Home » Artikel » KESEMPATAN MASUK AKADEMI IKATAN DINAS PKN STAN

KESEMPATAN MASUK AKADEMI IKATAN DINAS PKN STAN

Assalamualaikum, saya akan bercerita perjuangan saya bisa masuk Akademi Ikatan Dinas PKN STAN. Pada saat saya SMA kelas 12 semester 1 saya masih bingung ingin melanjutkan pendidikan dimana, sampai saat mulai semester 2 teman saya mulai bercerita tentang Akademi Ikatan Dinas  STAN lama kelamaan saya dan teman saya mengikuti try out, open house tempat les dan kegiatan yang lain, dari situ saya mempunyai tekad untuk dapat menjadi mahasiswi Akademi Ikatan Dinas STAN. Mulai semester dua saya banyak mengikuti tes pemilihan mahasiswa baru mulai dari sekolah tinggi, perguruan tinggi negeri maupun politeknik.Ternyata saya diterima di sebuah perguruan tinggi di Semarang, karena saat itu tanggal tes Akademi Ikatan Dinas STAN masih satu bulan lagi maka saya dan keluarga saya memutuskan untuk mengabil jurusan di perguruan tinggi negeri tersebut dan mengikuti tes di Semarang.

Sesampainya di Semarang, saya mengikuti kegiatan kemahasiswaan mulai dari ospek dan lain-lain sembari menunggu tes tulis, saat saya kuliah disitu saya juga bertemu dengan beberapa mahasiswa yang akan mengikuti tes tertulis dengan harapan akan diterima bersama. Disaat hari tes tiba, saya yang ditemani ibu saya, mengikuti tes dengan tenang dan Alhamdulillah tidak ada hambatan, beberapa hari kemudian ibu saya pulang ke Bekasi, kira kira satu minggu kemudian pengumuman kelulusan tes tertulis sudah ada, dan saya Alhamdulillah lulus, ternyata saya dapat tes kesehatan dan kebugaran di hari pertama atau lima hari sejak saya mengetahui kelulusan saya. Keesokan harinya saya mulai berlatih dengan teman saya di stadion universitas, kegiatan kami dimulai dari jam 5 pagi, saya menjemput teman saya karena kostannya yang jauh sesampainya di stadion kita memulai latihan dengan pemanasan terlebih dahulu lalu mulai jogging, saat saya jogging saya merasakan bahwa nafas saya tidak cukup kuat untuk lari dengan stabil.

Saya mulai berlatih lebih giat lagi dengan anggapan bahwa apabila saya berlatih dengan keras setiap hari maka saya akan mencapai kelebihan maksimal saya. Saya masuk grup LINE Akademi Ikatan Dinas STAN semarang, disitu diberitahukan beberapa makanan yang dapat meningkatkan kemampuan berlari seperti pisang dan gula merah. Keesokan harinya saya memulai jadwal seperti biasa yaitu bangun jam 4 pagi sarapan kecil lalu menjemput teman saya untuk berlatih pagi dan sore. Di hari kedua pun saya merasa saya belum maksimal karena saat saya berlari nafas saya tidak kuat lalu kaki saya mulai sakit. Pada hari ketiga saya mulai mengganti sepatu saya dengan yang lebih ringan tapi tidak ada kemajuan malahan kaki saya semakin sakit, karena hari ketiga adalah hari senin maka otomatis saya berlatih pada pagi hari dan sore setelah saya pulang kuliah.

Pada hari keempat ibu saya datang ke Semarang, saya sangat senang ibu saya datang tapi saat saya ingat bahwa saya ada kekurangan saat berlari saya mulai sedih dan kasian pada ibu saya jauh jauh dari bekasi ke semarang sendirian naik kereta. Pada hari keempat teman saya melaksanakan tes, dan saya ditemani oleh ibu saya untuk latihan, di hari itu ibu saya duduk di bangku penonton stadion dan membeli minuman untuk kami minum, saat saya tidak mampu lagi berlari saya duduk di sebelah ibu saya dan beliau mulai bercerita tentang kehidupan seseorang untuk memotivasi saya. Pada hari kelima ibu saya menyarankan untuk mengistirahatkan badan saya dan tidak berlatih. Esoknya saya dan ibu saya berangkat ke tempat tes kesehatan dan tes kebugaran, kami berangkat kira kira jam 4 pagi. Saat tes dimulai saya hanya memikirkan keluarga saya tapi entah kenapa saya tidak bisa mencapai empat putaran, disitu saya mulai pesimis.

Sesampainya di kostan saya tau saya mengecewakan ibu saya. Pada hari jumat pengumuman keluar lebih awal, di tengah malam saya melihat pengumuman tersebut yang menyatakan bahwa saya tidak lulus. Pada pagi harinya saya dan ibu saya memutuskan untuk berlibur. Selama satu tahun waktu saya banyak tersita untuk kegiatan perkuliahan, mulai dari kegiatan maupun diluar kelas, selama satu tahun tersebut saya menyadari bahwa saya tidak akan cocok di jurusan tersebut karena itu bukan cita-cita saya. Satu tahun berlalu motivasi saya untuk meraih cita-cita belum pudar, ternyata di jurusan ini banyak yang mengikuti penerimaan mahasiswa baru lagi di perguruan tinggi negeri maupun di Akademi Ikatan Dinas  PKN STAN. Saya mengikuti tes tertulis dengan seorang teman saya yang juga mengikuti tes, sebelum menjalani tes kami mulai belajar bersama membahas soal soal saat hari tes tertulis tiba kami bersama sama berangkat. Saya sangat berharap bahwa kami dapat lulus di setiap tahapan tes.

Pengumuman kelulusanpun keluar dan saya dinyatakan lulus. Saya mulai berlatih dengan teman saya bernama Melanie, suatu hari saya ke kost dia dan mulai berlatih karena di dekat kost dia terdapat jalan yang cukup bagus untuk dijadikan jogging track, melanie sangat berperan dalam kelulusan saya, karena bagi saya kelemahan saya pada aktivitas fisik dan selama tiga bulan lebih kami berlatih dan melanie selalu menemani saya, kita berlatih setiap pagi dan sore lalu pada hari sabtu minggu kita juga berlatih fisik, pernah saya dan melanie pergi ke sebuah lapangan kosong untuk berlatih selama satu jam tanpa henti, saya mendapatkan banyak motivasi dari temen dan keluarga lebih dari tahun lalu.

Tes kesehatan dan kebugaran dilaksanakan di sebuah stadion yang cukup jauh dari kos saya. Saat hari tes tiba saya berangkat sendiri dan dimulai dengan tes kesehatan, lalu saat tes kebugaran akan dimulai saya dipersilahkan untuk menunggu di bangku penonton, saya mulai memupuk semangat karena kalau tidak hari ini saya tidak akan punya kesempatan lagi untuk mencapai tujuan saya, saat tes kebugaran dimulai satu kelompok terdapat sepuluh orang, kami memulainya dengan pemanasan yang dipinpin oleh salah satu panitia, panitia tersebut mengatakan bahwa tidak apa kalau tidak sprint selama waktu 12 menit asalkan sudah mencapai maksimal kita.saat berlari awalnya saya cukup didepan dari yang lain namun saat putaran kedua saya melambatkan kecepatan saya, pada putaran ketiga saya mulai mempercepat irama lari saya dan saat pemberitahuan waktu yang tersisa satu menit lagi saya sprint dan mendapat hasil akhir yang memuaskan.

Selesainya saya tes saya berpikir bahwa hasil yang maksimal akan berbuah hasil yang memuaskan pula, menurut saya, saya sudah maksimal dan dengan usaha yang selama ini saya siapkan akan mendapatkan hasil yang sesuai, dan benar juga saya lulus tes kesehatan tahun ini, saya sangat bersyukur dan bahagia dapat lulus tes kebugaran yang pada tahun sebelumnya saya tidak lulus, saya menelepon orang tua saya untuk memberitahu mereka, ternyata mereka sudah melihatnya terlebih dahulu. Pada malam sebelum pengumuman tes kebugaran sempat terlintas kenangan pada tahun lalu apakah tahun ini saya akan kembali mengecewakan ibu bapak saya dan dan diri saya sendiri, namun saya percaya pada doa doa saya dan orang orang yang memberi saya semangat selama ini akan terkabul.

Mulai saat itu saya menyiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk tes kemampuan dasar, ibu saya memutuskan akan menemani saya tes kemampuan dasar di Semarang, saat tes tersebut tiba saya dinyatakan lulus tes minimal kelulusan tkd, saat ibu saya mengetahui hal tersebut beliau menangis, beliau berkata bahwa beliau mengingat kesedihan saya tahun lalu, beliau memeluk saya sambil berlinang air mata. Saya menahan air mata saya agar beliau tenang, beliau sangat emosional saat itu namun saya ercaya bahwa tangisan beliau tidak akan sia sia, kebetulan semester kedua saya sudah selesai dan sehabis tes kemampuasn dasar saya pulang ke bekasi. Kebetulan pengumuman tes kemampuan dasar akan dikeluarkan pada bulan ramadhan namun ternyata pengumuman tersebut sempat ditunda selama beberapa hari, alhamdulillah saya dinyatakan diterima di Akademi Ikatan Dinas PKN STAN BDK pontianak, awalnya saya cukup kaget dapat tempat yang jauh dari tempat saya tinggal.

Beberapa hari sebelum daftar ulang ayah saya didiagnosis pengakit batu ginjal, beliau akan menjalani operasi beberapa hari setelah saya daftar ulang, perasaan saya campur aduk saat itu. Sehabis daftar ulang siangnya itu juga saya dan ibu saya kembali ke bekasi untuk menemani ayah saya. Setelah itu hari kepindahan saya ke Pontianak berlangsung lancar dan minim hambatan. Ada beberapa pelajaran yang saya peroleh selama satu tahun ini, saya beranggapan bahwa tahun lalu saya sangat memaksakan diri saya untuk mencapai hasil maksimal dalam waktu sempit karena itu bukan hasil maksimallah yang saya terima melainkan sebuah kekecewaan besar terhadap diri saya sendiri yang telang menyakiti tubuh saya.

Lalu selama satu tahun saya bertemu denganteman teman yang luar biasa hebat, menjalani hari hari perkuliahan, praktik di laboraturium maupun di pantai, mungkin alasan saya tidak diterima sebelumnya karena jalan saya bukan disini tahun lalu melainkan bertemu mereka yang luar biasa. Lalu selama satu tahun tersebut saya lebih banyak berlatih daripada tahun lalu, tahun lalu saya terlalu sombong bahwa saya pasti akan diterima walaupun usaha saya belum cukup, jadi tahun ini saya berusaha sangat maksimal untuk memperjuangkan cita cita saya, saya teringat akan teman saya tahun lalu maka saya menjadikan dia sebagai acuan untuk dapat diterima dan bertemu dengannya saat diterima. Saya sangat tidak menyangka dapat di tempatkan di pontianak, menurut saya tempat ini adalah tempat yang cukup menarik dan menantang, disini sangat berbeda dengan dugaan saya, saya mengira akan ditempatkan di tempat lain.

Perjuangan saya bisa diterima di Akademi Ikatan Dinas STAN bisa dibilang hal yang tidak mudah saya sangat bersyukur mempunyai teman dan keluarga yang dapat menemani saya. Saya ingat pada saat saya dan ibu saya harus naik bis lalu saat saya dan teman saya mengikuti tes lari di stadion yang di adakan oleh alumni yang diterima di PKN STAN juga. Disana mereka mengajarkan tips dan trik bagaimana bisa lari dengan stabil dan kuat, pulangnya saya dan teman teman saya naik bis ke kost kita. Dengan pengalaman saya yang dapat memberikan saya pelajaran untuk tidak pantang menyerah dan selalu semangat semoga dapat menjadi bekal saya untuk belajar dan menapai cita cita saya yang lain selama saya masih diberikan kesempatan dan selama saya besekolah di Akademi Ikatan Dinas STAN BDK Pontianak.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.