Home » Artikel » Perjuangan Menjadi Bagian dari PKN STAN

Perjuangan Menjadi Bagian dari PKN STAN

Menjadi bagian dari PKN STAN merupakan impian semua orang.  Masa depan terjamin dan bisa meringankan beban orang tua menjadi pertimbangan mengapa perguruan tinggi ini banyak diminati. Puluhan bahkan ratusan ribu orang bersaing ketat untuk dapat menjadi  bagian dari PKN-STAN. Bersaing dengan  pesaing dari Sabang sampai Merauke bukan perkara gampang.  Tentunya keberhasilan tidak dapat diraih dengan mudah. Tahap demi tahap harus dilalui dengan persiapan yang matang.

Saya akan membeberkan sedikit tentang perjuangan saya untuk bisa menjadi bagian dari PKN-STAN. Beberapa bulan yang lalu saat saya masih duduk di bangku kelas 3 SMA, orang tua saya menyarankan saya untuk mendaftar perguruan tinggi kedinasan. Saya memutuskan untuk mendaftar PKN-STAN dan orang tua saya mendukung penuh keinginan saya walaupun banyak kerabat yang heran kenapa memilih PKN-STAN yang peluang diterimanya kecil dan harus bersaing dengan lebih dari seratus ribu orang. Dengan adanya komentar seperti itu semakin membuat saya terpacu untuk bisa lolos seleksi PKN-STAN.

Ujian saringan masuk (USM)  PKN-STAN  dilaksanakan di beberapa kota di seluruh indonesia seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan masih banyak lagi. Saya memilih untuk mengikuti ujian di Semarang dengan alasan kota yang terdekat dengan tempat tinggal saya yang bertempat di Kabupaten Kendal.

Ada 3 tahap yang harus saya lewati untuk dapat bergabung menjadi bagian dari PKN-STAN. Tahap pertama yaitu tes potensi akademik dan tes bahasa inggris. Tahap kedua adalah tes kesehatan dan kebugaran. Dan yang terakhir adalah tes kemampuan dasar. Tahun ini memang sedikit berbeda dengan tahun lalu karena Tes kemampuan dasar yang biasanya diadakan setelah lulus dari pendidikan, tahun ini  diikutkan dalam USM PKN-STAN .

Perjuangan dimulai pada saat daftar ulang. Daftar ulang dimulai pada pukul  tujuh, tetapi antrian sudah dimulai sejak pukul lima. Karena tempat tinggal saya cukup jauh dari lokasi daftar ulang, saya harus berangkat lebih pagi lagi. Ketika sampai di tempat daftar ulang, ternyata sudah terdapat antrian panjang. Walaupun begitu, saya dan peserta lainnya tetap semangat dalam mengikuti seluruh rangkaian daftar ulang.

Pada tanggal 15 mei 2016 saya mengikuti Tes Potensi Akademik  (TPA) dan Tes Bahasa Inggris (TBI) bertempat di Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS).  Saya mencoba mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam mengikuti ujian ini.  Namun, konsentrasi saya terbagi dengan persiapan seleksi PTN atau perguruan tinggi kedinasan lainnya. Mengingat PKN-STAN bukanlah perguruan tinggi yang mudah untuk diraih sehingga harus menyiapkan cadangan perguruan tinggi lainnya. Optimis memang harus, tetapi menyiapkan cadangan juga tidak ada salahnya,

Setelah mengerjakan tes tahap pertama, awalnya saya cukup pesimis dengan hasilnya karena saya tidak mengerjakan tes tersebut sesuai dengan target yang saya perkirakan agar bisa lolos di PKN-STAN. Tetapi alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk melanjutkan perjuangan saya.

Tahap kedua adalah tahap tes kesehatan dan kebugaran. Di tahap inilah semangat saya mulai meningkat karena saya berhasil menyisihkan puluhan ribu peserta. Dari seratus ribu orang lebih, hanya tersisa sekitar 7000 orang dan saya termasuk salah satunya.  Kepercayaan diri saya juga bertambah, tetapi perasaan cemas mulai datang. Gagal dalam tes kedua akan lebih mengecewakan dibandingkan gagal di tes pertama apalagi ketika tes ini dilaksanakan yaitu pada tanggal 2 Juni 2016 saya sudah mengalami beberapa kegagalan pada tes-tes sebelumnya. Tes ini juga mengandalkan kemampuan berlari, sedangkan kemampuan berlari saya tidak cukup baik dan selisih waktu pengumuman dengan tes tersebut hanya satu minggu. Jadi, dalam satu minggu sudah harus bisa memaksimalkan kemampuan berlari.

Memutari lapangan selama 12 menit dengan target minimal 4 kali putaran tanpa berhenti bukan hal yang mudah. Dalam satu minggu saya berlatih lari sehari dua kali setiap pagi dan sore. Memang terkesan memforsir karena saya ingin berusaha maksimal dalam ujian kali ini. selain lari, kesehatan juga sangat berpengaruh pada tes ini. Agar bisa maksimal dalam tes, saya mengunjungi beberapa dokter untuk memeriksakan kesehatan tubuh saya. Tidak hanya itu, pola hidup juga harus lebih diperhatikan menjelang tes kesehatan dan kebugaran untuk menjaga stamina dan kebugaran pada saat tes berlangsung.

Pada tanggal 2 Juni 2016 perjuangan sesungguhnya dimulai. Para peserta mengantri sejak pukul setengah enam padahal ujian baru dimulai pukul tujuh. Pertama-tama peserta akan diperiksa kesehatannya. Tes kesehatan ini dapat menyebabkan peserta langsung gugur jika dinyatakan tidak lolos. Kemudian peserta yang dinyatakan sehat, diminta berlari keliling lapangan selama 12 menit. Dalam ujian ini yang dinilai bukan hanya seberapa cepat larinya, tetapi juga perjuangan kita mempertahankan lari dalam waktu 12 menit tanpa berhenti. Pada putaran kedua, tenaga sudah mulai terkuras dan mulai ada keinginan untuk berhenti, tetapi keinginan lolos pada tahap ini lebih mendominasi.

Keinginan itu memacu saya untuk terus berlari. Sampai akhirnya ketika peluit tanda waktu habis ditiup, saya berhasil menyelesaikan lebih dari 4 putaran tanpa berhenti. Kemudian dilanjutkan dengan shuttle run. Yang menjadi hambatan pada saat shuttle run adalah konsentrasi saya sudah mulai hilang karena berlari 12 menit di bawah sinar matahari dan didukung dengan lapangan yang becek membuat beberapa peserta tidak bisa berlari cepat bahkan ada beberapa yang terpeleset. Beruntungnya dua tes tersebut bisa saya laksanakan dengan lancar.

Tanggal 15 Juni 2016 adalah pengumuman peserta lolos tes tahap 2. Pengumuman dirilis pada dini hari sama seperti pengumuman tahap pertama. Pengumuman itu saya jadikan sebagai penyemangat setelah mengalami beberapa kegagalan

Tahap ketiga adalah tes kemampuan dasar. Tes ini merupakan tes terakhir sekaligus penentu apakah kita dapat bergabung menjadi keluarga besar PKN-STAN atau tidak. Tes ini cukup sulit karena tes ini meliputi wawasan kebangsaan yang materinya cukup luas sehingga cukup sulit untuk dipejari. Bukan hanya itu, tes karakteristik pribadi juga menguras pikiran karena cukup sulit untuk menentukan mana jawaban yang paling benar.

Dalam pelaksanaannya tes ini dibagi menjadi beberapa sesi, kebetulan saya mendapatkan sesi kedua. Dalam tes ini nilai atau score yang kita dapat langsung muncul sesaat setelah menekan tombol selesai. Inilah yang membuat saya cukup tegang dalam menjalankan tes ini, apalagi ekspresi sedih yang ditunjukan oleh peserta sesi pertama ketika keluar dari ruangan mengurangi rasa percaya diri saya untuk mengerjakan tes ini dengan baik. Saya mencoba bertanya pada beberapa peserta tes sesi pertama tentang komentar mereka terhadap tes ini, ternyata mereka tidak mendapat score sesuai harapan karena materi yang mereka pelajari jarang muncul dan sebagian besar yang muncul adalah materi yang tidak terduga. Dengan sisa waktu yang ada saya mencoba browsing tentang materi lain yang tidak ada dibuku saya dengan meminjam telepon genggam teman saya karena saat itu koneksi internet saya sedang buruk.

Memang dalam tes ini tidak hanya dibutuhkan kecerdasan emosi maupun pikiran tetapi juga keberuntungan untuk mendapatkan soal yang menurut kita mudah. Saat itu saya hanya bisa pasrah. Saya sudah berusaha dan hasilnya saya serahkan kepada Allah SWT.

Tanggal 29 juni 2016 merupakan hari yang menegangkan. Saya mengira bahwa pengumuman tes tahap terakhir ini akan sama dengan penguman-pengumuman sebelumnya yang dirilis pada dini hari. Tetapi ternyata perkiraan saya salah. Hingga pukul 12 siang pengumuman belum dirilis. Saya menunggu pengumuman dengan perasaan harap-harap cemas. Masih ada waktu 12 jam lagi untuk menunggu pengumuman. Sempat terdengar kabar bahwa pengumuman akan diundur hingga hari jumat dan ternyata kabar itu terbukti benar. Pihak PKN-STAN merilis pengumuman resmi bahwa pengumuman USM PKN-STAN akan diumumkan hari jumat, 1 juli 2016.

Berhasil Menjadi Bagian dari PKN STAN

Tanggal 1 juli 2016 menjadi hari yang panjang sama seperti tanggal 29 juni karena hingga jam 10 malam pengumuman belum juga dirilis. Pengumuman baru dirilis pada tengah malam. Dalam pengumuman itu tertulis bahwa peserta bernama Ines Putri Pratiwi diterima sebagai mahasiswa PKN-STAN dengan jurusan D1 Pajak dan lokasi pendidikan di Balai Diklat Keuangan Pontianak. Rasa senang bercampur haru menghampiri saya. Tetapi dengan lokasi pendidikan yang jauh timbul masalah baru yaitu restu orang tua.

Selain diterima di PKN-STAN saya juga diterima di salah satu universitas negeri yaitu Universitas Diponegoro. Jaraknya yang tidak terlalu  jauh dengan tempat tinggal saya membuat orang tua saya mempertimbangkan Undip sebagai pilihan utama. Saya awalnya juga berpikir apakah sanggup hidup jauh dari orang tua. Dengan pertimbangan bahwa PKN-STAN lebih menjanjikan masa depannya dibandingkan dengan berkuliah di Undip yang belum tentu bisa mendapat pekerjaan dengan mudah apalagi menjadi PNS sekarang ini sangat sulit, akhirnya orang tua saya memberi ijin saya untuk melanjutkan pendidikan saya di PKN-STAN yang bertempat di pontianak.

Ketika waktu untuk mendaftar ulang tiba, saya memantapkan diri untuk menjadi bagian dari mahasiswi balai diklat keuangan pontianak. Tanggal 23 juli 2016 saya berangkat ke Pontianak untuk mendaftar ulang. Pada saat pengecekan berkas, ternyata surat keterangan sehat saya ditolak karena tidak mencantumkan keterangan tidak cacat badan, kemudian saya diminta untuk mencari surat kesehatan lagi di Rumah Sakit AURI. Saat itu juga saya lansung ke rumah sakit dan kembali lagi ke BDK untuk menyerahkan surat keterangan kepada panitia.

Sekian cerita saya untuk menjadi bagian dari PKN-STAN. Semoga dari segala perjuanagan yang saya tempuh dapat berbuah manis akhirnya. Jika ada salah atau ada kata yang kurang berkenan saya mohon maaf. **

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan  link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan