Home » Artikel » Resiko lolos SNMPTN jika tidak diambil

Resiko lolos SNMPTN jika tidak diambil

Pendaftaran SNMPTN 2022 sudah mulai dekat, para calon mahasiswa mulai melengkapi berkas-berkas SNMPTN 2022. Saat pemilihan program studi (prodi) siswa boleh memilih dua prodi di satu Perguruan Tinggi Negeri dengan aturan salah satu PTN di dunia Provinsi.
Para siswa tidak diperkenankan mengambil lintas jurusan bergantung PTN yang dituju. Apabila siswa dinyatakan lolos dari SNMPTN 2022 jika tidak diambil ada beberapa resiko yang siswa akan tanggung. Melansir dari detik (27/01/2022) berikut resiko yang ditanggung jika tidak di ambil.
1. Tidak Bisa Daftar UTBK-SBMPTN
Dalam “Sosialisasi SNMPTN, UTBK SBMPTN, dan Jalur Masuk UI 2022”, Kamis (6/1/2022) lalu, Ketua Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Budi Prasetyo Widyobroto, mengatakan siswa yang diterima di jalur SNMPTN sudah tidak bisa lagi mendaftar SBMPTN.
“Adik-adik yang sudah diterima di jalur SNMPTN yang akan diumumkan pada tanggal 29 Maret 2022 sudah tidak diizinkan lagi mendaftar UTBK SBMPTN,” ucapnya dikutip dari akun YouTube Universitas Indonesia (UI).
2. Tidak Bisa Mendaftar ke Sekolah Kedinasan
Selain itu, risiko lolos SNMPTN 2022 yang tidak diambil juga dijelaskan Ketua Umum LTMPT Mochamad Ashari terkait peluang mendaftarkan diri di sekolah kedinasan.
Ashari mengatakan, siswa yang lolos SNMPTN 2022 tidak dapat lolos seleksi perguruan tinggi kedinasan yang menggunakan nilai UTBK. Sebab, siswa yang lolos SNMPTN tidak dapat mengikuti ujian UTBK yang digelar di SBMPTN.
Dengan risiko ini, diharapkan siswa berpikir matang sebelum ikut SNMPTN 2022. Jika tidak akan diambil maka sebaiknya jangan ikut SNMPTN.
3. Sekolah Bisa Terkena Blacklist
Risiko lainnya adalah sekolah bisa masuk daftar hitam atau blacklist PTN jika peserta didik yang lolos SNMPTN 2022 tidak melakukan daftar ulang.
Ashari menyampaikan bahwa calon mahasiswa yang sudah diterima melalui jalur SNMPTN namun tidak segera melakukan daftar ulang, maka dampak buruk kepada sekolah.
Salah satu kemungkinan yang sering terjadi yakni PTN melakukan blacklist pada sekolah tersebut.

Tinggalkan Balasan