya menunggu menculnya pengumuman di web PKN STAN dari pukul 04.00 WIB sampai kira-kira pukul 21.00 tetapi pengumuman itu tak kunjung keluar, akhirnya tanggal 2 Juli 2016, waktu menunjukkan pukul 3.30 WIB saya dikejutkan dengan pengumuman yang menyatakan bahwa saya diterima di PKN STAN BDK PONTIANAK prodi D1 Pajak,saya tidak sempat bersyukur karena terlalu terkejut tetapi bukan karena gembira, tetapi karena kecewa. Tahu letak kota Pontianak saja tidak, apalagi membayangkan hidup jauh dari keluarga di sana.

Saya memberitahu keluarga saya dan mereka juga sangat kecewa dengan hasil itu. Mereka menyuruh saya untuk meninggalkan STAN dan memilih UGM ( pada saat itu saya dinyatakan diterima di UGM dengan jurusan S1 Manajemen dan Kebijakan Publik. Tapi setelah saya mengetahui bahwa ada dua teman saya dari Temanggung yang juga mendapat tempat pendidikan di Pontianak, keluarga saya pun berubah pikiran dan menyuruh saya tetap mengambil STAN dengan pertimbangan setelah lulus dari STAN tidak perlu mencari kerja lagi. Selain itu ibu saya terus meyakinkan saya untuk tetap bersyukur dan menerima nasib yang telah digariskan oleh Allah apapun itu bentuknya, itulah yang membuat saya bertahan sampai sekarang. Dan motivasi dari ibu sayalah alasan terbesar mengapa sekarang saya berada di sini, menjadi salah satu bagian dari keluarga besar BDK PONTIANAK. Akhirnya saya tahu bahwa inilah jalan terbaik yang diberikan oleh Allah kepada saya, saat ini saya sangat bersyukur dan sangat ikhlas menerima ini.

Tinggalkan Balasan