Home » Artikel » Semangat Berusaha Anak SMK

Semangat Berusaha Anak SMK

MENGIKUTI UJIAN SARINGAN MASUK PKN STAN

Semua orang pasti kenal dengan sebutan STAN, atau sekarang yang berubah menjadi PKN STAN. Salah satu perguruan tinggi kedinasan dibawah kementrian Keuangan Republik Indonesia dengan peminat terbanyak. PKN STAN sendiri merupakan satu-satunya perguruan tinggi kedinasan yang membuka jalur penerimaan mahasiswa dari SMA sederajat. Dari situlah muncul sebuah keinginan dari saya untuk melanjutkan pendidikan ke PKN STAN.

Saya lulus dari SMKN 2 Kendal tahun 2015 dengan jurusan teknik sepeda motor. Keinginan saya untuk mengikuti ujian saringan masuk PKN STAN pada tahun 2015 sirna setelah saya terpilih dari sekolah untuk mendapatkan beasiswa kerja di salah satu perusahaan alat berat terkemuka di Indonesia. Dengan perasaan sedikit berat saya terima beasiswa itu dengan kata lain saya tidak bisa ikut mendaftar ujian masuk pada tahun itu. Saya bukan tanpa alasan untuk menerima beasiswa itu, dengan melihat ekonomi keluarga saya yang dibawah rata-rata, saya bertekad untuk kuliah dengan uang sendiri dari hasil kerja.

Setahun berlalu dengan cepat, saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan saya dan fokus belajar untuk mengikuti ujian saringan masuk PKN STAN 2016. Bukan persoalan mudah untuk keluar dari pekerjaan tersebut, saya harus meyakinkan orang tua bahwa saya pasti bisa masuk kuliah tahun ini, terutama di PKN STAN. Dengan bimbingan dan bantuan dari teman saya, akhirnya saya bisa meyakinkan orang tua dan yakin untuk keluar dari dunia kerja, bulan April lalu tepatnya.

Ujian saringan masuk PKN STAN 2016 dibuka bulan maret, yaitu tanggal 21 Maret 2016 9 April 2016. Dibantu seorang teman, saya lancer dan berhasil dalam tahap pendaftaran dan juga pembayaran. Pada pertengahan April saya mengikuti verifikasi berkas di Semarang. Setelah keluar dari pekeraan saya yang berada di Jakarta, saya memilih tempat ujian saringan masuk panitia lokal Semarang. Karena semarang lah yang paling dekat dengan domosili saya.

Saya bernama Abiyanto, domisili di sebuah kabupaten yang berdekatan dengan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Kendal namanya. Dari Kendal inilah saya naik motor ke semarang, kira kira satu jam waktu yang kami tempuh untuk sampai di BKN Semarang, dari tahap verifikasi berkas sampai ujian saringan masuk tahap pertama. Tak peduli teriksa panas siang hari ataupun dinginnya udara di pagi hari. Kami berdua mandiri, tidak seperti yang lain, didampingi orang tua mereka, baik saat ujian pertama atau saat verifikasi berkas. Verifikasi berkas saya lalui dengan baik, walaupun banyak mendapatkan pertanyaan dari panitia yang salah satunya menyakan limitnya umur saya untuk mengikuti ujian saringan masuk PKN STAN ini. Kami mendapat tempat ujian di UPGRI Semarang.

Hari hari setelah keluar dari pekerjaan, saya lalui dengan belajar, belajar dan tentunya diikuti berdoa. Kursi dan meja ruang tamu lah yang menjadi saksi perjuangan belajar saya. Dengan kesiapan materi dan latihan soal, baik dari buku ataupun dari berbagai situs di internet. Saya mulai berlatih soal bahkan sejak saya masih dalam posisi sebagai buruh pabrik. Pada saat itu saya memanfaatkan waktu sepi malam hari untuk belajar, dikala buruh buruh yang lain tertidur. Sebenarnya ada keinginan untuk mengikuti bimbel seperti yang lain, namun karena biaya yang besar keinginan itu gagal.

Tibalah waktu ujian pertama dilaksanakan. Tepat hari Minggu tanggal 15 Mei 2016. Ruang ujian hanya terdapat 20 peserta ujian. Nampak muka muka deg degan, muka tegang, yang saya saksikan disekitar. Kulihat bibir mereka masih membaca dan tangan mereka masih berlatih soal. Saya pun seperti itu, terus berupaya berlatih soal dan memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin. Sambil terus berdoa, saya sempatkan bersudhu terlebih dahulu sebelum memasuki ruang ujian.

Pengawas mulai memasuki ruangan, pertanda bahwa ujian akan segera dimulai. Satu persatu dari kami mulai memasuki ruang ujian. Dan tepat pukul 08.00 WIB, ujian dimulai. Tak terasa waktu 3 jam terasa sangat cepat untuk kita mengerjakan soal TPA dan Bahasa Inggris. Bagi saya, soal bahasa inggrisnya cukup sulit, dan itu yang saya khawatirkan. Di tengah teriknya panas matahri, kami pulang dari Semarang ke Kendal. Apalagi ditambah dengan banyaknya kemacetan di kota Semarang ini, semakin membuat suhu menjadi panas.

Hari demi hari berlalu, waktu pengumuman sesi tahap pertama segera diumumkan. Alhamdulillah saya lolos. Bahagianya diri saya ketika itu, apalagi kalau hanya saya yang dinyatakan lolos seleksi tahap pertama dalam ruangan tersebut. Alhamdulillah, kabar baik ini langsung saya bagi kepada orang tua dan keluarga. Namun disisi lain saya juga bersedih karena teman seperjuangan saya tidak lolos dalam tahap pertama ini. Dia gagal untuk yang kedua kalinya.

Sesaat setelah membuka hasil pengumuman, saya langsung bergegas mempersiapkan diri untuk menghadapi seleksi tahap yang kedua, yaitu tes kesehatan dan kebugaran. Ujian itu dilaksanakan seminggu setalah pengumuman kelulusan tahap pertama diumumkan. Saya berlatih lari tiap pagi, siang, sore bahkan malam untuk menghadapi tes kebugaran itu. Serta menjaga pola makan supaya tetap sehat dan tubuh bugar.

1 Juni 2016, waktu dimana saya mendapat giliran untuk mengikuti tes kesehatan dan kebugaran yang dilaksanakan di GOR Tri LOmba Juang Semarang. Dinginnya udara pagi hari itu tak sedikitpun menurunkan semangat saya mengendarai motor sendirian ke Semarang.tiba jam 6 pagi, saya lihat antrian ternyata udah memanjang. Berjam-jam menunggu giliran, sekitar pukul 11.00 WIB, saya mulai mengikuti tahap tes kesehatan dan kebugaran. Tes kesahatan saya lalui dengan baik. Setelah itu dilanjutakan dengan tes ketahan fisik yaitu lari mengelilingi lapangan sepak bola selama 12 menit dan tes kecepatan yaitu lari membentuk angka 8 sebanyak 3 putaran.

Sekitar pukul 12.00 WIB, tibalah waktu dimana giliran tes ketahan fisik dimulai. Karena waktu yang sudah terlalu siang, panitia hanya sedikit memberi sesi pemanasan bagi kita. Tes lari dimulai. Putaran pertama saya lalui dengan cukup baik. Namun memasuki putaran kedua, kaki saya merasakan ada yang sakit. Kaki kanan tepatnya. Karena tingginya semangat, Saya tidak terlalu memperdulikan rasa sakit itu dan terus berupaya untuk terus berlari. Putaran kedua saya lalui meskipun dengan kaki kanan sedikit pincang. Gigi ini terus mengeram menahan sakit kaki ini. Waktu terus berjalan dan putaran ketiga masih jauh.

Mata ini tak henti hentinya menatap garis finis, sembari tangan kanan ini terus memegang lutut kaki kanan. Semangat dalam hati terus memompa untuk kaki ini supaya terus berlari, meskipun sangat pelan. 11 menit berlalu dan artinya sisa waktu lari tinggal 1 menit. Sambil mengeram kesakitan saya terus memaksa kaki ini berlari. Dan sampai akhirnya kaki ini tidak bisa apa apa, serasa lunglai dan sakit. Bahkan setelah berlari, saya tidak sanggup untuk berdiri. Ketua panitia lokal semarang memberi saran kepada saya waktu itu untuk tidak melanjutkan tes kecepatan, namun dengan konsekuensi lolos tahap berikutnya yang sangat kecil. Dan akhirnya tes kecepatan tanpa saya ikuti. Dengan terus berharap dan berdoa supaya ada sedikit keajaiban dengan sembuhnya kaki ini.

Hari hari berlalu setelah kenangan cukup pamit itu berlalu. Hari ini tanggal 14 Juni, tepat sehari sebelum pengumuman kelulusan tahap kedua diumumkan. Dengan penuh berharap dan doa yang tiada henti, berkah bulan puasa ini benar benar mengejutkan bagi saya. Tepat sesaat sebelum sahur, dengan penuh ragu saya membuka pengumuman tersebut. Dengan rasa yang tidak percaya, saya melihat nama Abiyanto terpampang jelas di lembar pengumuman. Alhamdulillah, rasa bangga ini saya bagi kepada orang tua saya.

Tuhan mempunyai jalan lain kepada saya, walau kaki ini belum sembuh, saya diberikan berkah dan kesempatan untuk mengikuti tes tahap ketiga yaitu TKD. Semangat ini semakin menggebu untuk terus mempersiapkan tes TKD. 25 Juni tes dilaksanakan di BKN Semarang. Dengan kesiapan dan optimisme yang tinggi, saya mampu melalui tes dengan baik dan hasil yang cukup memuaskan.

Sembari menunggu hasil akhir pengumuman, saya terus berusaha untuk melakukan berbagai cara demi kesembuhan kaki ini, dari pijat, terapi dan obat dari dokter. Dan akhirnya waktu pengumuman itu tiba, saya beserta keluarga menunggu sampai tengah malam. Alhamdulillah terdapat nama saya dan diterima D1 Pajak, dan melaksanakan pendidikan di BDK Pontianak. Walaupun terkesan jauh karena harus pergi ke pulau seberang, namun karena sudah ada niat pasti, saya dan keluarga menerima baik hasil keputusan tersebut.
Setelah beberapa hari berlalu, kemudian kami kelompok mahasiswa baru dari Kendal menyiapkan beberapa berkas yang diperlukan untuk daftar ulang. Cukup banyak dokumen dokumen yang perlu kami persiapkan, dari Ijazah, SKCK dan sebagainya. Tak mudah juga mengurus hal itu, karena kami harus merogoh kocek demi pelayanan para oknum oknum yang biasa menarik uang.

Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hambaNya, jikalau sang hamba tersebut benar benar bersungguh sungguh. Dengan tekad kuat serta dilandasi niat berbudi, InshaAllah akan selalu dipermudah. oleh Allah. Mungkin yang saya alami ini adalah sepenggal kisah duka sekaligus bangga yang bisa menjadi mahasiswa baru PKN-STAN 2016, D1 Pajak BDK Pontianak.

Tinggalkan Balasan