Home » Artikel » Perjuangan masuk PKN STAN 2016

Perjuangan masuk PKN STAN 2016

Perjuangan masuk PKN STAN 2016 bimbel bebas
Perjuangan masuk PKN STAN 2016 bimbel bebas

Sejak awal masuk kelas 12 impian untuk melanjutkan di PKN STAN sebagai salah satu sekolah ikatan dinas 2016 sudah ada tetapi impian tersebut bukan impian saya melainkan impian orang tua terutama ibu saya. Karena saat kuliah dulu, ibu saya ingin sekali masuk ke STAN tetapi akhirnya gagal karena memang zaman dahulu ibu saya tidak mempunyai cukup modal untuk menghadapi tes. Dari situlah ibu saya ingin sekali anaknya masuk ke PKN STAN karena bersifat sekolah ikatan dinas 2016. Berangkat dari situlah saya semakin ingin untuk masuk ke PKN STAN untuk membanggakan orang tua saya. Ditambah lagi dengan adanya seminar  kakak kelas yang berkunjung  ke sekolah saya yaitu  SMAN 2 Semarang yang menceritakan tentang PKN STAN bagaimana sejarahnya, dosennya, dan alumninya. Ada berbagai cerita yang saya ambil dari seminar kakak kelas tersebut yaitu jika lulus dari PKN STAN langsung bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) yang bekerja di Kementrian Keuangan, Badan Pemerikasa Keuangan dan masih banyak tempat lainnya tetapi saya juga mendengar cerita dari kakak kelas bahwa terdapat puluhan ribu orang ingin masuk ke sana tetapi hanya diambil beberapa ribu saja hal itu membuat saya lebih semangat, lebih meningkatkan belajar, bersungguh sungguh, dan selalu berdoa untuk mengahadapi berbagai tes di PKN STAN.

Tes tahap pertama yang diujikan adalah bahasa inggris dan tes psikotes. Menurut saya, hal yang terberat dalam tes tahap pertama kali ini adalah bahasa inggris. Karena saya tidak suka bahasa inggris apalagi tentang grammar yang begitu banyaknya. Alhasil saya memutuskan untuk mengikuti bimbingan belajar untuk menghadapi tes tahap pertama. Setelah selesai  Ujian Nasional, selama sebulan saya intensif setiap hari walaupun hari minggu pun saya tetap les ditambah dengan malam harinya saya mengulang kembali materi tersebut. Sebulan tersebut seperti tiada ada hari tanpa les dan libur. Saya menjalaninya dengan ikhlas dan semangat supaya bisa lolos tes tahap pertama. Tes tahap pertama saya berada di Semarang tepatnya di kampus Universitas Semarang ( USM ) yang jaraknya hanya 5 menit dari rumah saya.

Waktu mengerjakan tes psikotes dan bahasa inggris pun tiba. Saat mengerjakan tes psikotes saya bisa mengerjakan dengan lancar dan apa yang saya pelajari bisa keluar di soal tetapi setelah melihat soal pertama  bahasa inggris, saya merasa bahwa percuma saya belajar bahasa inggris karena apa yang saya pelajari yang keluar hanya sedikit. Alhasil saat saya mengerjakan tes bahasa inggris, sebagian saya menggunakan ilmu saya apa yang saya sudah pelajari dan sebagian yang lain saya menggunakan perasaan untuk menemukan jawabannya. Saat mengerjakan soal sudah habis, saya hanya pasrah kepada Allah yang semoga diberikan yang tebaik karena saya sudah melakukan semaksimal mungkin untuk menghadapi tes tersebut.

Sehari setelah tes tahap pertama, seorang teman saya membagikan pembahasan soal yang diujikan kemarin yang telah dibahas oleh gurunya. Kemudian saya evalusi pekerjaan saya di lembar soal yang telah saya bawa pulang dengan pembahasan soal yang dibagikan oleh teman saya. Alhasil saya lolos dari nilai mati untuk tes psikotes dan tes bahasa inggris yaitu minimal sepertiga benar. Saya hanya bisa berharap supaya saya benar bisa lolos dari tahap pertama ini sesuai dengan pembahasan soal tadi.

Sambil mengisi waktu menunggu pengumuman saya mempergunakan waktu saya untuk  berlari mengelilingi lapangan sepakbola guna mempersiapkan tes tahap kedua jika seandainya saya lolos tahap pertama. Setelah sepuluh hari berlalu, akhirnya tiba pengumuman kelulusan tes tahap pertama yaitu pada tanggal 25 Mei 2016. Takut dan ingin tau adalah perasaan yang selalu hinggap disaat pengumuman tes tahap pertama. Takut karena hasil yang tidak sesuai dan tidak bisa membanggakan kedua orang tua saya. Dan juga Ingin tau karena apakah benar hasil pembahan soal tersebut benar adanya. Setelah membuka daftar siswa yang lolos di tahap pertama dan akhirnya menemukan nama saya di daftar tersebut. Bagaikan mimpi, seseorang yang selalu rangking 22 dari 36 dapat lolos tahap pertama mengalahkan seseorang yang selalu rangking 10 besar dikelas. Tak lupa juga saya bersyukur dan terima kasih kepada Allah karena sudah mengabulkan satu permintaan saya dan kelulusan tahap pertama ini, semata mata bukan seluruhnya dari usaha saya tetapi juga ada campur tangan Tuhan yang selalu menyertainya. Mendengar kabar ini, saya langsung memberitahukan kepada ibu saya. Tegambar dari raut wajah ibu saya bahwa senang sekali ada sesercah harapan anaknya dapat masuk ke PKN STAN sebagai sekolah ikatan dinas 2016 terbaik dan memberikan selamat atas kelulusan tahap pertama ini dan berpesan untuk selalu semangat menghadapi tes yang selanjutnya.

Berbeda seperti tes tahap pertama, tes tahap kedua ini menggunakan kekuatan fisik yaitu tes kesehatan dan kebugaran. Tidak ingin gagal dalam tes kali ini, saya hampir setiap hari latihan berlari mengelilingi lapangan yang akan dijadikan tempat tes tahap kedua dan shuttle run didepan rumah saya setiap paginya. Tetapi saya merasakan bahwa saya terlalu merasakan diri untuk dapat berlari 4 puratan setiap harinya yang seharusnya berlari baik itu adalah bertahap dan tidak dipaksakan. Alhasil, tulang kering kanan dan kiri saya mengalami kesakitan. Jika untuk jongkok saya merasakan sakit yang hebat. Dan waktu untuk meredakan rasa sakit tersebut juga terbilang lama butuh waktu 3-4 hari. Saat periksa ke klinik, hanya diberikan obat pereda rasa sakit jadi dalam seminggu saya hanya bisa berlari 3 kali dan dianjurkan untuk mengganti sepatu lari yang pas tidak sesak dan juga tidak longgar, memang sepatu saya yang biasa saya pakai adalah sepatu yang longgar dan juga bukan untuk lari. Jadi saya memutuskan untuk meminjam sepatu teman  yang cukup nyaman untuk saya kenakan.

Waktu tes tahap kedua tiba yaitu pada tanggal 2 Juni 2016 di GOR Tri Lomba Juang Semarang. Saya sudah menyiapkan sebaik mungkin apa yang dibutuhkan dari menjaga kesehatan, menjaga pola makan, berlatih berlari sampai tidur yang cukup. Saat berlari putaran pertama saya bisa melakukannya tanpa kelelahan lalu putaran kedua saya sudah mulai kelelahan, saya hampir berhenti dan sempat berfikir untuk jalan tetapi pada saat saya melihat orang di depan saya adalah teman saya yang sekelas yang tidak sengaja sekelompok dengan saya, saya merasa tersaingi. Sehingga saya memutuskan untuk berlari sampai waktunya habis. Pada putaran ketiga, energi untuk berlari saya sudah menurun, jadi saya tetap berlari walaupun  berlari kecil-kecil tetapi saya mengusahakan untuk tidak berjalan dan masih berada diposisi belakang teman saya yang sekelas tadi. Di detik-detik terakhir putaran keempat  tepatnya 10 detik sebelum waktu berakhir, saya memacu energi saya mengeluarkan apa yang saya bisa sehingga saya bisa berlari secepat mungkin. Akhirnya saya dapat mendahului teman saya yang sebelumnya berada di depan saya. Energi yang saya keluarkan tidak sia-sia, saya akhirnya dapat lolos pada tes tahap kedua ini. Ucap syukur tak henti saya ucapkan dan saya semakin semangat karena tinggal satu kali tes lagi saya bisa menjadi anak PKN STAN.

Tes tahap ketiga ini saya persiapkan dengan sungguh sungguh karena saya tidak ingin gagal dan tinggal selangkah lagi, saya akan mendapatkan bangku di PKN STAN yang merupakan salah satu sekolah ikatan dinas 2016. Tes tahap terakhir ini merupakan hal yang baru bagi saya yaitu adalah Tes Kemampuan Dasar ( TKD ) yang diperuntukan untuk seleksi anggota Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ). Tes ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK ), Tes Intelegensi Umum ( TIU ) dan Tes Karakteristik Kepribadian ( TKP ). Masing-masing bagian tes mempunyai passing grade tersendiri yang harus dicapai seseorang jika ingin lolos dari nilai mati. Untuk mempersiapkan tes kali ini, saya mempelajari buku tes CPNS. Saya menghafalkan dan memahami seluruh isi pada buku tersebut untuk bagian tes TWK dari pancasila, bhinneka Tunggal Ika, Wawasan Nusantara hingga Undang-Undang Dasar Replubik Indonesia 1945 ( UUD 1945 ) yang merupakan hal tersulit untuk saya menghafalkan berbagai pasal. Tetapi saya ikhlas menjalaninya untuk diri saya sendiri dan orang-orang yang saya sayangi. Untuk tes TIU saya mengandalakan kemampuan saya pada saat tes tahap pertama karena memang soal tidak jauh beda dengan tes tahap pertama . Dan untuk tes TKP saya memahami konsep kareteristik yang baik untuk menjadi calon punggawa negara.

Saat mengerjakan tes TKD pun tiba, saya mendapat lokasi di Gedung Keuangan Negara I ( GKN I ) di Semarang pada sesi pertama. Komputer yang saya gunakan untuk mengerjakan soal TKD berada di tengah dan baris paling depan. Sehingga saya berhadapan langsung dengan pengawas dan depan sebelah kanan dan kiri saya juga terdapat pengawas sehingga tidak memungkin saya untuk menengok kanan dan kiri. Saat pertama melihat soal TWK, saya benar-benar tidak bisa mengerjakan hanya sedikit nomor yang bisa saya kerjakan dan berfikir jika selama belajar TWK tidak ada gunanya. Menit demi menit silih berganti, akhirnya hanya tersisa 10 menit sebelum waktu habis dan kurang 20 soal TWK belum saya kerjakan. Saya hanya bisa mengerjakan semampu saya dan hanya bisa psrah apapun hasilnya nanti. Akhirnya waktu pun telah selesai, saya terkejut sekali bahwa saya mendapat skor yang cukup tinggi yaitu 361. Dengan skor seperti itu saya optimis dan berdoa terus menerus supaya bisa lolos tahap terakhir ini.

Menjadi Mahasiswa Sekolah Ikatan Dinas 2016

Akhirnya waktu pengumuman kelulusan penerimaan mashasiswa baru PKN STAN telah muncul.Lalu saya mencari daftar nama saya di pengumuman terset dan Alhamdulillah nama saya tercantum dalam pengumuman kelulusan itu dan saya senang sekaligus bersyukur akhirnya saya bisa menjadi salah satu bagian dari PKN STAN 2016 yang bertempatan di Pontianak spesialisasi D1 Pajak dan bisa membanggakan kedua orang tua saya terutama ibu saya yang ingin anaknya masuk ke PKN STAN yang merupakan sekolah ikatan dinas 2016 terbaik.

Dari sinilah saya percaya jika kalian ingin meraih impian kalian maka kita harus bersungguh sungguh dalam mencapainya dan melalukan yang terbaik lalu serahkan hasilnya kepada Tuhan seperti pepatah berkata Do the best and Let God Do the Rest. **

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan