Home » Artikel » PENANTIAN BERHARGA MASUK SEKOLAH IKATAN KEDINASAN

PENANTIAN BERHARGA MASUK SEKOLAH IKATAN KEDINASAN

Saya lahir pada tanggal 14 Januari 1999, disebuah desa tepatnya di desa Porehu, Sulawesi Tenggara. saya merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Saat saya berumur 14 tahun, saya bertekad untuk melanjutkan pendidikan tingkat SMA di kota Palopo, Sulawesi Selatan. Bersama sepupu, saya melanjutkan pendidikan SMA di kota Palopo yaitu SMA Negeri 3 Palopo. Awal mula bersekolah saya sama sekali belum mengetahui adanya sekolah ikatan kedinasan STAN. Seiring berjalannya waktu, pembicaran saya dan teman-teman akhirnya mengarah ke perkuliahan dan cita-cita.

Dari pembicaraan teman-teman inilah saya akhirnya mulai mendapat informasi mengenai sekolah ikatan kedinasan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ini. Sejak saat itu saya mulai mencari informasi lebih rinci dari media social maupun dilingkungan sekitar mengenai sekolah ikatan kedinasan STAN dan Universitas lainnya. Hingga saatnya saya berada ditingkat terakhir pada tingkat SMA, kelas XII. Dimasa ini saya sangat berhati-hati dalam belajar maupun menentukan pilihan. Orang tua saya selalu memberi nasihat dan motivasi agar saya tetap tekun dalam belajar dan bisa menentukan pilihan unversitas yang saya senangi. Saya akhirnya menentukan pilihan universitas yang saya inginkan yaitu sekolah ikatan kedinasan Politeknik Keuangan Negara STAN. Orang tua saya sangat mendukung pilihan yang saya ambil ini.

Semester terakhir pada tingkat SMA, masa ini merupakan masa yang sangat menegangkan bagi saya. Tahap pertama yaitu pendaftaran SNMPTN kemudian dilanjutkan Ujian Akhir Sekolah. Setelah ujian akhir sekolah, saya kembali disibukkan dengan belajar 6 mata pelajaran yang akan diujian nasionalkan pada bulan April. Diselang kesibukan belajar 6 mata pelajaran, pendaftaran online STAN akhirnya dibuka, tepatnya tanggal 21 Maret-3 April. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, bersama dengan teman-teman, saya melakukan pendaftaran online dan memilih tempat USM PKN STAN di Jakarta lalu melakukan pembayaran pendaftaran. Saya mendapat urutan pendaftaran ke 7308 untuk daerah Jakarta. 4 April 2016, Ujian Akhir Nasional akhirnya dilaksanakan. Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan mengerjakan ujian dengan tenang Ujian nasional berakhir pertanda satu beban terselesaikan, tinggal menunggu hasil ujian dan menunggu hasil SNMPTN. Pengumuman SNMPTN tidak membuat saya patah semangat karena tidak lulus seleksi, saya memfokuskan diri untuk menghadapi USM PKN STAN dan SBMPTN.

Sekolah ikatan kedinasan PKN STAN, pengumuman verifikasi berkas telah diumumkan, dan saya mendapat jadwal verifikasi dihari ketiga di kampus Bintaro. Kemudian saya langsung berangkat ke Jakarta dengan semangat dan dukungan kedua orang tua saya. Berangkat ke Jakarta hanya ditemani barang bawaan seperlunya, karena kedua orang tua saya mempunyai pekerjaan yang tidak bisa ditunda dalam waktu lama dan ini merupakan pertama kalinya saya berkunjung ke DKI Jakarta sendiri. Dari kampung halaman, saya harus menempuh perjalanan yang sangat jauh menggunakan mobil, bus malam, lalu pesawat. Saya biasanya menempuh perjalanan sekitar dua hari untuk sampai dikota Jakarta. Tiba di Jakarta, saya dijemput dan tinggal ditempat kerabat. Setelah ferivikasi berkas, saya tidak ingin menghabiskan uang untuk pulang ke kampung lalu datang untuk melaksanakan USM PKN STAN. Maka dari itu, saya memutuskan untuk tinggal sambil menunggu USM PKN STAN.

Hari yang telah saya nantikan sudah didepan mata, hari dimana merupakan awal mula perjuangan untuk calon mahasiswa PKN STAN. Malam sebelum USM dilaksanakan saya sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, dari pakaian, sepatu, tidak lupa saya meminta doa kepada kedua orang tua saya, nenek, kakek, paman, bibi, teman dan kerabat lainnya. 15 Mei 2016, USM dilaksanakan. Semua siswa tampak semangat dan ceria saat mengikuti USM. Tidak kalah dengan mereka, saat mengikuti USM, saya sangat semangat dan antusias. Bismillahirrohmanirrohim, kata pertama saya saat duduk di kursi stadion menunggu pelaksanaan USM. Beberapa saat kemudian USM PKN STAN dilaksanakan, saya mulai mengerjakan soal dengan doa, konsentrasi dan teliti. Dalam selang waktu beberapa jam USM selesai.bebrapa hari setelah pelaksanaan USM PKN STAN, saya kembali ke Makassar.

Di Makassar saya sudah mulai mempersiapkan untuk tes kesehatan kebugaran yaitu lari, meskipun pengumuman USM PKN STAN belum diumumkan, saya tetap semangat berlatih dan terus berdoa. Pagi dan sore hari saya selalu menyempatkan waktu untuk berlatih lari selama 12 menit dan mempelajari teknik-teknik suttle run. 25 Mei 2016, pukul 02.00 saya mendapat telfon dari ayah dengan nada yang sangat gembira menyampaikan kabar bahwa saya lulus tahap pertama USM PKN STAN, Alhamdulillah. Dan saya mendapat jadwal Tes Kesehatan Kebugaran hari ketiga. Karena jadwal SBMPTN hampir bersamaan dengan tes kesehatan kebugaran, maka saya harus memilih antara SBMPTN atau tes kebugaran kesehatan STAN. Saat itu saya benar-benar mempertimbangkan segala sesuatunya dengan mempertimbangan segala resiko yang akan terjadi. Saya memantapkan pilihan dengan memilih mengikuti tes kesehatan kebugaran di Jakarta dan melepaskan SBMPTN yang seharusnya saya laksanakan di Makassar. Sungguh pilihan yang sangat berat, saya harus mengambil langkah yang bijak dalam mengmbil keputusan ini.

Satu minggu sebelum tes kesehatan kebugaran sekolah ikatan kedinasan STAN dilaksanakan, saya sudah berada di Jakarta, dan saya menyempatkan berkunjung ke tempat tes kesehatan dan kebugaran akan dilaksanakan, yaitu di lapangan pusdiklat bea dan cukai, Rawamangun, Jakarta Timur. Tiba saatnya giliran saya untuk melakukan tes kedua yaitu TKK, tepatnya tanggal 2 Juni 2016. Pukul 04.00 saya sudah ada ditempat pelaksanaan TKK untuk mengambil nomor antrian. Semua yang datang melakukan aktifitas pagi di tempat pelaksanaan TKK, mulai dari melaksanakan shalat subuh, maupun sarapan pagi. Sekitar pukul 07.00 tes kesehatan sudah dimulai berdasarakan nomor antrian dan kemudian dilanjutkan dengan tes kebugaran. Tes kesehatan saya berjalan lancar, kemudian dilanjutkan dengan tes kebugaran. Saya masih ingat saat melaksanakan tes kebugaran saya memakai rompi hijau bernomor 3.

Peluit berbunyi dan kami pun memulai langkah kami. Degan semangat yang tinggi saya terus berlari dan ternyata saya dapat berlari empat setengah putaran tepatnya 1810 meter selama 12 menit. Sehabis lari selama 12 menit dilanjutkan dengan suttle run, waktu istrahat sekitar 5 menit. Suttle run dilaksanakan berurutan sesuai nomor urut masing-masing. Sebelum melakukan suttle run, saya terlebih dahulu mendapatkan perawatan dari panitia karena kaki sebelah kanan saya mengalami cidera ringan akibat erlalu sering latihan. Setelah rasa sakitnya mereda saya lalu melanjutkan suttle run dengan maksimal. Setelah tes saya kembali ke kampung menunggu hasil tes kesehatan kebugaran. Saya merasakan sakit dikaki kanan selama beberapa hari.

