Home » Artikel » KEMILAU CAHAYA DI POLITEKNIK IKATAN DINAS STAN

KEMILAU CAHAYA DI POLITEKNIK IKATAN DINAS STAN

Perjuangan saya masuk ke salah satu politeknik ikatan dinas di PKN STAN bermula dari kelas 3 SMA. Sebelumnya saya belum tahu STAN itu apa saya hanya tahu kalau STAN itu semacam universitas yang hanya mempelajari tentang akuntansi. Saya mulai tertarik masuk STAN kira kira kelas 3 SMA semester, dari sanalah perjuangan saya dimulai. Sekitar bulan Desember 2015 saya mulai mencari informasi tentang STAN dari jurusan, cara bisa masuk, prospek kerja setelah lulus, dan masih banyak lagi.

Setelah menacari informasi tentang politeknik ikatan dinas di PKN STAN, akhirnya saya pun tahu. Untuk kuliah di politeknik ikatan dinas PKN STAN kita harus menjunjung tinggi yang namanya kejujuran. Oleh karena itu semenjak saat itu saya mencoba untuk jujur dalam segala hal. Termasuk untuk tidak menyontek disaat ujian ataupun ulangan. Niat saya untuk tidak mencontek saya aplikasikan saat saya mengikuti ujian sekolah. Alhamdulillah saya bisa mengerjakan soal ujian tanpa ada satu nomor pun yang mencontek. Walaupun hasil ujian sekolah saya kurang memuaskan namun saya bangga dengan hasil yang sudah saya capai.

Saat mencari informasi pelajaran apa yang ditekankan di politeknik ikatan dinas STAN, akhirnya saya pun tahu jikalau akuntansi lah yang sangat ditekankan di kampus ini. Oleh karena itu mulai dari semester 2, saya mencoba untuk menyukai pelajaran ekonomi akuntansi. Walaupun itu bertentangan dengan jurusan saya saat SMA. Saat SMA saya mengambil jurusan IPA. Sejujurnya saya paling tidak bisa yang namanya akuntansi. Karena menurut saya akuntansi itu cukup membingungkan dan butuh ketelitian yang tinggi dibandingkan dengan pelajaran yang lain.

Pada tanggal 21 Maret 2016 keluarlah pengumuman resmi diadakannya USM PKN STAN. Setelah pengumuman itu dikeluarkan saya langsung bergegas untuk belajar materi apa saja yang akan diujikan pada saat USM STAN. Beberapa hari setelah itu saya menerima broadcast dari teman saya bahwa akan diadakan try out bersama USM PKN STAN.. Dan saya pun mengajak teman teman saya untuk mengikuti TO tersebut. TO tersebut diadakan oleh organisasi mahasiswa PKN STAN di Jakarta (PERMATA) pada tanggal 5 Maret 2016 di SMA N 12 Jakarta. Tiket tersebut hanya dijual di empat tempat tertentu saja. Salah satunya ada di Sevel Matraman, Jakarta Timur. Setelah kami tiba disana ternyata perwakilan dari PERMATA belum datang. Beberapa jam kemudian akhirnya mereka datang. Saya membeli tiket TO seharga Rp.60.000. dan itu sudah termasuk dengan buku USM nya. Seminggu setelah TO dilaksanakan, keluarlah hasil dari TO tersebut. Dan hasilnya mengecewakan sekali. Saya tidak ada yang lolos nilai mati.

Sabtu, 26 Maret 2016, saya, Claudia, dan Aryo sepakat untuk daftar ulang bersama sama lewat online dan hasilnya pun kami mendapat no urut lokasi yang berurutan Claudia mendapat no urut 2902, saya 2093, dan Aryo mendapat nomor urut 2906. Kami sengaja daftar bersama sama agar nantinya kita bisa bersama sama datang untuk memverivikasi berkas. Selanjutnya tanggal 15 Maret 2016 tiba saatnya untuk kami verivikasi berkas. Saya, Claudia dan Aryo pergi kesana pukul 5 pagi dengan menumpang mobil teman saya Retno. Yang kebetulan mendapat hari verivikasi sama.Setelah verivikasi berkas, tak lupa lupa kami berempat berfoto bersama di air mancur kebanggan PKN STAN.

Pada tanggal 20 April 2015, hari paling kelam dan menyedihkan buat saya. Di hari itu pada pukul 17.00 ayah saya dipanggil oleh Allah SWT. Sebelumnya Ia dirawat selama 13 hari di RS. Polri karena sakit. Meninggalnya ayah saya tidak membuat saya patah semangat dalam segala hal, namun hal ini saya jadikan dorongan untuk saya agar lebih giat lagi dalam belajar meraih cita saya. 14 Mei 2016 saya mengikuti USM STIS bersama Claudia, dan Aryo juga. Setelah usai USM STIS saya berniat untuk mensurvey tempat USM STAN yang akan dilaksanakan di Stadion Olahraga Gelora Bung Karno. Walaupun badan sudah lelah ditambah kepala yang sedikit pusing, saya nekat untuk mengecek tempat duduk kita saat USM STAN besok pagi. Saat survey tempat saya sendiri kesana. Claudia dan Aryo sudah terlebih dahulu pulang dikarenakan kondisi badan mereka yang juga kurang fit.

15 Mei 2016 hari yang paling menegangkan datang, yaitu USM STAN tahap 1. Saya, Claudia, Aryo dan Retno pergi bersama sama menggunakan busway. Untunglah sehari sebelumnya saya sudah mensurvey tempat duduk, jadi kami tidak perlu mencari cari tempat duduk lagi. Sebelum USM dimulai saya sempatkan untuk membaca doa, agar saya selalu diberikan kemudahan dan kelancaran saat mengerjakan soal USM nanti. Sekitar pukul 11.30 USM selesai, saya merasa kurang yakin dengan jawaban saya tadi. Hal ini dikarenakan saya merasa terganggu dengan konser yang diadakan di dekat GBK. Setelah USM selesai kami pun langsung bergegas untuk pulang karna kondisi badan yang mulai tidak stabil. Tidak disangka sangka, halte busway yang akan kami naiki sudah penuh sesak degan para peserta USM yang lain. Apa boleh buat kami harus mengantri terlebih dahulu.

25 Mei 2016 hasil pengumuman tes tahap 1 kemarin akan diumumkan. Sekitar pukul 00.30 saya membuka website resmi PKN STAN untuk melihat hasil seleksi. Setelah membuka pengumuman saya pun langsung mencari nama saya. Namun sampai pada halaman terakhir saya tidak menemukan nama saya. Setelah saya cek sekali lagi ternyata nama saya terdapat di pengumuman tersebut. Saya pun bersyukur sekali saya bisa melewati tes tahap pertama ini. Dan tepat di atas nama saya terdapat nama Cluadia. Padahal tempat duduk kami berbeda 1 baris ke depan. Sayangnya Aryo dan Retno, mereka tidak lolos tes tahap 1 ini. Karena nama saya atas bawah dengan Claudia, saya mendapatkan jadwal TKK sama dengan dia yaitu pada tanggal 30 Agustus 2016.

Hari TKK pun tiba saya dan Claudia berangkat bersama menuju tempat tes yang berada di Rawamangun. Setelah kami sampai di tempat TKK ternyata disana sudah banyak para peserta yang datang. Saya mendapat no urut 99, sedangkan Claudia mendapat no urut 100. Sekitar pukul 10.00 barulah jadwal tes lari kami dimulai setelah sebelumnya di tes dahulu kesehatannya. Saat tes kesehatan saya diperiksa denyut nadi dan jantung, selain itu saya juga diperiksa apakah saya mengidap buta warna atau tidak. Saat lari,saya kembali bersama Claudia dalam satu kelompok. Bedanya Claudia dapat nomor baju 6, sedangkan saya mendapat no baju 1. Saat berlari saya berhasil mencapai 5 putaran sedangkan Claudia berhasil mendapatkan 3,5 putaran. Setelah selesai TKK kami pun langsung pulang.

Setelah 2 minggu kemudian keluarlah hasil pengumaman tes tahap 2 TKK. Setelah membuka pengumuman tersebut saya langsung mencari nama saya dan Alhamdulillah nama saya masih ada di pengumuman tersebut, dan Claudia masih tetap diatas nama saya. Oleh karena itu kami mendapatkan jadwal tes tahap 3 TKD bersama yaitu tanggal 20 Juni 2016. Walaupun pada saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, namun hal ini tidak membuat saya merasa sulit untuk menghadapi tes TKD. Beruntunglah sebelum pengumuman tes tahap 2 diumumkan saya sudah belajar sedikit tentang TKD. Selain itu, saya juga mendapatkan materi TKD dari kating saya yang baru lulus dari D1 Bea Cukai.

20 Juni 2016 pun tiba. Hari dimana saya dan Claudia melangikuti tes tahap 3. Untunglah saya dan Claudia mendapatkan jadwal ujian pada sesi 3, yaitu pada pukul 12.30. jadi kami tidak terlalu terburu buru untuk pergi ke kampus STAN. Saya dan Claudia berangkat dari rumah pukul 07.00. kami pergi kesana menggunakan KRL. Setelah menempuh waktu sekitar 2,5 jam akhirnya kami pun sampai di Kampus PKN STAN yang ada di Bintaro. Sesampainya disana kami pun belajar lagi untuk mengulas pelajaran yang sudah kami pelajari.waktu sudah pukul 12.00. Saat ujian pun tiba, saya tercengang dengan soal yang sangat berbeda dari yang saya pelajari. Saya pun sudah pasrah dengan hasil yang akan saya dapatkan nanti. Setelah ujian selesai betapa  terkejutnya saya ketika saya mendapatkan skor TKD sebesar 362, dan Claudia 364. Kami pulang bertepatan dengan jam pulang kantor, oleh karena itu. KRL yang kami naiki sangat penuh sesak dengan orang yang baru pulang kerja.

Setelah sampai di stasiun akhir untuk turun, hal ini bertepatan dengan adzan Maghrib, dan waktunya untuk saya membatalkan puasa. Walaupun Claudia non islam, dia tetap menghormati saya yang sedang puasa dengan tidak minum di depan saya. Setelah menempuh waktu sekitar 3,5 jam. Akhirnya kami pun sampai di rumah sekitar pukul 19.00. Kebetulan rumah saya dan rumah Claudia juga dekat. 9 hari kemudian, hari yang ditunggu sekitar 5000 orang lebih peserta USM PKN STAN yang lolos dari tahap 3, akhirnya tiba. Saya rela tidak tidur seharian demi menuggu pengumuman. Sampai akhirnya ada pengumuman bahwa pengumuman kelulusan diundur sampai pada tanggal 1 Juli 2016. Saya pun kembali menunggu sampai tidak tidur kembali. Waktu sudah pukul 23.00 namun penguman tidak juga di publikasikan.

Sampai pada akhirnya saya ketiduran sampai pukul 02.00 (2 Juli 2016) saat saya membuka HP saya untuk melihat pengumuman, saya terkejut ada pesan dari Aryo yang mengucapkan selamat kepada saya. Jantung saya pun berdegup dengan kencang tak sabar melihat pengumuman. Dan alhamdulillah saya diterima kuliah di PKN STAN walaupun dengan jurusan yang tidak sesuai dengan keinginan saya. Saya mendapatkan jurusan D1 Pajak di BDK Pontianak. Walaupun kecewa dengan penempatan yang cukup jauh, namun saya bersykur karna usaha saya selama ini tidak sia sia. Beberapa saat kemudian, Claudia mengirimkan pesan kepada saya, bahwa dia juga diterima. Namun bedanya dia diterima di D3 Pajak Bintaro yang sesuai dengan harapannya. Setelah berunding dengan keluarga saya, akhirnya saya memutuskan untuk bisa kuliah di salah satu politeknik ikatan dinas STAN walaupun penempatan yang begitu jauh dari rumah.

Tinggalkan Balasan