Home » Artikel » WARNA-WARNI PERJUANGAN MENJADI MAHASISWI PKN STAN

WARNA-WARNI PERJUANGAN MENJADI MAHASISWI PKN STAN

Saya mahasiswi PKN STAN dari spesialisasi D1 Pajak BDK Pontianak. Sudah menjadi hal yang umum bahwa peminat PKN STAN sangatlah banyak. Bahkan di tahun 2016 ini terdapat ratusan ribu pendaftar dan saya sangatlah bersyukur dapat menjadi salah satu mahasiswi PKN STAN. Awalnya saya belum mengetahui banyak mengenai PKN STAN, bagaimana sistem pendidikannya, dan dipikiran saya hanyalah menjadi seorang dokter. Namun karena kondisi perekonomian keluarga belum bisa mendukung, saya pun dapat mulai mengerti dan menerima semua ini. Saya berpikir kalau sukses saya bukan di Kedokteran.

Di awal kelas XII SMA, saya mulai banyak mencari informasi mengenai perguruan tinggi mulai dari perguruan tinggi negeri, swasta, hingga kedinasan seperti PKN STAN. Sebelum saya putuskan untuk ingin melanjutkan pendidikan saya sebagai mahasiswi PKN STAN, saya berusaha untuk dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNMPTN, dan saya diterima di SNMPTN jurusan Teknik Elektro-UGM.

Sungguh saya merasa senang dan sangat beruntung. Namun, saya pikirkan lagi hal kedepannya, setelah lulus S1 nanti mau kerja dimana? Apakah bisa langsung kerja ditempat yang diimpikan atau malahan berbalik. Banyak lulusan S1 yang masih menganggur dan bekerja tidak sesuai keahlian bidangnya. Berawal dari pemikiran tersebut saya mulai gigih dan berambisi untuk dapat diterima menjadi mahasiswi PKN STAN. Disini saya ingin berbagi kisah mengenai perjuangkan saya untuk bisa menjadi mahasiswi PKN STAN  dan dinyatakan lolos DI Perpajakan BDK Pontianak.

Berawal dari motivasi orangtua dan keluarga, saya mulai membulatkan tekad saya untuk dapat menjadi mahasiswi PKN STAN 2016. Awal semester ke enam saya mulai aktif mencari informasi tentang pendaftaran PKN STAN agar tidak tertinggal saat pendaftaran. Saya melihat bagaimana perjuangan seorang Ayah demi anaknya. Berawal dari saat ia mengantar saya ke Bank untuk proses registrasi dan membantu saya melengkapi segala keperluan saat verifikasi di Kota Semarang. Itulah langkah awal saya untuk menjadi mahasiswi PKN STAN. Setelah verifikasi selesai saya mulai fokus kembali ke latihan soal USM PKN STAN. Memang sih, awal saya mengerjakan soal USM hasil score-saya masih rendah dan dinyatakan TIDAK LULUS. Tapi saya punya keyakinan kalau saya pasti bisa dan pasti lolos. Hari demi hari saya berlatih macam-macam soal latihan dan tak lupa saya selalu meminta doa dari orangtua dan juga teman teman. Hari tes tertulis akhirnya tiba dan saya berjuang semampu saya dan yakin dengan hasil saya.

Saya percaya kalau tidak ada hasil yang mengkhianati usahanya. Hari pengumuman tes tahap pertamapun tiba. Saat itu pengumuman dipubikasikan saat subuh. Pertamakali saya mengetahui kalau saya diterima tes tahap satu dari teman seperjuangan saya. Mereka memberi saya selamat atas dinyatakannya lolos tahap pertama. Awalnya saya agak sedikit kurang percaya maka dari itu, saya langsung check pengumuman dan ternyata nama saya tercantum di lembar pengumuman itu. Seketika itupula saya sujud syukur dan langsung memeluk ibu yang sedang menemani saya membuka pengumuman tersebut. Tangis haru pecah seolah tak percaya akan segala nikmat ini.

Untuk persiapan tes yang kedua yaitu, TKK, saya mulai mencari-cari informasi mengenai apa saja yang akan diujikan saat tes tersebut. Dimulai dari lari mengelilingi lapangan. Tiap hari saya tambah banyaknya putaran hingga mencapai lima putaran. Setelah itu, saya mulai berlatih dengan menggunakan waktu. Tidak hanya interval training dalam TKK juga diujikan shuttle run. Pertamakali latihan, saya dibimbing oleh Ayah dan hanya menggunakan satu pasang ranting pohon yang Ayah dapati di kebun belakang rumah. Pukul lima sore saya bersama Ibu dan Bapak berangkat dari Pekalongan dan tiba di Semarang pukul 19.30 malam. Seketika itu pula saya survey lokasi tempat tes yang besok akan dilaksanakan.

Keesokan harinya saya bersiap dan datang pukul lima pagi agar mendapat nomer urut lebih awal. Saat itu saya mendapat nomer urut 9 dan mendapat urutan sesi pertama. Sebelum tes lari, ada serangkaian tes kesehatan terlebih dahulu. Ada dua ruangan untuk pengecekan tes kesehatan tersebut. Di ruangan pertama terdapat serangkaian pengecekan kesehatan seperti, pengecekan berat badan, tinggi badan, tes mata, dan tes tekanan darah. Saya menemui kendala saat tes pengecekan tekanan darah. Saat itu tekanan darahku mencapai 140/100. Tak bisa saya pungkiri juga karena pada saat itu saya sangat tegang dan panik. Tim medis saat itu menyarankan saya untuk mengatur napas dan mencoba untuk lebih tenang. Saya tidak mau perjuangan saya berhenti hanya sampai tahap kedua saja. Saya mencoba bertanya kepada anggota tim medis bagaimana cara menurunkan tekanan darah secara cepat.

Saat setelah saya diberitahu, saya langsung mencoba saran tersebut yaitu dengan minum air mineral sebanyak-banyaknya. Tak lama kemudian nama saya dipanggil oleh petugas medis diruangan pertama tadi. Saya mencoba untuk lebih santai dan tenang. Saat pengecekan yang kedua ternyata tekanan darah saya menjadi 120/90. Pengecekan tahap kedua hampir sama dengan medical check-up yaitu terdiri dari pengecekan perut, telinga, mulut, mata, kaki (varises), dada, hingga pengecekan riwayat penyakit dalam maupun penyakit bawaan. Saat pengecekan perut, saya mulai tegang dan khawatir karena ada bekas operasi diperut. Saya takut kalau hal tersebut dapat menggugurkan saya di tes TKK ini. Saya tetap optimis dan berjuang untuk memberikan hasil yang maksimal. Setelah itu dilanjut dengan tes shuttle run dan berjalan dengan lancar.

Saat yang ditunggu-tunggu tiba. Pengumuman tes tahap kedua sudah dapat diakses. Karena dorongan dan support ibu, saya memberanikan diri untuk membuka hasilnya. Nama demi nama saya baca dengan baik agar tidak ada kesalahan saat melihat pengumuman tersebut. Setelah ketiga kalinya saya membaca ulang ternyata terdapat nama saya dan itu membuat saya senang dan terharu. Percaya ga percaya saya berhasil melalui tes tahap kedua. Tahap kedua telah usai dan lanjut ke tahap ketiga yaitu, tes TKD atau orang-orang menyebutnya tes pegawai negeri atau tes cpns. Persiapan untuk tahap ketiga ini saya lebih bersungguh sungguh dan lebih bersemangat. Saya mulai perbanyak referensi mengenai tes TKD ini.

Tes tahap ketigapun telah dimulai. Saya datang ke tempat tes pukul 6.30 pagi dan saya mendapat sesi pertama. Sesampainya ditempat tes, ada seseorang yang menyapa saya dan memberitahu saya kabar yang cukup mengejutkan. Dia memberi tahu saya tentang baju saya yang salah. Iya, waktu tes TKD saya memakai kemeja warna pink cerah. Saya meminta ayah untuk kembali ke hotel dan berusaha untuk meminjam kemeja putih pegawai hotel tersebut namun tidak ada satupun kemeja yang kosong. Saking paniknya sampai seorang bapak-bapak tukang becak datang menghampiri saya dan menanyakan apakah yang sedang terjadi. Setelah dia mengetahui tentang masalah saya, dia bersedia menunjukkan toko seragam yang buka sejak pagi hari. Saat itu pula sedang terjadi hujan sehingga terjadi sedikit kendala. Tapi akhirnya tukang becak tersebut dan ayah saya dapat kembali dengan kemeja putih ditangan.

Saat mengerjakan, saya tidak mengalami kendala yang pasti saat mengerjakan soal macam TKP dan TIU. Berbeda halnya dengan TWK, saya merasa sangat kesulitan dan apa yang telah saya pelajari tidak ada yang keluar sama sekali. Soal soal TWK kode soal saya sangatlah asing bagi saya dan itu merupakan hal yang baru buat saya. Waktu menunjukan kurang 10 menit lagi dan sekitar 25-an soal TWK belum saya kerjakan. Saya mulai pasrah dan berserah diri kepada Allah dan meminta agar saya diberikan suatu keajaiban. Dan saat hasil nilai tes keluar saya dinyatakan lolos dan saya mendapat nilai pas-pasan di bagian TWK yaitu hanya mendapat nilai 75. Saya merasa sangat bersyukur akan hal itu karena setidaknya saya masih dinyatakan lolos dan tinggal menunggu pengumuman akbarnya.

Resmi Menjadi Mahasiswi PKN STAN

Saat menunggu pengumuman terjadi pengunduran waktu yang semestinya dapat diakses tanggal 29 Juni menjadi tanggal 1 Juli. Adanya pengunduran jadwal pengumuman tersebut membuat saya penasaran sebenarnya apa yang sedang terjadi. Banyak rumor bermunculan mengenai pengunduran pengumuman ini. Hari pengumuman pun tiba. Tak hentinya mulut saya mengucap doa. Saat pertamakali saya akses pengumuman tersebut, saya senang sekali bahwa ada nama saya tercantum dari ribuan peserta yang lolos. Tapi setelah mengetahui bahwa lokasi penempatan saya berada di Pontianak, saya mendadak lemas dan Ibu saya pun ikut menangis. Tak pernah saya bayangkan kalau saya akan mendapat penempatan di Pontianak.

Penentuan keputusan saat itupun mulai sulit, apakah saya ambil Tek.Elekro-UGM atau DI Perpajakan PKN STAN. Begitu banyak pertimbangan yang akhirnya membuat saya menjatuhkan keputusan saya di DI Perpajakan PKN STAN. Walaupun banyak perkataan miring mengenai DI ini, kelak akan saya buktikan bahwa lulusan DI PKN STAN sangatlah berkualitas dan sangatlah bersaing.**

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan  link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan