Home » Artikel » Kobarkan Semangatmu untuk PMB Ikatan Dinas PKN STAN 2018

Kobarkan Semangatmu untuk PMB Ikatan Dinas PKN STAN 2018

BUKU MANUAL REGISTRASI SPMB PKN STAN

Saat-saat di mana saya berusaha dan berjuang untuk bisa lolos ke PMB Ikatan Dinas PKN STAN 2018, ayahku pernah berkata, Semangat bisa mengalahkan segalanya. Rasa capek, bosan, sakit bisa hilang dan tidak terasa jika ada semangat yang berkobar dalam diri kita..

Kata-kata itulah yang membuat saya terus bersemangat meskipun sempat lelah dalam berusaha. Banyak sekali yang harus diusahakan dalam perjuangan ini. Dan seberat apapun itu, saya harus menjalaninya karena untuk bisa menjadi mahasiswi di PMB Ikatan Dinas PKN STAN 2018 sudah menjadi impian saya semenjak saya duduk di kelas satu SMA.

Kalau di-flashback lagi, sebenarnya saya dulu belum tertarik untuk berkuliah di PKN STAN. Tapi setelah ayahku bercerita tentang PMB Ikatan Dinas PKN STAN 2018, saya yang awalnya ingin berkuliah di PTN menjadi berubah pikiran. Benar juga ya kata Ayah, pikirku seperti itu. Ketertarikanku mengikuti PMB Ikatan Dinas PKN STAN 2018 semakin bertambah saat guruku memotivasiku di kelas dulu. Beliau berkata bahwa saat saya lulus kuliah nanti, saya harus bisa mendapatkan pekerjaan. Karena kata-kata beliau lah aku kembali terpikir oleh apa yang pernah dibicarakan ayahku, yaitu lulus kuliah dari PKN STAN, bisa langsung kerja.

Sepele memang kalau dilihat. Dengan mudahnya saya tertarik untuk mengikuti PMB Ikatan Dinas PKN STAN 2018 karena jaminan akan pekerjaan. Namun tak apalah, yang terpenting adalah bagaimana caranya saya bisa bertahan dan terus berusaha. Entah itu belajar untuk persiapan USM, atau olahraga untuk TKK.

Di samping itu, ada juga hal lain yang terasa mengganjal di hati saya. Yaitu statusku sebagai siswi jurusan MIPA. Ada sedikit perasaan takut. Perasaan takut jika nanti ilmu-ilmu yang saya pelajari selama di SMA akan sia-sia dan terbuang percuma. Namun entah kenapa saat saya naik ke kelas tiga, pemikiran itu hilang begitu saja. Saya bahkan mengambil mata pelajaran Ekonomi sebagai mata pelajaran lintas minat. Dan semenjak saat itu, saya merasa nyaman memelajari Ekonomi, walaupun sebenarnya tidak ada sangkut paut yang pasti antara Ekonomi dan kuliah di PKN STAN.

Tak berhenti di situ saja. Saya juga harus berusaha di jalan lain selain menuju PMB Ikatan Dinas PKN STAN 2018. Terlihat egois bukan? Mungkin memang begitu, tapi sejujurnya saya mengakui saya tidak bisa hanya menggantungkan impian saya di PKN STAN. Meskipun tujuan utama saya adalah PKN STAN, saya tetap berusaha agar bisa lolos jalur SNMPTN. Entah mengapa itulah yang dulu saya pikirkan.

Bumi terus berputar, hingga akhirnya tibalah Ujian Nasional. Seusai Ujian Nasional, tibalah saat di mana perjuangan menuju PMB Ikatan Dinas PKN STAN 2018 dimulai. Saya mengawali perjuangan itu dengan melepas penat sejenak setelah Ujian Nasional. Saya pergi untuk menonton film kesukaan saya, bermain bersama sahabat-sahabat saya, dan memenuhi ajakan family time yang berkualitas. Semua itu saya lakukan agar perasaan saya bisa lega dan tenang. Setidaknya tekanan yang saya rasakan bisa hilang sehingga saya bisa kembali fokus untuk berjuang menuju PKN STAN.

Bukan hanya berjuang, tapi juga harus mampu bertahan. Jika demi cita-cita, kita harus mampu melewati segala rintangan bukan? Itulah yang terpenting menurut saya.

Belajar menghadapi USM adalah usaha pertama yang saya lakukan. Setiap harinya saya harus melawan rasa malas untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan TPA dan TBI. Bahkan saya mengikuti salah satu bimbingan belajar khusus untuk menghadapi USM. Saya bersyukur sekali orang tua saya mendukung saya dan memfasilitasi saya dengan mengizinkan saya mengikuti bimbingan belajar tersebut. Saya juga bersyukur karena guru saya mengajarkan materi-materi USM Tulis dengan sabar, jelas, dan telaten.

Selain mengikuti bimbingan belajar, saya juga berusaha untuk mengulang apa yang sudah diajarkan guru saya. Setiap malam di rumah, saya selalu berlatih soal-soal USM, mulai dari soal Bahasa Indonesia, sinonim, antonim, analogi, logika posisi, hitungan matematika, dan Bahasa Inggris. Semua itu saya lakukan karena saya menyadari kelemahan saya. Yaitu saya belum cukup lancar dan cepat dalam mengerjakan soal-soal itu. Intinya, saya akan kalah kalau saya malas. Dan satu lagi yang selalu saya ingat, Lawanlah rasa malasmu, maka keberhasilan akan menjemputmu.

Usaha lain yang saya lakukan bersamaan dengan mempersiapkan USM Tulis adalah olahraga. Saya sadar bahwa saya tidak bisa langsung lari saat TKK berlangsung. Segalanya butuh proses, tidak spontan. Karena itulah sejak jauh-jauh hari saya rutin berolahraga, terutama jogging. Meskipun tanggal tes TKK masih terpaut jauh, saya sudah berlatih lari mulai saat itu.

Jujur, saya mengaku bahwa saya bukanlah tipe orang yang cukup baik saat berolahraga. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu. Pertama, sesak nafas yang saya alami membuat saya harus memutar otak bagaimana caranya agar sehabis lari, saya tidak sesak nafas. Kedua, fisik saya yang jarang saya latih membuat saya mudah lelah meskipun hanya berjalan sejauh satu kilometer. Ketiga, saat itu saya belum mengetahui bagaimana teknik berlari yang baik dan benar.

Namun saya tidak takut dengan semua halangan itu. Ayah saya senantiasa membantu saya dan memotivasi saya. Beliau selalu menyemangati saya dengan kalimat yang sama. Yaitu,  Semangat bisa mengalahkan segalanya. Rasa capek, bosan, sakit bisa hilang dan tidak terasa jika ada semangat yang berkobar dalam diri kita.. Walaupun terseok-seok pada awalnya, akhirnya saya bisa mencapai target saya. Yaitu mampu berlari sejauh tiga putaran terus-menerus tanpa berlari. Tiga putaran merupakan jarak yang sedikit bukan? Namun saya puas dengan hasil tersebut. Karena saya merasa bahwa berlatih lari merupakan perjuangan yang bukan main ketika harus menahan rasa sakit saat berlari. Apalagi bagi orang yang notabene mudah lelah seperti saya. Saya benar-benar total dalam perjuangan ini.

Waktu terus berganti hingga tibalah saat USM Tulis. Perasaan tegang dan gugup menyelimuti hati saya saat itu. Saya bersyukur bisa mengerjakan soal-soal USM dengan lancar. Tak lupa juga saya terus berdoa kepada Tuhan agar saya diberi kemudahan saat mengerjakan. Hingga akhirnya tibalah saat pengumuman kelulusan USM Tulis. Saya sangat senang mengetahui bahwa saya lolos tes tahap pertama dan berhak mengikuti TKK.

Untuk tes TKK, saya tetap berlatih berlari hingga dua hari sebelum tes dilaksanakan. Ketika saya sampai di lokasi tes, saya sangat gugup. Entah mengapa saya merasakan detak jantung saya berdetak empat kali lebih cepat dari biasanya. Padahal juga saya sudah mempersiapkan segalanya dengan matang. Beruntunglah saya bisa lolos tes kesehatan sehingga saya diizinkan mengikuti tes kebugaran. Rasa minder sedikit menyelimuti hati saya ketika melakukan tes lari. Pasalnya, dari semua peserta tes dalam kloter saya, saya adalah satu-satunya yang berada di urutan paling belakang. Seusai tes, saya tetap optimis akan hasil. Saya berdoa agar saya lolos dan mampu melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Hati saya sangat dan amat senang saat mengetahui saya lolos tes TKK. Saya bahkan sempat menangis karena saking terharunya. Akhirnya saya bisa mencapai tahap tes terakhir. Dalam tahap tes terakhir ini, yaitu tes TKD, saya harus mampu mempelajari semua materi hanya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Saya sempat khawatir saya tidak mampu mengingat semua materi, namun semangat dan rasa optimis terus saya kembangkan. Setelah sekian lama berlatih soal-soal TKD, tes TKD pun tiba. Dengan penuh keyakinan dan rasa percaya diri, saya berusaha agar bisa mengerjakan soal dengan tenang dan lancar.

Perjuangan saya menuju PMB Ikatan Dinas PKN STAN 2018 tidak berhenti di situ saja. Saya harus menunggu sekitar dua minggu lamanya untuk bisa melihat pengumuman final USM PKN STAN. Meskipun tanggal pengumumannya sempat diundur, saya tetap sabar menunggu. Meskipun terkesan seperti harapan palsu, saya tetap sabar menanti. Jauh di dalam benak hati saya, saya berharap agar saya lolos dan dinyatakan sebagai mahasiswa PMB Ikatan Dinas PKN STAN 2018 secara resmi.

Dan akhirnya.harapan saya terkabul. Terwujud. Terwujudlah sudah impian saya untuk bisa berkuliah di PKN STAN. Saya amat bersyukur. Semua perasaan bercampur menjadi satu. Perasaan senang, bahagia, terharu, puas, semuanya saya rasakan. Meskipun saya harus berpisah jauh dengan orang tua, saya tetap bersyukur karena pada akhirnya Tuhan mengabulkan doa saya, doa orang tua saya, impian dan cita-cita saya.

Bersamaan ketika saya melihat di prodip mana saya ditempatkan, saya teringat dengan kata-kata orang tua saya. Mereka berkata, Apapun yang terjadi, harus disyukuri, apapun itu.. Ya, saya harus mensyukuri apapun yang saya terima. Termasuk dengan kenyataan bahwa saya harus berkuliah lintas pulau, harus saya syukuri itu. Segala sesuatunya pasti akan mudah untuk dijalani apabila kita ikhlas menerima dan bersyukur. Dengan segala keyakinan dan tekad bulat saya, saya memutuskan untuk menjadikan PKN STAN sebagai bangku perkuliahan saya.

Akhir kata, saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih saya. Saya berterimakasih kepada Tuhan karena telah membimbing saya, dan senantiasa menguatkan hati saya ketika saya mulai merasa lelah. Saya berterimakasih kepada kedua orang tua saya karena telah mendukung penuh impian saya, dan selalu mengobarkan motivasi untuk saya. Saya berterimakasih kepada kakak, adik, sahabat, dan teman-teman saya yang telah memberi semangat sepenuhnya kepada saya.

Terima kasih untuk segalanya.

Ikut Try Out

Tinggalkan Balasan