Home » Artikel » MERAJUT ASA MENGGEGAM DUNIA (MASUK KE PKN STAN)

MERAJUT ASA MENGGEGAM DUNIA (MASUK KE PKN STAN)

Hai…..aku lahir dan dibesarkan di Semarang. Sekolah asalku adalah SMA N 3 Semarang, salah satu sekolah terfavorit di Jawa Tengah. Namun aku sendiri termasuk murid yang biasa saja dalam hal akademis.

MASUK KE PKN STAN

Pada awalnya aku tidak pernah berfikir untuk masuk ke PKN STAN karena melihat saingan nya yang cukup banyak, selain itu aku melihat teman temanku yang ingin sekali masuk ke STAN adalah orang orang yang rajin, selain itu mayoritas dari mereka bahkan mengikuti bimbel untuk membantu mereka dalam masuk ke PKN STAN 2 bulan sebelum tes dimulai. Awalnya aku hanya mencoba saja untuk masuk ke PKN STAN, karena awalnya pasion ku adalah untuk menjadi seorang Arsitek. Bahkan ketika ada salah satu alumni OSIS ku yang merupakan lulusan STAN dan dia bercerita tentang kesuksesan dia dan betapa terjamin nya kehidupan dia setelah lulus justru membuatku pesimis untuk mengikuti tes tersebut. Karena secara logika jika masa depan sudah terjamin ketika lulus dari STAN maka tentu saja untuk dapat masuk ke PKN STAN harus memiliki tekad dan ilmu yang tinggi. Sedangkan aku sendiri adalah orang yang bisa dibilang biasa saja dalam hal hal tersebut.

Pada saat SNMPTN aku memilih jurusan Arsitek di UNDIP dan tujuanku masuk ke SMA N 3 Semarang juga karena agar dimudahkan dalam mendapat jalur undangan. Saat itu aku dan beberapa temanku sedang berada di kantin untuk melihat hasil pengumuman. Dan aku tidak lolos, sedangkan semua temanku juga tidak. Setelah itu baru aku sadari kalau seluruh siswa jurusan IPA tidak ada yang lolos satupun di SNMPTN.Itu adalah musibah terbesar selama kami berada di SMA N 3 Semarang dan hal itu sangat tidak terduga. Dan kami tidak bisa melakukan apapun pada hasil tersebut. Semua murid bahkan orangtua murid kecewa.

Namun ALSTE atau Alumni dari SMA N 3 Semarang memberi kami semangat, banyak dari mereka yang dulu gagal di SNMPTN. Dan salah satu orang yang menginspirasiku untuk kembali bangkit adalah Ibu Sri Mulyani salah satu Alumni dari sekolahku. Aku tidak punya pilihan lain lagi selain memaksimalkan usahaku pada SBMPTN dan tes STAN. Jujur saja saat itu juga aku sedang dekat dengan seorang perempuan yang sangat aku idam idamkan, hanya saja ibunya melarangnya untuk berpacaran. Dan aku mendapat cerita dari kakaknya kalau mau direstui aku harus bisa untuk masuk ke PKN STAN ini.

Mulai saat itu aku mulai untuk benar benar menekuni dan belajar agar dapat masuk ke PKN STAN ini. Aku mulai konsultasi ke Alumni alumni ku yang juga masuk ke PKN STAN ini, ada cukup banyak alumni ku yang masuk ke PKN STAN. Dan ya, aku harus memiliki tekad yang tinggi agar dapat masuk. Mereka menjelaskan satu persatu tahap yang harus aku hadapi, dan apa yang harus aku pelajari. Walaupun aku tidak mengikuti bimbel seperti teman teman ku yang lain tapi bagaimanapun aku harus optimis.

Aku hanya belajar sendiri dirumah dengan sarana buku seadanya, saat itu aku hanya memiliki satu buku fotocopy dari kakak kelasku dan satu lagi aku membelinya dari Gramedia. Iya walaupun sedikit menguras dompetku namun ilmu lebih penting. Soal demi soal aku kerjakan. Aku tidak ikut tryout dari bimbel karena saat itu aku masih belum ada cukup motivasi untuk masuk ke PKN STAN.  Akhirnya aku melakukan simulasi sendiri dirumah dengan mengerjakan soal soal prediksi dan memberi waktu sendiri, setelah itu aku mengoreksinya sendiri juga. Dan hasilnya aku lolos untuk nilai mati, namun nilainya belum cukup tinggi agar bisa bersaing dengan 120 ribu orang yang juga punya tekad dan ilmu yang tinggi.

Dari awal verifikasi aku selalu bersama dengan satu orang temanku bernama Pepi. Sehingga ruang tes kamu pun sama. Aku ingat saat verifikasi kami datang pukul setengah enam dan saat itu hujan. Setelah verifikasi kami mendapat tempat tes di Sekolah kami sendiri, SMA N 3 Semarang tercinta. Tes tahap 1 dimulai, penjaga kami adalah guru kami sendiri, guru kami memberi motivasi juga kepada kami. Aku mengerjakan dengan semaksimal mungkin. Saat itu aku menjawab 90 dari 120 soal TPA.

Dan untuk bahasa inggris aku sengaja mengisi semua tanpa takut untuk mendapat nilai minus, karena menurut surveyku terhadap hasil Tryout teman temanku, kebanyakan dari mereka tidak lolos di bahasa inggris karena tidak cukup jumlah benarnya pada tes bahasa inggris. Maka lebih baik mendapat nilai minus daripada tidak melampaui nilai mati tersebut. Setelah selesai Tes tahap pertama, aku memberikan soal tadi ke temanku yang bisa dibilang cukup pintar bahasa inggris. Dan disitu dia bilang banyak yang salah, namun aku tidak peduli. Aku percaya dengan strategiku. Dan semua temanku yang tidak mengikuti bimbel juga menggunakan strategiku.

Pengumuman tes tahap 1. Saat itu aku baru bangun pada pukul 5 pagi karena berniat untuk shalat dan aku juga lupa kalau hari itu adalah hari pengumuman tersebut. Dan banyak chat yang masuk di Hpku karena memberikan selamat padaku, dan juga beberapa ada yang mengajaku untuk joging pagi untuk berlatih pada Tes tahap kedua atau tes kesehatan. Aku sangat senang karena tidak menyangka bisa berhasil lolos pada tahap pertama. Akupun langsung menuju ke rumah Pepi. Dan saat itu dia sedang tidur. Aku membangunkan nya dan mengajaknya untuk berlari pagi. Dan dia bilang kenapa mendadak sekali, dan tumben sekali aku datang ke rumahnya pagi pagi. Lalu aku mengatakan kalau dia lolos tahap pertama dan dia hanya kaget dengan wajah tidak percaya. Dan aku menyuruhnya untuk mengeceknya sendiri, lalu dia terlihat sangat gembira.

Hampir setiap hari aku berlari untuk membiasakan diri lari selama 12 menit dan memaksimalkan jumlah putaran yang aku dapat. Saat pertama berlari aku hanya mendapatkan 4 putaran. Lalu temanku melihat sepatu apa yang aku pakai, dan memang sepatu itu sangat berat untuk berlari. Kakak pertamaku menelfonku untuk menanyakan kabar dan ternyata dia mentransferkan uang padaku untuk membeli sepatu karena ibuku bercerita padanya. Aku langsung membeli sepatu yang paling ringan dan paling murah. Aku hanya bisa menggunakan nya pada latihan terlahir karena saat itu aku membeli pada H-2 tes kesehatan dan aku belum mencoba potensiku yang sepenuhnya.

Tes tahap ke 2 dimulai. Aku dan teman temanku semua makan pisang karena makanan itulah yang paling cocok dalam hal seperti ini. Namun sialnya saat itu hujan sehingga tempat yang digunakan untuk berlari pun becek bahkan menjadi lumpur. Serta lapangan untuk berlari shuttle run pun menjadi licin. Giliranku untuk berlari pun dimulai saat itu aku harus melompati kubangan air karena jika aku menempatkan sepatuku pada lumpur maka akan menambah beban pada sepatuku jika lumpur itu menempel. Hal itu menyebabkan tempo berlari ku sering berubah. Dan selama aku berlatih menjaga tempo adalah hal paling penting untuk berlari selama 12 menit. Namun aku harus tetap berusaha. Awalnya banyak orang yang berlari kencang atau sprint di awal dan aku cukup tertinggal jauh. Namun mereka berjalan setelah lelah berlari, sedangkan aku tetap berlari walaupun pelan karena aku tidak mau menghabiskan tenagaku di awal.

Dan pada putaran ke 4 aku berada di depan semua peserta yang saat itu tiap kloter berisi 10 orang. Dan mereka tertinggal cukup jauh bahkan ada yang aku overlap. Panitia pun meneriaki ku dan memberi semangat karena aku paling depan. Waktu tinggal 1 menit, dan aku baru menyelesaikan putaran ke 5. Aku cukup lelah saat itu namun aku ingat aku harus dapat masuk ke PKN STAN untuk mendapat restu dan membanggakan kedua orangtua ku. Maka aku berlari sprint sekuatku saat itu bahkan aku sempat merasa pusing karena dehidrasi walaupun diperbolehkan minum tapi itu akan membuang waktuku. Aku berlari sekencang mungkin dan melebarkan jangkah kaki ku dengan tubuh pendek ini. Dan akhirnya aku mendapat 6 putaran, dan itu di atas rata rata. Shuttle Runku pun lancar. Aku senang aku mencapai targetku. Dan aku pun lolos tahap ke 2.

Dan tahap terakhir adalah TKD, dan materi TWK adalah hal yang paling tidak aku kuasai karena aku adalah anak IPA dan sedikit ilmu tentang sejarah Indonesia yang aku ketahui. Aku mempelajari Sejarah dan UUD selama berhari hari dan itupun sehari penuh. Walaupun aku paling tidak pandai dalam hal menghafal namun motivasiku lebih tinggi dari apapun. Aku belajar dan belajar. Aku berkali kali melakukan simulasi dan semua nilainya berada diatas 350. Ketika hari pertama dimulai aku melihat berapa rata ratanya, karena dengan peserta sekitar 7 ribu orang dan hanya 3650 yang diambil otomatis aku harus memiliki nilai diatas rata rata.

Tes tahap ke 3 dimulai. Seingatku saat itu peraturan nya tidak boleh memakai celana Jeans maka aku memakai celana lain entah apa namanya. Dan saat disana aku melihat pengumuman dilarang menggunakan celana model curdory. Lalu aku penasaran dan mencari gambarnya di Google. Dan ternyata gambarnya mirip dengan celanaku. Aku langsung menelfon ibuku untuk mengantarkan celana hitam yang aku pakai untuk pernikahan kakakku walupun kebesaran. Aku adalah peserta yang masuk terakhir. Aku mengerjakan soal dengan sedikit deg deg an karena masih teringat kejadian tadi, aku tidak bisa tenang. Namun aku tetap mengerjakan semuanya dengan maksimal. Aku sudah selesai dan 3 menit waktu tersisa aku gunakan untuk mengoreksi. Saat itu ada 1 soal yang aku ganti jawaban nya. Lalu setelah selesai ternyata aku hanya mendapat nilai 341 jauh dibawah target. Aku sedih dan kecewa atas hasilnya, ya walaupun dinyatakan lolos namun tetap saja sulit untuk bisa masuk dalam kuota tersebut.

Saat pengumuman harinya diundur dan itu membuatku depresi karena aku juga tidak lolos SBMPTN dan aku bingung apa yang harus aku lakukan jika tidak lolos. Saat itu aku malas sekali untuk makan padahal saat itu bulan puasa dan harusnya aku harus berbuka. Aku hanya minum air putih. Aku selalu menunggu hingga larut malam bahkan hingga sahur. Hingga pada penantian hari ke 3 hasil pun keluar. Aku langsung mensearch namaku namun tulisan nya ( 0 of 0 found) bisa dibilang tidak ada namaku. Aku sangat sedih, namun aku tetap membaca setiap nama sampai akhir.

Dan aku menemukan namaku disitu. Aku menangis, aku bahagia, aku tidak menyangka aku lolos. Dan walaupun aku mendapatkan tempat yang cukup jauh yaitu di Pontianak namun aku tetap senang sekali. Dan seluruh keluarga, teman bahkan tetangga bangga padaku Aku sangat bersyukur sekali dapat masuk ke PKN STAN dan aku akan berusaha semaksimal mungkin agar lulus dengan nilai yang baik. Dan juga aku akan melanjutan ke D3.Dan terimakasih untuk semua orang yang terlibat, terutama orang orang yang selama ini menjadi motivasiku untuk berjuang hingga dapat masuk ke PKN STAN.

Tinggalkan Balasan