Home » Artikel » RENCANA TERINDAH

RENCANA TERINDAH

Saya adalah salah satu murid dari SMA 1 Kudus dinyatakan tidak lolos seleksi SNMPTN. Dibalik tidak lolosnya saya di SNMPTN lalu, saya jadi makin semangat dalam persiapan tes sekolah kedinasan indonesia dan tes SBMPTN. Awalnya sedikit pesimis. Pasalnya, pendaftar sekolah kedinasan indonesia yang memilih STAN saja 116 ribuan orang, sementara kuotanya hanya 3650. Peluangnya hanya sekitar 3%. Ditambah beberapa kali ikut tryout online tidak lulus nilai mati di TBI. TBI memang selalu menjadi momok bagi saya.

Sekolah Kedinasan Indonesia - PKN STAN

Minggu, 15 Mei 2016, USM STAN 2016. Berangkat dari rumah setelah waktu subuh. Diantar oleh bapak, tante, dan Alif, adik sepupuku.Sampai di Universitas Semarang pukul 6 kalau tidak salah ingat.Padahal tes baru dimulai pukul 8 pagi.Disaat anak-anak lain menunggu sambil membuka-buka buku USM STAN, sayahanya bisa duduk-duduk sambil lihat HP, sesekali membuka aplikasi USM STAN. Sempat ditegur sama tante, yang lain pada belajar saya malah main HP. Mau bagaimana lagi, saya tidak punya buku USM STAN.

Waktu tes sangat grogi. Setengah jam pertama untuk absen. Sempat beberapa kali menjatuhkan pensil sendiri saat mau tanda tangan.Setelah selesai absen, ada bapak-bapak masuk ke ruangan. Terus ibu pengawas di ruanganku tanya,Pak ini sudah boleh dibagikan soalnya? sambil membuka segel soal. Dijawablah sama bapak tadi, Boleh bu, ruangan lain malah sudah mulai mengerjakan dari 3 menit lalu. Panik.Tiga menit itu waktu yang sangat amat berharga untuk tes STAN ini.Tapi makin berjalannya waktu sudah mulai tenang, alhamdulillah.Jadi bisa lebih teliti.Sembilan puluh menit berlalu, tibalah waktunya bertemu momok USM STAN ini, TBI.Kali ini sudah saya tekadi dari rumah, yang penting lolos nilai mati.Sudah, tidak muluk-muluk cari skor tinggi.Lolos nilai mati sudah alhamdulillah.Di TBI ini mungkin sekitar 95% soal saya jawab.Kebanyakan soal saya jawab menggunakan feeling.Mau bagaimana, seharian menghafal grammar, pas hari H blank.

Rabu, 25 Mei 2016.Pasrah.Hanya itu yang saya rasakan. Lolos alhamdulillah, tidak ya masih ada SBMPTN, masih ada UM, dan masih ada kesempatan tahun depan. Sebelum membuka pengumuman sempat bermimpi.Di mimpiku, pengumuman STAN dibuat seperti pengumuman SNMPTN. Jadi kita input nomor pendaftaran dan password, tekan enter. Kalau lolos muncul kotak hijau kalau tidak muncul kotak merah.Dan di mimpiku muncullah kotak hijau.Bangun dari tidur saya baru sadar kalo pengumuman STAN tidak dibuat seperti itu. Sudahlah, tidak mau percaya sama mimpi-mimpi begitu. Sehabis sholat subuh, bismillah sambil tangan gemetar membuka website pknstan.ac.id. Bismillah, scroll down, scroll down, scroll down dan alhamdulillah, ada namasaya dan nomor BPU tertera disana.

Seketika langsung sujud syukur.Beberapa saat setelah bergembira mendengar kabar baik itu, tumpukan beban di pikiran makin menjadi-jadi.Tes Kesehatan dan Kebugaran.Ini benar-benar momok kedua setelah TBI.Siapa bilang tes ini hanya formalitas?Bagiku itu bukan sekedar formalitas.Sejak tanggal 25 Mei, pagi-siang-sore latihan lari bersama bapak.Rasanya benar-benar tersiksa.Salahku juga tidak latihan lari sejak satu bulan sebelumnya.Jadi dalam waktu 7 hari, target bapak, saya harus bisa menyelesaikan 4 putaran selama 12 menit.Dan itu benar-benar berat. Apalagi bagi orang yang hanya olahraga saat ada jam penjaskes di sekolah seperti saya ini. Latihan lari ini benar-benar membuat jadwal belajar SBMPTN-ku kocar-kacir.Waktu itu hanya bisa berdoa.Bismillah, semoga semua usaha ini tidak sia-sia.

Kamis, 2 Juni 2016, di GOR Tri Lomba Juang Semarang. Sampai disana pukul setengah 6 pagi, dan antreannya sudah cukup panjang.Saya sarapan di mobil, sementara tante saya bertugas jaga antrean.Seperti biasa, kebiasaan sebelum latihan, bapak meracik kuning telur + madu. Tapi kali ini beda. Biasanya hanya menggunakan 1 butir telur, kali ini diracik bapak menggunakan 2 butir telur.Setelah nomor antrean dibagi, saya mendapat jatah nomor 94.Pertama menunggu untuk cek tensi, minus mata, Tinggi badan dan berat badan (TB dan BB) dan denyut nadi.Sempat takut kalau tensi naik gara-gara grogi dan takut.Takut mengecewakan orang tua pastinya.Setiap kali melihat wajah bapak ibu selalu ngilu di hati, detak jantung makin cepat.Begitu masuk ruangan langsung diperiksa tensi.Alhamdulillah tensi normal, padahal waktu itu bener-bener sedang deg-degan.BB dan TB seperti biasa, segitu-segitu saja.Tidak nambah-nambah.Lalu lanjut ke pemeriksaan buta warna, ambeyen, varises, dan THT.

Ini yang paling saya tunggu, karena pengen cepet-cepet selesai.Lari.Sempat optimis bisa lari 12 menit non stop.Tapi itu hanya angan-angan.Di putaran kedua sempat jalan kaki 2 kali, karena benar-benar tidak kuat. Ditambah lagi cuaca panas, jam 10 pagi. Tenggorokan kering banget, sudah pasra.Dan di 60 detik terakhir masih sempat-sempatnya saya jalan kaki.Ini benar-benar kesalahan tebodoh saya.Di 20 detik terakhir baru benar-benar sprint. Dan alhamdulillah, bisa 3,5 putaran. Mepet sekali, tapi ya sudahlah, disyukuri saja.Rasanya sudah ingin melupakan tes tahap 2 ini.Benar-benar kelam.Lebih baik menyibukkan diri dengan belajar TKD, supaya tidak keteteran seperti TKK ini.

Rabu, 15 Juni 2016. Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Bangun tidur pukul 3 pagi, mau membuka pengumuman masih belum sampai hati.Akhirnya sholat tahajud dulu.Sehabis sholat, masih belum sampai hati membuka, alhasil sahur dulu.Sehabis sahur barulah memberanikan diri membuka.Dengan tangan gemetar, jantung dag-dig-dug menunggu loading.Dan memang berkah Ramadhan. Alhamdulillah wa syukurillah, ada nama dan nomor BPU-ku tertera di pdf. Menyingkirkan sekitar 1000 orang dalam TKK ini adalah anugerah yang begitu luar biasa.

Hari H tes TKD, bertempat di Gedung Keuangan Negara (GKN) Semarang.Optimis rasanya, karena sebelumnya sudah beberapa kali mengikuti simulasi CAT dan mendapat skor yang lumayan tinggi.Sekitar 30 menit sebelum tes, kita diharuskan untuk verifikasi.Semakin lama di GKN jadi semakin grogi.Sewaktu memasuki ruang tes jadi makin grogi.Dag-dig-dug.Takut yang keluar UUDS’50.UUD’45 saja belum khatam, apalagi UUDS’50.

Setelah selesai verifikasi kita menuju ke aula, tempat tes TKD.Kita duduk di kursi sesuai nomor yang kita peroleh saat verifikasi.Petugas mulai memutarkan video tutorial pengerjaan TKD.Sampai tiba saatnya mengerjakan soal.Saat mulai login, perasaan mulai tidak karuan.Deg-degan dan khawatir dapat soal-soal yang diluar ekspektasi.Gara-gara grogi jadi tidak fokus mengerjakan.Biasanya waktu mengerjakan simulasi di rumah, 1 soal TWK tidak lebih dari 30 detik.Berhubung kali ini saya gugup, dalam waktu 5 menit saya baru sampai di nomor 8, dan baru 5 soal yang saya kerjakan. Tingkat kesulitan TKD ini menurutku berkali-kali lipat lebih susah dari pada USM. Akhirnya, 100 soal bisa saya isi semua, dengan sisa waktu 3 detik.

Rabu, 29 Juni 2016. Bangun tidur seperti biasa, pukul 3 pagi.Akhirnya sholat dulu, lalu sahur, baru berani buka website.Sehabis sahur, buka website masih belum ada postingan pengumuman tahap akhir.Saya coba tanya teman, apakah ini memang bener belum ada atau saya yang salah website. Dan ternyata memang belum ada. Oh, mungkin nanti pas sudah masuk jam kerja, pikirku. Jam 7 pagi saya cek masih belum ada. Jam 8 pagi juga belum ada. Begitu terus sampai lelah saya buka website pknstan.ac.id tiap 30 menit sekali.Sampai akhirnya sekitar pukul 14.00 ada kabar dari grup di line bahwa pengumuman diundur sampai tanggal 1 Juli.

Sampai pada tanggal 1 Juli, sebelum sahur saya sempatkan diri mengecek website STAN.Dan hasilnya nihilmasih belum ada pengumuman.Orang tua saya dan keluarga semuanya resah menunggu pengumuman final ini.Saya sudah tidak ambil pusing.Takut terkena PHP seperti tanggal 29 lalu.Kali ini saya fokus mengurus berkas UNS karena tanggal 28 Juni saya dinyatakan diterima di UNS, sementara masalah STAN saya tinggal dulu.Dan benar saja, sampai pukul 10 malam, pengumuman masih belum ada.Mungkin nanti pukul 23.59 baru dipublish.

Sabtu, 2 Juli 2016. Bangun tidur pikiranku mulai tidak karuan.Saya mencoba memberanikan diri untuk melihat website STAN.Saya yakin pasti pengumumannya sudah ada.Dengan rasa pasrah saya pun mulai membuka HP dan mengaktifkan sambungan data.Belum sempat saya mengetikkan alamat website STAN, tiba-tiba ada pesan Whatsapp masuk.Dari Wedha dan Widya, teman sekelasku.Mereka memberi tahu saya bahwa saya lolos dan mendapat pendidikan di Pontinak.Rasanya makin tidak karuan.Antara senang, kaget, tidak percaya.Saya pun langsung keluar kamar untuk memberi tahu keluarga tentang kabar gembira ini.

Orang pertama yang kutemui, Tante.Semalaman dia begadang menunggu pengumuman. Begitu melihatku, ia langsung menanyakan hasil pengumuman. Bergegas ia mengambil laptop dan membuka website STAN untuk memastikan hasilnya. Dan setelah scroll down cukup lama akhirnya, tertulis namasaya dan nomor BPU-ku. Dan disamping namasaya, tertulis D1 Pajak Pontianak. Saya pun bergegas menemui ibu dan bapak, betapa indahnya melihat mereka berdua tersenyum bahagia mendengar kabar ini.

Semua ini adalah hasil doa dan kerja keras. Tidak hanya doa dan kerja kerasku, tapi tentunya doa bapak, ibu, dan semua orang yang telah dengan ikhas mengucapkan doa untukku. Dan dari sinilah saya benar-benar telah merasakan. Bahwa kekuatan doa lebih kuat dari apapun. Saya merasa tidak mungkin mencapai semua ini tanpa doa dari mereka yang menyayangiku. Terimakasih atas doa kalian, semoga Allah membalas kebaikan kalian. Allah lah sebaik-baik pemberi balasan. **

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan  link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya šŸ™‚

Tinggalkan Balasan