Home » Artikel » Resmi Menjadi Mahasiswa PKN STAN

Resmi Menjadi Mahasiswa PKN STAN

Saya berasal dari Wonosari, Klaten, Jawa Tengah. Saya adalah lulusan dari SMA N 1 Klaten. Di sini saya akan menceritakan tentang perjuangan untuk dapat masuk di sekolah kedinasan STAN. Untuk dapat diterima di sekolah kedinasan STAN bukanlah sebuah perkara yang mudah karena untuk bisa menjadi mahasiswa di sekolah kedinasan STAN harus melalui seleksi dalam berbagai tahap dan setiap tahap seleksi sangatlah sulit dengan persaingan yang sangat ketat. Saya harus dapat mengalahkan semua saingan yang berjumlah sekitar 112.000 orang dan yang diteima hanyalah sekitar dua persen dari jumlah peserta yang telah mendaftar.

Pada minggu kedua di bulan April saya telah berhasil menyelesaikan ujian nasional tingkat SMA 2016. Walaupun sudah tidak lagi menentukan kelulusan tetapi ujian nasional tetaplah menjadi suatu hal yang menegangkan. Setelah berhasil menyelesaikan ujian nasional, saya mengalihkan fokus belajar untuk menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi termasuk Ujian Saringan Masuk (USM) sekolah kedinasan STAN. Lalu saya mendaftar untuk mengikuti USM sekolah kedinasan PKN STAN. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini USM sekolah kedinasan PKN STAN dilaksnakan sebelum Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Tahun ini USM sekolah kedinasan PKN STAN dilaksnakan pada tanggal 15 Mei 2016 sedangkan SBMPTN pada tanggal 31 Mei 2016. Saya harus bisa membagi fokus belajar dengan sebaik mungkin.

Saya melakukan pendaftaran secara online dan memilih tempat tes di wilayah Yogyakarta. Setelah melalui proses pendaftaran saya melakukan verifikasi berkas yang bertempat di Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta. Saya mendapatkan giliran verifikasi berkas hari keempat. Verifikasi berkas dimulai pada pukul 07.30 WIB. Saya berangkat dari rumah pada pukul 05.30 WIB dan sampai di BDK Yogyakarta pukul 07.00 WIB. Saya mendapatkan nomor antrian 305 dan harus menunggu selama berjam-jam sebelum nomor antrian saya dipanggil untuk melakukan verifikasi berkas. Saya selesai verifikasi berkas sekitar pukul 11.00 WIB. Saya mendapatkan tempat tes di Institut Pertanian (Instiper) Maguwoharjo. Setelah itu saya langsung melakukan survey ke Instiper Maguwoharjo bersama ayah saya karena saya belum tahu lokasinya. Setelah mengetahui lokasi tesnya, kami langsung kembali ke rumah.

Pada  tanggal 15 Mei 2016 USM sekolah kedinasan PKN STAN tahap pertama dilaksanakan. Tes tahap pertama adalah ujian tertulis. Tes dimulai pada pukul 08.00 WIB. Saya berangkat dari rumah pukul 05.00 WIB diantar oleh ayah saya dengan menggunakan sepeda motor. Ditengah perjalanan ban sepeda motor kami bocor tetapi untungnya ada teman yang lokasi tesnya sama dengan saya dan akhirnya saya menumpang sampai ke lokasi tes. Kami sampai disana sekitar pukul 06.30 WIB. Masih ada sedikit waktu yang bisa digunakan untuk belajar sambil menunggu tes dimulai. Tespun dimulai, saya berusaha semaksimal mungkin dalam mengerjakan soal-soal yang cukup sulit hingga tidak terasa bel tanda tes berakhirpun berbunyi. Para peserta dipersilahkan untuk meninggalkan ruang ujian. Tes tahap pertama diumumkan pada tanggal 25 Mei 2016. Sembari menunggu hasil tes tahap pertama sekolah kedinasan STAN saya belajar untuk mempersiapkan SBMPTN. Pengumuman hasil tes tahap pertama telah dikeluarkan. Pagi-pagi sebelum saya membuka pengumuman, saya terlebih dahulu diberitahu oleh teman dekat saya bahwa saya lolos tes tahap pertama dan menjadi peserta untuk tes tahap kedua.

