Home » Artikel » Pengorbanan Menuju STAN

Pengorbanan Menuju STAN

Pengorbanan untuk Masa Depan

Saya berasal dari Sukoharjo namun saya menjalankan studi di Surakarta tepatnya di SMA Negeri 4 Surakarta. Saya mulai ingin masuk PKN STAN dimulai saat kakak saya mencoba untuk masuk PKN STAN pada tahun 2014 namun gagal. Dari situ saya mulai memiliki semangat untuk memasuki PKN STAN untuk mewakili keluarga saya kuliah dalam lingkup ikatan dinas.

Pada tahun 2016 tepatnya bulan Februari, di Surakarta diselenggarakan Try Out USM PKN STAN yang bertempat di SMA Negeri 4 Surakata. Sebenarnya saya agak malas untuk mengikutinya namun karena mengingat kegagalan kakak saya dua tahun yang lalu, saya jadi memiliki semangat kembali untuk mengikuti Try Out USM PKN STAN yang diselenggarakan.

Pada saat mengerjakan Try Out, saya tidak mengalami kendala dan alhamdullilah semua berjalan dengan lancar. Selesainya waktu mengerjakan Try Out, saya menunggu hasil Try Out saya keluar sampai sore hari sambil saya mengenal PKN STAN dari panitia penyelenggara dan saya semakin tertarik untuk memasuki PKN STAN. Setelah keluarnya pengumuman Try Out saya cukup puas dengan hasilnya. Saya mendapatkan skor sekitar 250 dengan peringkat kurang lebih 130 se-Surakarta.

Pada 21 Maret sampai dengan tanggal 4 April di buka pendaftaran sekolah kedinasan dan lalu diperpanjang sampai tanggal 11 April. Untuk kesekian kalinya saya ragu untuk memilih sekolah kedinasan yang harus saya pilih mengingat pada tahun 2016 hanya bisa memilih satu sekolah kedinasan. Dari keraguan itu saya bertanya kepada orang tua mengingat bahwa ridho Allah terletak pada ridho orang tua dan orang tua merekomendasikan untuk masuk PKN STAN. Saya mulai mendaftar kira-kira hari ke-6 dan memilih untuk melakukan tes di Semarang.

Pada tanggal 12 April diumukan hari untuk melakukan verifikasi dan saya kebagian pada tanggal 19 April dan berkas yang dibutuhkan masih ada yang kurang. Dan berkas itu terkumpul dalam waktu 3 hari. Pada saat pegumpulan berkas ada kelewatan legalisir satu semester yaitu disemester dua dan alhamdullilah dipermudah dengan menyertakan halaman lain pada semester dua yang di legalisir. Setelah semua berkas diserahkan saya di beri BPU dan denah lokasi tes.

Hari-hari berlalu dan sudah mendekati tes USM PKN STAN dan saya jarang belajar untuk mempersiapkan USM PKN STAN. Satu hari sebelum USM PKN STAN saya berangkat ke Semarang jam satu siang dan sampai Semarang jam empat sore. Sesampainya di semarang saya langsung ke rumah paman saya. Saya mulai belajar serius mulai jam tujuh malam setelah isya’ sampai jam sebelas malam. Keesokan harinya saya berangkat jam 07.15 WIB dan sampai di lokasi ujian jam 08.30 WIB di antar saudara. Saya melakukan USM di Universitas Dian Nuswantoro. Sesampainya disana saya salah gedung dan saudara saya sudah kembali ke rumah dan saya memutuskan jalan kira-kira sejauh 100 meter.

Sampai di gedung saya langsung mencari lokasi ruangan USM di tengah keramaian para pejuang USM yang sedang belajar. Bel masuk ruangan berbunyi dan saya memasuki ruangan. Selama pengerjaan USM, timbul masalah yaitu di dalam tempat pensil ada spidol yang lupa saya tutup dan terdapat bekas tinta spidol kuning yang tidak saya sadari. Saat saya mengisi LJK saya panik melihat bekas spidol tinta kuning pada tangan saya di LJK. Saya pasrah melihat tinta kuning yang ada pada LJK karena saya percaya bahwa jika PKN STAN adalah jalan saya maka Allah akan meluluskan saya.

Pengumuman USM PKN STAN sudah dekat dan saya semakin pasrah dengan hasil yang akan diumumkan. Saya tidak tenang untuk menunggu pengumuman. Tengah malam tiba saya semakin pasrah dan tidak tenang. Saya coba buka web PKN STAN namun server down. Saya tunggu sampai pukul 01.30 WIB dan saya sangat bersyukur melihat hasil kelulusan saya pada USM dan melihat pengumuman tanggal pelaksanaan TKK saya. Saya mendapatkan pada tanggal 3 Juni

Keesokan harinya saya mulai berlatih untuk menambah stamina setiap pagi. Hari pertama sampai dengan hari ketiga setelah pengumuman USM hasil latihan cukup mengecewakan. Pada hari keempat sampai hari ketujuh mulai ada perkembangan. Pada tangal 1 Juni saya mulai berhenti untuk melakukan latihan TKK karena saya harus melaksanakan SBMPTN yang saya lakukan di fakultas hukum UNS. Tes SBMPTN yang saya ambil yaitu IPC. Selama pengerjaan SBMPTN saya merasa sulit dengan soal yang diberikan. Soal yang diberikan berbeda dengan soal-soal yang Selama ini saya kerjakan di tempat bimbingan belajar. Saya hanya mengerjakan semampu saya walaupun yang saya kerjakan tidak memuaskan. Sintek 60 soal saya kerjakan 20 soal dan yang paling banyak saya kerjakan soal biologi. Soal TPA 90 soal saya kerjakan 60 soal. Soal Soshum 60 soal saya kerjakan 40 soal. Namun saya merasa cukup puas saya bisa melalui pengerjaan soal SBMPTN dengan usaha saya sendiri.

Pengorbanan Menuju STAN

Keesokan harinya saya berangkat kembali ke Semarang siang hari dan sampai di sana sore hari megenakan bis. Sesampainya di sana saya turun dari bis kaki saya keseleo. Saya benar-benar pasrah dengan TKK besok melihat kondisi kaki saya yang keseleo dan susah digunakan untuk berjalan namun saya tetap berusaha untuk meredakan rasa sakit pada kaki saya. Keesokan harinya rasa sakit pada kaki sedikit membaik tidak sesakit sebelumnya. Pada saat TKK saya sengaja datang telat sambil menunggu kaki saya lebih membaik lagi. Sesampainya saya di tempat tes TKK di Semarang yaitu di GOR Tri Lomba Juang. Saya mengambil antrian dan saya mendapat antrian akhir kira-kira nomor 204. Saya menunggu tes kesehatan kira-kira sampai pukul 11.00 WIB. Selama tes kesehatan mulai dari tes mata, tensi, cek kesehatan semua normal.

Sampai waktunya saya melakukan tes kebugaran pada jam 12.00 WIB di siang hari dan alhamdullilah kaki sudah cukup membaik dan bisa untuk melakukan lari. Panas kota Semarang sungguh terasa pada saat melakukan tes kebugaran. Tes kebugaran tidak berjalan lancar dan bagi saya tidak maksimal dan memuaskan. Pada lari 12 menit putaran pertama kecepatan bisa maksimum. Putaran kedua mulai perut terasa sakit dan kecepatan mulai melambat. Pada putaran ketiga kepala mulai terasa pusing sekali karena panas yang sangat menyengat dan kecepatan semakin melambat sampai jogging kecil. Pada putaran keempat dan waktu kurang 1 menit kaki sudah tak sanggup melakukan lari seperti apapun. Kaki hanya mampu berjalan, kepala sudah tidak bisa di ajak kompromi dan tubuh sudah tak kuat lagi untuk menopang. Lari 12 menit saya menempuh 4 putaran 150 meter. Setelah melakukan lari saya istirahat dan bersiap-siap melakukan shuttle run. Pada shuttle run semua berjalan lancar walaupun kaki terasa berat.

Pada tanggal 13 Juni ada kejadian yang menyedihkan untuk keluarga besar saya. Ibu saya dan tante saya mengalami kecelakaan di tabrak oleh seorang pemuda dari belakang. Kaki ibu saya patah dan kepala terkena benturan cukup keras. Tante saya hanya mengalami benturan yang cukup keras. Kejadian itu membuat saya tidak fokus untuk belajar TKD. Pikiran saya hanya terfokus pada kesembuhan tante saya dan ibu saya.

Pada tanggal 15 Juni saya tidak memikirkan tentang pengumuman dipikiran saya hanya ada ibu dan tante saya. Saya membuka pengumuman pada saat sahur dan saya sangat bersyukur atas kelolosan saya. Kelolosan itu cukup membuat saya dan keluarga besar saya bahagia di tengah kesedihan.

Pada tanggal 21 Juni, satu hari sebelum tes TKD dan sebelumnya saya tidak pernah belajar karena saya hanya fokus untuk mengurusi ibu saya yang sedang di rumah sakit. Saya berangkat pada pukul 13.30 WIB dan sampai di Semarang 16.00 WIB. Sesampainya di sana saya langsung belajar soal-soal dan pembahasan TKD. Keesokan harinya saya mendapat tes TKD siang hari pada pukul 13.00. selama pengerjaan terdapat soal-soal yang tidak jelas . Waktu tes pun berakhir dan skor TKD langsung keluar dan saya mendapat skor 338. Saya cukup puas dengan hasil tersebut karena itu adalah hasil usaha saya sendiri.

Hari-hari berlalu, kini sudah tanggal 28 Juni, saat pengumuman SBMPTN pada pukul 14.00. Waktu Dzuhur sudah datang, saya semakin tidak tenang dan saya langsung mengambil air wudhu dan sholat untuk menghilangkan perasaan tidak tenang. Setelah sholat saya langsung membuka pengumuman SBMPTN dan saya diterima pada pilihan ketiga yaitu Agribisnis UNS. Saya cukup terkejut dan bersyukur walaupun ada perasaan yang mengganjal karena saya diterima pada pilihan ketiga.

Rasa tegang kembali lagi karena pada tanggal 29 tengah malam akan diumumkan pengumuman penerimaan PKN STAN. Namun ditunggu-tunggu belum keluar. Pada pagi hari keluar pengumuman bahwa pengumuman diundur pada tanggal 1 Juli. Sambil menunggu pengumuman PKN STAN saya mencari dokumen yang diperlukan untuk menentukan UKT.

Pada tanggal 1 Juli pada pukul 01.00 WIB saya mencoba membuka dan saya sangat bersyukur saya diterima di D1 Pajak namun saya cukup ragu melihat penempatan saya di BDK Pontianak karena pendidikan yang jauh. Setelah bertanya-tanya dengan orang tua dan dengan beberapa pertimbangan seperti UKT yang menurut saya tinggi, saya lepas Agribisnis UNS untuk melakukan studi di PKN STAN BDK Pontianak.

Pada tanggal 24 Juli, semua berkas sudah siap dan saya siap berangkat ke Pontianak untuk melakukan daftar ulang keesokan harinya. Keesokan harinya, saya melakukan daftar ulang dan semua berjalan lancar tanpa ada hambatan.

Perjuangan dan doa tidak akan pernah menghianati dan untuk meraih cita-cita perlu perjuangan, pengorbanan, dan pribadi yang tangguh untuk menghadapi setiap hambatan yang ada karena kesuksesan harus di jemput bukan kesuksesan yang datang pada kita.

**

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trik tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini :

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya šŸ™‚

Tinggalkan Balasan