Home » Artikel » PENGALAMAN MASUK STAN YANG TAK TERLUPAKAN

PENGALAMAN MASUK STAN YANG TAK TERLUPAKAN

Halo teman-teman, kali ini saya ingin membagikan salah satu pengalaman masuk STAN saya yang menarik. Pengalaman itu adalah pengalaman saya yang berhasil menembus USM PKN STAN yang terkenal sangat ketat. Itu pengalaman yang tidak terlupakan. Oh, iya sebelumnya saya akan memperkenalkan diri saya dahulu. Saya berasal dari Jakarta. Saya sebelumnya bersekolah di SMA Negeri 78 Jakarta. Sekolah saya termasuk sekolah favorit di Jakarta barat. Membanggakan saya bisa masuk ke sana.

Kini perasaan yang lebih membanggakan menghampiri saya. Puji Tuhan saya berhasil masuk PKN STAN. Saya memang dari awal ingin bersekolah disana karena kampusnya terkenal bagus dan lulusan disana hebat-hebat. Dan yang terpenting lulusan sana langsung diangkat menjadi CPNS. Nah itu salah satu kelebihan PKN STAN dibandingkan universitas lainnya. Jadi kita tidak usah pusing mencari pekerjaan karena zaman sekarang masih banyak sarjana-sarjana yang masih mengganggur.

Nah pengalaman masuk STAN saya akan saya ceritakan dari sini. Sejak masuk SMA, saya sudah diberi saran oleh ibu saya untuk mengambil PKN STAN sebagai tujuan pendidikan selanjutnya. Saya diberi tahu kelebihan PKN STAN. Dari situ saya mulai mencari tahu seluk beluk PKN STAN. Tetapi saat itu, saya masih belum terlalu memikirkannya. 1 tahun kemudian, saya mulai mencari tahu informasi tentang PKN STAN. Hingga pada suatu hari saya diberi tahu ada buku kumpulan soal-soal USM PKN STAN. Nah dari situ saya tertarik dan ingin langsung memesannya. Beberapa hari kemudian saya memesan lah buku itu dan akhirnya buku itu sampai di rumah. Sesampainya buku itu saya langsung membuka bungkus buku itu dan melihat-lihat soalnya.  Dan saya terkejut, ternyata memang sulit soal-soalnya. Disaat itu saya hanya sekedar melihat soal-soal yang bisa saya mengerti.

Akhirnya tahun ke-3 di SMA pun tiba. Saya disibukkan dengan Ujian Nasional dan lembaran-lembaran universitas yang di inginkan. Teman-teman saya banyak yang menginginkan Universitas Indonesia dan Istitus Teknologi Bandung sebagai tujuan mereka. Walaupun teman saya banyak yang menginginkan Universitas Negeri, saya tetap berpegang pada pendirian saya. Dan haripun berlalu. Tiba hari saat dimana saya harus menulis pilihan di SNMPTN. Disitu saya mulai bingung mau menulis apa karena sejak awal saya memang ingin masuk PKN STAN. Teman-teman saya menyarankan untuk tetap menulis saja untung cadangan.

Akhirnya saya memutuskan pilihan pada Matematika UI dan pilihan keduanya Statistika UI. Disitu saya  tidak terlalu mengharapkannya . Ya kalau dapat puji Tuhan, kalau tidak memang belum rejeki. Pada kali itu juga, sedang sering Universitas Negeri maupun swasta dating ke sekolah saya untuk mengadakan seminar, mulai dari UI, ITB, ITS, Binus, Trisakti, dan lainnya. Dan ternyata, saya tidak mengira kalau PKN STAN juga datang ke sekolah saya. Pada hari seminar PKN STAN, saya bersama teman saya langsung datang ke seminar tersebut. Nah disitu saya dijelaskan mengenai

seluk beluk PKN STAN, mulai dari kampusnya, kelebihannya dan prodi yang bisa diambil. Sebelum seminar berakhir, teryata kakak PKN STAN memberitahu kalau aka nada try out nasional untuk USM,  nah saya langsung berpartisipasi.  Saat itu juga mereka menawarkan buku yang bagus untuk dipejalari mengenai USM . Kala itu, saya langsung membeli buku PKN STAN terbitan 2016 untuk dipelajari.Saya mengikutinya bersama teman SMA. Untuk try out siswa Jakarta Barat akan dilakukan di SMA 112 Jakarta.

 Dan hari try out pun tiba. Saat mengerjakan try out tersebut, saya merasa cukup kesulitan pada bagian TBI nya. Saya memasrahkan saja, toh kala itu hanya try out. Dan hasinya pun tiba, saya terkejut karena saya ternyata tidak lulus dalam nilai mati, Nah dari situlah saya mulai belajar lebih keras untuk bisa mengalahkan nilai mati. Hari-hari pun berlalu, bulan berganti, tiba pengumuman SNMPTN, dan ternyata sesuai dugaan, memang saya tidak mendapatkannya, disitu pula lah saya merasa  mungkin STAN lah tujuan saya. Bulan pun berganti lagi hingga SBMPTN kian mendekat, teman-teman saya mulai berjuang giat belajar untuk tes tersebut.

Saat itu saya tetep menfokuskan tekad saya  untuk bisa masuk PKN STAN, kala itu saya tidak berniat mengikutinya. Saya hanya mengandalkan PKN STAN jadi tidak mempunyai cadangan lainnya karena saya berfikir kalu rejeki mah engga kemana-mana. Hari pun berganti teman saya masih belom tenang menunggu hasil SBM, saat itu saya masih belajar untuk USM yang akan datang.

USM PKN STAN tahun ini diadakan tanggal 15 Mei 2016. Saya terus mempersiapkan diri. Dan harinya pun tiba, saya kebagian USM tahap 1 di Gelora Bung Karno Senayan. Wah, sangat orang-orangnya, saya sempat merasa tidak yakin akan berhasil, tetapi saya tetap berdoa untuk diberikan yang terbaik. Dan pengumuman hasilnya akan diposting di web PKN STAN tanggal 25 Mei. Tiba hari itu, saya sempat deg-degan menanti hasilnya, dan… Ternyata saya berhasil lolos. Perasaan senang pun muncul. Sesudah itu ternyata masih ada 2 tes lagi yaitu tes kesehatan  & kebugaran dan TKD (Tes Kompetensi Dasar). Saya pun mempersiapkan untuk tes tersebut,

Setelahnya bari itu teman-teman saya ternyata banyak yang berhasil meraih cita-citanya di UI, ITB, UGM,ITS dan lainnya. Orang tua dan teman-teman pun mendoakan saya untuk berhasil pada tes selanjutnya. Untuk tes 2 saya mendapat giliran tanggal 3 Juni. Saya pun berlatih lari untuk mengikuti tes tersebut. Hari pun tiba, pertama saya dicek dulu kesehatannya oleh para tim medis PKN STAN, dan kepanikan pun terjadi, ternyata saat ditensi ,tensi darah saya mencapai 160/100. Setelah itu saya disuruh keluar untuk istirahat dulu Dan setelah masuk lagi hingga yang ke-3 kalipun tensi saya pun tetap tinggi. Saya pun sempat kecewa karena saya berpikir masa saya gagal saat pengecekan kesehatan bukan saat tes larinya.

Alhasil pun, saya boleh mengikuti tes larinya. Tes larinya dibagi 2 , yaitu lari keliling lapangan 400m selama 12 menit dan shuttle run angka 8 sebanyak 3 kali. Saya pun berusaha sekuat tenaga untuk mendapat hasil yang terbaik. Tapi apa daya, pada lari 12 menit saya hanya mendapat 4 putaran. Padahal untuk amannya adalah 5 putaran. Saya pun hanya bisa memasrahkan diri pada Yang Kuasa. Shuttle run pun saya lakukandengan  sebaik-baiknya. Dan saya pun tinggal menunggu pengumuman. Dan ternyata saya kembali diberi keberuntungan, Saya pun lolos dan berhak mengikuti tes terakhir yaitu TKD.

Pada TKD ini cukup sulit juga, sama halnya dengan tes tahap 1. Tes TKD dibagi 3 menjadi Tes Wawasan Kewarganegaraan (TWK), Tes Inteligensi Umum (TIU), dan Tes Kemampuan Pribadi (TKP). Di tes TKD ini saya kebagian tanggal 22 Juni. Saya pun mempersiapkan diri untuknya. Dan minggu pun berganti, tibalah saatnya TKD, TKD ini menggunakan system CAT (Computer Assissted Test). Saya pun mengerjakan soal ini dengan baik-baik dan teliti, dan…. Skor saya 343, sesudahnya saya bertanya-tanya ke teman yang lain pun berapa nilai mereka, ada yang 370 ada yang 350, dan bahkan ada yang 402, saya pun kembali hanya bisa memasrahkan diri. Apapun hasilnya nanti akan saya terima.

Dan pengumuman pun tiba,tetapi terdapat masalah dalam pengumuman yang seharusnya tangga 1 Juli menjadi 2 Juli. Saya pun terus dibawa arus ketidaktenangan dalam menunggu hasilnya, dan pada akhirnya nama saya tercantum dalam nama peserta USM yang lolos. Puji Tuhan saya dapat meraih apa yang saya cita-citakan. Orang tua pun bangga mendengar hasilnya. Saya mendapatkan lokasi pendidikan di Balai DIklat Keuangan Pontianak. TIdak apalah saya mendapat lokasi pendidikan yang jauh karena itu adalah hasil kerja keras saya yang telah melewati banyaknya tahap-tahap USM PKN STAN 2016. Orang tua dan teman-teman saya menyarankan untuk tetap mengambinya walaupun tidak dapat lokasi di Bintaro. Dan sebuan kemudian saya pun pergi ke Pontianak untuk melakukan daftar ulang. Ternyata Balai Diklat Keuangan nya tidak bagus dari yang Bintaro. Begitulah pengalaman saya menembus ketatnya PKN STAN. Pengalaman menarik yang tidak terlupakan.

Tinggalkan Balasan