Home » Artikel » KEAJAIBAN DOA IBU (KISAH NYATA MASUK PKN-STAN)

KEAJAIBAN DOA IBU (KISAH NYATA MASUK PKN-STAN)

Hai teman-teman  saya mau bercerita tentang perjuangan saya masuk PKN-STAN yang merupakan kampus favorit se-Indonesia ini. Dulu, pertama kali mendengar nama PKN-STAN, awalnya saya ragu-ragu apakah bisa masuk apa tidak.Maklum waktu itu saya masih kelas 11 SMA, apalagi orang tua menyuruh saya masuk PKN-STAN, katanya untuk mengurangi beban orang tua. Dan karena penasaran apa itu PKN-STAN, maka saya mencoba mencari info tentang PKN-STAN.Waktu itu yang jelas kalau ingin masuk STAN saingannya banyaksekali makanya saya jadi minder apalagi teman-teman sekelas yang notabene pintarjuga ingin masuk PKN-STAN.

Saya berfikir dalam hati apakah saya mampu apa tidak, dan setelah saya searching ternyata untuk masuk PKN-STAN untuk tes masuknya menurut saya tidak terlalu sulit seperti masuk universitas negeri atau seperti sekolah kedinasan seperti AKMIL dan AKPOL. Dan pada akhirnya saya menguatkan niat dan tekad untuk masuk PKN-STAN demi membahagiakan orang tua dan menyekolahkan adik-adik saya. Nah mulai awal kelas 12, akhirnya saya masuk bimbel Neutrondan mulai saat itulah, perjuangan saya untuk masuk PKN-STAN dimulai.

Jadi, kalau bimbel Neutron itu kita bisa meminta jadwal tambahan untuk mapel yang kita tidak bisa. Nah, karena itulah selain untuk pelajaran di sekolah yang tidak bisa saya juga minta jadwal tambahan untuk materi masuk PKN-STAN. Waktu itu saya pernah meminta jadwal tambahan untuk materi tes PKN-STAN dan jadwalnya jam 9 malam. Padahal jarak dari rumah sampai tempat bimbel lumayan jauh. Apalagi di daerah rumah saya terkenal dengan yang namanya begal. Tapi, yah apalah arti keselamatan nyawa kalau sudah menyerah sebelum bertarung, berarti kalau begitu saya ini adalah pengecut, maka walaupun semalam itu saya tetap melanjutkan jadwal tambahan tersebut.

Awalnya orang tua tidak setuju kalau saya ikut jadwal tambahan tersebut, namun saya menjelaskan secara baik-baik kepada orang tuaku dan pada akhirnya saya diizinkan untuk ikut jadwal tambahan tersebut dengan satu syarat, orang tua saya akan mengantarkan saya untuk di jemput, jadi saya berangkat dari rumah pakai motor sendiri dan pulangnya dari rumah orang tua saya pergi dengan motornya untuk menemaniku saat pulang nanti. Dan, pada akhirnya saya sudah pergi menuju ke tempat bimbel diliputi dengan perasaan takut akan begal. Lalu saat di tempat bimbel, hanya saya seorang diri yang mengikuti jadwal tambahan tersebut, yah tidak apalah tempat jauh, tidak ada teman, yang penting untuk mengejar cita-cita, kita memang harus berkorban kan. Lalu setelah selesai, saya dijemput oleh orang tua. Yah, memang saat pulang itu yang menurutku paling menegangkan, tapi dengan adanya orang tua saya merasa telah terlindungi padahal usia mereka sudah hampir mendekati usia 50an, namun mereka senantiasa menemani.

Dan, pada hari-hari berikutnya saya memulai hari dengan penuh semangat untuk mencapai cita-citaku ini. Di setiap ada jadwal kosong pengajar bimbel, saya selalu minta jadwal tambahan untuk masuk PKN-STAN seperti materi TPA yang biasa diajarkan oleh pengajar matematika dan materi bahasa inggris oleh beberapa pengajar bahasa inggris yang biasa  saya mintai jadwalnya. Tak hanya di tempat bimbel saja, di setiap jam kosong sekolah  saya pun juga mencicil soal-soal PKN-STAN seperti saat jam kosong maupun saat ada event di sekolahan.

Nah, di samping itu saya juga sering mengikuti tryout-tryout baik yang di luar sekolah maupun di sekolah. Bahkan buku-buku yang di jual di tryout pun langsung saya beli semua. Dulu, saat ada kakak kelas saya yang sudah diterima di PKN-STAN, kalau ingin diterima di PKN-STAN tidak hanya mengandalkan kepintaran saja melainkan juga kekuatan doa itulah yang terpenting. Maka dari itulah, di saat jam istirahat saya juga menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat dhuha juga walaupun rasanya berat tapi lama-lama jadi terbiasa juga.

Jadi, waktu itu sedang ramai-ramainya UN, jadi kan harus fokus ke UN dulu apalagiUN menjadi persyaratan untuk masuk PKN-STAN walaupun pada akhirnya ternyata hanyamemakai nilai raport saja. Lalu, ada pendaftaran 7 sekolah kedinasan ternasuk PKN-STAN juga ada didaftar sekolah tersebut namun hanya dapat memilih salah satu sekolah diantara 7 sekolah tersebut. Namun, karena mimpiku ingin masuk PKN-STAN maka tanpa ragu-ragu saya tetap pilih PKN-STAN. Dan satu sekolah yang daftar ternyata cukup banyak dan pintar-pintar jadi sempat bikin minder saat itu namun tidak ada yang tidak mungkin maka tetap saja saya lanjutkan dengan yakin dan penuh semangat.Setelah UN selesai, saya mengikuti bimbel khusus masuk PKN-STAN.

Jarak rumah sampai bimbel ditempuh dalam waktu 45 menit dan setiap hari selama satu bulan. Saya sempat mengeluh pada awalnya tetapi pada akhirnya saya tetap menguatkan tekad agar dapat meraih impian saya. Sebenarnya saat saya mengikuti bimbel ini, sangat jauh dari yang kuharapkan pada sebuah bimbel khusus PKN-STAN terutama pengajar bahasa inggrisnyatidak mumpuni dalam mengajar, jadi saya tidak bisa mengharapkan bimbel saja dan saya harus terpaksa belajar mandiri juga dirumah. Tapi yang enak di bimbel itu ada tryout secara berkala jadi saya bisa mengukur kemampuanku sampai sejauh mana. Setelah beberapa kali tryout, hasilnya lumayan meningkat lagi Alhamdulillah, namun itu tidak menjamin kalau saya bisa di terima PKN-STAN.

Dan, tibalah saatnya untuk tes tahap pertama USM PKN-STAN. Mengerjakan di ruangan ber-AC yang dingin dan menghadapi saingan yang pintar, membuat saya ragu-ragu terhadap jawaban saya. Setelah selesai tes rasanya seperti ingin mengulang waktu kembali karena saat itu ada beberapa soal yang saya ragu jawabannya benar atau tidak dan ternyata jawabannya benar padahal saya sudah melingkari jawaban tersebut  di soal, betapa menyesalnya saya waktu. Saya keluar dengan raut wajah yang tidak bahagia padahal yang lainnya keluar dengan wajah penuh keceriaan.

Saya bahkan sempat berfikir apakah saya ini diterima atau tidak dan saat saya diantar oleh orang tua untuk pulang saya langsung ditanyai oleh orang tua saya bagaimana tadi tesnya dan kujawab yah,begitulah banyak yang ragu dan saya juga bilang jikalau saya tidak diterima tahun ini saya akan coba mengulanginya tahun depan.Yah sangat berat rasanya waktu itu, saya hanya bisa memasrahkan diri kepada Allah S.W.T saja. Dan saat menunggu pengumuman tes tahap pertama ini merupakan pengumuman yang menurut saya paling menegangkan dan pada akhirnya Alhamdulillah saya lolos tes tahap pertama. Senang sekali rasanya sewaktu mendengar pengumuman ini, bahkan sampai dikira lindur oleh orang tua karena terlalu semangatnya saya mendengar kabar ini.

Dan waktunya persiapan untuk tes tahap selanjutnya yaitu tes kesehatan dan kebugaran. Untuk tes ini saya hanya butuh persiapan fisik dan raga yang sehat saja. Pada saat tes kesehatan hanya pemeriksaan fisik biasa, kalau tes kebugarannya yaitu lari 12 menit dan shuttle run. Dan pada saat tes kebugaran ini saya dapat jadwal di siang hari. Panas sekali rasanya waktu itu, namun karena orang tua saya selalu menyemangati saya bahkan menemani saya di setiap tesnya, saya menjadi lebih bersemangat walaupun kaki dan nafas sudah tidak sanggup untuk berlari lagi. Dan Alhamdulillah saya lolos lagi tes tahap kedua ini, puji syukur Ya Allah. Lalu, tes terakhir yaitu TKD. Untuk tes ini ada 3 materi sub bab yaitu TWK,TIU, dan TKP.

TWK yaitu tes wawasan kebangsaan berisi soal seputar Pancasila, sejarah, dan lain-lain, untuk TIU isinya hampir sama dengan soal TPA PKN-STAN hanya lebih sedikit jumlah soalnya, kemudian yang terakhir TKP berisi seputar soal kepribadian kita masing-masing. Karena bekal tes tahap pertama jadi saya bisa mempelajari tes TKD ini dengan cukup lumayan terutama untuk soal TIU walaupun saya juga sebenarnya masih takut karena keluarnya soal ini tidak bisa diduga seperti pada soal TWK yang memiliki segudang materi untuk dipelajari. Meskipun saat itu saya cukup khawatir kalau saya hanya berakhir di tahap ini, segera saya ingat kedua orang tua saya. Saya ingat apa impian saya yaitu satu,masuk PKN-STAN. Jadi saya dengan yakin melaksanakan tes TKD ini tanpa ragu. Namun pada saat tes TKD dimulai soal yang keluar benar-benar tidak ada yang pernah saya mempelajarinya kecuali pada bagian TIU dan TKP. Apalagi setelah selesai tes langsung keluar hasilnya

Saya sempat tidak berkosentrasi untuk sesaat namun saya tetap mengerjakannya dengan sangat yakin bahwa saya lolos tahap ini. Dan setelah melewati 1 jam penuh keringat, sayaberdegup kencang melihat hasilnya, danAlhamdulillah saya lolos dengan nilai yang cukup tinggi. Saya tinggal menunggu pengumuman finalnya karena saat itu pengumumannya tengah malam, jadi saya menunggunya dengan mengechat gebetan saya. Dan setelah menanti lama akhirnya Alhamdulillah diterima. Akhirnya setelah perjuangan panjang saya dapat diterima, itu semua juga berkat Allah dan doa kedua orang tuaku. Terima kasih untuk kedua orang tuaku karena selalu menemani saya disetiap tesnya, terutama ibuku karena selalu mendoakan saya disetiap malamnya. Sekian dari saya mohon maaf bila kepanjangan ya ceritaku ini, terima kasih telah membaca ceritaku ini yah hehehe.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.