Home » Artikel » LANGKAH KECIL MENUJU GERBANG PKN STAN

LANGKAH KECIL MENUJU GERBANG PKN STAN

LANGKAH MENUJU GERBANG PKN STAN

Saya Adalah lulusan tahun 2015, ya benar sekali saya merupakan lulusan tahun 2015 artinya di tahun kedua inilah saya baru bisa mendobrak gerbang PKN STAN yang sangat ketat dan kuat karena menjadi idaman bagi semua siswa di seluruh indonesia. Bayangkan saja di tahun ini saja dari 100-an pendaftar hanya 4490 siswa yang berhasil masuk menjadi camaba PKN STAN, itu membuktikan bahwa PKN STAN telah menjadi sekolah kedinasan terfavorit diseluruh indonesia.

Saya merupakan anak pertama dari 2 bersaudara dimana saya dibesarkan dalam keluarga yang sederhana, dan tentu saja sebagai anak pertama saya diharuskan memiliki tanggung jawab yang lebih terhadap keluarga untuk membantu perekonomian keluarga agar bisa lebih baik. Dan saya mau memperjuangkan hal ini yaitu untuk menembus gerbang PKN STAN karena saya ingin mewujudkan keinginan nenek saya yang sudah bahagia diatas sana.

Awal perjuangan saya dimulai di tahun 2015, dimana pada saat itu saya telah diterima di sebuah universitas yang pada saat itu masuk 10 besar universitas terfavorit yaitu Universitas Diponegoro dengan jurusan Teknik Kimia kelas Internasional. Pada saat itu pendaftaran maupun tes tulis PKN STAN dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan kaderisasi kampus sehingga mau tidak mau para mahasiswa baru harus lembur sampai pagi untuk mengerjakan tugas kaderisasi saat itu, begitu pula dengan saya. Dan karena itulah, pada saat waktu melakukan tes tertulis saya ketiduran dalam kelas sekitar 45 menit sampai dibangunin orang yang berada dibelakang saya, dan pada saat itu waktu tinggal 30 menit. Akhirnya saya mengerjakan dengan seadanya sehingga hasilnya pun tidak sesuai harapan.

Akhirnya setelah hasilnya diketahui dan tidak sesuai harapan, selama setahun saya berusaha dan berharap sambil belajar di universitas diponegoro jurusan teknik kimia untuk menambah pengalaman dalam masa kuliah. Pada saat masa perkuliahan tersebut saya pun disibukkan dalam banyak aktivitas ke organisasian kampus seperti BEM, ROHIS, dan berbagai macam UKM atau lebih dikenal dengan ELKAM. Dalam kegiatan organisasi itulah saya mulai belajar dan banyak mendapat pengalaman berharga serta bertemu orang orang penting. Namun, tetap saja itu tidak bisa menggantikan kekecewaan saya karena gagal dalam USM PKN STAN.

Pada saat setahun menunggu pendaftaran PKN STAN dibuka kembali sebenarnya saya sudah tidak terlalu berpikir tinggi untuk mendaftar dalam sekolah kedinasan, karena pada saat itu saya juga sudah kerasan saat kuliah di Teknik Kimia UNDIP. Namun, pada saat saya mendengar pendaftaran PKN STAN telah dibuka lebih awal saat itu saya agak sedikit tidak percaya, akan tetapi setelah saya cek websitenya ternyata benar bahwa pendaftaran PKN STAN telah dibuka untuk tahun ajaran 2016/2017. Namun, saat itu juga saya masih berfikir dua kali, karena saya baru merasakan nyamannya bangku kuliah di Universitas Diponegoro. Akhirnya saya berfikir dan berserah diri kepada Tuhan YME untuk menentukan hal ini. Akhirnya dengan segala pertimbangan dan segala keikhlasan saya pun mendaftar meskipun saya harus gagal lagi, tetapi pada saat itu yang ada dipikiran saya hanyalah mencoba agar tidak menyesal dikemudian hari.

Tetapi setelah saya mendaftar dan mengahadapi tes tertulis saya tidak sempat melakukan persiapan apapun dikarenakan pada saat itu saya disibukkan dengan banyak kegiatan organisasi dan keberadaan saya amat penting dalam keorganisasian tersebut. Dan hal yang hampir serupa dengan kejadian tahun lalu pun terjadi yaitu pada saat sehari sebelum tes tertulis organisasi saya mengadakan acara dan pada saat itu saya lah yang menjadi ketua. Apabila saya tidak mengikutinya artinya saya lalai dan tidak bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut. Akhirnya saya pun ikut dalam kegiatan tersebut dan baru selesai sekitar jam 12.00 malam waktu setempat. Dan setelah itu saya langsung istirahat tanpa melakukan persiapan apapun termasuk alat tulis.

Dan benar saja keesokan harinya saya bangun kesiangan, dan langsung berangkat tanpa mandi karena saya takut akan terlambat dalam tes tertulis tersebut. Saya pun berangkat dari UNDIP tembalang ke arah UDINUS dengan bergegas dan ngebut masa bodo dengan jalanan yang sedang macet saat itu karena yang ada dipikiran saya hanyalah yang terpenting saya datang tepat waktu. Untungnya pada saat itu tes belum dimulai karena baru persiapan untuk memulai mengisi identitas diri pada lembar ujian. Dan pada saat itulah saya menyadari bahwa pensil yang saya bawa adalah pensil HB bukan pensil 2B. Saya pun stres saat itu karena saya bingung harus bagaimana. Akhirnya saya pun memutuskan untuk meminjam pensil 2B kepada teman yang ada dibelakang bangku saya. Dan beruntungnya saya, dia membawa pensil 2B lebih dari satu, disitulah saya sangat berterimakasih dan bersyukur.

Akhirnya tes tertulis pun selesai dengan susah payah. Sebenarnya saya sudah pasrah dan tidak terlalu berharap karena tes TPA saya hanya mengerjakan 62 soal sedangkan bahasa inggris hanya 35 soal. Tapi saya tetap berdoa supaya saya diberi keberuntungan agar bisa lolos tahap selanjutnya. Dan tanggal yang ditunggu tunggu pun datang yaitu tanggal pengumuman. Pada saat pengumuman sudah ada saya takut untuk membukanya, akhirnya saya buka setelah mempersiapkan mental yang kuat dan akhirnya saya pun dinyatakan LOLOS untuk tes tahap kesehatan dan kebugaran.

Pada saat saya dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu tahap tes kesehatan dan kebugaran, saya pun membaca peraturan  tahap tersebut. Dan saya kaget ketika ada pernyataan apabila dinyatakan tidak memenuhi dalam tes kesehatannya maka tidak diperbolehkan mengikuti tes kebugaran karena saya belum pernah melakukan tes kesehatan sama sekali waktu itu. Dan yang saya takutkan saya tidak lolos dalam tes kesehatan, maka apabila hal tersebut terjadi dapat dipastikan saya akan gagal dalam USM PKN STAN tahun ini.

Dan hari-H tes kesehatan dan kebugaran pun tiba. Saat itu saya mendapat jadwal di hari ke-2 dan pada saat itu saya dihadapkan dengan deadline laporan praktikum kampus. Apabila saya tidak menyelesaikan laporan praktikum tersebut maka satu kelompok saya yang akan kena imbasnya dan akan dinyatakan  tidak lulus dalam mata kuliah tersebut tapi saya juga harus mengikuti tes kesehatan dan kebugaran yang sangat ketat dalam USM PKN STAN. Saya bingung dihadapkan dalam dua hal tersebut karena apabila saya tidak mengerjakan laporan maka teman-teman saya yang kena imbasnya, sedangkan apabila saya mengerjakan laporan praktikum maka akan mengganggu waktu istirahat saya karena mau tidak mau harus begadang dan itu dapat menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi.

Dan akhirnya saya nekat untuk begadang dan mengerjakan laporan praktikum agar saya tidak dicap mengorbankan orang lain demi kepentingan diri saya sendiri, dan untuk masalah kesehatan apakah tekanan darah saya normal atau tidak saya hanya bisa berdoa agar diberi kemudahan dalam pelaksanaan tes. Dan akhirnya tes pun dimulai tepat jam 07.00 pagi, pada saat itu dalam peraturan disebutkan batas akhir registrasi adalah jam 10.00 siang. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk berangkat agak siang agar istirahat saya juga cukup dan kesehatan pun bisa dinyatakan cukup sehat.

Dan pada saat saya sampai ke TKP tes sekitar jam 09.00 pagi saya mendapatkan nomer trakhir dan kloter terakhir, dan saya menunggu cukup lama untuk mendapat giliran tes kesehatan. Setelah tes kesehatan selsesai akhirnya saya pun dinyatakan cukup sehat untuk mengikuti tes kebugaran pada saat itulah saya merasa sangat lega. Dan ketika saya mendapat giliran dalam tes kebugaran saya mendapat kloter terakhir sekitar jam 12.30 siang dan ditambah hari itu terasa lebih panas dari biasanya seperti dipanggang dibawah sinarmatahari rasanya. Dan saya pun saat itu belum sarapan dan belum pernah minum sama sekali. Untungnya pada saat itu diberi aqua botol pada saat tes kebugaran. Namun, itulah kesalahan saya karena sebelum melakukan tes kebugaran saya minum sedikit air putih sehingga pada saat melakukan lari ketahanan 12 menit saya hanya bisa menempuh 4 kali keliling lapangan tri lomba juang, karena perut saya merasa sakit dan panas. Dan karena itulah saya kembali pesimis untuk dapat diterima masuk dan menembus gerbang PKN STAN.

Akan tetapi pada saat pengumuman keluar alangkah kagetnya karena saya diinyatakan lolos ke tahap terakhir yaitu tahap tes TKD yang terkenal susah materi wawasan kebangsaannya. Saat itu saya bingung mau belajar kepada siapa tes TKD ini dan bagaimana cara membagi waktu terhadap kegiatan organisasai yang lagi sibuk-sibuknya karena apabila saya gagal maka rasanya akan benar benar kecewa. Dan akhirnya saya memutuskan untuk mengunduh soal-soal latihan TKD diberbagai daerah dan instansi. Namun, saya tidak sempat membuka file soal tersebut karena bertabrakan dengan kegiatan kaderisasi kampus dan kegiatan organisasi.

Dan hari tes TKD pun tiba. Saat itu saya merasakan bingung, deg-degan karena saya merasa tidak ada bekal apa-apa, saya hanya berbekal mental dan nekat sehingga apabila saya tidak lulus saya sudah siap menerimanya lahir batin. Dan tes TKD pun berlangsung dan sungguh semua soal diluar dugaan karena soal TWK atau wawasan kebangsaannya tidak bisa diprediksi dan sangat detail sehingga hal-hal yang sangat kecil pun yang saya tidak ketahui ditanyakan sehingga saya mengerjakan dengan alakadarnya cap cip cup. Akan tetapi setelah melihat hasilnya saya cukup puas dan saya optimis kembali untuk dapat diterima masuk di PKN STAN. Namun, pada saat TKD lah yang membuat hati kecil saya menangis karena pada kloter saya terdapat seorang perempuan yang menangis keras karena tidak lulus TKD disitu kadang saya merasa sedih.

Dan pengumuman yang ditunggu-tunggu pun datang meskipun mengalami pengunduran dari jadwal awal tetapi tetap saja itu membuat saya takut untuk membukanya tetapi rasa penasaran yang sangat besar pun muncul. Dan akhirnya saya memberanikan diri untuk membuka pengumuman tersebut. Dan akhirnya alkhamdulillah saya dinyatakan diterima di PKN STAN. Namun, bukannya merasa senang tetapi bingung karena dapat penempatan pendidikan di pontianak yang sangat jauh dari rumah, akan tetapi saya mencoba istikharah memohon petunjuk dan masukan kepada rekan dan saudara dan akhirnya saya mengambil kesempatan emas ini. Dan itulagh cerita perjuangan saya dalam perjuangan masuk gerbang PKN STAN. mungkin tidak terlalu istimewa, tetapi inilah ceritaku yang sangat berharga bagi saya.Semoga langkah awal inimenjadi titik awal saya untuk kesuksesan.

Tinggalkan Balasan