Tes tahap kedua adalah Tes Kesehatan dan Kebugaran (TKK). TKK dilaksanakan dari tanggal 30 Mei 2016 sampai 4 Juni 2016. Saya mendapatkan giliran pada tanggal 1 Juni 2016. Tes tahap kedua dilaksanakan di BDK Yogyakarta. Setelah pengumuman tes tahap pertama sampai pada tes tahap kedua saya terus berlatih setiap hari untuk meningkatkan kebugaran supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal pada tes tahap kedua. Pada tes tahap kedua ini saya berangkat dari rumah paman saya didaerah Yogyakarta. Pada pagi hari tanggal 31 Mei 2016 saya mengikuti tes SBMPTN di SMA Warga Surakarta dan sore harinya saya berangkat dari rumah menuju rumah paman saya bersama ayah saya. Selama perjalanan kami diguyur hujan deras dan terpaksa harus menggunakan jas hujan hingga tiba dirumah paman saya. Setibanya disana kami masih harus menunggu diteras rumah karena paman saya belum pulang dari kerja dengan cuaca saat itu hujan deras. Setelah sekian lama menunggu diteras rumah akhirnya paman saya datang juga sehingga kami dapat masuk kedalam rumah.

Pagi harinya saya berangkat menuju BDK Yogyakarta untuk mengikuti tes tahap kedua. Pada saat saya sampai disana pintu gerbangnya belum dibuka tetapi sudah banyak peserta yang datng dan berkumpul didepan gerbang. Setelah gerbang dibuka sekitar pukul 05.30 WIB para peserta saling berdesakan untuk dapat masuk dan mendapatkan nomor antrian terdepan. Waktu itu saya mendapatkan nomor antrian 147. Pada tes tahap kedua kali ini para peserta dicek kesehatannya oleh dokter dan tim medis. Para peserta diharuskan memutari lapangan selama 12 menit. Setelah itu para peserta harus melakukan shuttle run membentuk angka 8 sebanyak tiga kali. Tes tahap kedua akan diumumkan pada tanggal 15 Juni 2016.

Tes tahap kedua telah saya lewati. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin dan sekarang saya hanya bisa berdoa kepada Allah supaya diberikan hasil yang terbaik. Hari demi hari telah berganti. Tibalah saat pengumuman hasil tes tahap kedua. Saya begitu tegang saat hendak membuka pengumuman. Hasil tes tahap kedua diumumkan melalui website resmi sekolah kedinasan STAN. Kali ini saya menunggu hingga pukul 00.00 pada saat pergantian hari. Pada saat saya ingin membuka hasilnya terjadi masalah pada server. Saya sudah berkali-kali mencoba tetapi masih terjadi hal yang sama. Saya baru bisa membuka pada saat sahur karena saat bertepatan dengan bulan puasa sekitar jam 03.30. Alhamdulillah saya dinyatakan lolos tes tahap kedua dan akan menjadi peserta untuk tes tahap ketiga. Saya sangat bersyukur karena Allah telah mengabulkan doa saya walaupun masih ada tes tahap selanjutnya dan saya masih harus berjuang untuk dapat lolos tes tahap selanjutnya yang pastinya akan lebih berat.

Tes tahap ketiga adalah Tes Kompetensi Dasar (TKD). TKD adalah tes untuk menentukan seorang dapat lolos menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam TKD terdiri atas 3 jenis, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Saya mendapatkan giliran hari kedua sesi kedua yaitu pada tanggal 21 Juni 2016 pukul 10.00 WIB. Setiap hari saya belajar dan tentunya dengan diiringi doa. Telah tiba saatnya untuk mengikuti tes TKD. Sebelum memulai tes TKD para peserta diberi pengarahan oleh panitia mengenai teknis dalam mengerjakan tes berbasis komputer ini. Setelah itu para peserta masuk ke ruang tes untuk memulai mengerjakan. Sebeum mengerjakan tes ini saya berdoa agar diberi kelancaran. Selama mengerjakan saya sangat berkonsentrasi penuh hingga saya tidak menyadari bahwa waktunya hampirhabis dan tiba-tiba nilai saya telah muncul. Dan Alhamdulillah saya berhasil melampaui nilai mati. Tetapi pengumuman tes tahap terakhir baru akan diumumkan tanggal 29 Juni 2016.

Diterima di Sekolah Kedinasan STAN

Tanggal 28 Juni 2016 adalah pengumuman SBMPTN dan saya diterima di Universitas Sebelas Maret (UNS) jurusan matematika. Saya sedikit lega karena sebelumnya saya gagal dalam Seleksi Nasional Masuk PerguruanTinggi Negeri (SNMPTN). Pada tanggal 29 Juni 2016 diberitahukan bahwa pengumuman tes TKD ditunda sampai tanggal 1 Juli 2016. Dan pada tanggal 1 Juli 2016 saya dinyatakan diterima di D1 Pajak Pontianak. Saya senang tetapi juga kaget karena diterima di luar Jawa. Setelah dinyatakan diterima di sekolah kedinasan STAN saya segera menyiapkan syarat-syarat yang diperlukan untuk daftar ulang di BDK Pontianak. Saya mencari SKCK di Polres Klaten dan mencari surat bebas narkoba serta surat keterangan sehat di RSJ Wedi, Klaten. Beberapa hari berselang saya datang ke balai desa untuk dibuatkan surat keterangan belum menikah yang ditandantangani oleh kepala desa. Daftar ulang akan dilaksanakan pada tanggal 25-29 Juli 2016.

Pada tanggal 24 Juli 2016 saya berangkat menuju Pontianak untuk daftar ulang. Saya sedikit takut karena ini merupakan pertama kalinya saya naik pesawat. Bersama ayah saya, kami berangkat dari bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Pesawat kami harus transit dahulu di Tangerang sebelum menuju Pontianak. Saya merasa sangat lelah karena saya harus berjalan cukup jauh di Soekarno-Hatta dan juga harus menunggu keberangkatan pesawat selanjutnya menuju Pontianak selama berjam-jam lamanya. Setelah menunggu cukup lama akhirnya pesawat kami siap berangkat ke Pontianak. Sebelumnya saya berpikir yang aneh-aneh tentang Pontianak tetapi setelah sampai disini ternyata keadaan disini tidak seperti apa yang saya pikirkan. Kami tiba di Pontianak siang hari. Setelah sampai di Pontianak saya dijemput oleh teman paman saya dari bandara untuk diantar ke kontrakan. Pagi harinya saya daftar ulang di BDK Pontianak dengan berjalan kaki 1 km dan akhirnya saya resmi menjadi mahasiswa sekolah kedinasan STAN. **

Cek di Instagram @bimbelbebas karena Banyak banget info terbaru dan tips n trick tentang PKN STAN loh! Tersedia juga program bimbel lengkap dan terjangkau. Go follow @bimbelbebas sekarang juga!

https://www.instagram.com/bimbelbebas/

Buat kamu yang BELUM gabung di grup pejuang STAN, yuk join di sini

http://bimbelbebas.com/join/

Kamu bisa saling berbagi informasi dengan teman seperjuanganmu dari berbagai daerah. Juga ada informasi seputar STAN dan link tryout yang akan diberikan setiap minggunya. Jangan sampai ketinggalan ya 🙂

Tinggalkan Balasan