Home » Artikel » JALAN UNTUK MEMILIH PKN STAN

JALAN UNTUK MEMILIH PKN STAN

Assalamualikum Wr. Wb.
Ini adalah kisah saya dalam memilih Politeknik Keuangan Negara STAN sebagai perjuangan suksesku. Saya lahir di Bogor pada tanggal 30 Desember 1997. Pendidikan terakhir saya di SMA Negeri 10 Kota Bogor.

Awalnya saya tidak tertarik untuk memilih Politeknik Keuangan Negara STAN, awalnya saya hanya memandang sebelah mata karena pendidikannya hanya sampai D-IV. Tetapi orang tua saya selalu menjuruskan untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Keuangan Negara STAN. Awalnya saya sangat ingin berkuliah di Institut Pertanian Bogor jurusan Teknologi Industri Pertanian tetapi kedua orang tua tidak merestui dengan berbagai alasan. Dan seiring berjalannya waktu saya sadar saya harus mengejar restu orang tua dan pada saat itulah muncul niat dari diri saya sendiri untuk bisa kuliah di Politeknik Keuangan Negara STAN.

Kakak kandung saya juga lulusan STANÂ tahun 2010. Saya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang Politeknik Keuangan Negara STANÂ dan kakak saya pun berbagi pengalamannya kepada saya. Dia hanya berpesan kepada saya Untuk bisa lolos USM Politeknik Keuangan Negara STAN itu tidak mudah,butuh persiapan kecuali jika memang otak kita cerdas. Dengan pesan seperti itulah saya menjadi lebih tertantang. Saya punya tekad Tahun ini saya harus bisa tembus USM PKN STAN 2016.

Ternyata semuanya tidak semudah kita berbicara, banyak sekali rintangan dan cobaan yang saya hadapi. Apalagi menjadi pelajar kelas 12 SMA banyak yang harus di persiapkan seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer, Ujian Prakter, Ujian Akhir Sekolah, dan persiapan tes masuk Universitas Negeri.

Pada masa awal kelas 12 saya mendapatkan info dari kakak saya yang berisikan adanya Pelatihan USM PKN STAN 2016 di Bogor yang bernama MUTAMI dengan pengajar tunggal lulusan D-IV STAN yaitu Aa Maman Irawan. Pelatihan tersebut diadakan satu minggu sekali dengan biaya Rp 18.000,00 setiap pertemuannya. Sebelumnya kakak saya juga mengikuti pelatihan tersebut sampai bisa lolos USM STAN. Dan akhirnya saya mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Ini adalah kesan pertama saya mengikuti pelatihan MUTAMI. Banyak sekali siswa kelas 12 dari berbagai sekolah di Bogor yang mengikuti pelatihan tersebut. Sebelum memulai pelatihan tersebut, pengajar MUTAMI itu menjelaskan apa itu PKN STAN secara mendetail. Dan tidak lama pun dia memberitahu lulusan MUTAMI yang lolos USM PKN STAN. Orang demi orang pun dia ceritakan sampai akhirnya dia berhenti ketika ada foto kaka saya, dan tidak lama juga dia langsung berbicara Ini adalah Lulu Bahriaturrohmah lulusan SMA Negeri 3 Bogor. Oh iya, kalo tidak salah adik nya juga ada disini, coba mana adik nya acungkan tangan dan pada saat itu saya bingung, dalam diri saya, saya tidak perlu bangga berlebihan, itu adalah kakak saya, bukan saya. Dan karena pengajar MUTAMI tersebut sangat penasaran akhirnya saya mengacungkan tangan dan perhatian semua orang tertuju kepada saya. Jujur, kejadian itu secara tidak langsung menjadi beban dalam diri saya, dan saya punya tekad di dalam hati kakak saya saja bisa lolos USM PKN STAN, saya pun harus bisa. Dan hari pertama pelatihan tersebut saya baru memulai langkah kecil untuk bisa menjadi mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN.

Pelatihan MUTAMI diadakan setiap minggu sekali, demi Politeknik Keuangan Negara STAN saya rela menghabiskan waktu istirahat saya untuk belajar. Tetapi saya sangat terkenal karena saya sering terlambat hehe. Alhamdulillah dari minggu ke minggu saya mulai bisa memahami bagaimana cara mengerjakan soal USM TPA & TBI, banyak trik yang bisa saya terapkan di soal USM Politeknik Keuangan Negara STAN 2016 nanti.

Ujian Nasional pun berlalu, H-30 USM PKN STAN 2016 pun menanti. Tetapi saya merasa persiapan saya masih kurang matang dan akhirnya saya di daftarkan oleh kedua orang tua saya di bimbel spesialis USM PKN STAN di Bintaro. Disana saya mendapatkan banyak sekali pengalaman dan pelajaran sampai saya merasa sangat siap untuk menghadapi USM PKN STAN.

H-1 sebelum USM PKN STAN 2016 dimulai, saya bersama kedua orang tua saya survey tempat untuk saya tes. Saya baru pertama kali masuk tribun penonton disana ternyata saya mencium bau yang tidak sedap di sepanjang lorong tribun. Saya tidak menyangka bahwa Stadion Utama GBK sangat tidak terusus.

15 Mei 2016. SU GBK di penuhi banyak sekali orang. Tapi saya akan menunjukan hasil kerja keras dan doa selama ini. Tapi gangguan selalu datang, sebelum USM PKN STAN 2016 tahap 1 di mulai saya ingin buang air kecil. Saya 2 kali turun tangga tapi tidak menemukan toilet yang terbuka, mau tidak mau saya menahannya. Dan saya sempat merasa kecewa dengan panitia disana, ketika aba-aba pengerjaan soal dimulai. Panitia telat membagikan LJK kepada saya, tapi saya mencoba untuk lebih bersabar. Saya mengerjakan soal-soal USM PKN STAN 2016. Dan akhirnya waktunya pun habis. Tidak lupa saya membaca Alhamdulillah.

Lalu saya pun turun dan menuju parkiran. Orang tua saya menanyakan bagaimana ujiannya. Dan saya menjawab Aku sudah memberikan yang terbaik yang aku bisa. PKN STAN telah menjadi bagian dari doa saya. Tahap 1 selesai dan tinggal menunggu pengumuman.

25 Mei adalah pengumuman tahap 1,saya tidak begadang untuk mengetahui pengumuman tahap 1. Ketika pagi-pagi banyak ucapan selamat dari teman-teman saya yang menyatakan saya lolos tahap 1 USM PKN STAN 2016 dan saya langsung mengabarkan kedua orang tua saya.

Hari-hari berikutnya saya mempersiapkan diri untuk tahap Tes Kesehatan dan Kebugaran. Setiap sore hari saya pergi ke lapangan sepak bola di temani dengan ayah saya. Saya berlari selama 30 menit dan latihan melakukan shuttle run. Persiapan kurang dari seminggu dan saya sudah siap. Pada tanggal 1 Juni saya mengikuti tahap 2, saya mencoba agar datang lebih pagi, supaya mendapat nomer urut awal. Saya sampai Pusdiklat Bea & Cukai jam 5 Subuh dan ternyata disana sudah sangat ramai, saya mendapat nomor antrian 89. Dari jam 5 sampai jam 9 saya menunggu,dan saya pun mengikuti serangkaian tes di Pusdiklat tersebut. Kira-kira jam 10 saya di bawa kelapangan untuk tes lari 12 menit dan lari shuttle run. Semuanya berjalan sesuai rencana, sesuai dengan persiapan yang matang tes tersebut tidak terasa berat bagi saya.

Tes tahap 2 telah diselesaikan dengan baik. 15 juni 2016 adalah pengumuman tahap 2. Dan saya pun tidak menunggu pengumuman sampai begadang. Ketika saya bangun tidur lalu saya mengecek HP dan isinya pun ucapan selamat semua. Saya pun mulai mempersiapkan TKD.

Pada saat mempersiapkan TKD saya pun disibukkan dengan persyaratan daftar ulang Institut Pertanian Bogor. Seiring berjalannya waktu saya mempersiapkan untuk TKD, pada awalnya saya mengira TKD itu mudah, tapi ternyata justru sedikit menyulitkan, karena banyak yang harus di hafal di Tes Wawasan Kebangsaan. Saya mengakui saya kurang persiapan. H-3 tes tahap 3 USM PKN STAN 2016 saya baru membeli buku TKD. Dengan waktu yang singkat saya memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

22 Juni 2016 saya melaksanakan TKD,karena kurang persiapan saya merasa sedikit panik. Tapi saya mencoba menenangkan diri dan percaya bahwa saya bisa lolos TKD. TKD pun saya lewati saya mendapat skor yang tidak bisa dibilang tinggi dan tidak bisa dibilang rendah, yaitu 355. Saya merasa sangat bersyukur karena itu diluar perkiraan saya. Tahap 3 pun telah selesai.

Sambil menunggu pengumuman saya melengkapi persyaratan daftar ulang Institut Pertanian Bogor. Ya saya berjaga-jaga untung kemungkinan terburuk. Saya menunggu tanggal 29 Juni 2015. Tanggal 29 Juni 2015 saya membuka website PKN STAN ternyata pengumumannya diundur menjadi 1 Juli. Itu membuat saya menjadi resah. Saya selalu berdoa.

1 Juli 2016 adalah pengumuman terakhir USM PKN STAN 2016. Pada saat itu saya begadang menunggu pengumuman tetapi saya ketiduran. Saya bangun untuk melaksanakan sahur dan menyempatkan untuk mengecek HP. Banyak sekali yang mengucapkan selamat, tetapi saya bingung mau sedih atau bahagia. Ang selamat ya jadi STANers 2016, D-I Pajak BDK Pontianak

Lalu saya mengabari kedua orang tua saya. Saya sempat bingung memilih IPB atau PKN STAN. Dan saya berdiskusi bersama kedua orang tua mana yang harus saya pilih. Akhirnya jalan tengahnya saya memilih PKN STAN. Saya sangat bangga bisa menjadi bagian PKN STAN. Walaupun berat InsyaAllah ini yang terbaik. Menjadi STANers adalah cita-cita saya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tinggalkan Balasan