Home » Artikel » MENDAPATKAN TEMPAT DI LINGKUNGAN PKN STAN

MENDAPATKAN TEMPAT DI LINGKUNGAN PKN STAN

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya adalah salah satu dari 150 orang yang beruntung dapat masuk di lingkungan PKN STAN. Namun jumlah 150 tersebut berkurang karena yang tercacat mendaftar ulang berjumlah 132 orang saja. Tentunya dengan berbagai pertimbangan hingga 18 orang tersebut memilih untuk meninggalkan tempat mereka di dalam lingkungan PKN STAN.

Kali ini saya ingin membagi cerita tentang pengalaman serta perjuangan saya sehinga bisa mendapatkan tempat di lingkungan PKN STAN. Sebelumnya tak pernah terpikir dalam benak walaupun hanya sesaat untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA nanti di PKN STAN. Bahkan saat itu saya sangat minim pengetahuan tentang apa itu sekolah tinggi kedinasan, apa itu PKN STAN. Dimana target utama saya setelah lulus SMA nanti adalah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi top di Indonesia. Jika tidak di izinkan lulus di perguruan tinggi top daerah Jawa, setidaknya bisa lulus di Universitas Tanjungpura (UNTAN) yang merupakan Perguruan Tinggi Negeri di daerah asal ku. Sama sekali tak da rencana untuk PKN STAN

Bermula saat sekolah-sekolah memasuki waktu dimana banyak alumni dengan almamater kebanggaan mereka silih berganti masuk ke kelas-kelas untuk memperkenalkan Perguruan Tinggi yang merupakan tempat mereka menuntut ilmu setelah masa putih abu abu. Begitu banyak perguruan tinggi top yang mereka kenalkan kepada kami. Ada ITB, UGM, UI, UNPAD, IPB dan masih banyak lagi. Tak hanya alumni dari perguruan tinggi negeri, ada pula orang-orang yang berasal dari perguruan tinggi swasta yang tak mau kalah untuk mempromosikan diri mereka. Saya pun semakin termotivasi untuk lebih giat agar bisa lulus perguruan tinggi top tentunya.

Beberapa hari berlalu dan masa-masa mempromosikan pun masih berlanjut. Hingga suatu pagi datanglah kakak-kakak yang menjadi kakak tingkat ku saat ini memperkenalkan PKN STAN di kelas ku. Saya sempat kebingungan mengapa teman-teman ku begitu antusias dengan kedatangan kakak-kakak dari PKN STAN tadi. Rasa penasaran itu membuat ku ingin mengetahui apa yang sebenarnya membuat mereka begitu antusias. Ternyata setelah panjang lebar memperhatikan penjelasan tersebut aku pun memahami dan semakin ingin tahu lebih jauh lagi dan itu pun terpenuhi dengan penjelasan guru ku yang ternyata juga melatih siswa-siswi yang ingin melanjutkan ke sekolah tinggi kedinasan serta di tambah dengan hadirnya 3 orang alumni sekolah ku menceritakan bagaimana pengalaman mereka menjadi mahasiswa PKN STAN. Itu semualah yang merubah pikiran untuk merubah target utama ku yang kini ingin lulus di PKN STAN.

Hari demi hari berlalu dan UN pun telah selesai di laksanakan. Terasa bebas dari suatu masalah yang sangat rumit. Tetapi habis satu masalah muncul masalah lain. Selanjutnya kemana ?. pertanyaan yang muncul ke permukaan di saat siswa-siswa lain mulai mempersiapkan senjata untuk target mereka. Aku pun membuat keputusan yang sangat berisiko dengan tidak melakukan persiapan untuk SBMNPTN dengan harapan beruntung di SNMPTN yang ku pilih dan hanya fokus untuk mempelajari latihan-latihan soal USM PKN STAN. Berakhirnya UN ini di ikuti dengan deadline pendaftaran USM PKN STAN. Segera aku mendaftarkan diri begitu seluruh syarat-syarat telah lengkap.

USM PKN STAN pun dimulai dari verifikasi berkas yang di adakan di BDK Pontianak, tepatnya di jalan arteri supadio km 8.8 Kubu Raya. Lokasi yang memakan waktu kurang lebih 25 menit dari rumah ku. Di hari jadwal untuk kegiatan verifikasi sengaja aku datang seawal mungkin di lokasi dengan tujuan dapat nomor antrian awal agar segala proses bisa selesai dengan cepat dan jika ada kekurangan berkas bisa segera di lengkapi. Hari itu aku datang lebih awal dari yang telah di jadwalkan, saat tiba di BDK sudah ada puluhan orang dari total 100 pendaftar yang di jadwalkan verifikasi berkas pada hari itu. Beruntungnya aku, segala proses berjalan lancar dan saat nya fokus untuk tahap 1. Kini hari-hari ku isi dengan belajar soal-soal dari buku USM yang telah ku beli.

Hari USM tahap 1 pun tiba. Di ruangan yang sunyi itu aku menjawab soal demi soal yang di ujiakan. Tanpa terasa jam dinding yang terus berputar memaksa ku untuk meninggalkan ruang ujian. Di luar ruangan kudengar percakapan beberapa orang teman ku yang juga ikut ujian itu. Mereka membicarakan tentang jumlah soal yang mereka kerjakan. Luar biasa !. Kata itulah yang terucap dalam hati saat aku mengetahui  bahwa mereka mengerjakan lebih dari 100 soal. Saat itu pula lah aku merasa tidak yakin akan lulus ujian tahap 1 ini dengan bermodal kurang dari 100 soal yang ku kerjakan dan tentu saja belum pasti kebenaran jawabannya. Hari menunggu pengumuman aku hanya bisa berdoa dan berdoa.

Akhirnya Pada tanggal 25 mei 2016 pengumuman muncul di web PKN STAN dan nama ku tercantum di sana sebagai salah satu peserta yang lulus untuk tahap 2 yaitu Tes kesehatan dan kebugaran. Suatu tahapan tes yang akan di adakan di Jakarta Timur. Aku berangkat dari Pontianak menuju Jakarta untuk pertama kalinya dan juga untuk pertama kalinya. Aku menginap di salah satu rumah kerabat teman yang sama-sama lulus untuk tahap 2. Bertempat di lapangan bola Bea dan Cukai aku melaksanakan tes yang sebelumnya telah di periksa kesehatan seluruh badan. Begitu banyak tenaga terkuras di tes ini. Tapi semua itu terbayarkan dengan kelulusan ku untuk melanjutkan ke tahap 3 yaitu tahap terakhir dari USM PKN STAN.

Tes Kemampuan Dasar. Itulah nama tes tahap 3 ini yang baru tahun 2016 di masukkan sebagai bagian dari USM. Sebelumnya TKD merupakan tes yang harus di lalui setelah memperoleh pendidikan. Pada tahap ini di tuntut kesiapan yang matang dimana salah satu passing grade nya harus mencapai 70%. Berbagai persiapan ku lakukan untuk menghadapi tes pamungkas ini. Dari membeli buku tes CPNS serta mencari soal dan pembahasan di internet. Segala perisapan telah usai. Saatnya menghadapi TKD.

Ujian pun dimulai. Aku dengan yakin bisa mengisi setidaknya mencapai tiap-tiap passing grade, berbekal dari persiapan ku yang lebih baik dari tahap sebelumna. Tapi kenyataannya sunggu terbalik 180 derajat. Bagaimana tidak?.  Soal-soal yang di ujikan sungguh di luar dugaan dimana TWK sama sekali berbeda dari apa yg kupelajari. Sempat berpikir tak akan mencapai passing grade nya, tapi syukur lah aku lulus dalam 3 passing grade itu.

Hari pengumuman kelulusan pun tiba. Walaupun sempat di undur karena alasan yang tak aku ketahui. Betapa senang dan gembira nya aku, tercantum namaku di pengumuman yang mendapatkan tempat di D1 Pajak dan lokasi pendidikannya di BDK PONTINAK. Walaupun pada awalnya ada sedikit rasa kecewa karena tidak di D3 Pajak yang menjadi pilihan pertama. Tapi aku yakin pasti rencana ALLAH SWT dengan menenpatkan aku di sini pasti adalah yang terbaik untukku

22 Agustus 2016 nanti aku berserta 131 temanku akan mengikuti kegitan DINAMIKA PKN STAN dan rencananya sebelum memasuki kegiatan pembelajaran kami akan mengikuti kegiatan Capacity Building diamana kami akan menjalani kegiatan tersebut selama 3 hari serta pada 5 September 2016 adalah hari pertama kami akan RESMI menjadi mahasiswa PKN STAN. Tak sabar rasanya untuk bisa segera menjalani kegiatan-kegiatan kami disini.

Itulah sepenggal cerita pengalaman ku berjuang untuk bisa menjadi bagian dari keluarga besar PKN STAN. Semoga ini semua dapat berguna untuk saya pribadi dan kita semua dan ingatlah bahwa hasil tak akan pernah menghianati usaha dan kerja keras serta doa kita.

Tinggalkan Balasan