Home » Artikel » Perjuangan Menjadi Bagian Dari PKN STAN 2016

Perjuangan Menjadi Bagian Dari PKN STAN 2016

Politeknik Keuangan Negara STAN, salah satu kampus impian di banyak pelajar Indonesia, begitu pun saya. Untuk menjadi bagian dari PKN STAN tidaklah mudah. Banyak tantangan yang harus di jalani. Menguntungkan nasib saja tidaklah cukup. Belajar, kerjakeras, usaha semaksimal mungkin dan doa adalah kunci utamanya. Saya dari Diploma 1 Pajak PKN STAN 2016. Asal saya dari Jakarta dan sekarang saya menjadi salah satu bagian di PKN STAN 2016 BDK Pontianak. Saya mengenal PKN STAN dari orangtua saya, terutama ibu saya. Ia yang menyarankan saya untuk meneruskan pendidikan saya disana. Hal tersebut tidaklah mudah bagi anak seperti saya. Saya belum pernah tinggal berjauhan dengan ibu saya dalam waktu yang lama. Kurang lebih satu tahun kedepan, saya dan ibu saya akan berjauhan dan akan jarang bertatap muka. Namun niat yang telah tertanam di hati saya sudah bulat, dengan restu orangtua dan keluarga, saya memustuskan untuk tetap memilih PKN STAN BDK Pontianak.

Perjuangan saya pertama-tama dimulai dari saya memulai les bimbingan untuk persiapan USM PKN STAN 2016 yang lokasi tempat les tersebut di Bintaro. Awal-awal les saya masih memutuskan untuk pulang pergi Kelapa Gading-Bintaro karena jadwal les masih seminggu sekali setiap hari minggu. Menggunakan transportasi umum yakni KRL / kereta jabodetabek. Lama menunggu kereta, terkadang kereta penuh penumpang, sudah sering saya rasakan. Begitupun saat pulang les. Jam-jam sore di kota besar tetap manjadi waktu yang banyak digunakan masyarakat menaiki angkutan umum. Namun semakin dekat dengan USM PKN STAN 2016, jadwal lesan diperketat dan semakin intensif. Karena hal tersebut, saya memutuskan untuk mengambil kost-an disana.

Saya masih ingat betul bagaimana keluarga saya membantu saya untuk membawa barang-barang saya dan membenahi barang-barang saya di kost-an baru saya. Dari mulai kakak,ibu,bapak,tante,om, dan keponakan-keponakan saya membantu saya semua. Bahagia, haru serta semangat saya pun semakin kuat tertanam. Selama saya kost disana, saya sekamar dengan teman satu kelasan saya. Kami berteman sangat akrab walaupun belum lama kenal. Tidak hanya dengan dia, dengan teman-teman sekelas lainnya pun saya merasa sangat akrab dan merasa memiliki keluarga baru. Sekelas saya terisi sebanyak 10 anak dan ada 7 kelas. Kami memiliki ambisi yang sama. Kami bersama-sama belajar, tidak ada yang mementingkan diri sendiri. Dari mulai pendaftaran pun saya bersama teman satu kosan saya. Walaupun kami bersaing dalam merebutkan tempat di Politeknik Keuangan Negara STAN, kami tetap saling mendukung satu sama lain tanpa berfikir kami adalah lawan. Kekeluargaan serta kerja keras yang kami lakukan semua demi satu tujuan yakni menjadi mahasiswa PKN STAN 2016.

Susah senang kami tanggung bersama. Dikarenakan pula saya sebelumnya belum pernah kost, saya masih kurang cerdas menggunakan uang saya. Pernah disuatu hari sisa uang saya sudah sangat minim dan hanya dapat dipergunakan untuk makan satu kali. Disana saya benar-benar merasa perjuangan saya di uji. Kurang lebih satu bulan menimba ilmu di bimbel, saya dan teman-teman saya pun menghadapi USM PKN STAN 2016. Tanggal 15 Mei 2016, hari USM PKN STAN 2016 diselenggarakan. Hari itu saya diantarkan oleh kakak kedua saya ke lokasi ujian yakni di Gelora Bung Karno Istora Senayan. Minggu pagi dimana biasanya Jakarta tidak dilanda kemacetan, dengan adanya USM PKN STAN 2016, jalan ke Istora macet berkilo-kilo meter.

Disana saya merasa saingan saya ternyata benar-benar banyak. Gugup dan tertantang pun melebur menjadi satu. Saat ketika membuka soal tes, banyak soal yang sebenarnya tidak saya pahami dan banyak soal yang saya jawab hanya dengan doa. Ditambah dengan suasana istora yang ramai dengan ibu-ibu senam sampai lagunya terdengar kedalam lokasi ujian yang membuat konsentrasi saya sedikit terganggu. Selesai USM terasa sangat lega. Pulang USM STAN sore harinya saya dan keluarga saya mengambil barang-barang saya di kost-an Bintaro sampai malam. Cape fikiran setelah USM STAN 2016 ditambah cape fisik karna langsung membenahi barang-barang selama di kost-an. Kurang lebih dua minggu setelah USM, pengumuman pun dikeluarkan, rasa takut tidak lolos pun ada.

Namun hal tersebut sirnah ketika nama saya tertera di pengumuman kelulusan. Rasanya amatlah bahagia, spontan saya langsung berucap syukur kepada Allah Subhanahuwataala yang telah mengabulkan keingan saya. Rasa sedih pun tidak bisa di ingkari karena dalam satu kelas les saya hanya dua orang yang lulus. Padahal saya sangat menginginkan semuanya lulus. Sedih karena yang awalnya kita memiliki ambisi yang sama harus terpisah dijalan masing-masing. Setelah mengetahui saya lulus, dihari itu juga saya dan teman saya latihan untuk Tes Kesehatan dan Kebugaran di Velodrome, Jakarta Timur. Keesokan harinya tempat les saya memberi tahu ada latihan bersama di Bintaro. Pagi-pagi menggunakan kereta saya dan teman saya berangkat dan memulai latihan. Kondisi lapangan yang tidak sebagus di Jakarta menjadi salah satu penghalang saya. Saya bahkan tidak bisa melanjutkan latihan lari saya.

Selama latihan lari, saya mendapat tiga setengah putaran, dan untuk shuttle run, yaitu lari membentuk angka delapan selam tiga kali saya mendapatkan waktu kuranglebih 23detik. Beberapa hari setelah pengumuman USM PKN STAN 2016, tes SBMPTN pun di selenggarakan. Saya mengikuti tes SBM, namum dengan kurangnya persiapan, saya tidak lolos di tes tersebut. Tidak hanya SBMPTN, SNMPTN pun belum menjadi rezeki saya. Satu-satunya harapan saya yaitu di Politeknik Keuangan Negara STAN. Meskipun pesaing di ujian saringan masuk Politeknik Keuangan Negara STAN lebih banyak, saya yakin dan tetap berusaha untuk itu. Lokasi tempat tes kesehatan dan kebugaran Politeknik Keuangan Negara STAN yaitu di Pusdiklat dan Lapangan Bea Cukai, Rawamangun dimana lokasinya tidak jauh dari lokasi tempat tinggal saya. Beberapa kali saya sempatkan diri untuk melihat lapangan dan berlatih disana. Walaupun lapangannya cukup besar, namun track lari disana termasuk kecil dan sempit sehingga saya beberapa kali tersandung saat berlari disana.

Dengan berjalannya waktu, tidak terasa Tes Kesehatan dan Kebugaran semakin dekat. Saya bukan salahsatu anak yg suka berolahraga, dengan adanya tes kesehatan ini, saya di bina ibu saya untuk benar-benar berolahraga agar bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Beberapa usaha saya lakukan, dari mulai latihan fisik intensif dengan lari setiap sore hampir setiap hari, mengonsumsi vitamin dan sekali konsul ke dokter. Salah satu usul yang diberikan dokter untuk menambah stamina yaitu memakan pisang, sayur, dan juga kuning telur kampung mentah yang di campur dengan madu.

Rasanya memanglah tidak ada enaknya. Tidak apa-apa jika hal tersebut memang dibutuhkan.Pada hari tes, saya diantar oleh paman saya jam 3 subuh. Pada hari itu saya terjerang flue dan saya juga datang bulan. Kepala pusing, sulit bernafas dan perut terasa sakit saya rasakan semua saat berlari. Sempat terfikir bahwa sepertinya tidak akan lolos pada tahap ini. Pada saat tes, saya mendapatkan empat putaran di waktu 12 menit. Beberapa hari setelah tes, pengumuman pun di keluarkan, Alhamdulillah saya pun lolos pada tahap ini.

TKK selesai, TKD (Tes Kemampuan Dasar) pun telah menanti. Penyelenggaraan Tes Kemampuan Dasar yang saya dapatkan tepat tanggal 23 Juni 2016 yakni tepat pada saat bulan puasa Ramadhan. Pagi setelah sahur saya dan kakak pertama saya ke Kampus PKN STAN di Bintaro dan solat subuh disana. Karena TKD berbasis CAT(Computer Assisted Test), hasil tes akan langsung keluar dan dapat dipantau oleh wali yang mengantar kita.  Perasaan tegang dan takut tidak lulus sangat kuat, ditambah dengan hasil-hasil Tes Kemampuan Dasar yang diperoleh camaba lain yang nilainya sangat tinggi menjadi beban tersendiri bagi saya.

Namun Alhamdulillah saya masih di beri kesempatan oleh Allah Subhanahuwataala untuk bisa lolos pada tahap terakhir ini. Walaupun nilai akhir saya tidak sesuai target yang saya harapkan, namun saya percaya saya masih bisa mendapat kesempatan untuk diterima. Selesai tes kurang lebih jam 10 siang, saya dan kakak saya kembali pulang. Kami menggunakan jasa antarjemput mobil. Lagi-lagi, cape fikiran serta cape fisik karena puasa dan perjalanan yang cukup jauh untuk pulang. Panas, macet, serta menahan rasa haus dan lelah saya lewati.

Diterima Menjadi Mahasiswa PKN STAN 2016

Beberapa hari setelah tes, pengumuman pun dikeluarkan. Alhamdulillah saya di beri kesempatan lolos. Senang serta kaget bercampur ketika mengetahui bahwa lokasi pendidikan saya terdapat di Pontianak, Kalimatan Barat. Saat saya memberi tahu keluarga saya tentang lokasi dan prodi yang saya dapatkan, mereka terlihat kaget karena lokasinya yang jauh serta beda pulau dengan tempat tinggal saya. Namun ibu dan keluarga saya tetap mendukung saya untuk melanjutkan pendidikan walaupun harus menyebrang pulau. Tak apa-apa karena hal tersebut layak mengingat perjuangan yang telah saya bangun untuk ada disini. Dari mulai tes tertulis, TKK, sampai TKD, saya telah melewati banyak perjuangan. Serta akses yang juga sulit untuk kesini karena tidak ada kendaraan yang lebih efisien dibanding menggunakan pesawat. Disini, dengan teman-teman baru, suasana baru, saya berharap bisa bertahan dan melewati semua kegiatan dengan benar serta bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna bagi nusa,bangsa dan agama.**

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan