Home » Artikel » Peluang Emas Penerimaan STAN (A True Story From STANERS 2016)

Peluang Emas Penerimaan STAN (A True Story From STANERS 2016)

Pendidikan merupakan salah satu wahana pembentuk karakter bangsa yang sangat utama. Dengan pendidikan terbaik dan kedisiplinan yang diberikan melalui sekolah, putra putri bangsa dapat dididik menjadi generasi yang berkualitas. Seiring dengan derasnya tantangan global, tantangan dunia pendidikanpun menjadi semakin besar. Melihat kebutuhan institusi di negeri ini akan lulusan yang mampu bekerja di bidang keuangan Negara semakin besar, maka Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendirikan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

STAN atau Sekolah Tinggi Akutansi Negara merupakan sekolah tinggi kedinasan di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. STAN didirikan dengan dasar hukum Keputusan Presiden RI No.45 Tahun 1974, Keputusan Presiden RI No.12 Tahun 1967 serta dengan landasan hukum Peraturan Menteri Keuangan RI No.1/PMK/1977 tanggal 18 Februari 1977.

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) telah resmi berubah nama menjadi Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN). Hal ini telah diresmikan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 137/PMK.01/2015 tanggal 15 Juli 2015 tentang Organisasi dan Tata KerjaPoliteknik Keuangan Negara STAN.

Dengan memiliki  program diploma I dan III yaitu Kepabeanan dan Cukai, Kebendaharaan Negara dan Pajak serta program diploma III Managemen Aset, Penilai dan Akutansi membuat PKN STAN menghasilkan pegawai negeri yang lebih berkompeten pada masing masing bidangnya.

Untuk Prodip I Keuangan lama pendidikannya 1 tahun (2 semester), bertempat di Kampus PKN-STAN Jakarta dan di Balai Diklat Keuangan yang terdapat di 8 daerah, yaitu di Medan, Palembang, Yogyakarta, Malang, Balikpapan, Pontianak,  Makassar, Cimahi dan Manado. Untuk Prodip III Keuangan lama pendidikannya 3 tahun (6 semester), bertempat hanya di Kampus PKN-STAN Jakarta.

Setelah lolos Uji TKD ( Tes Kompetensi Dasar) para mahasiswa juga akan mendapat predikat pegawai negeri. Selama pendidikan, mahasiswa tidak dipungut biaya pendidikan dan tidak diasramakan. Mendapat sekolah tinggi yang tidak dipungut biaya serta jaminan masa depan yang cerah membuat semakin banyak orang berlomba-lomba agar dapat masuk menjadi mahasiswa sekokah tinggi kedinasan bergengsi ini.

Jumlah pendaftar USM PKN STAN semakin meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2015 saja, jumlah peserta USM PKN STAN sekitar 65.000 orang orang dan meningkat tajam pada tahun 2016 mencapai 112.666 orang, namun yang lolos sampai tahap akhir hanya sekitar 4400 orang.  Meskipun jumlah peserta yang lolos hanya segelintir orang, hal tersebut tidak lantas membuat peserta putus asa. Mereka tetap bertekad kuat agar dapat mewujudkan cita-citanya sebagai pagawai keuangan negara.

Politeknik Keuangan Negara STAN merupakan sekolah tinggi kedinasan yang menjadi primadona bagi para calon mahasiswa disbanding sekolah tinggi kedinasan lainnya, pada tahun 2016 misalnya. Pada hari pertama pembukaannya saja, yaitu pada tanggal 21 Maret 2016, jumlah pendaftar sudah mencapai 7.679. Jumlah itu setara dengan separuh lebih jumlah pendaftar pada lima sekolah lainya dari tujuh sekolah ikatan dinas yang sudah membuka pendaftaran. Sedangkan pendaftar pada sekolah-sekolah ikatan dinas yang buka pendaftaran pada saat yang bersamaaan seperti Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) telah dilamar oleh sebanyak 2.177 orang, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) telah dilamar oleh sebanyak 2.248  orang dan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG) telah dilamar oleh sebanyak 437 orang.

Lebih menarik lagi, banyak lulusan PKN STAN yang menjadi orang-orang hebat. Lupakan Gayus Tambunan. Dia hanya anomali. Lihat Tantowi Yahya, Sudirman Said, Ito Warsito, itu hanya segelintir lulusan PKN STAN  yang luar biasa. Masih banyak lulusan STAN yang menjadi orang orang hebat di negeri ini. Mereka bekerja serius maksimal tekun dan keras.Kita juga dapat menjadi orang orang hebat seperti mereka. Kuatkan keyakinan untuk kuliah di stan. Belajar keras. Jujur. Jangan menyerah. Pasti bisa.

Sebelum berlangsungnya USM, banyak sekali yang mencoba mengikuti tryout USM Politeknik Keuangan Negara STAN di setiap daerah yang umumnya diselenggarakan oleh alumni dan mahasiswa PKN STAN dari daerah tersebut. Tryout yang diselenggarakan bekerja sama dengan salah satu bimbel USM STAN ini bahkan diranking secara nasional, sehingga para peserta dapat mengetahui posisinya di ranking nasional agar dapat meningkatkan belajar.

Tidak sedikit dari para peserta juga mengikuti bimbel untuk mempersiapkan Ujian Saringan Masuk PKN STAN. Dari mulai bimbel biasa hingga bimbel dengan biaya tinggi banyak diminati oleh para peserta pendaftar USM PKN STAN.  Meski dengan biaya yang tidak murah. Para  orang tua peserta rela merogoh kocek yang dalam demi mewujudkan keinginan agar anaknya dapat memasuki PKN STAN.

 Dalam  ujian saringan masuk STAN, ada beberapa tahap yang harus di lalui. Tahap pertama adalah tes TPA ( Tes Potensi Akademik) dan TBI ( Tes Bahasa Inggris). Tes Pontensi Akademik berisi tentang soal-soal yang berhubungan dengan logika. Jarak dan waktu, berpapasan dan bersusulan,dimensi tida derat dan tata letak mesalnya, para peserta harus melampaui nilai yang telah ditentukan. Sedangkan untuk TBI soal-soal yang dikeluarkan menyangkut teks, tensis dan materi lain yang berhubungan dengan toefl.  Dengan waktu yang telah ditentukan yaitu 150 menit hal ini tentu sangat menguji mental para peserta ditambah lagi soal-soal yang diberikan bukanlah soal-soal yang sederhana melaikan mebutuhkan pemikiran yang sangat  kompleks.

 Tahapan tes kedua adalah TKK (Tes Kesehatan dan Kebugaran), pada tahapan tes ini para peserta akan melaksanakan rangkaian tes kesehatan yang dilakukan oleh pihak medis diantaraya adalah pengukuran tinggi badan, berat badan, pengecekan farises, jantung, paru-paru dan hati serta pengecekan apakah ada benjolan pada kelenjar limfa. Peserta diharuskan sehat fisik dan mental dengan begitu diharapkan para calon mahasiswa baru STAN adalah seseorang yang mampu dan sehat untuk mengemban amanat negara. Setelah dinyatakan sehat oleh dokter, peserta juga harus melakukan tes kebugaran dengan mengelilingi lapangan dalam waktu dua belas menit, saat itu saya sendiri hanya dapat berlari empat kali putaran dalam waktu tersebut. Peserta juga diharuskan berlari angka delapan di bawah matahari yang terik. Tes ini tentu sangat menguji kesabaran, kejujuran saat berlari (tidak berlari setelah waktu habis),  daya juang dan seberapa besar tekad para peserta untuk enjadi mahasiswa PKN STAN.

Pada tahun 2016 ini, peserta harus mengikuti tas TKD ( Tes Kompetensi Dasar) pada saat ujian saringan masuk. Hal ini termasuk hal yang baru dari tahun-tahun sebelumnya mengetahui tahun tahun sebelumnya TKD dilakukan setelah para mahasiswa melalui Ujian Akhir Semester (UAS). Para peserta menjadi lebih tertatang untuk belajar lebih tentang apa yang sebelumnya belum mereka pelajari secara mendalam terutama tentang bela negara dan kepribadian. Efek positif yang didapatkan yaitu para peserta menjadi memiliki rasa cinta dan pengetahuan tentang  tanah air lebih dini. Hal tersebut sangat penting bagi kelangsungan negara di waktu yang akan datang.

Ada lagi yang harus dimiliki para peserta agar dapat lolos seluruh tahapan Ujian Saringan Masuk PKN STAN. Doa dan ibadah harus senantiasa dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena peran Tuhan sangatlah besar mengetahui proses yang sangat kompleks dan pesaing yang sangat banyak. Sikap religious para peserta dapat dibuktikan dengan banyaknya para peserta yang berdoa dan beribadah di tempat ibadah yang berada di tempat mereka melakukan USN PKN STAN. Meminta doa restu dari kedua orang tua juga sangat penting. Orang bilang, restu Tuhan adalah restu kedua orang tua. Jadi, jangan lewatkan untuk selalu meminta doa dan restu kepada kedua orang tua.

 Setelah peserta dinyatakan lolos sampai tahap akhir, para calon mahasiswa ditempatkan menurut keputusan Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Tempat tempat tersebut adalah Jakarta, Palembang , Medan, Jogjakarta, Makasar, Balikpapan, Pontianak dan Manado. Saya sendiri berasal dari Kendal, Jawa Tengah dan ditempatkan di d1 Pajak Pontianak. Jadi, peserta belum tentu akan ditempatkan di  atau di dekat daerah asal mereka.

Tak hanya sampai di situ, para peserta yang lolos sampai tahap akhir juga harus terus berusaha dan bersiap diri agar dapat menyelesaikan studi dengan sangat baik. Mahasiswa harus senantiasa bersemangat agar tidak mendapat DO.  .

 Untuk penempatan kedepannya, para mahasiswa harus siap ditempatkan di manapun di seluruh Indonesia. Baik di kota maupun di daerah di seluruh Indonesia. Hal ini membutuhkan mental yang sangat baik karena para mahasiswa harus mudah beradaptasi dan siap menghadapi apapun susasanya di tempat mereka akan ditempatkan.

 Untuk itu, menjadi seorang mahasiswa PKN STAN bukanlah hal yang biasa melainkan sangat istimewa. Perjuangan para mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi membutuhkan perjuangan dan tekad yang kuat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan emas ini demi berbakti keapada Republik Indonesia tercinta.

Tinggalkan Balasan