Home » Artikel » PENGALAMANKU LOLOS USM PKN-STAN 2016

PENGALAMANKU LOLOS USM PKN-STAN 2016

Disini saya akan menceritakan pengalaman saya berhasil lolos USM PKN-STAN 2016 yang tentunya tidak pernah terlupakan oleh saya seumur hidup. Saya berasal dari Klaten, Jawa Tengah. Saya akan memulainya dari verifikasi berkas terlebih dahulu. Waktu itu saya mendapat tempat verifikasi di Balai Diklat Keuangan Kalasan Yogyakarta. Saya mendapat jadwal hari pertama. Saya datang pukul 06.00 dari rumah dan sampai di tempat verifikasi pukul 06.30. Saya langsung mengambil nomor antrian dan saya lupa nomor berapa saya waktu itu. Saya menunggu begitu lama untuk verifikasi karena saya mendapat nomor antrian bagian akhir-akhir. Setelah kegiatan verifikasi saya mulai giat belajar lebih dari sebelum verifikasi. Pengalaman saya dalam menghadapi USM PKN-STAN tahap 1 sangat panjang ceritanya. Sebelumnya saya adalah lulusan SMA tahun 2015. Waktu itu saya mengikuti berbagai macam tes masuk perguruan tinggi seperti STAN, STIS, UNPAD dan semuanya gagal. Hal itu membuat saya sangat stress dan sangat tidak punya gairah untuk hidup.

Tapi Alkhamdulillah waktu itu saya diberitahu teman kalau UNY masih membuka satu jalur lagi, yakni jalur mandiri. Saya memilih jurusan pendidikan teknik elektronika. Alkhamdulillah saya diterima. Sebenarnya saya kurang begitu suka dengan jurusan itu. Tapi bagaimana lagi, saya malu dengan teman-teman saya karena saya belum mendapat tempat kuliah. Alhasil saya mengambil jurusan itu dan saya menjalani hari-hari perkuliahan di UNY dengan kurang semangat dan terkesan tidak niat, karena sebenarnya dari hati saya juga tidak niat. Selama perkuliahan saya juga tidak hanya kuliah saja, saya bekerja setiap hari sabtu dan minggu karena tidak ada kegiatan perkuliahan dihari itu dan juga untuk membantu meringankan beban orang tua. Saya bekerja ditempat saudara saya sendiri di Klaten. Jadi setiap jumat malam saya balik ke Klaten dan kembali lagi di Kost Jogja senin pagi. Selama perkuliahan saya tidak ikut kegiatan apapun seperti UKM, HIMA, dan lain-lain.

Walaupun seperti itu tetapi saya tetap care dengan teman-teman sekelas saya. Kegiatan seperti itu berlangsung selama 1 semester. Setelah satu semester saya memutuskan untuk keluar dari UNY, itu bukan semata-mata keputusan saya sendiri, tetapi atas pertimbangan teman-teman dan juga dosen. Dosen saya memberi nasehat, sebelum jauh melangkah, alangkah lebih baik mundur perlahan dan mempersiapkan diri untuk melangkah lebih jauh lagi ditempat lain yang sesuai dengan keinginan. Setelah saya memutuskan untuk keluar dari UNY, saya banyak melamar pekerjaan di banyak tempat di Jogja maupun di Solo. Saya berfikir saya ingin kuliah dengan biaya saya sendiri di jurusan yang sesuai dengan keinginan saya. Selama satu bulan saya berkeliling jogja-solo mencari pekerjaan tapi Tuhan berkata lain, saya tidak diterima. Atas pertimbangan orang tua dan teman-teman SMA dan kampus saya dulu, saya disarankan untuk fokus belajar mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi tahun 2016.

Mulai bulan februari saya memutuskan fokus belajar persiapan USM PKN-STAN. Tetapi saya tidak terlalu berharap di USM PKN-STAN, saya takut gagal kedua kalinya dan sedih berlarut-larut. Saya memilih UTY sebagai cadangan saya. Kemudian saya fokus untuk belajar USM PKN-STAN, saya banyak membeli buku-buku persiapan USM PKN-STAN dan banyak bertanya kepada kakak kelas saya waktu SMA yang sudah diterima di PKN-STAN. Hari yang dinantipun tiba, yakni Tes USM PKN-STAN tahap 1. Saya mendapat tempat di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Saya berangkat dari rumah pukul 05.30 WIB. Setelah sampai ditempat tes, ternyata sudah banyak peserta lain yang sudah datang. Saya langsung menuju ruangan dimana saya tes. Setelah tes selesai saya pulang Alkhamdulillah dengan rasa senang karena saya sudah mengerjakan soal yang menurut saya banyak. Disela-sela menunggu hasil tes tahap satu, saya banyak didatangi rasa gudah dalam hati saya, muncul pikiran pesimis dalam pikiran saya.

Karena itu saya tidak mempersiapkan tes tahap kedua yakni tes kesehatan dan kebugaran. Setelah pengumuman tahap 1 keluar, Alkhamdulillah saya lolos tahap 1 dan berhak mengikuti tahap 2. Dalam waktu yang singkat itu, lebih kurang 1 minggu saya berlatih berlari. Dihari pertama saya latihan lari, saya muntah-muntah karena selama 1 tahun setelah lulus SMA hingga kuliah saya tidak pernah olahraga. Saya tidak patah semangat, saya yakin jika saya berusaha saya pasti bisa dan jika PKN-STAN adalah jalan hidup saya dari Yang Maha Kuasa, pasti akan diterima. Saya berlatih setiap hari dari pagi setelah subuh hingga pukul 07.00 pagi,  kemudian siang hari setelah dhuhur selama setengah jam, dan sore hari setelah ashar hingga menjelang maghrib. Saya juga banyak bertanya kepada kakak kelas saya, bagaimana agar lolos tahap 2. Menurut nasehat kakak kelas saya, selama tes lari jangan pernah berjalan teruslah berlari walaupun pelan. Hari yang dinantipun tiba, yakni tes tahap 2.

Waktu itu lokasi tes tahap 2 juga di daerah Kalasan Yogyakarta tepatnya dilapangan UKRIM. Saya mendapat jatah hari pertama diurutan terakhir, Alkhamdulillah tes kesehatan lancar dan saya dinyatakan berhak mengikuti tes kebugaran yakni lari selama 12 menit dan shuttle run. Saya tes pada pukul 11 siang menjelang waktu dhuhur, Alkhamdulillah saat itu cuaca sedang mendung jadi tidak begitu panas. Selama saya berlari saya mengingat pesan kakak kelas saya agar jangan jalan kaki selama tes kebugaran, terus berlari walaupun pelan. Saya berlari sangat pelan tapi saya juga tidak berjalan. Alkhamdulillah dalam waktu 12 menit saya mendapat 6 putaran lebih. Setelah diberi waktu istirahat sebentar, kemudian tes selanjutnya yakni shuttle run, saya kurang begitu tahu berapa detik waktu yang saya habiskan untuk shuttle run. Setelah tes tahap 2 ini, saya sangat gelisah menanti pengumuman. Tapi disela-sela menanti pengumuman tahap 2 ini saya juga belajar untuk mempersiapkan tes tahap 3 yakni TKD.

Setelah pengumuman keluar, Alkhamdulillah saya dinyatakan lolos tahap 2 dan berhak mengikuti tes tahap 3. Setelah pengumuman kelulusan tahap 2 keluar, saya lebih giat belajar lebih giat dari sebelum pengumuman tahap 2. Saya belajar dari setelah subuh hingga siang hari dan dilanjutkan sore hari hingga jam 10 malam sampai menjelang hari H. Tes tahap 3 juga dilaksanakan di Balai Diklat Keuangan Kalasan Yogyakarta. Lagi-lagi saya mendapat jatah hari pertama. Saya mendapat lokasi tes di ruang 3. Sebelum TKD juga ada pengarahan-pengarahan dalam mengikuti TKD. Waktu mengerjakan TKD itu saya agak merasa grogi dan deg-degan. Karena ini adalah pengalaman saya mengikuti tes dengan sistem CAT ( Computer Assisted Test ). Ditambah lagi setelah melihat soal, soal yang keluar dites banyak yang berbeda dengan materi yang sudah saya pelajari terutama dibagian TWK. Saya memaksimalkan mengerjakan soal TIU dan soal TKP. Soal TWK saya mengandalkan jurus hebat, yakni spekulasi.

Tapi saya juga sedikit ingat tentang sejarah Indonesia dan dunia dulu waktu mendapat pelajaran sejarah di SMA. Dan hasil TKD pun bisa langsung diketahui setelah kita mengunci semua jawaban. Alkhamdulillah saya dinyatakan lolos passing grade dan mendapat skor TKD 375. Walaupun lolos passing grade tetapi belum menjadi jaminan kita diterima menjadi camaba PKN-STAN 2016. Setiap hari saya berdoa agar Tuhan memberikan jalan terbaik-Nya untuk saya. Selain itu saya juga sudah mempersiapkan semua berkas untuk mendaftar di UTY sebagai antisipasi kalau saya tidak diterima di PKN-STAN. Setelah menunggu begitu lama, hari H pun tiba yakni pengumuman terakhir USM PKN-STAN 2016 yang menentukan diterima atau tidak diterima menjadi camaba PKN-STAN 2016. Tetapi ternyata pengumuman diundur yang harusnya tanggal 29 Juni 2016 menjadi tanggal 1 Juli 2016. Tetapi hal itu tidak menggoyahkan optimisme saya.

Dan akhirnya tanggal 1 Juli 2016 pun tiba. Alkhamdulillah saya diterima menjadi camaba PKN-STAN 2016 jurusan D1-Pajak lokasi pendidikan di pontianak. Saya bersyukur kepada Tuhan karena telah menunjukkan jalan terbaik-Nya untuk saya. Dan akhirnya saya memutuskan untuk tidak mendaftar di UTY. Setelah itu, camaba yang dinyatakan diterima diharuskan daftar ulang di lokasi pendidikan. Saya daftar ulang dihari pertama, dan waktu itu adalah pengalaman pertama saya naik pesawat. Setelah sampai dibandara supadio saya dan teman saya dari Klaten jalan kaki dari bandara ke BDK, dan dari BDK ke kontrakan kami. Hal itu karena kami belum tahu lokasinya dan kami belum tahu bagaimana transportasi di sini. Setelah selesai daftar ulang, selama 3 hari saya dan teman-teman saya dari Klaten berada di Pontianak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Setelah itu kita kembali lagi ke Klaten karena waktu daftar ulang dengan kegiatan OSPEK berselang 3 minggu.

Selama 3 minggu itu saya habiskan untuk bersama teman-teman SMA dan teman-teman kampus UNY dulu. Kami berwisata mengelilingi kota Jogja dan Solo. Saya juga mengundang mereka kerumah saya sekadar hanya untuk makan-makan sekaligus sebagai ajang saya berpamitan kepada mereka.  Waktu bersenang ria di Jawa pun usai, saya harus pergi ke Pontianak untuk kuliah. Walapun berat untuk meninggalkan keluarga dan teman-teman saya, tapi atas nasehat dan dorongan semangat dari mereka juga yang akhirnya membulatkan tekad saya untuk tetap lanjut. Tidak ada rasa menyesal ataupun sedih yang terlalu dalam. Mereka menguatkan saya kalau satu tahun bukanlah waktu yang lama. Karena kesedihan hanya akan membuat saya pesimis dan tidak semangat kuliah. Dan mereka mengingatkan saya bahwa banyak yang ingin diterima menjadi mahasiswa PKN-STAN tapi gagal, saya adalah salah satu diantara orang yang beruntung bisa diterima menjadi mahasiswa PKN-STAN, jadi saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.

Toh Itu juga untuk masa depan saya dan juga untuk keluarga saya. Selama disini mereka juga masih memberikan dorongan semangat kepada saya agar tidak mengingat keluarga dan teman-teman di Jawa dan agar tetap fokus belajar. Hal Itu membuat saya yakin bahwa PKN-STAN adalah jalan terbaik-Nya untuk saya. Dan saya harus mensyukuri itu semua, mengingat banyak orang yang ingin diterima menjadi mahasiswa PKN-STAN tetapi gagal. Dan salah satu jalan mensyukurinya adalah dengan belajar bersungguh-sungguh dan menjani seluruh kegiatan perkuliahan yang ada di PKN-STAN dengan baik sesuai aturan. Dan itulah sekelumit pengalaman saya. Terima Kasih.

Tinggalkan Balasan