Home » Artikel » Jalan Terjal Perjuangan Menuju Kampus PKN STAN

Jalan Terjal Perjuangan Menuju Kampus PKN STAN

MENUJU KAMPUS PKN STAN-Saya berasal dari Pati, Jawa Tengah. Adalah sebuah mimpi bagi saya untuk masuk di salah satu universitas terbaik di Indonesia, yaitu Politeknik Keuangan Negara STAN. Walaupun banyak tantangan dan rintangan yang harus saya hadapi, saya tetap berusaha dan berjuang untuk masuk Kampus Ali Wardhana ini. Kenapa saya memilih PKN STAN? Karena banyak hal, karena saya merasa kuliah di PKN STAN sudah sesuai dengan passion saya, selain itu, salah satu alasan utama yang sangat saya perhitungkan ketika masuk di PKN STAN adalah masa depan yang jelas, yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi negeri maupun swasta lainnya. Saya akan menceritakan sedikit dari perjuangan saya untuk masuk di PKN STAN ini.

Awalnya, saya tidak berminat untuk menuju kampus PKN STAN karena kurangnya informasi mengenai PKN STAN. Walaupun sudah mendapatkan beberapa informasi mengenai PKN STAN, di awal kelas 3 SMA saya masih bersikukuh untuk memperjuangkan mimpi saya untuk kuliah di perguruan tinggi negeri yang saya idam idamkan dari kelas 1 SMA. Namun, saya mendapat beberapa masukan dari kakak kelas tentang masuk PKN STAN, terlebih kakak kelas banyak yang menjelaskan kalau kita tidak akan menyesal untuk menuju kampus PKN STAN karena masa depan kita sudah jelas, bahkan banyak kakak kelas yang melepaskan perguruan tinggi negeri maupun swasta mereka demi menuju kampus PKN STAN.

Itulah yang membuat hati saya luluh dan sayapun memutuskan bahwa tujuan utama saya melanjutkan studi adalah di Politeknik Keuangan Negara STAN. Ketika mendengar bahwa PKN STAN membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru dengan kuota mahasiswa baru yang tidak sedikit, yaitu 3650 siswa, saya pun sempat optimis untuk bisa masuk PKN STAN. Pertama kali saya tahu PKN STAN membuka pendaftaran mahasiswa baru adalah dari kakak kelas saya. Saya pun semakin rajin untuk berkonsultasi dengan kakak kelas saya maupun guru BK di sekolah saya, bahkan saya pun sempat mengikuti try out yang diadakan oleh organda PKN STAN yang ada di wilayah saya, yaitu IKKP PKN STAN.

Setelah mengikuti try out saya pun mulai tahu bagaimana soal soal tahap 1 USM PKN STAN. Bahkan, saya pun membeli buku soal soal USM PKN STAN dari organda daerah saya. Setelah saya mendapatkan hasil dari try out, saya agak sedikit takut, karena hasil try out menunjukkan bahwa saya tidak lolos nilai mati, tepatnya di soal TPA. Namun, saya pun tidak patah semangat, saya terus menerus latihan lewat buku soal soal USM PKN STAN yang sudah saya beli. Namun dengan tekat bulat, saya mendaftar di PKN STAN dan memilih DIII Pajak sebagai pilihan pertama serta panlok ujian di Semarang, yang notabene adalah daerah ujian paling dekat dari daerah tempat tinggal saya. Ketika melihat perkembangan jumlah pendaftar mahasiswa baru di PKN STAN lewat kakak kelas saya, membuat saya agak takut, karena di hari terakhir pendaftaran ada sekitar 110.000-an lebih siswa yang mendaftar di PKN STAN.

Walaupun saya sempat takut, namun saya tetap berusaha dan berdoa untuk bisa masuk PKN STAN. Di awal pendaftaran para calon mahasiswa PKN STAN ini haruslah datang untuk verifikasi data. Saya pun datang ke tempat verifikasi yaitu di Gedung Keuangan Negara (GKN) Semarang, dan sayapun datang hari Rabu, 20 April 2016 karena saya mendapatkan nomor urut lokasi 3736. Saya sampai disana pukul 7 pagi, antrean diluar sudah agak panjang. Namun, sayapun cukup sabar, dan pada akhirnya, nomor antrean saya pun dipanggil dan saya pun menyerahkan berkas berkah pendaftaran saya kepada panitia.

Akhirnya proses verifikasi selesai, dan saya pun mendapatkan tempat lokasi tes di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang. Waktu itu, pelaksanaan USM PKN STAN tahap 1 adalah pada Minggu, 15 Mei 2016. Saya pun berencara untuk menginap 1 malam dirumah saudara saya di Semarang untuk menghindari keterlambatan datang ke tempat ujian, yang dimulai pukul 7 pagi. Saya pun berangkat Sabtu siang 14 Mei 2016 bersama sama dengan teman teman saya yang juga mendaftar di PKN STAN mengendarai mobil teman saya. Saya pun turun di Universitas Dian Nuswantoro, sembari menunggu dijemput oleh saudara saya, saya pun survey lokasi ujian disana supaya saya tidak kebingungan masuk ruangan besoknya.

Sesampainya di rumah saudara, saya disambut dengan hangat, saya pun bergegas untuk mandi dan segera untuk belajar, karena saya tahu masuk ke suatu perguruan tinggi dengan rasio 1 : 30 orang bukan hal yang mudah untuk dilakukan, dibutuhkan tekad yang kuat dibarengi dengan doa untuk bisa menjadi salah satu mahasiswa di PKN STAN. Malamnya saya bersama dengan keluarga saudara saya berdoa bersama supaya tes besok diberi kelancaran. Dan pada keesokan harinya, saya diantar pukul 6 lebih 15 menit dari rumah saudara saya. Sesampainya disana saya langsung duduk didepan ruangan tes saya.

Ketika saingan saya hampir semuanya belajar di jam jam terakhir menuju tes, saya pun ikut belajar. Setelah tes dimulai saya memutuskan untuk berdoa dulu supaya diberi kelancaran dalam mengerjakan. Setelah selesai mengerjakan, saya sempat bercerita dengan teman saya berapa soal yang mereka kerjakan, saya pun sempat minder ketika mendengar ada teman saya yang seluruh soal USM tahap 1-nya dikerjakan semua. Namun, saya tidak takut, saya telah berusaha semaksimal mungkin, sekarang tinggal doa yang kuat saja yang bisa saya lakukan. 1 hari sebelum pengumuman pun saya memutuskan untuk berpuasa, karena saya yakin dengan saya berpuasa, saya bisa semakin tenang untuk menerima hasil yang ada.

Hari dimana pengumuman keluar pun tiba. Waktu itu saya membuka pengumuman tahap 1 USM PKN STAN jam 5 pagi. Saya pun tidak menyangka dan kaget ketika ada nama saya diantara 7000-an lebih siswa, saya pun bersyukur kepada Tuhan karena sudah dimudahkan jalan saya untuk masuk PKN STAN. Saya langsung memberitahukan hal ini kepada orang tua saya dan mereka pun memberikan ucapan selamat kepada saya. Saya pun langsung bergegas untuk mempersiapkan fisik saya sebelum mengikuti tes tahap 2 USM PKN STAN. Seperti yang sering saya lakukan sebelum pengumuman tahap 1 USM PKN STAN, saya latihan dengan jogging mengelilingi daerah sekitar saya, saya juga sempat ikut pelatihan yang diberikan oleh kakak kakak dari IKKP PKN STAN dan hasil dari pelatihan itu pun cukup memuaskan.

Saya pun menjadi sering renang untuk menambah tinggi saya untuk memperbesar peluang masuk prodi kepabeanan dan cukai. Waktu itu saya mendapat bagian tes kesehatan pada hari Kamis 2 Juli 2016. Sebelumnya, saya sudah menginap di rumah saudara saya yang ada di Semarang pada 30 Mei 2016. Karena pada tanggal 31 Mei 2016 saya mengikuti SBMPTN di panlok Semarang. Sorenya 2 hari sebelum mengikuti tes kesehatan dan kebugaran, saya bersama teman saya memutuskan untuk mencoba lapangan yang akan kita pakai tes kesehatan dan kebugaran 2 hari lagi.

Pada H-1 pelaksanaan tes kesehatan dan kebugaran, saya memutuskan untuk memulihkan fisik dan stamina, saya tidak latihan. Pada hari pelaksaan tes, saya datang pagi sekali, beruntungnya saya mendapat nomor antrean agak awal. Saya pun mengikuti serangkaian tes kesehatan yang ada, sampai akhirnya tibalah saatnya tes lari dan shuttle run. Pada waktu itu, saya meminta orang tua saya datang, sekaligus untuk menjemput saya, jadi saya mempunyai penyemangat di tribun sana. Saya pun semakin semangat dan semakin berusaha memberikan apa yang terbaik yang saya punya. Saya sangat bersyukur sekali, karena saat lari 12 menit saya mendapatkan jarak 2,4 kilometer, dan untuk shuttle run nya saya mendapatkan waktu sekitar 19 detik. Orang tua saya pun tersenyum senang kepada saya. Setelah itu saya pulang.

Sama seperti pengumuman sebelumnya, H-1 pengumuman saya memutuskan untuk berpuasa, karena saya yakin dengan berpuasa saya akan bisa lebih tenang dan saya yakin diberikan hasil yang terbaik yang sesuai dengan usaha saya selama ini, karena saya sudah berusaha semampu saya. Hari dimana pengumuman pun tiba, saya pun kembali tidak menyangka dan bersyukur kepada Tuhan karena nama saya ada di antara 500-an siswa panlok Semarang. Waktu itu pukul 1 dini hari, saya pun langsung membangunkan kedua orang tua saya, dan mereka pun bersyukur dan memberi ucapan selamat kepada saya.

Dan saya mendapatkan jatah TKD hari Rabu 22 Juli 2016 dan saya mendapat sesi 3. Saya pun kembali menginap di rumah saudara saya bersama keluarga saya untuk menghindari keterlambatan. Walaupun saya di rumah saudara saya, saya tetap semangat untuk belajar karena saya tahu untuk lolos TKD bukanlah sesuatu yang mudah, sebagai calon mahasiswa baru kita hanya diberikan 1 kali kesempatan untuk mengerjakan TKD. Sebelum saya memasukki Gedung Keuangan Negara, saya pun meminta restu dan doa dari orang tua.

Ketika mengerjakan TKD, saya agak sedikit kesusahan pada bagian TWK, karena di bagian itulah sebagian besar yang sudah saya pelajari tidak keluar materinya di soal. Namun saya terus berdoa supaya diberikan keberuntungan dan pada akhirnya saya pun bisa lolos dengan nilai yang memuaskan diri saya dan saya pun bersyukur. Seperti pada kebiasaan saya sebelumnya, H-1 sebelum pengumuman saya memutuskan untuk berpuasa. Bersama orang tua saya, kami menunggu pengumuman yang seharusnya jatuh pada tanggal 29 Juni 2016, diundur menjadi 1 Juli 2016. Hal ini membuat saya menjadi semakin kawatir dan cemas. Namun beruntung saya mempunyai orang tua yang baik yang memberi saya semangat.

Dan tanggal 1 Juli 2016 pun tiba, hampir satu hari penuh saya menunggu pengumuman ini. Dan sekitar pukul 12 malam, saya mendapatkan kabar dari kakak kelas bahwa sudah ada pengumuman. Saya pun bersyukur dan tidak menyangka bahwa ada nama saya disana. Diantara 4900-an siswa yang diterima, saya pun langsung memberitahukan hal ini kepada kedua orang tua saya, dan mereka pun senang dan bangga kepada saya. Namun, hal yang sedikit membuat saya kecewa adalah saya tidak diterima di prodi yang saya impikan yaitu DIII Pajak, namun di DI Pajak dan lokasi pendidikannya di Pontianak. Pada awalnya saya sempat ragu.

Selang beberapa hari, saya pun juga mendapat kabar bahwa saya di terima disalah satu perguruan tinggi negeri yang menjalin kerjasama dengan salah satu BUMN di Indonesia. Hal ini membuat saya semakin bingung untuk memilih. Saya pun diberitahu oleh orang tua saya bahwa ada anak dari teman orang tua saya yang sekolah di perguruan tinggi yang menjalin kerjasama dengan salah satu BUMN tersebut. Dan saya pun mengajak kedua orang tua saya untuk berkonsultasi disana. Disana, saya juga dikenalkan dengan teman dari anak teman orang tua saya yang sekarang sedang melanjutkan pendidikan DIII khusus PKN STAN yang dulu sempat melanjutkan di DI Kepabeanan dan Cukai BDK Yogyakarta. Selama beberapa hari pun saya berkomunikasi dengan mereka berdua. Dan pada akhirnya, saya pun menentukan pilihan saya, bahwa saya akan melanjutkan menuju kampus PKN STAN sesuai dengan impian saya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.