Home » Artikel » SEKOLAH IKATAN DINAS “PILIHAN HIDUP”

SEKOLAH IKATAN DINAS “PILIHAN HIDUP”

Menentukan sekolah ikatan dinas sebagai pilihan hidup adalah salah satu hal tersulit yang harus dihadapi. Khususnya yang dialami oleh orang-orang yang baru lulus SMA, termasuk saya. Pilihan untuk memilih Sekolah Iktana Dinas yaitu PKN STAN dalam melanjutkan pendidikan sendiri merupakan satu dari sekian banyak pilihan perguruan tinggi yang termahsyur di Indonesia.

sekolah ikatan dinas pilihan hidup

Sejak saya masuk SMA, orang tua saya berusaha mengarahkan ke sekolah dengan jaminan hidup yang baik, yaitu PKN STAN. Sebelumnya, saya sendiri lebih tertarik melanjutkan ke UNDIP atau UGM. Setelah banyak mencari info tentang PKN STAN, akhirnya saya juga sangat tertarik sebagai tempat melanjutkan pendidikan. Saya berusaha menjaga nilai-nilai tiap semester agar dapat memenuhi standar masuk PKN STAN. Saya bersyukur mendapat grafik nilai membaik sampai semester lima hingga dapat memastikan dapat mencapai rata-rata nilai masuk PKN STAN.

Sekolah Ikatan Dinas

Sekolah Iktana Dinas PKN STAN selanjutnya menjadi target utama perguruan tinggi yang saya dambakan. Hal ini tentu mendapat restu orang tua, dimana beliau setuju bila segala pilihan saya berarti pilihan yang sesuai dengan apa yang saya mau, sehingga tidak merasa terbebani dan dipaksakan. Disela-sela persiapan ujian sekolah dan ujian nasional, saya mulai mempersiapkan diri dengan les ditempat yang banyak meluluskan muridnya menuju PKN STAN. Tempat les tersebut banyak menyajikan try out, latihan soal, membahas persoalan tersebut, menyajikan dengan cara termudah, dll.

Ketika saya diterima sebagai calon siswa yang mendapat SNMPTN, saya hanya berpikir bila SNMPTN hanya sebagai back-up saya apabila tidak berhasil dalam PKN STAN. Saya memang tidak terlalu banyak berharap pada SNMPTN, sehingga ketika diumumkan bahwa saya tidak lulus saya tidak terlalu merasa berkecil hati. Kenyataan tidak lulus SNMPTN memang sedikit menyakitkan, tapi saya akhirnya menerima itu. Saya lalu jadikan hasil tidak memuaskan di SNMPTN ini sebagai motivasi agar berusaha keras dalam menghadapi tes-tes PKN STAN.

Baca juga: PASCA KULIAH

Langkah awal sebelum menghadapi berbagai tes PKN STAN adalah dengan mendaftar secara online. Persiapan sudah saya coba lakukan sejak dini. Saya mencoba belajar agak lebih keras, banyak berlatih, dan tentu saja memperbanyak doa. Meminta doa restu orang tua juga tidak dilupakan.

Tes Sekolah Ikatan Dinas PKN STAN tahap pertama waktu itu kebetulan agak berdekatan dengan ujian-ujian akhir disekolah. Jelas sulit berusaha membagi fokus pada banyak tes dalam satu waktu, Apalagi waktu belajar full-day ditambah banyak les-les diluar jelas sangat menguras pikiran, fisik, dan tenaga. Melihat hasil-hasil try-out yang saya dapat selama les, saya merasa yakin – tidak yakin dalam menghadapi tes PKN STAN.

Tes tahap pertama saya mendapat tempat di SMK 4 Semarang. Usaha dan doa sudah dikeluarkan, untuk salah satu hari penentuan ini. Di Semarang sendiri tes dilakukan di banyak tempat dan sekolah, sehingga jelas persaingan untuk masuk Sekolah Iktana Dinas didalam kota sendiri sudah membuat gugup. Ketika menghadapi kertas soal, saya tidak terlalu mampu menjawab soal-soal bacaan panjang, meskipun saya agak percaya diri dalam menghadapi tes bahasa inggris. Saya tetap mencoba mengisi jawaban yang tidak terjawab meskipun beresiko besar menjatuhkan nilai saya. Tentu saja saya merasa tidak terlalu puas dengan apa yang saya kerjakan.

Saya merasa agak menyesal tidak mampu menjawab soal dengan semaksimal mungkin, tapi saya berserah diri. Hasil apapun yang saya terima akan saya hadapi dengan lapang dada. Satu-satunya yang bisa dilakukan sambil menunggu adalah berdoa, dan berharap hasil yang terbaik, karena tentu Allah sudah menentukan jalan hidup masing-masing orang.

Rasa syukur adalah hal yang dapat saya ungkapkan ketika mendapat kenyataan berhasil lulus dalam ujian masuk tahap pertama PKN STAN. Tes ini sendiri membuat beberapa teman saya terjatuh dan gagal melanjutkan ke tahap selanjutnya. Selain itu apa yang saya korbankan selama mempersiapkan diri untuk tes tahap pertama berhasil berbuah manis.

Tahap selanjutnya dari ujian saringan masuk PKN STAN adalah tes fisik. Saya sendiri tidak terlalu merasa yakin dengan fisik saya yang bisa dibilang hanya standar. Tapi saya mendapat beberapa tips mudah dalam menghadapi tes tahap kedua PKN STAN ini. Saya mulai berlatih di GOR Tri Lomba Juang yang juga merupakan tempat tes ujian saringan masuk tahap dua di Semarang. Dan memang terasa berat ketika pertama kali mencoba.