Tinggal menunggu hasil tes kedua, saya selalu berdoa dan meminta doa kepada kedua orang tua saya. Sambil mengisi kekosongan setelah tes kedua, saya mulai mempelajari soal-soal tkd untuk persiapan tes ketiga. 15 Juni 2016, pengumuman tes kesehatan dan kebugaran akhirnya diumumkan. Alhamdulillah penantian dengan doa selama ini terkabulkan, saya dinyatakan lulus pada seleksi kedua dan akan melanjutkan tes ketiga yaitu tes kemampuan dasar. saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, saya mempersiapkan segala sesuatunya dengan semaksimal mungkin. Tes terakhir ini merupakan tes yang sangat berarti bagi saya, ini merupakan puncak dari semua perjuangan yang saya lalui selama ini. Saya lalu kembali ke Jakarta untuk melaksanakan tes kemampuan dasar yaitu hari ke-2. Belajar, belajar, dan belajar.

Saya mempersiapkan segalanya dengan sangat maksimal. Tiada hari tanpa berdoa dan berusaha. Tiba saatnya hari kedua tes kemampuan dasar, saya mendapat giliran sesi ke 3. Didepan gedung tempat tkd, saya menunggu giliran sembari berdoa. Sesi kedua selesai, saya melihat beberapa siswa yang kerluar dari ruangan dengan wajah sedih ada juga yang bahagia dengan memeluk orang tua masing-masing. Entah mengapa saya meneteskan air mata melihat kesedihan dan kebahagiaan mereka, saya teringat dengan kedua orang tua saya yang tidak sempat menemani saya pada tes terakhir ini karena tuntutan pekerjaan demi membiayai kehidupan saya dan adik-adik saya. Sebelum lanjut sesi ketiga, kami diberi kesempatan untuk sholat terlebih dahulu.

Sesi ketiga dimulai, bismillahirrohmanirrohim, saya duduk didepan komputer yang akan menjadi penentu masa depan saya. Saya mengerjakan soal dengan teliti dan memperhatikan waktu pengerjaannya, dimulai dengan tes intelejensi umum, lalu tes wawasan kebangsaaan, kemudian tes kepribadian. 90 menit berlalu, saya bisa mengisi semua soal yang ada didepan saya. Nilai dapat langsung dilihat setelah waktu habis. Saya sangat gembira melihat nilai yang ada di depan saya, saya bisa melewati semua standar nilai yang telah ditentukan. Tubuh saya terasa gemetar, melewati pintu dan lorong kampus, saya langsung menemui sepupu saya yang sudah menunggu sejak saya mengerjakan tes kemampuan dasar selama 90 menit.

Perjalanan belum selesai, saya harus sabar dan terus berdoa menunggu pengumuman selanjutnya, yaitu tanggal 29 Juni dan ternyata diundur menjadi tanggal 1 Juli. Tanggal 29 Juni, saya tidak bisa tenang menunggu hasil pengumuman yang sangat dinantikan oleh semua peserta tes STAN, dan ternyata pengumuman mahasiswa baru sekolah ikatan kedinasan PKN STAN ditunda sampai tanggal 1 Juni, penantian yang terasa lama bagi kami. 1 Juni 2016, Pengumuman kelulusan telah diumumkan, saya beserta ayah dan ibu dengan hati yang berdebar dan penuh harap saya membuka halaman pengumuman lalu mencari nama saya. Alhamdulillah lulus, d1 Pajak Pontianak. Tertulis dengan jelas nomor pendaftaran, nama, prodi dan tempat penempatan saya dilembar pengumuman. Tangis haru tidak tertahankan, saya sangat bahagia dan bersyukur, begitu juga dengan kedua orang tua saya. Alhamdulillah ya Allah, terimah kasih kasih atas karuniamu.

Tinggalkan Balasan