Home » Artikel » Perjuangan Meraih Mimpi untuk Masuk PKN STAN

Perjuangan Meraih Mimpi untuk Masuk PKN STAN

Perjuangan Meraih Mimpi masuk STAN
Perjuangan Meraih Mimpi masuk STAN

Assalamualaikum,

Saya berasal dari Depok, Jawa Barat. Saya lulusan tahun 2016 dari Sekolah Menengah Atas Negeri 49 Jakarta. Ini adalah cerita perjuangan saya untuk dapat menempuh pendidikan di PKN-STAN.

Awal saya mengenal STAN ketika paman saya mejalani pendidikan di STAN. Setelah melihat beliau lulus dan bekerja di Kementrian Keuangan, saya jadi memiliki keinginan untuk mengikuti jejak beliau. Selain dapat membuat bangga dan meringankan beban orang tua, saya juga dapat berkontribusi langsung kepada bangsa melalui bidang keuangan.

Saat saya menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas, keingingan saya semakin kuat untuk dapat menempuh pendidikan di PKN-STAN. Seperti kebanyakan siswa Sekolah menengah Atas yg ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, saya mulai meningkatkan intensitas belajar untuk dapat menempuh pendidikan di PKN-STAN.

Perjuangan pertama saya untuk meraih PKN-STAN yaitu dengan membeli buku latihan kumpulan soal USM PKN-STAN dan mempelajarinya di rumah dengan melatih mengerjakan soal menggunakan waktu sama dengan waktu yang disediakan pada saat ujian USM tahun sebelumnya. Awalnya soal yg dapat saya kerjakan tidak banyak, hanya 60 soal dalam jangka waktu 100 menit untuk latihan soal TPA, setelah saya terus mencoba berlatih mengerjakan latihan soal tersebut, pada akhirnya saya dapat mengerjakan 80 soal saat dalam jangka waktu 100 menit. Saya juga berlatih mengerjakan soal test bahasa Inggris USM, pada awalnya saya dapat mengerjakan 30 soal dalam jangka waktu 50 menit, namun setelah saya terus mencoba berlatih mengerjakan soal test bahasa Inggris untuk USM pada akhirnya saya dapat mengerjakan 40 soal dalam waktu 50 menit.

Saat saya mengetahui STAN membuka pendaftaran calon mahasiswa baru, saya langsung mendaftarkan diri secara online di website USM PKN-STAN. Setelah persyaratan dan ketentuan untuk pendaftaran terisi serta bukti pendaftaran di cetak, hal selanjutnya yg harus dilakukan adalah memverifikasi data.

Saya memverifikasi data di kampus PKN-STAN Bintaro, saya mendapatkan jadwal verifikasi pagi. Saya berangkat dari rumah pukul 06.00 WIB, dan tiba di kampus PKN-STAN Bintaro pada pukul 07.30. Setibanya disana saya mengambil nomor antrian di Plasma PKN-STAN. Keadaan disana sangat ramai dipenuhi oleh calon mahasiswa baru yg ingin mendaftarkan diri. Setelah menunggu sekitar 30 menit, saya masuk kedalam gedung PKN-STAN untuk memverifikasi data. Setelah semua persyaratan dan kelengkapan data terpenuhi, panitia mencetak BPU sebagai tanda bahwa calon mahasiswa baru sudah memverifikasi data dan berhak ikut USM PKN-STAN. Saya kedapatan tempat ujian tulis di Stadion Gelora Bung Karno, Senanyan, Jakarta

Setelah daftar ulang ada jangka waktu sekitar 2 minggu sampai hari tes tertulis tiba. Waktu tersebut saya gunakan untuk lebih memahami contoh soal dan melatih mengerjakan soal dengan waktu. Tidak seperti kebanyakan calon maba PKN-STAN yang menjalani bimbel khusus masuk PKN-STAN, saya hanya belajar dirumah menggunakan buku latihan soal USM PKN-STAN.

Pada saat hari ujian tiba, saya berangkat diantar oleh ayah saya ke stadion Gelora Bung Karno Menggunakan Sepeda Motor. Ketika memasuki daerah Senayan ternyata macet karena ada penyempitan jalan dan juga banyaknya calon maba PKN-STAN yang ingin mengikuti USM di stadion Gelora Bung Karno. Saya sempat khawatir karena sekitar 40 menit sebelum ujian dimulai saya masih terjebak kemacetan. Namun pada akhirnya saya datang tepat 20 menit sebelum ujian tulis di mulai. Setibanya disana saya langsung mencari sektor 14. Setelah tiba di sektor 14 saya mencari letak kursi yg ada nomer peserta ujian yg tertera di BPU saya.

Ujian akhirnya dimulai dengan tes tulis TPA, dengan waktu 100 menit dan disediakan soal sejumlah 120. Ujian di awasi oleh mahasiswa PKN-STAN dan juga terdapat “drone” yg memutari seisi stadion Gelora Bung Karno untuk membantu mengawasi jalannya ujian. Saya pun mulai mengerjakan soal semampu saya.

Ketika ujian TPA menyisakan waktu 10 menit, panitia ujian membagikan kertas soal untuk ujian selanjutnya yaitu ujian Bahasa Inggris, namun pada ssat itu juga saya sama sekali mengisi jawaban di lembar jawaban, saya baru menandai jawaban di kertas soal. Setelah itu tanpa berpikir panjang saya segera mengisi jawaban di lembar jawaban tanpa mengoreksinya lagi karena waktu yang tinggal sedikit. Tepat saat waktu ujian selesai saya sudah selesai mengisi jawaban di lembar jawaban kerja. Setelah itu lembar jawaban dikumpulkan oleh panitia.

5 menit kemudian ujian tulis Bahasa Inggris dimulai. Belajar dari pengalaman saat ujian TPA, saya langsung memindahkan jawaban dari lembar soal ke lembar jawaban agar tidak terburu-buru saat mengisi jawaban. Pada ujian bahasa inggris saya mampu mengisi 35 soal bahasa inggris dari total 60 soal yg disediakan.

Setelah ujian selesai saya pulang dari stadion Gelora Bung Karno menggunak Commuter Line dari stasiun Sudirman. Saya pulang bersama teman-teman SMA saya. Dan saat membahas soal ternyata saya mengisi jawaban paling sedikit dibandingkan dengan teman-teman saya. Pada saat itu saya sempat khawatir akan lulus atau tidak. Namun pada saat pengumuman kelulusan ujian tulis Alhamdulillah saya lulus sementara teman-teman saya yang lain masih kurang beruntung.

Setelah melewati ujian tulis, tahap selanjutnya untuk dapat menempuh pendidikan di PKN-STAN adalah tes kesehatan dan kebugaran. Saya mendapat tempat ujian di Pusdiklat Bea Cukai di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Saya mendapat jadwal tes kesehatan dan kebugaran pada hari Jumat.

Pada saat hari tes kesehatan dilaksanakan saya mendapat nomer urut 211. Setelah mendapat nomer urut saya mengantri untuk verifikasi data. Setelah data saya di verifikasi, saya dan peserta tes kesehatan dan kebugaran dibawa ke ruang dokter untuk di periksa kesehatannya, dan saya lolos dalam pemeriksaan. Namun saya mendapat jadwal tes kebugaran setelah sholat jumat, sekitar jam setengah 2 siang WIB dimana cuaca sangat panas.

Setelah sholaat jumat selesai saya mencari rumah makan untuk makan siang sebelum tes kebugaran yaitu lari memutari lapangan bola dengan jarak 400 m. Sesudah makan saya menyiapkan diri dan istirahat sejenak sebelum tes kebugaran. Sebelum tes kebugaran dimulai, kami di kumpulkan di stadion Bea Cukai Rawamangun. Dan saat tes kebugaran dimulai saya berusaha lari secara stabil dan tidak tergesa gesa agar tenaga yg dikeluarkan tidak cepat habis karena waktu yang ditentuka dalam tes kebugaran adalah 12 menit. Setelah lari mengitari lapangan bola selama 12 menit para peserta di haruskan lari shuttle run membentuk angka 8 selama 3 putaran. Setelah tes kebugaran selesai saya pulang dengan naik angkutan kota dari stadion Bea Cukai Rawamangun ke Stasiun Jatinegara, lalu dilanjutkan naik Commuter Line dan turun di stasiun Depok.

Pada saat pengumuman kellulusan tes kesehatan dan kebugaran, ternyata saya sangat beruntung karena nama saya ada di daftar calon mahasiswa baru PKN-STAN dan berhak melanjutkan ke tes berikutnya yaitu Tes Kemampuan Dasar. Pada tes TKD ini saya mendapatkan tempat tes di kampus PKN-STAN Bintaro.

Pada saat TKD saya berangkat dengan diantar oleh ayah saya pada pagi hari. Setibanya disana para calon mahasiswa baru PKN-STAN diberikan pengarahan bagaimana cara mengisi dan mengerjakan TKD serta melakukan verifikasi data. Dan saat ujian TKD selesai nilai yg saya dapatkan sebesar 348 dan pada hari itu nilai rata-rata nasional sudah mencapai angka 349. Saya hanya pasrah dan tawakal kepada Allah S.W.T. agar diberikan hasil yang terbaik.

Saat jadwal hari pengumuman tiba saya telah menunggu hasil dari pagi hari, namun pengumuman kelulusan tidak keluar juga. Hingga malam hari pada tanggal 1 Julli 2016 pengumuman pun belum kunjung keluar. Ada kabar yang mengatakan bahwa adanya penambahan kuota penerimaan siswa PKN-STAN menyebabkan pengumuman jadi terundur. Saya hanya dapat berharap bahwa pengumuman nanti adalah hasil yang terbaik.

Alhamdulillah pada saat pengumuman kelulusan sudah dikeluarkan oleh panitia, tepat tengah malam pada tanggal 2 Juli, saya lulus dan dapat kesempatan untuk menempuh pendidikan D1 Pajak di BDK Pontianak. Jujur pada awalnya mungkin terasa berat karena saya mendapat tempat pendidikan yang jauh, namun berkat dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat saya, pada akhirnya saya mengambil keputusan untuk mengambil kesempatan menempuh pendidikan di PKN-STAN Pontianak.

Dan harapan saya adalah semoga dengan pilihan saya ini akan menuntun saya ke arah yg lebih baik dan dapat berkontribusi kepada bangsa dan negara. Saya juga sangat berterima kasih kepada kedua orang tua saya yang selalu mendukung saya dari awal hingga pada akhirnya saya dapat menempuh pendidikan di PKN-STAN Pontianak. Dan saya berjanji untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan menggunakannya dengan sebaik mungkin.

Itulah sepenggal cerita perjuangan saya untuk meraiih PKN-STAN, semoga cerita tersebut dapat bermanfaat, terutama mengingatkan saya agar selalu bersungguh-sungguh karena perjuangan yg saya tempuh sudah sangat jauh mulai dari pendaftaran hingga di terima di PKN-STAN.

Bila ada kekurangan berupa tulisan yang salah dan menyinggung hati mohon dimaafkan, itu saja yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf.

Wassalamualaikum.

Dapatkan Materi Persiapan USM PKN STAN Lengkap sekarang

Tinggalkan Balasan