Home » Artikel » Innamal Akmalu Binniyati (Kisah nyata menuju penerimaan stan 2017)

Innamal Akmalu Binniyati (Kisah nyata menuju penerimaan stan 2017)

Kisah Nyata Penerimaan stan 2017Yak sebagai permulaan mari kita mulai dengan perkenalan dulu, seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Gimana mau mengikuti cerita say ajika tidak mengenal siapa saya hehehe. Saya lulusan dari SMKN 7 Bekasi tahun 2016. Saya lahir pada 24 Desember 1998. Mungkin cukup perkenalannya dan mari lanjut ke topik utama.

 Perjuangan masuk STAN saya bermulai dari saya SMP kelas 9. Pada saat itu saya sedang berbincang dengan salah sayu teman saya yang bernama andika. Pada saat itu saya sedang berbincang mengenai rencana masa depan setelah lulus SMP. Dan teman saya dengan semangat bercerita mengenai PKN STAN yang membuat saya tertarik.

 Dia bercerita bagaimana sulitnya masuk penerimaan STAN 2017 berdasarkan pengalaman kakak nya yang merupakan mahasiswi PKN STAN. Dan bagaimana kelanjutan karir bila kita diterima di PKN STAN. Dan setelah mendengarkan ceritanya saya menjadi berminat untuk memasuki STAN untuk membantu ekonomi keluarga yang bisa dibilang rendah.

Awal mula saya menceritakan niat saya kepada orang tua ini saya hanya direspon biasa saja bahkan cenderung tidak percaya. Karena mereka kurang percaya dengan sikap saya yang pemalas dan suka bermain game ini bisa masuk penerimaan STAN  2017 yang terkenal dengan disiplin dan murid-muridnya yang berprestasi.

Dan jujur saya sendiri meragukan diri saya bisa masuk penerimaan STAN 2017 dikarenakan saya bahkan tidak pernah mendapatkan posisi di 10 besar kelas saya yang terdiri dari 36 orang. Saya sempat pesimis bersaing dengan andika yang merupakan peringkat 1 kelas dan peringkat 4 paralel di smp saya pada saat itu.

Dan cerita berlanjut setelah saya lulus SMP dan melanjutkan pendidikan di SMKN 7 BEKASI dengan jurusan akuntansi yang pada saat itu baru dibuka oleh SMKN 7 BEKASI. Menjadi angkatan pertama di jurusan yang baru dibuka itu ternyata sangat tidak mengenakan.  Pembelajaran yang masih dibilang baru sangat kurang berjalan dengan baik dikarenakan perlengkapan dan peralatan belum memadai dan itu sedikit menghambat pembelajaran saya untuk persiapan mengikuti USM STAN ketika lulus nanti.  Menjadi anak yang hidup di ekonomi menengah kebawah membuat saya tidak memungkinkan untuk mengikuti les atau bimbingan di luar sekolah karena kurangnya dana yang ada. Sehingga saya hanya bisa belajar secara otodidak dirumah dan mendapat bimbingan hanya disekolah.

Cerita berlanjut ketika saya memasuki kelas 11 SMK dan mulai melakukan PKL di KPP Pratama Bekasi Selatan. Ketika saya mulai PKL, saya ditempatkan dibagian arsip yang bertugas menyortir spt tahunan berdasarkan tahun, NPWP, dan tanggal. Tetapi saya juga sering membantu teman saya yang ditempatkan dibagian pencetakan SPT.

Pada masa PKL saya mendapat berbagai informasi baru mengenai penerimaan STAN 2017 yang bisa dibilang meningkatkan minat saya di STAN. Saya juga mendapatkan informasi bagaimana kehidupan pekerja pajak di kehidupan nyata.

Pada pertengahan masa PKL saya, KPP tempat saya PKL menerima beberapa mahasiswa/i dari PKN STAN yang melakukan magang. Saya dan teman-teman saya sering berbincang dengan mereka da mendapat beberapa informasi baru seperti test TKD dan Fisik yang juga penting. Informasi ini sangat penting karena diawalnya saya hanya berfikir bagaimana lolos dari test TPA dan TBI saja. Saya mulai mempersiapkan fisik saya dengan mengikuti kembali ekskul pencak silat yang saya tinggalkan ketika di SMP.

Setelah masa PKL saya selesai, saya dan teman-teman saya mulai sering berbagi informasi yang mungkin berguna untuk test STAN nanti. Kami berbagi informasi mengenai pengalaman beberapa orang yang merupakan lulusan STAN dan bagaimana perjuangan dan hasil yang mereka dapatkan. Kami yang merupakan masyarakat ekonomi menengah kebawah memang pastinya selalu memikirkan bagaimana hasil yang akan kami dapatkan karena kami ingin membantu orang tua dan bisa memperbaiki ekonomi keluarga kami.

Dan cerita berlanjut ketika kami memasuki kelas 12 SMK. Kami berempat (saya,fahmi,fino,hengki) mulai melakukan persiapan lebih mendalam untuk mengikuti USM STAN dengan sering belajar bersama walaupun akhirannya kami selalu bermain bersama dan sedikit belajar.

Pada pertengahan semester 1 kelas 12, sekolah kami mendatangkan atau kedatangan (saya kurang tau untuk hal ini) beberapa mahasiswa dari PKN STAN yang bertujuan memberikan informasi mengenai USM STAN tahun ini. Mereka memberikan informasi mengenai cara mendaftar USM STAN dan bagaimana testnya.

Mereka memberikan informasi yang sangat penting bagi saya. Pada saat itu saya mengalami rasa pesimis dikarenakan mata saya yang mengalami minus dan saya mendapat info bahwa penerimaan STAN 2017 hanya menerima mahasiswa dengan minus dibawah 2.

Saya yang mengalami penurunan minat untuk mengikuti penerimaan STAN 2017 dikarenakan informasi mengenai peraturan mata itu. Tetapi ketika kakak mahasiswa/i datang ke sekolah saya. Mereka menerangkan bahwa peraturan mengenai mata itu hanya berlaku untuk jurusan bea cukai. Maka semenjak saat itu saya menjadi semangat kembali untuk mengkuti USM STAN tahun ini. Lalu cerita berlanjut ketika saya sudah selesai UN dan dinyatakan lulus bersama teman-teman saya. Saya dan teman-teman saya mendaftar untuk mengikuti USM STAN tahun ini.

Dan pada saat mendaftar ini lah masalah untuk golongan menengah kebawah saya muncul kembali. Ketika pembayaran pendaftaran yang berjumlah Rp 250.000,00. Pada saat itu ekonomi keluarga saya sangat rendah dikarenakan ayah saya sedang sakit dan baru saja keluar dari rumah sakit dan tidak memungkinkan bekerja seperti supir angkutan umum seperti biasa dan ibu saya juga sakit sehingga pemasukan keuangan sangatlah rendah bahkan tidak ada pemasukan kecuali dari gaji kakak saya yang bisa dibilang sangat standar.

Dikala kebingungan saya itu, saya bahkan pernah menyerah untuk mengikuti USM STAN ini. Tapi rencana Allah S.W.T sangatlah tidak terduga. Pada hari terakhir batas pembayaran biaya pendaftaran, seorang guru di sekolah saya yang memang bisa dibilang dekat dengan saya ketika disekolah menawarkan untuk membiayai biaya pendaftaran saya. awalnya saya ragu untuk menerimanya dan saya memcoba menghubungi orang tua saya. mereka bilang tidak apa-apa menerima bantuan guru saya dengan syarat bahwa saya memakainya sebagai uang pinjaman. Dengan persetujuan itu saya akhirnya menerima bantuan yang di tawarkan oleh guru saya itu.

Cerita berlanjut sampai ketika saya dan teman-teman saya mengikuti USM STAN tahap 1. Saya dan teman-teman saya mengerjakan dengan sungguh-sungguh walaupun kami berbeda tempat test, bahkan saya sampai kehilangan keseimbangan ketika berusaha berdiri setelah selesai mengerjakan soal yang diberikan. Lalu kami dengan sangat sabar dan was-was menantikan pengumuman kelulusan tahap 1.

Dan pada saat hari pengumuman, pada pagi hari saya membaca di group kelas saya yang membicarakan mengenai hasil stan. Saya melihat bahwa teman saya yang merupakan peringkat 1 bertahan semenjak awal memasuki SMK. Dia tidak lolos di test tahap 1 ini. saya merasa pesimis dan bahkan tidak membuka pengumuman lagi karena saya harus pergi ke warnet untuk membuka pengumuman itu.

Saya sudah pasrah dan memilih menunggu pengumuman penerimaan bidik misi di PNJ. Dan ke esokan harinya saya mendapatkan informasi bahwa hanya saya dari beberapa anak yang lolos di penerimaan STAN 2017 tahap 1. Saya sangat senang namun juga bimbang karena saya juga lolos D4 keuangan di PNJ melalui bidikmisi. Setelah melalui beberapa pertimbangan akhirnya saya tetap melanjutkan ke test selanjutnya. Setelah berjuang dengan maksimal di test tahap 2 dan 3. Pada saat pengumuman saya bahkan begadang untuk melihat hasilnya yang diunggah dengan santainya oleh pihak STAN pada pukul 23.59 WIB.

Pada saat pengumuman saya sangat senang tetapi juga bimbang karena ditempatkan di Pontianak. Pada awalnya saya bahkan menyerah dan memilih melepas STAN dikarenakan ekonomi yang tidak memadai. Saya juga mendapatkan pertentangan dari pihak keluarga besar karena mereka tidak setuju bila saya harus merantau sejauh itu. Sedangkan saya masih mempunyai pilihan untuk memasuki PNJ yang memang sudah pasti diterima.

Saya sangat frustasi dikarenakan harus melepas impian saya. Saya mulai membandingkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari PKN STAN dan juga PNJ. Ketika saya sudah mulai pasrah untuk melepas STAN. orang tua saya mengatakan untuk tetap pergi ke STAN daripada saya menyesal karena membuang impian saya yang sejak dari dulu. Keluarga saya mendukung saya walaupun mendapat larangan dari keluarga besar saya.

Akhirnya setelah saya mendapatkan izin keluarga, saya merasa sedikit tenang. Tetapi permasalahan saya belum selesai, dikarenakan ketika saya telah diterima di PNJ saya harus melakukan daftar ulang. Saya diharuskan melakukan pencabutan berkas kepada pihak PNJ. Saya tidak bisa melakukan cabut berkas secara biasa saja dikarenakan saya memasuki PNJ melalui program bidik misi. Saya harus melakukannya dengan berbagai pertimbangan dengan melakukan konsultasi dengan guru bagian perhubungan sekolah. Ketika saya melakukan cabut berkas ini saya harus benar benarsiap dikarenakan sekolah saya terancam mendapatkan black list dari pihak PNJ.

Setelah beberapan kali melakukan konsultasi dengan guru saya. Akhirnya saya melakukan pencabutan berkas dan di saat saya menyampaikan maksud saya melakukan pencabutan berkas. Saya bahkan dimarahi oleh petugas bagian kesiswaaan di PNJ karena ternyata yang melakukan cabut berkas di PNJ karena memilih penerimaan STAN 2017 itu bukan hanya saya saja, dan akibatnya kuota bidikmisi pihak PNJ tidak terpenuhi.

Pada akhirnya saya tetap berangkat dengan membawa impian saya dan keluarga saya. pada saat berangkat saya menyadari bahwa bukan hanya saya yang berjuang saat ini. tetapi keluarga saya juga berjuang dan saya akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan mereka.

Yak sekian cerita saya sampai saat ini, dan perjuangan baru saja dimulai. Dengan teman baru dan suasana baru. Semoga saya dan semua teman disini juga lancar ya. Aamiin. Wassalamualaikum Wr. Wb

Tinggalkan Balasan