Home » Artikel » BERHASIL MASUK MENJADI MAHASISWA PKN STAN

BERHASIL MASUK MENJADI MAHASISWA PKN STAN

Sebelum saya mulai cerita tentang perjuangan saya untuk bisa menjadi mahasiswa PKN STAN, saya akan menceritakan tentang diri saya terlebih dahulu, saya berasal dari Kudus dan lulusan dari SMA 1 Bae Kudus. Saya merupakan lulusan tahun 2015 dan selama satu tahun kemarin saya habiskan untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Semarang. Agar tidak terlalu panjang langsung saja saya masuk ke cerita perjuangan saya masuk PKN STAN 2016.

Sejak lulus dari SMA tahun kemarin banyak teman saya yang mendaftar ke PKN STAN. Hal tersebut dikarenakan PKN STAN merupakan perguruan tinggi ikatan dinas yang di selenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk menyiapkan bibit bibit guna siap kerja di Kementerian Keuangan Republik Indonesia. PKN STAN merupakan salah satu perguruan kedinasan yang masih memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa selama perkuliahan dan pasti dijamin setelah lulus menjadi pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, sehingga tidak mustahil jika banyak orang yang mendaftar menjadi mahasiswa PKN STAN. Tetapi untuk lolos menjadi mahasiswa PKN STAN tidak mudah karena kita dihadapi beberapa tahapan untuk lolos menjadi mahasiswa PKN STAN, pada tahun 2016 terdapat tiga tahapan yang harus dilewati calon mahasiswa antara lain yaitu, yang pertama tes tertulis TPA dan TBI, kemudian yang kedua tes kesehatan dan kebugaran dan yang terakhir tes TKD.

Pada saat masih fresh graduated pada tahun 2015 kemarin saya mendaftar berbagai universitas dari jalur SNMPTN dan SBMPTN, namun semuanya gagal total. Tetapi pada tahun itu saya tidak mendaftar PKN STAN karena belum mempunyai uang untuk mendaftar dan belum ada kesiapan untuk mengikuti tes, sehingga saya memutuskan untuk meneruskan pendidikan saya di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang yang alhamdulillah saya bisa lolos melalui jalur UMPN, saya lolos dan menjadi mahasiswa di Jurusan Teknik Sipil. Saya menjalani semester pertama dengan lancar dan syukur mendapat nilai yang cukup tinggi, pada saat liburan semester pertama saya mendapat kabar bahwa akan dibuka pendaftaran PKN STAN sekitar bulan april 2016. Kemudian saya teringat 3 teman angkatan SMA saya yang sudah menjadi mahasiswa PKN STAN, mereka ada yang di Jakarta dan Manado, saya pun termotivasi untuk mendaftar dan menjadi salah satu bagian dari mahasiswa PKN STAN tahun 2016 ini.

Setelah ada pengumuman resmi dari Kementerian Keuangan sebagai penyelenggara pendidikan PKN STAN dan pengumuman dari MENPAN-RB sebagai Kementerian yang mengurusi tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia bahwa akan dibuka pendaftaran PKN STAN bulan 21 Maret sampai 07 April 2016. Pada saat itu pula ada teman saya kelas SMA yang mengajak untuk mendaftar, setelah berpikir dan memantabkan hati akhirnya saya menyetujui ajakan teman saya tersebut dan kami berdua mendaftar lewat internet di rumah teman saya tersebut. Saya masih ingat pada saat itu habis maghrib saya mendaftar memilih jurusan d3 pajak dan d1 pajak sebagai prioritas dikarenakan saya tidak lolos syarat untuk mendaftar jurusan bea dan cukai. Tetapi, masalah muncul setelah saya mendaftar, saya memang diam diam mendaftar PKN STAN sehingga orang tua saya tidak tahu kalau saya mendaftar sehingga saya tidak bisa meminta uang untuk bayar biaya pendaftaran.

Akhirnya saya memutuskan untuk meminjam uang kepada teman saya agar bisa mendaftar dan melakukan verifikasi dengan konsekuensi tiap bulan uang kuliah saya sisa kan untuk membayar hutang saya ke teman saya tadi. Sejak saat itu saya mulai mengumpulkan soal soal USM STAN, mengcopy buku materi dan meminta file file soal kepada teman saya yang sudah lolos PKN STAN tahun lalu. Saya cukup yakin untuk menghadapi USM PKN STAN tahun ini dikarenakan persiapan saya cukup panjang, yaitu mulai Januari sampai Mei sebelum tahap pertama. Dikarenakan saya masih terikat kuliah dengan perguruan tinggi saya maka saya membagi belajar saya antar belajar kuliah dan belajar USM PKN STAN, saya selalu berusaha disiplin belajar USM PKN STAN setiap hari pada saat ada waktu luang, karena tugas dan laporan kuliah sangat banyak dan harus dikerjakan juga agar nilai kuliah saya semester kedua tetap baik.

Pada tanggal 13 April 2016 diadakan verifikasi data, saya memilih di Semarang karena memang sudah mulai mengenal daerah Semarang sejak saya kuliah di daerah tersebut. Saya melakukan verifikasi sore hari dikarenakan pagi dan siang masih ada jadwal kuliah. Setelah verifkasi selesai di Gedung Keuangan Negara Semarang saya mendapatkan tempat tes tahap pertama di SMA 1 Semarang. Di Semarang jumlah pedaftarnya ada sekitar delapan ribu orang yang disebar di sekolah dan universitas untuk pelaksaan tes tahap pertama. Saya terus belajar materi dan mengerjakan soal soal tes TPA dan TBI agar bisa lolos tahap pertama, teman teman SMA angkatanku banyak yang masih mencoba mendaftar lagi begitu pula dengan teman perguruan tinggi, di kelas saya saja ada tiga orang yang mendaftar termasuk saya. Akhirnya waktu yang ditunggu telah tiba, tanggal 15 Mei 2016 tes tahap pertama USM PKN STAN, yaitu TPA dan TBI dilaksanakan.

Saya berangkat bersama teman teman saya dari Semarang pada pukul 07.00 WIB untuk tes tahap pertama. Tidak lupa malamnya saya memberanikan diri untuk memberitahukan ibu saya kalau saya besok melaksanak tes tahap pertama USM PKN STAN dan meminta doa restu beliau. Setelah tes selesai sekitar pukul 10.00 WIB saya dan teman teman pulang ke kost dan sharing tentang soal soal tadi yang diujikan, mereka dan saya pun setuju kalau kami kesulitan mengerjaka soal Bahasa Inggris (TBI). Saya masih ingat pada saat mengerjakan tahap pertama tersebut saya menegrjakan 80 soal TPA dan 40 soal TBI, sedangkan nilai mati ada minimal benar 40 soal untuk TPA dan 20 soal untuk TBI. Saya tetap optimis untuk lolos tahap pertama karena sudah berusaha. Dan pada tanggal 25 Mei 2016 jam 00.00 WIB telah dibuka pengumuman hasil tahap pertama USM PKN STAN.

Sekitar jam 5 pagi dengan perasaan cemas saya mendapat kabar dari teman saya kalau saya lolos tahap pertama, tanpa lama saya langsung sujud syukur dengan perasaan yang sangat terharu. Dan kabar gembira tersebut saya kabarkan ke orang tua saya di Kudus juga. Tetapi, teman teman saya belum beruntung sehingga belum lolos dan alhamdulillah saya seorang yang diberi rizki lolos tahap pertama. Sehingga saya harus melanjutkan perjuangan mereka agar saya bisa lolos sampai tahap terakhir, tanpa fikir panjang keesokan harinya saya mulai latihan fisik untuk mempersiapkan tes kesehatan dan kebugaran pada tanggal 3 Juni 2016, ada delapan hari persiapan fisik dan saya harus menyiapkan dengan sungguh sungguh. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah saya berlatih berlari keliling lapangan dan shuttle run di stadion dekat kampus saya. Masalah utama yang menimpa saya adalah membagi waktu dengan perkuliahan dan tugas tugas perkuliahan yang cukup banyak.

Setelah delapan hari latihan, pertempuran pun dimulai, tanggal 3 Juni 2016 pukul 05.00 WIB saya berangkat menuju Gor Tri Lomba Juang untuk melaksanakan tes kesehatan dan kebugaran. Setelah mengantri yang panjang sekita pukul 09.00 WIB saya dipanggil untuk cek kesehatan dan alhamdulillah fisik saya cukup sehat untuk melaksanakan tes kebugaran. Sekitar pukul 09.30 WIB saya masuk stadion untuk melaksanakan tes lari keliling lapangan dan shuttle run. Meskipun cuaca cukup panas karena mulai beranjak siang hari saya tetap semangat untuk berlari, dan setelah berlari selama 12 menit saya mendapat enam putaran lebih, menurut saya itu bukan hasil yang buruk bagi saya karena saya finish di urutan kedua dari 10 peserta. Setelah berlari 12 menit selang lima menit langsung untuk melaksanakan shutte run membentuk angka delapan, dengan kaki yang masih cukup lemas saya berlari sekencang mungkin membentuk angka delapan selama tiga kali agar waktu yang saya capai paling cepat.

Pada tanggal 15 Juni 2016 selesai subuh saya mendapat kabar dari teman saya kalau saya lolos tahap kedua ini, tak lupa saya langsung sujud syukur dan memberi kabar kepada orang tua saya. Setelah itu saya langsung mempersiapkan tes tahap terakhir, yaitu Tes Kemampuan Dasar (TKD) yang diujikan pada tanggal 23 Juni 2016. Saya meminta file materi dan soal soal TKD kepada teman saya yang sudah pernah melaksanakan tes tersebut dan juga meminta pengalaman dalam mengerjakannya. Materi yang di ujikan pada tes TKD ada tes kewarganegaraan, tes kemampuan intelegensi umum dan tes kepribadian. Menurut teman saya yang sudah pernah mengerjakan, materi yang sulit yaitu kewarganegaraan karena ada banyak materi yang harus di hafal. Ada waktu satu minggu untuk mempelajari materi materi TKD dan saya tidak mensia-siakan waktu tersebut. Saya tetap mempelajari ketiga materi tersebut selagi ada waktu kosong dan disiplin mengerjakan soal soal dan mempelajari materi materi.

Saat mengerjakan tes TKD di Gedung Keuangan Negara Semarang pada tanggal 23 Juni 2016, alhamdulillah saya mendapatkan skor yang cukup tinggi, yaitu 376. Saya optimis bisa lolos untuk tahap terakhir ini. Akhirnya setelah dua hari tertunda pengumumannya yang seharusnya tanggal 29 Juni menjadi 31 Juni 2016 pengumuman tahap terakhir keluar. Tanpa aku duga sebelumya setelah melaksanakan sholat malam, hape saya berbunyi dan pesan dari teman saya bahwa saya di terima di PKN STAN D1 Pajak Pontianak, tanpa fikir panjang yang pada saat itu ibu saya juga belum tidur, saya memberitahu ibu dan ibu juga akhirnya memberi ijin untuk pergi kuliah di PKN STAN Pontianak dan meninggalkan perkuliahan saya yang sudah saya jalani. Saya sangat senang  menjadi mahasiswa PKN STAN dan berterima kasih kepada teman teman saya yang selalu mendukung dan menemani dan khususnya bagi orang tua saya yang selalu mendukung dan memberikan doa kepada saya.

Tinggalkan Balasan