Home » Artikel » PERJUANGAN MENUJU PKN STAN

PERJUANGAN MENUJU PKN STAN

STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) yang sekarang telah berganti nama menjadi PKN STAN merupakan salah satu dari tujuh sekolah kedinasan favorit yang banyak diminati oleh seluruh pelajar di Indonesia. Hal ini terbukti dengan banyaknya pendaftar pada tahun 2016 yaitu sejumlah 116.000 peserta. Di antara banyaknya perseta tersebut, salah satunya adalah saya. Nama saya adalah Mariya Dewi, saya lahir di Klaten tanggal 27 Agustus 1998 dan saya berasal dari SMA N 1 CAWAS. Perjuangan saya untuk dapat masuk PKN STAN yang merupakan sekolah kedinasan tidaklah mudah. Hal ini dimulai dari saat pendaftaran mahasiswa baru STAN.

Dalam waktu pendaftaran yang cukup singkat ini, saya belum dapat mendaftar di hari pertama pendaftaran. Saya mendaftar pada hari ke-3 setelah menempuh jarak yang lumayan jauh ke tempat wifi.id. Saat pendaftaranpun tidak selancar yang saya perkirakan. Saya harus menunggu 2 jam dahulu sebelum dapat melanjutkan pengisian data karena server yang penuh. Karena waktu itu pengisian data belum selesai akhirnya saya putuskan untuk men-save page halaman tersebut. Di hari berikutnya sepulang sekolah, saya melanjutkan pendaftaran dengan meneruskan save page, tetapi tidak bisa. Kepanikan mulai terjadi, tetapi alhamdulillah teman saya memberitahu bahwa pendaftaran dapat diteruskan dengan log in ulang. Ternyata benar, saya log in ulang dan dapat melanjutakan pendaftaran dan mencetak kartu BPO.

sekolah kedinasan

Waktu untuk USM pun mulai dekat. Di malam harinya saya memutuskan untuk tidak belajar karena saya takut jika nanti saya akan lupa materi yang telah dipelajari. Tetapi, di pagi harinya pukul 3 pagi, saya bangun dan memilih untuk belajar sebentar tentang bahasa inggris dengan catatan yang saya buat. Setelah solat subuh, saya mulai mandi dan bersiap-siap. Selepas sarapan saya dan teman saya berangkat menuju lokasi ujian. Di lokasi ujian telah banyak peserta yang datang. Kamipun mulai memasuki ruang ujian sekitar pukul 08.00 WIB. Dalam tes kali ini, kondisi badan saya kurang sehat karena masuk angin dan bersamaan dengan hari pertama saya menstruasi.

Tetapi saya berusaha sebaik mungkin untuk mengerjakan soal-soal. Pada awalnya saat dibagi soal tes potensial akademik dan dipersilahkan mengerjakan, saya merasa blank dengan soal-soal tersebut. Alhamdulillah saya dapat tenang dan kembali fokus sehingga dapat langsung melanjutkan mengerjakan. Tes potensial akademik dan tes bahasa inggrispun selesai saya kerjakan dengan baik selama 2,5 jam di ruangan yang ber-AC yang membuat badan saya serasa beku  karena kedinginan.

Setelah USM, sayapun menanti pengumuman tahap pertama yang akan diumumkan tanggal 25 Mei 2016. Tanggal 25 Meipun tiba, saya langsung membuka web dan mencari nama serta nomor BPU saya dan mendapati bahwa saya benar-benar lulus tahap pertama STAN. Saya langsung memeriksa jadwal Tes Kesehatan dan Kebugaran serta syarat-syaratnya. Setelah mengetahui jadwalnya, saya mulai berlatih lari setiap hariya, meskipun di hari-hari sebelumnya saya sudah memulai latihan lari. H-2 dari jadwal TKK, saya bersama ayah saya pergi menuju BDK Yogyakarta, untuk mengetahui letak BDK, karena sebelumnya saya pergi ke BDK bersama teman saya. Di hari itu pula saya pergi membeli sepatu olahraga sebagai salah satu syaratnya.

Sejujurnya saya berat hati meminta uang kepada orang tua karena kondisi keuangan yang kurang baik. Tetapi saya bersyukur karena orang tua saya memahami saya dan memberi saya uang untuk membali sepatu olahraga. Tes Kesehatan dan Kebugaran akhirnya tiba. Saya berangkat dari rumah selepas subuh dan sampai di sana jam 06.30 WIB. Sayapun langsung mangantri dan mendapat nomor urut 256. Setelah sampai di lapangan saya mendapat kelompok dengan rompi emas nomor 2. Lari 12 menitpun saya lewati dengan sekuat tenaga.Saya hanya berhasil mendapat 5 putaran kurang 10 meter. Setelah istirahat sebentar, saya melanjutkan lari membentuk angka 8. Karena mendapat nomor 2 jadi saya melakukannya di awal dengan kondisi saya yang sudah kelelahan. Akan tetapi saya dapat menyelesaikan lari dengan baik. Sungguh untuk menjadi mahasiswa sekolah kedinasan memang cukup berat.

Setelahnya adalah menunggu pengumuman tes tahap kedua, yaitu tanggal 29 Mei 2016. Saat menunggu pengumuman saya sempat khawatir karena melihat hasil lari saya yang kurang maksimal. Hari H pengumuman tiba. Saya membuka web setelah selesai sahur bersama teman saya. Saya merasa takut saat membuka web dan belum menemukan nama saya. Saya cemas, tetapi akhirnya setelah mendapati nama saya terdapat pada salah satu dari peserta yang lulus. Saya langsung menangis karena bahagianya. Sayapun mengecek jadwal TKD saya, yaitu tanggal. Dalam menghadapi TKD ini, saya juga tidak mengikuti bimbel khusus bahkan tidak membeli buku TKD karena saya mengerti dengan kondisi orang tua saya saat itu.

Jadi, saya hanya belajar materi TKD dari materi yang saya download dari internet. Selisih pengumuman tahap kedua denan TKD hanya sebentar, sehingga saya belajar kurang maksimal dalam menghadapi TKD ini. Saat TKD bagian saya, saya berangkat menuju lokasi selepas adzan subuh, karena waktu itu saya mendapat kloter pertama. Saya sampai di lokasi sekitar 06.15 WIB. Saya mendapati sudah ada teman- teman lain yang sampai. Setelah menunggu sampai pukul 07.00 WIB, saya mulai memasuki ruangan untuk briefing dan absen. Setelahnya, saya masuk ruang komputer untuk mengerjakan TKD. Dalam pengerjaan TKD ini, saya cukup terkejut dengan soal materi TWK yang ternyata sangat berbeda dengan apa yang telah saya pelajari.

Tetapi saya berusaha untuk tetap tenang dan berdoa di dalam hati agar diberi kemudahan. Sayapun mengerjakan soal-soal sebaik mungkin, terutama untuk TWK. Saat waktu kurang 9 menit, saya sudah selesai. Tetapi melihat teman lain belum ada yang selesai, saya memutuskan untuk meneliti ulang. Saat sibuk meneliti, tiba-tiba waktu habis dan muncul nilai TKD. Alhamdulillah di layar menunjukkan bahwa saya lulus TKD. Tetapi saya belum sepenuhnya lega, karena hasil TKD saya yang bisa dibilang rendah. Setiap harinya saya khawatir menunggu pengumuman tahap akhir karena nilai TKD yang saya peroleh.

Menjadi Mahasiswa Sekolah Kedinasan di PKN STAN

Pengumuman tahap akhir dijadwalkan tanggal 29 Juni 2016. Saat hari itu saya sudah mulai membuka web tetapi belum ada pengumuman. Saya menunggu lebih lama lagi tetapi belum ada pengumuman juga. Akhirnya saya bertanya teman dan ternyata pengumuman diundur tanggal 1 Juli 2016. tanggal 1 Julinya saya membuka web lagi tetapi ternyata belum ada pengumuman. Saya merasa stress karena memikirkan tentang pengumuman dan bagaimana hasilnya. Akhirnya, tanggal 1 Juli itupun saya belum mengetahui hasil tahap akhir. Pada keesokan harinya saya mendapat telepon dari teman saya yang mengabari bahwa saya lulus tahap akhir. Saya terkejut juga senang sampai menangis karena bahagianya. Akhirnya apa yang selama ini saya cita-citakan dapat terwujud yaitu menjadi mahasiswa sekolah kedinasan di PKN STAN.**

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan