Home » Artikel » Dukungan Orang Tua Perihal Mimpi Anda Kuliah di PKN STAN!

Dukungan Orang Tua Perihal Mimpi Anda Kuliah di PKN STAN!

Bernegosiasilah-dengan-Orang-Tua-Anda-Perihal-Mimpi-Anda-Kuliah-di-PKN-STAN

BERMIMPI MASUK PKN STAN - Apakah Anda memiliki keinginan yang mungkin terasa mustahil bagi Anda untuk. Oke semua manusia di seluruh belahan dunia ini pasti ingin sukses. Namun bagi kebanyakan masyarakat Indonesia kendalanya adalah pendanaan. Untuk bisa sukses anda harus tau cara untuk sukses dan apabila anda hidup di negara berkembang seperti Indonesia pertama-tama yang perlu anda tempuh adalah jalur pendidikan.

Tentunya anda membutuhkan tempat kuliah yang baik dan mungkin itu berada di kota-kota besar dimana anda perlu untuk menyewa kamar, membeli makanan jadi yang harganya mungkin bisa 3 hingga 5 kali dari kebutuhan makan anda di desa. Apabila anda menganggap bahwa keluarga anda adalah keluarga sederhana yang pas-pasan dan akan sulit bagi kedua orang tua anda untuk menguliahkan anda di PKN STAN, maka anda perlu meyakinkan kedua orang tua anda.

Anda dapat mencoba bernegosiasi dengan orang tua anda. Bukan memaksa mereka untuk mengeluarkan sejumlah uang maupun mengutang kiri kanan demi menguliahkan anda, namun lebih ke bagaimana anda bisa meyakinkan orang tua anda sehingga mereka sadar bahwa pengeluaran dana untuk kuliah anda memang perlu.

Sebenarnya, orang tualah yang berkempentingan untuk menyukseskan anak-anaknya. Anda dapat mengatakan hal ini kepada orang tua anda. Ketika anda dapat lulus dari Sekolah Ikatan Dinas PKN STAN yang baik, anda akan dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang baik dengan gaji yang baik pula. Maka pastilah selanjutnya anda akan meyisihkan sebagian dari penghasilan anda untuk anda berikan untuk orang tua anda atau bahkan mungkin anda dapat menguliahkan adik anda.

Coba bayangkan apabila anda hanya dapat kuliah di universitas swasta di dekat rumah anda dengan tujuan penghematan biaya! Setelah lulus, anda akan mendapatkan kendala dalam mendapatkan pekerjaan yang baik. Selanjutnya jangankan untuk membantu orang tua anda secara financial, untuk mencukupi kebutuhan anda sendiri saja sangatlah susah. Bisa jadi anda masih meminta biaya hidup kepada orang tua anda. Apabila ini benar terjadi, siapa yang terbebani? Tentunya orang tua anda juga kan?

Oke ketika sudut pandang anda sudah sesuai, maka langkah selanjutnya adalah menyamakan sudut pandang anda dengan orang tua anda.

Ada beberapa langkah yang dapat anda lakukan untuk mencoba berdiskusi dengan orang tua anda yang keberatan apabila anda melanjutkan pendidikan berbiaya tinggi.

  1. Yakinkan orang tua anda bahwa keluarnya dana untuk anda kuliah adalah investasi yang sangat bernilai

Kenapa disebut investasi? Jawabannya adalah karena nantinya uang yang orang tua anda keluarkan akan menjadi manfaat bagi kedua orang tua anda sendiri.

  1. Berjanjilah untuk memanfaatkan dana anda sebaik-baiknya

Ini merupakan tahapan yang agak sulit dimana untuk memanfaatkan dana orang tua anda dengan se efisien mungkin, itu berarti anda siap dengan jumlah uang bulanan yang terbatas.

  1. Tetaplah menjaga sopan santun ketika mengungkapkan argumen anda

Ketika anda mengalami deadlock atau kekalahan dalam berargumen. Tetaplah berada di posisi kepala dingin. Apabila anda tetap ngotot tanpa argumen yang rasional, maka akan sangat sulit bagi anda untuk meyakinkan kedua orang tua anda.

  1. Berikan contoh senior anda yang sukses walau berasal dari keluarga yang sederhana

Ini adalah tahapan yang sangat mujarab. Biasanya orang tua mempertimbangkan poin ini. Carilah sebanyak mungkin orang-orang sukses di sekeliling anda untuk anda jadikan bahan argumen anda.

Jadi kesuksesan tetap menjadi hak semua orang. Anda, saya, dan mereka sangat mungkin untuk menjadi orang-orang sukses. Tergantung bagaimana kita memanfaatkan seluruh potensi yang ada di dalam diri kita. Namun perlu di ingat bahwa kalaupun hasilnya tetap nihil, percayalah bahwa Allah memiliki rencana lain. Pendidikan hanyalah salah satu jalan menuju kesuksesan. Banyak orang-orang sukses yang tidak melewati jalan ini. Tetap positif thinking, dan tetap berjuang.

Tinggalkan Balasan