Home » Artikel » Perjuangan Masuk PKN STAN

Perjuangan Masuk PKN STAN

Dalam kesempatan ini saya akan menceritakan kisah perjuangan masuk STAN. Tiga tahun yang lalu, saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMKN 1 Bogor jurusan akuntansi. Sejak duduk di kelas sepuluh, guru-guru selalu memotivasi saya dan teman-teman untuk belajar dengan giat agar dapat menjadi mahasiswa/mahasiswi PKN STAN nantinya. Karna cukup banyak juga kakak kelas yang berhasil menjadi mahasiswa/mahasiswi PKN STAN. Awalnya saya pun tidak tau apa itu PKN STAN. Setelah mencari informasi bahwa PKN STAN adalah suatu lembaga pendidikan di bawah Kementerian Keuangan saya pun tertarik. Ditambah lagi setelah tau bahwa biaya pendidikan di PKN STAN ditanggung negara alias gratis, saya jadi tambah semangat. Lalu saya mengutarakan keinginan saya untuk masuk PKN STAN ke orang tua. Tentu saja beliau sangat setuju dan mendukung.


kisah perjuangan masuk STAN

Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan agar dapat menjadi mahasiswi PKN STAN nantinya? Saya pun masih bimbang pada saat itu harus memulainya dari mana. Akhirnya saya membeli buku yang berisi latihan soal-soal USM PKN STAN. Pertama kali saya melihat jenis soalnya, yang saya lakukan adalah langsung melihat kunci jawabannya. Sudah melihat kunci jawabannya pun saya masih kebingungan, dari mana jawaban itu, kenapa bisa itu jawabannya, saya bertanya-tanya sendiri. Namun setelah kubuka lembar demi lembar, di halaman belakang ternyata ada triknya. Saya pelajari baik-baik trik-trik di sana. Hm, cukup membantu.

Peraturan berikutnya yang saya dapat adalah, waktu pengerjaan yang minim. Duh, bagaimana ini, 120 soal TPA (Tes Potensi Akademik) hanya dikerjakan dalam waktu 100 menit. Berarti tiap soal harus dikerjakan kurang dari satu menit. Begitupun dengan 60 soal TBI (Tes Bahasa Inggris) harus dapat dikerjakan dalam waktu 50 menit. Tak hanya itu, USM PKN STAN juga menerapkan adanya nilai mati. Minimal betul sepertiga dari soal yang ada.

Saya pun menguji kemampuan saya dengan mengikuti Try Out USM PKN STAN. Dan hasil try out perdana itu benar-benar mengecewakan karena baik TPA maupun TBI semuanya nilai mati. Pada saat itu saya merasa pesimis, ternyata soal USM PKN STAN sangat sulit. Namun setelah saya melihat hasil try out teman-teman saya yang ternyata lebih baik, saya bertekad, kalau teman saya bisa, saya pun harus bisa.

Memasuki kelas dua belas, salah satu teman saya memberitahukan bahwa ada pelatihan persiapan untuk menghadapi USM PKN STAN, saya pun setuju untuk mengikuti pelatihan tersebut. Di minggu pertama pelatihan hasilnya sama seperti saat aku mengikuti try out. Semangat yang naik turun cukup menghambat keoptimisanku untuk dapat menjadi mahasiswi PKN STAN.

Melihat kedua orang tua saya yang memberi harapan penuh agar saya dapat menjadi mahasiswi PKN STAN membuat semangat saya terus bertambah. Ditambah lagi dengan perjuangan ayah yang selalu mengantar saya ke tempat pelatihan dengan motor antiknya, menjemput saya ketika saya harus pulang larut malam karena ikut try out sampai ke luar kota, bahkan ketika saya harus melakukan verifikasi berkas ia pun selalu siap mengantar. Berangkat dengan motornya, mulai dari dinginnya pagi hingga panasnya siang. Masih banyak perjuangan ayah yang bahkan bisa membuat saya menangis jika mengingatnya. Perjuangan ibu pun tak kalah pentingnya, ia selalu mendoakan yang terbaik untuk saya.

Mengingat perjuangan beliau, membuat saya berhenti untuk membanding-bandingkan saya dengan teman-teman saya. Saya harus belajar lebih giat, karna saya baru menyadari bahwa saat itu masuk PKN STAN hanyalah impian semata untuk saya hingga saya lupa untuk berusaha dan berdoa. Bahkan ketika teman-teman saya sibuk memperdalam ilmu agar sukses dalam USM PKN STAN di jam pelajaran kosong, yang saya lakukan malah menghabiskan waktu itu untuk tidur, bercanda, dan hal lain yang tak penting. Hal seperti itu baru saya sesali ketika beberapa minggu menjelang USM PKN STAN.

Kisah Perjuangan Masuk STAN Dimulai

Pukul tiga pagi buta saya dan ayah saya sudah siap berangkat ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, tempat USM PKN STAN dilaksanakan. Selama perjalanan, di balik punggungnya, saya sempatkan untuk berdzikir dan berdoa karena hanya itu yang dapat saya lakukan. Sampai pada saat pelaksanaan USM, Alhamdulillah saya dapat melaksankannya dengan tenang walaupun saat USM PKN STAN baru dimulai saya harus rela kepanasan karena saya duduk di sektor 24 atas, tepat menghadap terbitnya matahari.

Di hari pengumuman tahap pertama, saya tidak tau bahwa pengumuman itu diumumkan tengah malam. Teman semeja saya yang pertama kali memberitahukan bahwa saya lulus ke tahap berikutnya pada pukul 2 pagi. Dan saya mengabarkan kabar bahagia tersebut kepada kedua orang tua saya pada saat adzan subuh. Paginya, saya langsung berlatih untuk tes tahap selanjutnya yaitu tes kesehatan dan kebugaran. Karna jarang berolahraga, baru berlari sejauh 500 meter saja saya sudah kelelahan. Rasa pesimis itu muncul lagi. Apa bisa saya melalui tes tahap dua ini?

Ayah saya tak pernah lelah mendukung saya. Siang dan sore hari ia selalu mendampingi saya untuk latihan tes kebugaran. Bahkan ketika panas terik maupun hujan gerimis, karna menurutnya saya harus kuat dalam kondisi cuaca apapun. Ia juga mengajarkan trik-trik agar tidak cepat lelah, juga menyemangati saya ketika lari saya mulai melemah.

Hingga pada hari H, ia mengingatkanku untuk tidak grogi karena itu akan berpengaruh dengan tes kesehatan. Namun saya sempat kecewa karna pada tes kebugaran lari 12 meter saya tidak bisa mencapai lebih dari empat putaran. Ayah saya pun sedikit kecewa karna menurutnya saya bisa lebih dari itu. Namun ia tak membiarkan semangat saya patah, ia terus meyakini saya kalau saya pasti bisa lolos ke tahap selanjutnya.

Benar saja, berkat latihan, usaha, dan doa yang maksimal nama saya pun muncul di pengumuman tahap tes kemampuan dasar. Saya benar-benar tidak menyangka dan belum menyiapkan apapun untuk menghadapi tes tersebut. Saya pun mencoba belajar lewat internet, melihat bentuk-bentuk soal tes CPNS. Dan ternyata materinya adalah hafalan. Lagi-lagi penyesalan selalu datang belakangan, saya menyesal karena selagi menunggu pengumuman, waktu luang itu tidak saya manfaatkan untuk mempelajari soal-soal TKD.

Tiga hari setelah pengumuman saya baru menyempatkan diri ke toko buku untuk membeli buku latihan soal tes CPNS. Walaupun sebenarnya terlambat karna baru membeli hari itu, namun setiap hari selalu saya usahakan untuk dapat menghapal tiap materinya. Beruntungnya, pengajar pelatihan USM PKN STAN bersedia untuk membantu kami mempersiapkan tes tahap akhir ini.

Seperti saat pertama kali melihat soal USM PKN STAN, pada saat saya mengerjakan soal TKD untuk yang pertama kalinya saya pun gagal. Dalam tes kemampuan dasar ada tiga komponen, yaitu tes karakteristik pribadi, tes intelejensi umum, dan tes wawasan kebangsaan. Yang membuat saya gagal adalah dalam tes wawasan kebangsaan yang masih di bawah nilai rata-rata. Ya, jika salah satu dari komponen tes itu tidak memenuhi standar maka dianggap gagal, dan memang yang paling banyak menghafal adalah tes wawasan kebangsaan.

Tapi saya masih semangat karna menurut saya gagal di saat percobaan pertama itu wajar, dan saya harus bisa memperbaiki itu dengan lebih keras menghafal materi-materi TKD khususnya untuk tes wawasan kebangsaan. Beruntungnya saya cukup menyukai pelajaran sejarah, jadi setidaknya menghafal materi tes wawasan kebangsaan tidak terlalu berat.

Di pelatihan yang kedua sekaligus yang terakhir, hasil yang saya dapat cukup memuaskan. Namun saya tidak gampang puas karna menurut saya, saya harus bisa lebih dari itu. Saya dijadwalkan menjalani tes di hari kedua, jadi masih ada waktu sehari lagi untuk menghafalkan lebih banyak lagi materi TKD.

Ternyata, hasil dari tes kemampuan dasar itu dapat langsung diketahui. Jadi, kalau ada salah satu tes yang tidak lulus dalam TKD itu, ya berarti tidak lulus tes tahap tiga. Saya jadi merasa was-was, takut mengecewakan ayah yang lagi-lagi setia mengantarkan saya untuk mengikuti tes ini. Namun saya optimis, saya pasti bisa melalui tes tahap tiga ini dengan baik.

Dengan bekal doa dan hafalan yang saya coba ingat-ingat beberapa hari terakhir ini, saya mengerjakan tes tahap tiga dengan tenang. Sungguh saya sangat senang karena apa yang saya pelajari benar-benar ada di soal tes wawasan kebangsaan. Hingga akhirnya waktu pengerjaan pun habis dan hasilnya langsung keluar, saya bisa bernapas lega. Alhamdulillah semua tesnya lulus, dengan poin 369 tinggal menunggu hasil tes di hari-hari berikutnya hingga pengumuman.

Karena hasil nilai-nilai tertinggi dapat diakses secara online, maka saya pun rajin mengecek perkembangan berapa nilai TKD tertinggi. Dan melihat hasilnya membuat saya was-was dan cukup down, ternyata masih banyak nilai yang lebih tinggi dari nilai saya. Tapi entah mengapa, tidak ada rasa pesimis seperti saat menunggu pengumuman di tes-tes sebelumnya. Saya begitu yakin kalau saya bisa menjadi mahasiswi baru PKN STAN tahun ini.

Pada saat tanggal 29 Juni 2016 yang dijadwalkan sebagai pengumuman tes tahap akhir bahkan sampai siang hari pun belum ada pengumuman siapa saja yang menjadi mahasiswa dan mahasiswi baru PKN STAN. Sampai akhirnya saya mendapat kabar dari pengajar pelatihan saya bahwa pengumumannya diundur tanggal 1 Juli 2016. Rasa was-was saya makin menjadi-jadi. Rasa optimis itu pun mulai luntur, tapi tidak hilang.

Tanggal 1 Juli 2016 pun datang, lagi-lagi ditunggu hingga siang hari pun belum juga ada pengumuman. Saya semakin gelisah, dan berpikir mungkin diundur lagi. Hingga malam saya menunggu pengumuman resmi itu pun belum juga ada di website. Sampai pada saat tengah malam dan sudah memasuki tanggal 2 Juli 2016, ayah saya yang saat itu masih ada di tempat kerjanya pun menelpon dan memberi selamat karena nama saya ada dalam pengumuman penerimaan mahasiswa dan mahasiswi baru PKN STAN 2016 dan diterima di jurusan pajak. Saya bahagia bukan main, lalu ayah saya menelpon lagi dan mengatakan bahwa lokasi pendidikan saya bukan di Kampus PKN STAN Bintaro, tapi di Balai Diklat Keuangan Pontianak. Mungkin kedua orang tua saya awalnya merasa ragu, apakah sudah siap melepas putrinya merantau, tapi saya berusaha meyakinkan keduanya kalau merantau tidak masalah selama saya bisa membahagiakan kedua orang tua.

**

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya šŸ™‚

Tinggalkan Balasan