Home » Artikel » USAHA DAN TANGIS DALAM SUJUD

USAHA DAN TANGIS DALAM SUJUD

Umur saya 18 tahun, lahir di Entikong 24 Agustus 1998. Saya beragama Islam dan alhamdulillah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa baru PKN STAN spesialisasi Diploma 1 Pajak. Saya akan menceritakan perjuangan saya untuk bisa sampai disini. Perjuangan itu dimulai ketika saya mengenal Sekolah Dinas PKN STAN, dari saudara kandung saya yang umurnya 5 tahun lebih tua daripada saya. Ketika itu, dia mencoba untuk mengikuti ujian seleksi masuk Sekolah Dinas PKN STAN dan beberapa perguruan tinggi lainnya untuk melanjutkan pendidikannya selepas lulus SMA. Ia bercerita sangat ingin menjadi mahasiswa STAN.

Ikut bimbel dan belajar mandiri yang intensif, menjadi jalan yang di tempuhnya. Dan sampai ia mengikuti tes USM STAN tahap pertama. Namun, ketika itu, pengunguman  kelulusan dari tes tahap pertama dari USM STAN jauh lebih lama daripada pengunguman seleksi dari perguruan tinggi lain. Ia dinyatakan diterima di salah satu sekolah kedinasan lainnya dan lansung menjalani pendidikan dasarnya. Saat ditengah-tengah  pendidikan dasarnya, pengunguman USM STAN pun keluar dan ia dinyatakan lulus. Namun, dengan berat hati harus melepaskannya karena ia sudah terikat dengan sekolah ikatan dinas lainnya.

Semanjak saat itu, saya mulai mencari informasi sedikit untuk mengenal apa itu STAN. Membaca beritanya sekilas melalui internat, bertanya dan mendengar cerita orang-orang sekitar. Lama kelamaan saya mulai sedikit paham denga STAN. Tapi karena keadaan sistem informasi yang belum memadai ditambah jaringan  dan koneksi yang lambat di daerah saya tinggal, ditambah belum adanya alumni STAN di daerah saya, membuat saya hanya mengetahui STAN sekedarnya.

Beranjak SMA, saya melanjutkan pendidikan di sekolah berasrama, SMA Taruna Bumi Khatulistiwa, di Sungai Raya, Kubu Raya. Lokasinya tidak jauh dari Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Pontianak. Dengan sisitem imformasi yang memadai, sinyal dan koneksi yang lancar, sedikit sedikit saya mencari tahu lebih dalam mengenai STAN. Hingga ketika saya duduk di kelas XI, saya memutuskan untuk akan mencoba mengikuti USM STAN ketika saya lulus dari SMA. Saat itu saya belum mencari tahu tentang materi-materi dari USM STAN tersebut sehingga tidak melakukan persiapan menghadapinya dan hanya fokus terhadap organisasi dan akademik sekolah.

Hingga di pengujung semester genap,Bea dan Cukai Kalimantan Barat mengadakan sosialisasi mengenai STAN yang akan berubah nama menjadi PKN STAN, terutama spesialisasi Bea dan Cukai. Saya semakin tertarik dan mencoba berdialog dengan alumni STAN mengenai cara agar bisa masuk menjadi mahasiswa STAN. Ketika menjadi siswa kelas XII awal, saya terus mencari informasi tentang Try Out USM PKN STAN. Saya mencoba mengikuti Try Out tersebut bersama dengan siswa-siswi SMA di Pontianak dan sekitarnya. Saat mengerjakan soal TPA dan TBI, saya sangat merasa kesulitan. Hingga pengunguman hasil Try Out Akbar itu keluar, dan mulai dari saat itulah saya sadar bahwa kemampuan saya masih sangat jauh untuk menjadi mahasiswa STAN.

Tidak lama setelah Try Out Akbar tersebut, wakil kepala sekolah bagian kurikulum menawarkan kami untuk mengikuti bimbel penjurusan PKN STAN. Mendapat penawaran tersebut, saya lansung menghubungi orang tua saya untuk meminta persetujuan mengikuti bimbel tersebut. Saya diizin kan ikut bimbel. Sejak saat itu, saya bersama beberapa teman saya, mengikuti bimbel STAN yang dilaksankan satu kali pertemuan setiap minggu. Saya berusaha membiasakan diri untuk mengerjakan soal-soal USM PKN STAN, dan mendapat bimbingan untuk mempermudah penyelesaiannya. Namun saya tetep harus fokus dengan Ujian Nasional, karena saya mengetahui bahwa salah satu persyaratan dari STAN adalah nilai rata-rata dari UN minimal 7,00.

Di awal semester akhir kelas XII, beberapa mahasiswa dari STAN Bintaro datang kesekolah dan mensosialisasikan PKN STAN kepada kami. Mereka menjelaskan apa itu STAN dan tahap-tahap tesnya. Tak lupa masing-masing dari mereka menceritakan pengalaman masing masing tentang perjuangannya untuk lolos. Cerita-cerita yang sangat menarik dan semakin membuat saya yakin untuk mencoba mengikuti tesnya. Kemudian saya mencoba menghubungi  orang tua dan saudara untuk meminta restu mendaftar di salah satu sekolah kedinasan yaitu PKN-STAN.

Pendaftaran STAN dibuka tidak terlalu jauh dengan pelaksanaan UN. Kebijaksanaan sekolah menghadapi UN adalah dengan membatasi kami terhadap alat komunikasi dan internet, yang membuat saya harus bersusah payah meminta izin penggunaan laptop hanya untuk sekedar mendaftar. Tidak hanya sampai disitu saja, saya bersama teman-teman harus meminta izin kembali untuk meminta waktu sedikit agar bisa melakukan transaksi pembayaran pendaftaran. Waktu  yang terbatas dan mobilitas yang susah membatasi gerak kami. Tapi kami harus tetap bisa melakukannya tanpa memecah konsentrasi kami terhadap Ujian Nasional.

Teman-teman berhasil melakukan transaksi pembayaran. Hanya saya saja yang nomor pendaftarannya tidak bisa diregristrasi. Pihak bank mengatakan bahwa PIN anda belum terdaftar. Hentak saya hampir menangis dan kebingungan. Ini membuat saya harus kembali meminta izin berkali-kali meninggalkan asrama untuk melakukan pembayaran. Berkali-kali saya pergi ke bank dan ATM selama 4 hari, namun tetap saja gagal. Waktu batas pembayaran semakin dekat, namun sekolah melarang saya keluar karena bertepatan dengan Ujian Sekolah. Saat itu saya bingung, hingga saya menangis dalam sujud untuk meminta petunjuk-Nya, saaat itu saya tidak tahu harus melakukan apa selain sholat dan berdoa. Saya sempat mengira bahwa ini adalah akhir dari cita-cita saya menjadi mahasiswa STAN. Yang saya lakukan hanya menangis dalam sujud dan saya bersumpah dalam hati, jika ini bisa, maka saya harus jadi mahasiswa STAN.

Saya meminta bantuan beberapa orang untuk melakukan regristrasi itu. Dan ketika saya selesai menjalani Ujian hari kedua, saya diberi kabar oleh adik kelas saya, bahwa transaksi pembayaran yang ia lakukan untuk saya berhasil. Mendengar itu, saya tak mampu berkata banyak. Sejak saat itu, saya berusaha sungguh-sungguh. Setelah Ujian Nasional selesai, saya hanya menghabiskan tiga hari kembali ke kampung halaman untuk mengistirahatkan diri sejenak selepas Ujian Nasional, meminta masukan dan memohon restu kepada kedua orang tua. Kemudian saya kembali ke Pontianak untuk mengikuti bimbel intensif bersama teman-teman dan belajar mandiri dengan prinsip. Saya  fokus mempelajari USM STAN selama 1 bulan penuh.

Saya beusaha untuk mengerjakan soal-soal USM, mempelajarinya dan meminta bimbingan. Hal itu intensif saya lakukan. Namun, sadar diri kemampuan saya belum menjamin, untuk berjaga-jaga saya pun mendaftar dan mengikuti SBMPTN serta beberapa jalur lain seperti beasiswa pemerintah daerah dan pegawai BUMN. Satu hari menjelang USM, teman-teman berkumpul dirumah saya untuk belajar bersama .Mengevaluasi diri masing-masing dan berdoa menjelang tes. Dengan semangat, kami menjalani tes tahap pertama walaupun sedikit banyak mengalami kesulitan. Selama menunggu hasil dari tes tahap pertama, saya mencoba untuk membenahi diri mempersiapkan tes yang berikutnya walaupun saya sedikit pesimis dengan yang saya kerjakan. Beberapa hari setelah itu, pengungumannya rilis.  alhamdulillah saya dinyatakan lulus, dan berhak mengikuti seleksi tahap kedua, TKK.

Mempersiapkan itu, setiap pagi dan sore saya berlatih lari sendirian sejauh 4 kilometer, dan beberapa kali pergi ke sekolah untuk tes lari 12 menit dan shutle run. Kemudian berusaha untuk menghindari makanan yang kurang menyehatkan dan terkadang menembus hujan demi bisa pergi membeli susu dan ke dokter gigi . Beberapa hari itu benar benar saya lakukan untuk membenahi fisik saya. Itu saya lakukan agar saya tidak mengecewkan orang tua dan sekolah saya yang berbasis semi-militer. TKK dilaksanakan di pusat pelatihan Bea dan Cukai Rawamangun. Saya harus membaranikan diri, karena ini kali pertama saya melakukan penerbangan sendiri ke Jakarta. Tapi tetap harus saya lakukan demi isa mengikuti tes. Sesampainya, saya sudah ditunggu oleh ayah saya yang kebetulan sedang tugas di sana.

Kami kemudian pergi ke lokasi tes satu hari sebelum tes dilaksanakan. Saat menjalani tes, keadan fisik saya menurun karena kelelahan dan kurang tidur. Pukul 4 pagi sudah berkumpul di aula dan menunggu registrasi. Setelah registrasi, selanjutnya tes kesehatan sebagai syarat untuk tes kebugaran. Saat pengukuran tensi darah, tekanan darah saya tinggi dan hampir tidak dizinkan ikut tes selanjutnya. Namun saya dipersilahkan istirahat sebentar dan kemudian di tes tensi kembali. Ketika istirahat, tak hentinya saya berdoa agar diberi kemudahan. Saat di tes kembali, tekanan darah saya dinyatakan normal dan saya diizinkan untuk ikut lari.

Tentu saya tak menyiakan jalan yang diberikan Allah dan berlari sekuatnya ketika tes. Alhamdulillah saya mampu berlari sebanyak 6 putaran sesuai target saya. Setelah selesai, saya pun kembali pulang ke kalimantan untuk menunggu pengunguman. Saya dinyartakan lolos TKK dan selanjutnya harus menjalani TKD. Tidak ingin salah langkah, tak ingin gagal di tes terakhir, saya belajar semaksimal mungkin. Buku yang seperti tidak saya lepaskan, karena saya takut ini akan gagal. Saat tes, saya dengan gugupnya menatap monitor dan mengerjakan soal. Hingga sampai pada soal terakhir saya kerjakan Saat tombol selesai saya tekan, gugup pun hilang ketika kriteria nilainya tergolong baik. Setelah itu, menuggu pengunguman terakhir yang sempat menggantung, saya menunggu hingga tiga hari tidak tidur demi menunggu pengunguman. Dan alhamdulillah itu tidaklah sia sia.

Sujud syukur dan kemudian saya lansung mencium kedua orang tua saya dan berkata terimakasih atas semua dukungan yang telah diberikan. Itu sekilas perjuangan saya untuk menjadi mahasiswa PKN STAN. Walaupun hanya sebatas itu yang dapat saya lakukan,saya bisa mengambil beberapa hikmahnya. Hikmah dalam setiap perjuangan, harus diiringin doa yang tiada hentinya, amal ibadah lain yang ditingkatkan dan restu yang diminta kepada siapapun. Kemudian kepercayaan bahwa Allah, tuhan yang tak pernah buta maupun lupa dengan hambanya yang berusaha dan mengingat kuasan-Nya. **

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan