Home » Artikel » MASA DEPAN TIDAK TERDUGA MENDAFTAR PKN STAN

MASA DEPAN TIDAK TERDUGA MENDAFTAR PKN STAN

Seperti inilah awal perjalanan saya mendaftar PKN STAN 2016. Sejak kecil  cita cita saya adalah menjadi seorang tentara sampai akhirnya saya mendaftar di SMA Taruna Nusantara jalur beasiswa, tetapi tanpa restu dari seorang ibu saya pun gagal. Dari kegagalan itu, saya mencoba mendaftar di SMA N 1 Surakarta program akselerasi dengan tekad kuat. Akhirnya saya berhasil menjadi siswi dari akselerasi SMA N 1 Surakarta di tahun 2014.

Kemudian semenjak saya menjadi seorang siswi SMA, saya menjadi sangat menyukai pelajaran kimia dan mengikuti ekstrakurikuler OSN kimia. Itulah permulaan saya ingin menjadi seorang ahli kimia di pertambangan. Di kelas 12 banyak sekali sosialisasi mengenai universitas namun kemantapan saya hanya di Institut Teknologi Bandung. Saya terus belajar meningkatkan prestasi supaya diterima SNMPTN ITB dan syukurnya saya bisa mendapat nilai yang cukup tinggi. Dengan perhitungan matang dan berdasarkan pengamatan, akhinya saya memberanikan diri untuk mendaftar SNMPTN ITB jurusan FTI dan FITB.

Beberapa hari setelah pendaftaran SNMPTN, kakak- kakak kelas kasmaji mengadakan sosialisasi untuk bisa mendaftar PKN STAN. Awalnya saya tidak berniat mengikuti sosialisasi untuk bisa mendaftar PKN STAN karena saya berpikir bahwa STAN identik dengan ips. Tetapi karena ajakan teman saya pun mengikuti sosialisasi untuk bisa mendaftar PKN STAN, di saat itu saya mulai sedikit tertarik untuk bisa mendaftar PKN STAN lalu dalam sosialisasi saya menanyakan mengenai peryaratan batasan umur minimal yang bisa mendaftar PKN STAN, ternyata umur saya yang belum genap 17 tahun tidak memenuhi persyaratan menurut peraturan tahun tahun sebelumnya. Saya pun mencari informasi mengenai STAN dari berbagai sumber seperti internet, teman – teman, kakak kakak kelas, konsultasi BK, dan bahkan melalui bimbel. Dan akhirnya pendaftaran PKN STAN pun resmi di buka dan harapan saya pun terkabul karena tidak adanya batasan umur minimal dalam pendaftaran. Kemudian orang tua saya menyarankan untuk mendaftar PKN STAN sebagai cadangan universitas.

 Saya pun mendaftar PKN STAN dengan lokasi tes di BDK Yogyakarta. Saya melakukan persiapan berkas berkas dengan sangat teliti secara berulang  ulang agar tidak ada satu berkas pun yang tertinggal ketika melakukan verifikasi berkas. Jadwal verifikasi berkas dibagi menjadi beberapa kloter dan saya termasuk kloter hari kedua. Hari itu pun tiba dengan pakaian rapi dan berkas lengkap saya berangkat pukul 06.00 WIB dari Solo menuju BDK Yogyakarta bersama kedua orang tua saya. Sesampainya di sana sudah banyak orang di luar dugaan saya yang sedang menunggu nomor antrian. Saya pun mengantri di antrian tengah dan mendapatkan nomor antrian 401. Saya menunggu dengan semangat di bawah terik matahari yang semakin menyengat. Akhirnya tiba nomor antrian 380 sampai 400, tiba  tiba jantung saya mulai berdebar  debar karena nomor antrian saya semakin dekat saja.

 Siang itu setelah nomor antrian 380 sampai 400 ternyata nomor antrian 401 dan seterusnya harus ditunda selama 1,5 jam untuk melakukan istirahat dan kegiatan beribadah. Lelah yang menepis tiada hiraukan oleh saya. Saya tetap menunggu sambil berdoa agar verifikai berkas berjalan lancar. Jam istirahat selesai, nomor antrian saya dipanggil dan bergegas saya menuju ruangan verifikasi. Di ruangan tersebut saya berdiri mengantri di depan meja panitia. Awal pengecekan berkas – berkas berjalan lancar kemudian tiba pengecekan rapot, di luar dugaan rapot yang saya bawa salah. Dengan keadaaan panik saya pun meminta maaf kepada panitia dan benar – benar menyesal karena kurang teliti lalu panitia meminta saya kembali di keesokan harinya untuk membawa rapot yang benar tanpa harus mengantri lagi. Letak rumah yang tidak dekat dan rasa lelah menunggu antrian sampai sore hari sunguh menguji kesabaran.

Di rumah saya langsung mengambil dan mempersiapkan rapot yang benar. Keesokannya saya menuju BDK Yogyakarta bersama sepupu dan ibu saya. Sesampai di BDK Yogyakarta saya langsung memasuki ruangan verifikasi dan melanjutkan verifikasi berkas. Kemudian selesailah verikasi berkas saya. Beberapa hari setelah itu pengumuman SNMPTN yang saya tunggu – tunggu pun terjadi. Ternyata terdapat perbedaan sistem SNMPTN dengan yang saya prediksi, saya pun gagal untuk masuk ITB jalur SNMPTN. Merasakan kenyataan pahit tersebut membuat saya menjadi sangat pesimis.

Satu bulan menuju tes tertulis PKN STAN, saya belajar cukup giat. Saya mulai mempelajari materi demi materi bahasa inggris melalui buku buku USM STAN dan melalui internet kemudian untuk mata pelajaran matematika saya berlatih dengan mengerjakan banyak soal USM STAN. Tidak lupa saya juga mempelajari mengenai tata tertib dan sitem penilaian tes tertulis USM STAN dengan sangat teliti supaya saya tidak melakukan kecerobohan yang bisa berakibat fatal. Semua nasihat dari orang tua dan orang orang sekitar saya dengarkan dan pahami dengan baik supaya lancar dalam pengerjaan tes. Tidak lupa mempersiapkan berkas yang harus dibawa saat tes.

Tanggal 15 Mei 2016 saya melaksanakan tes tertulis di Universitas Instiper. Dengan sangat yakin telah menguasai materi saya meminta doa restu orang tua menuju ruang tes disertai berdoa di setiap langkah. Ruang tes masih ditutup, saya pun bergabung dengan peserta lain yang juga masih menunggu pintu dibuka dengan mengobrol. Sudah tiba waktu tes kemudian saya melangkah memasuki ruang tes. Di ruang tes saya hanya diperbolehkan membawa alat tulis, rapot, dan BPU. Sebelum tes dimulai panitia menjelaskan mengenai tata tertib dan saya sangat memperhatikannya. Tes yang pertama adalah tes matematika karena tiada jam tangan maupun jam dinding saya mengerjakan dengan sangat fokus dan secepat mungkin. Dilanjutkan tes bahasa inggris dengan kecermatan dalam membaca teks serta mengandalkan ingatan teori saya pun bisa mengerjakannya cukup baik. Selesai tes saya langsung pulang ke rumah. Dalam perjalanan saya mencocokkan jawaban dan dengan sangat bersyukur nilai saya mencukupi, saya pun yakin akan lolos tes tertulis. Sepuluh hari kemudian pengumuman tes tertulis dan benar saja saya lolos tes pertama.

 17 Mei 2016 saya mendapat dukungan dari kakak kakak kelas saya untuk mendaftar ITB lagi jalur SBMPTN. Demi orang tua, saya berusaha berlatih sekuat tenaga untuk TKK PKN STAN. Setiap pagi dan sore saya rutin melakukan jogging dan shuttle run bersama ayah saya yang merupakan seorang pelatih.

Pada tanggal 31 Mei 2016 tibalah hari dimana tes SBMPTN dilangsungkan perasaan saya terus gelisah dan ternyata saat tes jawaban di lembar soal sebagian belum saya salin di LJK. Hal itu memuat saya panik. Dua hari setelahnya saya mengikuti TKK STAN, rasa cemas akan universitas yang belum saya pegang, saya pun memaksimalkan tes kedua ini. Saat itu orang tua saya melihat dari luar dan meneriaki saya untuk menyemangati. Dengan sekuat tenaga saya berlari tetapi di putaran ketiga saya mulai tidak nyaman akibat sarapan sebelum lari. Mengetahui itu orang tua saya menjadi pesimis dan tidak melihat saya berlari lagi. Saya bersyukur karena saya tetap berhasil mencapai 5,20 putran walaupun sedikit ragu dengan hasil tes lari saya. Kemudian untuk menguatkan hasil TKK, saya pun memaksimalkan seluruh tenaga saya di tes shuttle run dan syukurnya saya berhasil mencapai target. Keesokan harinya merupakan tes UTUL.

Sepuluh hari kemudian merupakan pengumuman TKK PKN STAN dengan doa restu orang tua, saya berhasil lolos ke tes selanjutnya. Tes kemampuan dasar adalah tes terakhir yang harus saya tempuh untuk mewujudkan harapan keluarga. Perbedaan pendapat antara saya dan orang tua mengenai universitas membuat saya tidak begitu maksimal dalam belajar TKD. Saya belajar tes kemampuan dasar melalui buku CPNS, buku UUD, melalui internet, dan via whatsapp yang dipandu kakak kakak tingkat. Saya belajar giat namun hati saya selalu menolak untuk univeritas lain termasuk STAN karena cinta saya yang begitu kuat di ITB. Alhasil saya sedikit tidak ikhlas dalam belajar tes kemampuan dasar walaupun saya telah berusaha menghilangkan keegoisan diri sendiri. TKD pun dilaksanakan beberapa hari setelah pengumuman TKK, saat itu saya berdoa dan pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya diberi kemudahan dalam mengerjakan TKD. Walaupun dengan perasaan sedikit tidak ikhlas saya tetap melakukan yang terbaik.

Pengumuman SBMPTN terjadi beberapa hari setelah TKD PKN STAN dan benar saja sesuai dugaan awal bahwa SBMPTN saya meleset ke pilihan terakhir yaitu kehutanan di UGM. Hari lusanya adalah hari pengumuman UTUL dan saya tidak lolos UTUL 2016. Kemudian akibat SBMPTN saya meleset, saya pun menguatkan doa saya supaya diterima di STAN, setidaknya saya bisa membanggakan keluarga saya utamanya orang tua. Hari pengumuman PKN STAN di malam hari tepatnya pukul 01.00 WIB, saya melihat hasil pengumuman dan saya dinyatakan lolos tes PKN STAN di BDK Pontianak. Mengetahui hal tersebut saya sangat kaget, sedih, gelisah dan tanpa berpikir panjang saya langsung lari memberitahu orang tua saya yang sedang tidur. Saat itu saya menangis dan kedua orang tua saya terihat sangat kecewa, sedih, dan seperti ingin menangis. Bahkan di USM PKN STAN pun, target saya meleset jauh dari perkiraan lagi. Perasaan saya yang sangat hancur pun membuat saya hanya bisa menangis dan pasrah.

Karena memang dari awal keluarga besar saya menginginkan mendaftar PKN STAN dan dengan pertimbangan yang matang saya pun memilih diploma 1 pajak PKN STAN 2016 daripada jurusan kehutanan UGM. Karena kesombongan, terpecahnya kefokusan, dan perdebatan saya dengan orang tua membuat semuanya meleset dari dugaan saya. Mulai hari itu saya berusaha memperbaiki seluruh kesalahan saya dan bersyukur atas segala sesuatu serta menjalani hal yang ada di depan mata sebaik mungkin.  Setelah saya lega dan ikhlas menerima keputusan melanjutkan pendidikan di PKN STAN BDK Pontianak, bibi saya pun membantu segala persiapan saya ke Pontianak. Untuk mendapatkan hal baik yang besar terkadang memerlukan rasa sakit yang cukup besar terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan