Home » Artikel » Perjalanan Melewati Ujian Saringan Masuk PKN STAN 2016

Perjalanan Melewati Ujian Saringan Masuk PKN STAN 2016

Dalam tulisan ini, saya akan menceritakan pengalaman saya hingga berhasil melewati Ujian Saringan Masuk PKN STAN 2016. Sebelum itu, perkenankanlah saya untuk memperkenalkan diri. saya merupakan alumni dari SMA Negeri 1 Bantul angkatan 2016. Saya pikir saya adalah orang yang beruntung, mengingat saya tidak terlalu pintar. Saat SMA, peringkat 3 besar kelas saja tidak pernah saya masuki, apalagi sekolah. Jadi saya tidak percaya ketika saya berhasil mengalahkan ratusan ribu orang yang berminat untuk masuk ke PKN STAN.

 Pada awalnya, saya tidak mengetahui mengenai PKN STAN hingga masuk ke SMA N 1 Bantul, dimana waktu perkenalan murid baru, salah satu teman saya mengatakan bahwa impiannya adalah masuk ke PKN STAN. Waktu itu,menjadi seorang guru adalah cita-cita saya,meskipun bapak ingin saya menjadi seorang polisi dan ibu ingin saya masuk jurusan farmasi. Tidak pernah terpikir sedikitpun untuk masuk ke PKN STAN. Saya hanya berusaha keras untuk belajar agar mendapat nilai yang maksimal sehingga dapat membanggakan orang tua. Alhamdulillah, tidak ada nilai saya yang buruk, meskipun tak sebaik teman-teman saya yang meraih peringkat.

Hingga akhirnya saya berada di kelas XII, yaitu saat-saat yang paling menentukan dalam masa SMA, jadi saya mengikuti bimbingan belajar. Di semester 2, para guru menyuruh siswa-siswinya untuk memikirkan baik-baik universitas pilihan mereka, tak terkecuali saya. Karena saat itu menjadi seorang guru adalah cita-cita saya, maka saya berkonsultasi kepada guru saya mengenai jurusan apa yang harus saya pilih ketika SNMPTN. Atasarahan guru, sayamemilih universitas yang memiliki jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Kedua orang tuasaya akhirnya mendukung saya, sembari memberikan motivasi dan nasehat.

Setelah berkonsultasi dengan orang tua, saya akhirnya memilih jurusan farmasi sebagai pilihan pertama,diikuti dengan jurusan PGSD sebagai pilihan kedua. Saya tingkatkan ibadah dan doa serta tidak lupa meminta doa dari kedua orang tua agar lolos SNMPTN. Pada saat itulah, ibu saya menyarankan agar saya mengikuti pendaftaran STAN. Menurut dia tidak ada salahnya untuk ikut mendaftar. Lagipula, lulusan dari PKN STAN sudah pasti masa depannya, karena akan diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Memikirkan hal tersebut, pendaftaran STAN akhirnya saya ikuti.

Karena semakin dekatnya UN (Ujian Nasional), waktu belajar saya tingkatkan. Saya berusaha semaksimal mungkin dalam mengerjakan soal agar berhasil dengan nilai memuaskan. Pada tanggal 4 April 2016, UN 2016 dimulai. Mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia merupakan mata pelajaran yang menurut saya paling sulit. Saya tidak mengerti beberapa soal, sehingga saya hanya menebak-nebak jawabannya. Selesai ujian, muncul rasa sesal dan lega di hati. Sesal karena tidak dapat menjawab beberapa soal, lega karena sudah terlepas dari beban UN. Saya hanya bisa menyerahkan sisanya kepada Allah. Tetapi perjuangan saya belum berakhir disini, masih ada SBMPTNsehingga saya masih mengikuti bimbingan belajar.

Selepas UN, hasil dari SNMPTN sudah menunggu. Saya merasa cemas, sembari menyerahkan hasilnya kepada Allah. Tetapi sayang, saya tidak berhasil lulus SNMPTN. Mungkin Allah ingin memberikan jalan yang lebih baik kepada saya. Saya berusaha untuk tetap tabah, toh masih ada jalur SBMPTN dan Ujian Mandiri serta STAN.

Karena saya sudah mendaftar, saya diwajibkan untuk lolos tes tertulis STAN jika ingin berhasil ke tahap selanjutnya. Saya mencari contoh soal-soal tes tertulis STAN dan mempelajarinya. Untungnya saya mengikuti bimbingan belajar untuk SBMPTN. Karena materi tes tertulis STAN dan SBMPTN tidak berbeda terlalu jauh, saya tak perlu belajar materi tes tertulis STAN dari awal.Saat hari-H, saya berangkat pagi-pagi dengan ayah saya. Sampai di tempat tes saya menjadi grogi setelah melihat banyaknya peserta yang mengikuti tes. Untung saja saya bertemu dengan teman-teman saya dari SMA, sehingga rasa grogi berkurang. Sambil menunggu diadakannya tes, saya berdoa agar diijinkan untuk berhasil melewati tes ini. Tak selang beberapa lama, para peserta diijinkan masuk dengan mengikuti persyaratan yang ada. Lalu para pengawas membacakan tata tertib serta membagikan soal dan lembar jawaban. Sebelumnya, para pengawas dan peserta berdoa terlebih dahulu agar diberi kelancaran dan kemudahan.

Soal yang sudah berada di tangan saya buka. Mendadak rasa grogi kembali muncul melihat soal yang tertera. Banyak soal yang saya tak tahu jawabannya. Saya coba mengerjakan soal yang lebih mudah terlebih dahulu. Tetapi begitu selesai mengerjakan soal yang saya pahami, saya melihat masih banyak yang belum saya jawab. Karena skor dari tidak menjawab adalah nol, sedangkan skor dari jawaban salah adalah -1, banyak yang tidak saya isi, meskipun tidak semuanya karena aturan dari tes tersebut yang mengharuskan sejumlah jawaban benar.

Saya merasa ragu melihat hasil jawaban saya, meski pada akhirnya dengan percaya diri jawaban tersebut tidak saya ubah. Begitu menyerahkan hasil jawaban dan berdoa, peserta diperbolehkan untuk meninggalkan ruang ujian. Saya dan teman-teman saya kembali berkumpul dan membicarakan tentang tes tadi. Entah mengapa saya merasa bahwa saya tidak akan lulus tes ini, dan terpaksa berharap pada SBMPTN atau Ujian Mandiri.

Mencoba melupakan mengenai tes tertulis kemarin, hasil dari UN akan diumumkan. Hasil dari ujian untuk SMA saya akan diumumkan di halaman sekolah, diikuti oleh para orang tua/wali murid. Rasanya gembira sekali kembali bertemu dengan teman-teman saya, sejak kita tak saling jumpa semenjak UN. Kami saling bercanda dan menceritakan pengalaman masing-masing selama tidak bertemu.

Sekitar jam 10 siang, hasil dari UN akan dibagikan kepada siswa-siswi. Saya deg-degan menunggu giliran, apalagi setelah ingat bahwa saya tidak yakin dalam menjawab soal UN kemarin. Begitu nama saya dipanggil, saya maju ke atas panggung dan menerima stofmap berisi SKHUN (Surat Keputusan Hasil Ujian Nasional). Saat melihat hasilnya, saya tak menyangka bahwa tak ada nilai saya yang buruk, walau nilainya hanya berkisar diantara 70-80. Saya bersyukur kepada Allah, telah diberi nilai yang memuaskan bagi saya. Setelah dilihat-lihat, masih ada yang memiliki nilai dibawah saya. Selesai membagikan SKHUN ke seluruh murid, pembawa acara menyebut nama siswa-siswi yang menduduki peringkat 3 besar untuk hasil UN. Seperti biasa, nama saya tidak disebutkan, tetapi saya tidak menyesal. Setelah acara berakhir,kami murid sekelas bersama wali kelas melakukan pemotretan bersama sebagai kenang-kenangan dengan ceria.

Meski begitu, kami harus segera lepas dari euforia ini dikarenakan di depan mata SBMPTN sudah menunggu. Saya memilih jurusan yang sama dengan SNMPTN untuk SBMPTN. Kali ini saya berharap semoga dapat lulus dalam seleksi ini. Namun saya juga tak melupakan STAN. Karena itu saya melatih kebugaran fisik dengan berlari mengelilingi lapangan setiap 3 hari sekali. Tak lupa makan makanan bergizi serta tidur yang cukup. Saya masih belum pupus harapan untuk masuk ke PKN STAN.

Tanggal 24 Mei 2016 hasil tes tertulis STAN diumumkan dan saya terkejut mengetahui bahwa saya lolos. Padahal, menurut saya masih banyak peserta lain yang memiliki nilai diatas saya. Saya semakin bersemangat untuk mencapai PKN STAN. Mungkin ini adalah mukjizat yang diberikan oleh Allah. Tetapi saya masih memiliki jadwal untuk mengikuti ujian SBMPTN, jadi saya masih melanjutkan belajar saya.

Saat ujian SBMPTN, saya mengerjakan soalnya sesuai kemampuan saya. Saya lebih memilih untuk bermain aman, dengan tidak menjawab soal dimana saya merasa ragu. Tak tahu kenapa motivasi saya di SBMPTN ini malah berkurang dan lebih tertarik terhadap STAN.

Pada hari TKK (Tes Kesehatan dan Kebugaran), saya berdoa sebelum berangkat. Disertai dengan doa dari kedua orang tua, saya percaya dapat melewati tes ini. Di BDK tempat diadakannya tes, saya kembali bertemu teman yang telah melewati tes tertulis. Kami menunggu hingga giliran kami datang. Untuk urutan, dilakukan tes kesehatan tubuh terlebih dahulu yang meliputi pengecekan tinggi dan berat badan, mata, tekanan darah, dsb. Setelah itu baru dilakukan tes kebugaran, dimana kami harus berlari mengelilingi lapangan selama 12 menit, kemudian melakukan shuttle run. Rasanya lelah, tetapi saya puas dengan pencapaian saya.

Hingga akhirnya, tes terakhir untuk melewati Ujian Saringan Masuk PKN STAN 2016 hampir tiba, yaitu TKD (Tes Kompetensi Dasar). Untuk tahun 2016, memang proses USM PKN STAN berbeda dari tahun sebelumnya, dimana tes wawancara digantikan dengan TKD. TKD STAN dibagi menjadi 3 jenis materi, yiatu TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Intelegensia Umum), DAN TKP (Tes Karakteristik Pribadi) dan hasil dari tes akan langsung muncul begitu kita selesai mengerjakan. Saya mempelajari jenis soal yang sesuai dengan materi tersebut, selagi memahami strategi agar sukses dalam tes tersebut.

Hari TKD sudah tiba, dan saya siap untuk melaksanakannya dengan restu dari kedua orang tua. TKD kali ini juga diadakan di BDK dan sebelum melaksanakan tes saya beserta peserta lainnya menonton tayangan mengenai tata cara dalam mengerjakan TKD. Selesai menonton tayangan tersebut, kami dibawa ke sebuah ruangan dimana terdapat komputer di setiap meja. Pengawas membacakan tata tertib dalam tes ini setelah kami duduk dan berdoa. Dan dimulailah TKD STAN 2016. Saya mengerjakannya dengan percaya diri namun hati-hati, sampai waktu ujian berakhir.

Kami kemudian mencatat nilai TKD kami sesuai instruksi pengawas, kemudian diperbolehkan untuk pulang. Saya tidak langsung kembali ke rumah dikarenakan masih menunggu jemputan dari ayah. Kira-kira 30 menit kemudian, hasil seluruh peserta yang baru melaksanakan TKD ditampilkan di papan pengumuman. Melihat peringkatnya, saya mencoba untuk memperkirakan apakah saya akan melewati Ujian Saringan Masuk PKN STAN ini, dan menurut perkiraan saya, saya akan melewati Ujian Saringan Masuk PKN STAN 2016.

Selang beberapa hari, hasil SBMPTN sudah diumumkan dan saya telah lolos untuk jurusan PGSD. Namun, saya tidak langsung mendaftar PGSD karena satu hal, yaitu kepastian mengenai lolos atau tidaknya saya dalam TKD kemarin. Saya harap-harap cemas sampai lampiran mengenai siapa saja yang lolos muncul, dan saat melihat nama saya tertera dalam lampiran tersebut, saya merasa senang.

Begitulah perjuangan saya hingga berhasil melewati Ujian Saringan Masuk PKN STAN 2016. Semoga ini dapat menjadi inspirasi bagi anda, dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan