Home » Artikel » Perjuangan Menuju Kampus STAN

Perjuangan Menuju Kampus STAN

Menuju Kampus STAN
Menuju Kampus STAN

Saya berasal dari Boyolali, Jawa Tengah. SMA saya merupakan SMA terbaik di kota saya, yaitu SMA Negeri 1 Boyolali. Mulai dari sinilah keinginan untuk berjuang menuju kampus STAN mulai ada dalam pikiran saya. Berada disekolah yang mayoritas berisi orang-orang pandai dan pintar tentu saja membuat saya terpacu untuk mengejar cita-cita. Khususnya pada saat kelas 3, teman-teman saya begitu ambisius untuk menggapai apa yang mereka inginkan sebagai masa depannya, tidak sedikit dari mereka yang menginginkan menjadi dokter, lalu banyak yang ingin menjadi insinyur melalui jurusan teknik. Mereka pun tidak segan memilih perguruan tinggi negeri yang bergengsi seperti UI, UGM, ITB, dan lain sebagainya.

Saya sendiri ingin menjadi seorang insinyur sipil yang membangun infrastruktur sehingga saya ingin masuk ke teknik sipil atau teknik planologi namun saya lebih ingin sekali menuju kampus STAN jurusan perpajakan, karena dilingkungan keluarga besar saya ada yang bersekolah di PKN STAN dan sudah bekerja. Melihat mereka yang sudah terjamin memiliki pekerjaan karena masuk PKN STAN semakin menggugah saya untuk belajar mempersiapkan diri menuju kampus STAN dan orang tua yang mendukung saya untuk mengambil setiap kesempatan yang ada agar saya mendapatkan pendidikan lanjut yang terbaik. Walaupun saya berasal dari jurusan IPA tidak membuat saya gentar, karena apabila ada niat dan semangat, lintas jurusan bukanlah hal yang sulit.

Mengejar impian menuju kampus STAN lantas tidak membuat saya lupa untuk tetap belajar, berdoa dan berjuang untuk UN dan SNMPTN. Di waktu kelas 3 SMA ini jadwal saya selalu padat dengan jam tambahan sekolah hingga pukul 4 sore, bahkan saya masih mengikuti bimbel di luar sehingga saya pulang kerumah selalu waktu setelah maghrib. Badan dan pikiran memang terasa lelah dan jenuh, setelah mandi dan makan malam saya masih melanjutkan belajar hingga tengah malam. Rutinitas ini saya jalani hampir selama 3 bulan menjelang Ujian Nasional. Hal negatif dari ini semua ini memang waktu untuk dihabiskan bersama keluarga tinggal sedikit namun saya dan keluarga tetap mencoba untuk memahami karena memang sudah seharusnya, tidak ada hal yang mudah untuk menggapai apa yang kita inginkan selalu ada yang dikorbankan untuk sesuatu yang lebih besar.

Waktu pengumuman kelolosan untuk SNMPTN sudah dekat, alhamdulillah karena kerja keras dan ridha Allah SWT saya lolos sehingga saya dapat mendaftar untuk jalur ini karena untuk sekolah dengan akreditasi A hanya 75% anak dari ranking teratas yang dapat mendaftar, kemudian saya mendaftarkan di prodi teknik sipil. Tak terasa Ujian Nasional semakin dekat, ada rasa cemas, khawatir dan semangat untuk menghadapinya. Ujian Nasional menurut saya sangatlah penting karena kita dapat mengukur kemampuan dan ditambah untuk penilaian SNMPTN nilai UN sangat diperhitungkan, tidak ketinggalan PKN STAN juga menggunakan nilai batas minimal 7 untuk rata-rata UN agar dapat diterima.

Ujian Nasional akhirnya tiba, alhamdulillah semua lancar sampai selesai. Setelah selesai Ujian Nasional tidak membuat saya berhenti belajar, berusaha, dan berdoa. Semua ini belumlah selesai, Ujian Nasional hanyalah awal dari beberapa hal yang harus saya hadapi untuk meraih cita-cita. Karena waktu yang saya miliki sudah lebih leluasa saya mengambil kesempatan untuk belajar dengan guru di sekolah sebagai tambahan apabila ingin mengikuti tes yang lain seperti SBMPTN dan USM PKN STAN tentunya. Tidak lupa saya juga terus meminta tambahan les di bimbel saya untuk membahas soal-soal USM PKN STAN bersama dengan teman-teman.

Pendaftaran untuk menuju kampus STAN telah saya ikuti dengan diantar orang tua saya dan Aji, teman saya yang juga ingin menjadi mahasisw PKN STAN. Kemudian tinggal menunggu hari tes USM PKN STAN, saya memilih Yogyakarta sebagai lokasi tes saya bersama dengan teman-teman saya satu SMA yang juga ingin masuk PKN STAN, waktu itu saya sempat terkejut ternyata hampir ¾ siswa-siswi tiap kelas 3 di SMA saya mendaftarkan diri, apalagi dengan informasi bahwa pendaftar USM PKN STAN 2016 berjumlah lebih dari 116.000 dan yang diterima sebagai mahasiswa hanyalah berjumlah kurang lebih 3500 orang. Begitu banyak orang yang ingin masuk dan menjadi mahasiswa PKN STAN tidak lantas membuat saya berkecil hati dan minder, bahkan hal tersebut lebih memotivasi saya untuk membuktikan diri bahwa saya memang bisa meraih cita-cita saya.

Pengumuman hasil seleksi SNMPTN telah keluar dan atas ridha-Nya saya diterima sebagai mahasiswa pada prodi teknik sipil disalah satu perguruan tinggi negeri di Surakarta, tentu saja saja bersyukur karena sudah memiliki tempat untuk melanjutkan sekolah karena banyak dari teman saya yang tidak lolos seleksi sehingga harus mengikuti tahap SBMPTN. Tes USM PKN STAN sudah didepan mata, saya mempersiapkan segala materi dan berdoa kepada Allah SWT untuk memberikan yang terbaik bagi saya. Rintangan mulai muncul, tidak ada yang mengantarkan saya untuk pergi ke lokasi tes sehingga terpaksa saya harus naik motor sendiri bersama Aji, namun puji syukur alhamdulillah pagi harinya ayah Aji dapat mengantar kami ke lokasi tes. Kami berangkat sebelum subuh karena tidak ingin terlambat. Lokasi tes berada di Politeknik API Yogyakarta. Saat menjalani tes USM PKN STAN jujur saat bagian TPA atau tes potensi akademik saya hanya dapat mengerjakan setengah dari seluruh soal yaitu 60 dari 120 soal kamudian bagian tes bahasa inggris saya mengerjakan 50 soal dari 60 soal. Saat melihat sekeliling saya, mereka semua terlihat mengerjakan lebih banyak soal dari saya, tentunya saya merasa minder dan terbesit perasaan sepertinya saya tidak akan lolos tahap pertama ini.

Setelah sampai dirumah pada sore hari saya memikirkan apa yang telah terjadi, saya sempat berpikir mungkin memang jalan saya bukanlah seperti yang saya inginkan karena saya mengerti bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya asalkan ia telah berusaha. Hari demi hari telah berlalu dan tiba saat pengumuman kelolosan tahap satu USM PKN STAN. Saya sudah merasa pesimis tidak akan lolos sehingga saya tidak bergadang semalaman untuk menunggu hasil yang dikeluarkan pada dini hari. Keesokan harinya saya mendapati banyak pesan di Whatsapp, bukan main saya terkejut beberapa teman saya memberi selamat bahwa saya lolos USM PKN STAN tahap pertama dan berhak untuk mengikuti tahap kedua. Saya sangat senang dan bahagia bahwa Allah mengabulkan doa saya, orang tua saya ikut bahagia. Disamping itu semua, saya merasa sedih karena Aji teman seperjuangan saya tidak lolos. Semenjak saat itu saya berusaha keras latihan fisik untuk tahap kedua, yaitu tes kesehatan jasmani dan kebugaran. Karena sudah tidak ada kegiatan di SMA dan telah libur maka saya dan beberapa teman saya yang juga lolos USM STAN tahap pertama mengadakan latihan fisik bersama di Stadion Sonolayu Boyolali selama beberapa hari.

Menurut kabar, dalam 12 menit bagi laki-laki harus dapat mengelilingi lapangan sepakbola minimal sebanyak 7 kali. Bagi saya sendiri 7 kali keliling lapangan terasa berat namun saya tetap berusaha sekuat tenaga. Kemudian dilanjutkan dengan lari membentuk angka 8 sebanyak 3 kali putaran dengan batas waktu secepat mungkin. Kemudian hari tes tahap kedua dimulai, karena saya ingin mendapat jatah pagi agar tidak terlalu panas saya berangkat pagi, alhamdulillah kakak yang kebetulan kuliah di UGM sehingga saya dapat menginap di kostnya yang berjarak 9 km dari BDK Yogyakarta. Pada saat hari H puji syukur alhamdulillah tubuh saya sehat tidak berpenyakit sehingga diperbolehkan untuk melakukan tes kebugaran. Pada saat berlari saya mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuan saya walaupun saya sempat sudukan saya tetap berusaha sebaik mungkin. Saya mendapatkan 6,5 putaran, apabila dihitung termasuk rata-rata kemdian dilanjutkan lari membentuk angka 8 dan saya mencoba secepat mungkin namun tidak mengetahui waktu yang saya tempuh. Setelah semuanya selesai saya pulang ke kost kakak saya dan esok harinya pulang ke rumah.

Alhamdulillah saya lolos tahap kedua ini dan dapat melanjutkan tahap ketiga yaitu tes TKD seperti pada CPNS, yang terdiri dari tes intelegensia umum, tes kepribadian, dan tes kewarganegaraan. Saya berusaha belajar dan berdoa lebih karena ini merupakan tes terakhir. Kebetulan hari tes sudah masuk pada bulan puasa sehingga saya melaksanakan ibadah puasa ini di kost kakak saya lagi. Dari hal ini saya mengetahui bahwa menjadi anak kost memang sulit dan harus bersabar karena memang tidak seperti dirumah apalagi saat bulan puasa. Saya mendapatkan jadwal tes sore hari sebelum ashar, saya tiba disana pukul 2 siang untuk briefing terlebih dahulu. Saya mengerjakan seluruh soal karena tidak ada pengurangan nilai pada tahap ini, alhamdulilah semua lancar walaupun ¼ dari semuanya saya tidak yakin. Hasil dari tes ini langsung keluar apabila kita menekan tombol selesai, karena tidak ingat sebelum waktu habis saya sudah selesai dan menekan tombol. Jantung saya berdebar-debar saat screen menampilkan hasil, alhamdulillah saya lolos dari passing grade, sehingga yang dapat saya lakukan sekarang hanyalah berdoa agar dapat diterima sebagai mahasiswa menuju kampus STAN.

Gerbang Menuju Kampus STAN Terbuka

Pengumuman yang sudah direncanakan diundur dua kali, rasanya benar-benar membuat saya harus ekstra bersabar. Pada tanggal 1 Juli pengumuman resmi dipublikasikan dan saya masih belum tidur hingga pukul 01.00 WIB. File sudah saya download, nama demi nama saya baca. Karena nama saya berabjad awal a, maka tidaklah sulit. Saya sangat bersyukur mendapati nama saya tertera sebagai calon mahasiswa PKN STAN prodi D1 Pajak yang menjadikan gerbang menuju kampus STAN akhirnya terbuka. Namun ada satu hal yang membuat saya sedih karena saya mendapatkan lokasi pendidikan di Pontianak, Kalimantan Barat. Saya sendiri adalah anak bungsu yang tidak pernah pergi jauh dari keluarga. Orang tua saya ikut bimbang, kemudian karena sudah waktu shalat malam saya melakukan shalat istiqaroh agar Allah SWT memberikan petunjuk bagi saya. Saya hampir tidak bisa tidur sampai hampir subuh. Setelah memikirkan dengan matang dan melalui banyak pertimbangan beserta dukungan dari keluarga dan para sahabat juga semangat untuk membanggakan dan membahagiakan orang tua, saya menguatkan tekad untuk merantau meraih cita-cita saya. Karena sebagai manusia yang ingin sukses kita haruslah berusaha keras terlebih dahulu karena usaha tidak akan mengkhianati hasil.**

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan