Home » Artikel » Menari Bersama Deru Angin Sekolah Tinggi PKN STAN

Menari Bersama Deru Angin Sekolah Tinggi PKN STAN

Cita citaku sedari SMP adalah ingin melanjutkan ke Sekolah Tinggi PKN STAN. Saya adalah salahsatu siswa yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah. Jujur saja ketika itu saya sangat buta akan PKN STAN. Buta akan segalanya, tentang bagaimana sekolahnya, bagaimana peluang kerjanya. Tapi karena teman temanku ingin melanjutkan sekolah di Sekolah Tinggi PKN STAN jadi kupikir pastilah PKN STAN sekolah yang sangat bagus. Namun tak bias dipungkiri bahwa terkadang saya juga berfikir bahwa tidak mungkin saya bias melanjutkan sekolah di PKN STAN, karena saingannya yang terlalu banyak. Tekadku mulai bulat ketika saya naik kelas 3 SMA. Ketika kakak kelasku dulu masuk ke kelasku, dan menjelaskan tentang PKN STAN. Mereka menjelaskan dengan bangga, membuat semua orang yang ada di kelas menjadi iri .Akhirnya sudah kuputuskan untuk melanjutkan sekolah di PKN STAN, dan walau gagal saya akan mengulang USM tahun depan.

Namun untuk jaga  jaga saya mendaftar STTN lewat jalur rapot. Karena kupikir STTN sedikit peminat  saya yakin akan diterima dan akan menjadikan STTN menjadi cadangan apabila SNMPTN, SBMPTN, dan USM PKN STAN gagal. Nilai saya bias dibilang cukup memuaskan, bahkan bias masuk 5 besar di kelas selama SMA. Semua berkas dikirm memalui website yang ada, saya senga mengambil prodi yang paling bagus dibandingkan yang lainnya. Namun ketika pengumuman ternyata yang diterima hanya kurang dari 86 dari 1000 lebih yang mendaftar. Penolakan pertama memang sakit.

Saya mulai fokus belajar materi USM STAN tahap 1, karena peluang berhasilnya lebih kecil dari pada tahap tahap lainnya. Mulai dengan info dari kakak kelasku yang diterima mulai kukumpulkan, lalu mulai membeli buku, dan mengikuti Try Out. Pertama Try Out memang peringkatku cukup tinggi, maka dari itu saya menjadi lebih percaya diri. Hal lain yang kulakukan adalah menambah frekuensi doa, dan solat sunnah. Serta tak lupa minta restu dan doa orangtua dan keluarga besar. Terkadang pula membaca website STANers agar motivasi diri selalu naik.

Sekian lama belajar, akhirnya pendaftaran  masuk Sekolah Tinggi PKN STAN dimulai. Pendaftaran tahun ini cukup berbeda, walau demikian tidak menjadi halangan bagi niatku. Bahkan ketika membayar uang pendaftaran di bank, banyak sekali siswa dan siswi yang mengantri demi tujuan yang sama. Saya harus belajar lebih keras dibandingkan hari biasanya karena memang tak lama lagi akan USM STAN tahap 1.

Verifikasi berkaspun dimulai. Saya dan Ayah pergi ke Semarang mengendarai sepeda motor. Kami berangkat setelah solat subuh, dengan keadaan gerimis. Saya dan Ayah bahkan tidak sempat sarapan baik di rumah maupun di jalan. Karena macet, Ayah tidak mau berhenti untuk sekedar makan karena takut terlambat sewaktu verifikasi berkas. Jujur sewaktu itu saya sangat lapar, bahkan yang lebih mengkhawatirkan ayah saya belum makan.  Saya mendapat giliran hari ketiga, dengan nomor antrian 214. Beruntungnya saya hanya melakukan verifikasi berkas hingga jam 12.30, dan berkas berkas saya tidak ada yang kurang. Kami mampir untuk solat dhuhur di Masjid dan sembari makan pagi dan siang di warung terdekat. Kami pulang sampai Pekalongan pukul 16.00.Perjalanan bolak balik Pekalongan  Semarang sungguh melelahkan, terlebih jalanan macet.

Pengumuman SNMPTN tiba. Tapi saya tidak diterima di PTN yang diinginkan, perasaan tercampur aduk, sedih, kesal, dan menyesal. Bahkan saya sempat malas belajar untuk SBMPTN dan USM PKN STAN. Tiba tiba teman saya member motivasi kepada saya dan akhirnya saya menjadi lebih semangat belajar untuk masuk Sekolah Tinggi PKN STAN. Hari yang tersisa kugunakan untuk belajar, belajar, dan belajar. Untuk lebih mendalami pola TBI yang menurutku paling susah dibandingkan materi lainnya. Karena saya belajar mandiri jadi agak susah bila tidak paham. Terkadang penjelasan dibuku kurang dapat dipahami atau malah hanya ada kunci jawabannya saja. Saya harus mencari di internet agar TBI lulus.

USM PKN STAN tahap 1 akan dimulai dalam beberapa hari. Saya ke Semarang naik kereta, lalu dijemput kakak di stasiun. Menginap di kosan kakakku untuk beberapa malam. Saya kebagian tempat USM di UDINUS, agak jauh dari tempat kosan kakakku, maka dari itu saya berangkat dari kosan jam 06.00. Disana sudah banyak sekali peserta USM yang datang. Hal pertama yang kulakukan adalah mencari temanku yang berasa ldari SMA yang sama. Walau yang lain terlihat tegang dan belajar, kami hanya duduk santai dan ngobrol sembari menunggu. Karena kami takut tidak akan konsen ketika tes. Bel berbunyi, kami memasuki ruangan.Saya duduk di depan, sedangkan temanku duduk di belakang ruangan. TPA terlewati dengan santai, tapi ketika TBI aku sangat kesusahan. Aku menjawab tanpa tahu benar salah.Ketika pulang saya  merasa sangat yakin bahwa kemungkinan lulus USM tahap 1 sangat kecil untukku.

Ketika tanggal pengumuman, aku tidak terburu buru untuk membuka website karena telah pesimis. Tiba tiba temanku memberikan kabar bahwa saya lulus. Saya sangat bersyukur, sayapun memberitahu ayah berita gembira ini. Ayah sangat senang, karena sebelumnnya ayah juga bingung tentang kuliah saya. Hari itu juga, saya belatih lari sehari dua kali ;pagi dan sore. Terkadang saya berlari sendiri, kadang pula bersama teman yang ikut bimbingan.Saya pelajari trik lari yang benar dari pelatih teman saya.Tapi entah kenapa, saya sangat yakin sewaktu itu bahwa akan lulus lagi.  Tiba  tiba teman saya memberitahu bahwa bagi wanita minimal harus 2 km. Sedangkan skor tertinggi saya baru 1,5 km. Akhirnya saya menambah waktu lari saya di pag ihari, dan mengetes kemampuan saya di sore hari. Hingga lari yang terakhir saya bisa 1,9 km dalam waktu 12 menit.

Akhirnya TKK akan dimulai, seperti USM pertama saya naik kereta dari Pekalongan ke Semarang, lalu menginap di kosan kakak. Katika hari H, saya sudah bersiap dari jam 4, dan berangkat ke tempat USM setelah solat subuh. Dan ternyata lapangan di sana becek akibat hujan kemarin malam,  entah mengapa suasana di sana juga sudah ramai orang padahal belum jam 6 pagi. Saya mendapat nomor antrian 86. Setelah melakukan tes kesahatan, saya mulai bersiap lari pukul 9 lebih.Saya bias memutari lapangan 4 kali dimana keliling lapangan 400 m. saya lari  dengan kondisi kaki agak keseleo. Tapi saya tetap memaksakan diri, saya tidak mau menyerah hanya karena keseleo. Jujur saya sangat bangga dengan bisa memutari lapangan sebanyak 4 kali sedangkan teman  teman perempuan saya umumnya 3 kali. Saya lebih bangga lagi karena ketika lari sprint saya dibilang yang paling cepat di kelompok saya yang wanita. Saya jadi percaya diri sekali waktu itu.

Maka dari itu sebelum menunggu pengumuman TKK saya sudah mulai belajar materi TKD. Saya tidak membeli buku materi TKD sama sekali, hanya mencari di internet saja. Pertama saya hapalkan UUD 1945, setelah selesai saya baca sejarah indonesia, dan melanjutkan yang lainnya. Saya hanya memfokuskan belajar TWK, sesekali belajar materi lainnya. Ketika pengumuman TKK saya bangun lebih jam 2 pagi. Melihat website dan berita baik yang didapat seperti dugaanku yang kemarin. Agak sombong memang, tapi USM kali ini saya agak resah karena materi yang saya pelajari sangat sedikit.

H-5 USM, saya berangkat ke Semarang dengan kakak saya naik sepeda motor. Dan ternyata sepanjang Kendal macet tetapi karena kami naik motor, kami bisa lebih cepat. Tetapi ternyata ada banjir setinggi lutut orang dewasa. Pakaian dan sepatu saya basah karena ditaruh di depan. Bahkan motornya berhenti mendadak di tengah banjir, dan akhirnya harus menepi. Untung saja bias jalan lagi. Sesampainya dikosan, saya harus mencuci semua pakaian  saya, termasuk pakain untuk TKD. Dan kurang beruntungnya, seragam putih saya kelunturan pakaian orang lain, walau tidak terlihat jelas.

Sebelum TKD, banyak peserta yang belajar dengan bukunya. Karena saya tidak punya, akhirnya hanya diam memperhatikan yang lain. Saya Tanya teman saya, bagaimana soal TKDnya. Dan dia bilang bahwa tingkat soalnya berbeda tiap kelompok, teman saya mendapat yang sulit. Ketika TKD ternyata soalnya benar benar sulit, khususnya untuk TWK. Saya kurang yakin dengan jawaban TWK, terlebih banyak masalah teknis ketika tes. Tapi beruntungnya, saya lulus TKD dengan jumlahsoal TWK 17.

Ketika pengumuman saya sudah menunggu sedari pagi bahkan hingga siang, setiap 15 menit saya buka website. Ternyata pengumuman diundur hingga 1 Juni. Saya sungguh tidak sabar sewaktu itu,  begitu juga keluarga saya. Walau ketika SBMPTN saya sudah diterima di PTN, tapi tetap saja saya sangat ingin diterima di Sekolah Tinggi PKN STAN. Ketika tanggal 1 Juni saya bangun jam 2, membuka website yang kala itu sangat lambat. Saya download pengumuman, dan mulai mencari nama saya. Ketika saya melihat nama saya diterima d1 pajak Pontianak. Agak bingung dengan pilihan Sekolah Tinggi PKN STAN atau UNDIP Teknik Informatika yang sudah menerima saya. Ibu saya khawatir karena tempat pendidikannya yang terlalu jauh, terlebih saya baru pertama kali merantau.

Saya bahkan sempat memilih untuk melajutkan pendidikan di UNDIP, walau begitu ayah saya agak kecewa. Dia memanggil temannya yang bekerja di Kantor Pajak Pekalongan dan memberitahuku beberapa kelebihan bila memilih Sekolah Tinggi PKN STAN. Namun tetap saja, jujur saya ingin diterima d3 pajak dengan pusat pendidikan di Bintaro, atau paling tidak di Jawa. Sayapun bertanya kepada teman teman saya yang sudah diterima di universitas lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN. Mereka semua memilih Sekolah Tinggi PKN STAN, padahal ada teman saya yang telah menjadi mahasiswa di ITB dan UGM tetapi meninggalkannya demi Sekolah Tinggi PKN STAN. Saya solat istikharah agar mendapatkan pilihan yang terbaik hingga keluarga dan saya lebih memilih untuk melanjutkan sekolah di Sekolah Tinggi PKN STAN.

Tinggalkan Balasan