Saya berlatih hampir setiap hari disana dalam rangka mempersiapkan diri. Saya sempat berlatih sendiri, sempat pula didampingi orang tua, dan juga pernah berlatih bersama teman. Banyak berlatih tentu membuat ini semakin terasa ringan. Saya kebetulan mendapat giliran hari terakhir dalam tes, jadi saya sempat melihat aksi teman-teman yang tes pada hari pertama. Hal ini lumayan membuat saya was-was karena kebanyakan dari mereka menunjukkan hasil tes masuk sekolah ikatan dinas yang benar-benar luar biasa.

Tes tahap dua ujian saringan masuk Sekolah Ikatan Dinas PKN STAN dimulai dengan tes kesehatan. Saya berangkat cukup pagi, tapi ternyata sudah banyak yang telah mengantri, bahkan sejak saat subuh. Mau tidak mau saya akhirnya mendapat agak siang. Tes kesehatan dilalui dengan lancar, dan ketika saya mempersiapkan untuk tes kebugaran lari ternyata waktu sudah menunjukkan jam setengah sebelas lebih, yang jelas bukan waktu yang ideal untuk tes karena saat itu saat panas-panasnya. Saya mendapat kira-kira hanya 4 setengah putaran, cukup kecil bila dibandingkan dengan lainnya. Tes lainnya adalah lari membentuk angka delapan. Saya sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk tes ini, sehingga jelas terasa agak sulit apalagi setelah lari selama 12 menit yang semakin memberatkan.  Hari itu benar-benar terasa berat, dan lagi-lagi dengan hasil yang menurut saya tidak memuaskan. Saya sendiri pasrah dan berharap yang terbaik dari Allah.

Di sela-sela tes masuk PKN STAN, saya juga masih memperjuangkan nasib di SBMPTN. Belajar untuk SBMPTN susah-susah gampang karena tipikalnya hampir sama dengan tes PKN STAN, namun ditambah dengan IPA karena kebetulan prodi yang saya inginkan di jurusan IPA. Alhamdulillah hasil yang saya dapatkan di tes ini berhasil meluluskan saya menjadi calon mahasiswa UGM prodi Kartografi dan Pengindraan Jauh. Dan sama seperti SNMPTN, saya hanya menganggap ini adalah back-up dari hasil apapun yang saya terima di tes PKN STAN.

Saya merasa cukup kaget bercampur syukur karena saya ternyata masih diberi kesempatan untuk melanjutkan ke ujian saringan masuk tahap ketiga PKN STAN. Setelah hasil-hasil yang saya anggap tidak memuaskan dalam tes-tes terdahulu, hal ini membuat saya kembali bersemangat dan mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menghadapi tes selanjutnya.

Langkah awal menghadapi tes Sekolah Ikatan Dinas tahap ketiga PKN STAN atau TKD adalah kembali les ditempat yang sebelumnya saya sebutkan. Dalam sela-sela pelajaran, juga diadakan beberapa try-out untuk melihat perkembangan dari hari ke hari. Hasil-hasil try-out saya cukup memuaskan sehingga saya sedikit percaya diri dalam menghadapi tes tahap ketiga ini. Saya berusaha melengkapi dengan doa agar diberikan yang terbaik oleh Allah SWT.

Tes tahap ketiga dilaksanakan dengan system CBT atau berbasis computer. Saya mendengar bahwa hasil tes akan langsung keluar bila telah selesai mengerjakan soal. Ini justru membuat saya semakin tertarik, namun diiringi dengan rasa gugup bila mendapat hasil yang kurang memuaskan. Tes tahap tiga PKN STAN di Semarang dilaksanakan di Gedung Keuangan Semarang. Ternyata tipe-tipe soal yang diberikan pada tes tahap tiga PKN STAN ini sedikit berbeda dari apa yang saya pelajari. Tipe soal ini menurut beberapa orang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini membuat konsentrasi saya agak sedikit buyar Dan benar saja, hasil yang saya dapat benar-benar membuat saya agak kesal karena mendapat hasil yang cukup kecil, meskipun dinyatakan lulus. Saya kembali merasa agak pesimis setelah melihat hasil-hasil yang didapat dari orang-orang yang mengerjakan tes disekitar saya, dimana hasil mereka benar-benar memuaskan

Namun, saya kembali merasa hal yang sama dari tes tahap sebelumnya. Kembali saya merasa sangat bersyukur karena lagi-lagi diberi kelulusan meskipun dengan pekerjaan yang tidak memuaskan. Pada saat itu kebetulan bertepatan dengan Ramadhan, dan saya mendapat kabar kalau saya berhasil lulus dan ditempatkan di D-1 Pajak Pontianak. Saya merasa bimbang apakah harus memilih ini atau UGM Kartografi dan Pengindraan Jauh. Saya mendapat banyak pencerahan dalam memilih dari kerabat-kerabat saya, meskipun justru itu membuat saya semakin bingung untuk memilih. Saya akhirnya memilih D-1 Pajak setelah berserah diri pada Allah, meminta restu pada orang tua, dan juga melihat pengalaman kerabat saya yang sudah belajar / lulus dari PKN STAN.

Saya berharap sekolah ikatan dinas benar-benar menjadi pilihan terbaik untuk saya. Setelah perjuangan selama menjalani tes-tes Sekolah Ikatan Dinas saringan masuk PKN STAN yang luar biasa, yang menurut saya diliputi dengan rasa unik dari usaha, kerja keras, doa, dan keberuntungan. Banyak pelajaran yang saya ambil dari yang saya alami ini. Tapi perjuangan tentu tidak berhenti. Usaha dan doa untuk bisa lolos di sekolah ikatan dinas perlu dilanjutkan dalam menghadapi hari-hari baru di PKN STAN nanti. **

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan  link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan