Home » Artikel » Aku Terkejut Saat Bisa Masuk Kampus PKN STAN

Aku Terkejut Saat Bisa Masuk Kampus PKN STAN

Saya mengetahui apa itu kampus PKN STAN dari ibu saya. Ibu saya adalah salah satu alumni D3 Akuntansi STAN (nama kampus sebelum berubah menjadi PKN STAN). Sebelum saya menceritakan lebih panjang saya ingin berterima kasih kepada kedua orang tua yang selalu ada mendampingi sehingga saya bisa berada dan diterima di kampus PKN STAN juga teman-teman dekat saya yang tidak henti-hentinya memberi dorongan ketika pada fase fase down.

Tahukah kalian? Dahulu jika saya ditanyai oleh orang orang mengenai Mau lanjut kuliah dimana?, tidak pernah sekalipun saya menjawab PKN STAN mengapa? Gengsi. Iya gengsi. Kenapa gengsi? Karena teman-teman saya tidak ada satupun yang ingin mendaftar ke kampus PKN STAN. Rata-rata dari mereka memilih UGM atau UNS. Memang, saya dulu mengincar agar bisa menjadi bagian dari mahasiswa Akuntansi UGM, namun saya merasa lemah jika mendaftar di UGM. Lalu saya beralih ke Akuntansi UNS dan beralih ke Hukum UGM/UNS. Saya sama sekali tidak berpendirian saat itu, kalau bahasa jawanya ora teteg. Namun, ibu saya sering mengatakan Sas, ayo coba kampus PKN STAN dulu kepada saya berulang kali. Karena ibu sangat menginginkan saya diterima di kampus PKN STAN. Saya hanya menjawab iya namun penuh keraguan.

Sistem SNMPTN pada tahun 2016 sangat berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun lalu, semua murid kelas 12 boleh mengikuti SNMPTN. Nah pada tahun 2016 hanya beberapa siswa kelas 12 saja yang dapat mengikuti SNMPTN. Dan karena SMA saya mendapat akreditasi A, maka siswa yang lolos verifikasi nilai rapot hanya 75%. Jika dihitung hanya 250an dari 330 siswa saja yang lolos nilai rapot, selain itu gugur di awal atau tidak bisa mendaftar SNMPTN. Ada 3 Universitas yang sangat saya elu-elukan untuk bisa masuk yaitu UGM, UNS dan PKN STAN. Iya, PKN STAN. Saya bahkan sudah izin kepada kedua orang tua bahwa akan mencoba kampus PKN STAN. Jika dihitung dengan persen, UGM 30% UNS 30% PKN STAN 40%.

Keinginan saya untuk dapat diterima di kampus PKN STAN terus meningkat ketika mengikuti try out PKN STAN, entah mengapa setelah mengikuti try out tersebut, seperti ada dorongan agar saya harus berjuang di jalan PKN STAN. Memang agak berlebihan tapi beginilah adanya. Saya mulai menceritakan ketertarikan saya terhadap kampus PKN STAN kepada teman-teman dekat saya. Dan alhamdulillah mereka juga mendukung pilihan saya. Beralih ke pengumuman 75% SNMPTN. Inilah titik kegagalan saya yang pertama. Saya gagal masuk ke dalam daftar 75% siswa lolos verifikasi nilai rapot. Saya merasa gagal. Sangat amat gagal. Karena dari 24 siswa dikelas saya, hanya 6 yang tidak lolos 75%. Saya masih ingat betul, saat itu saya sedang istirahat dari jogging, lalu membuka web SNMPTN. Error. Setelah mencoba login berkali kali, akhirnya muncul pemberitahuan berwarna merah yang menandakan saya tidak lolos 75%. Saya benar benar menangis saat perjalanan menuju ke rumah. Saya tidak percaya dengan pengumuman tersebut. Bahkan, saya menyuruh teman saya untuk mengecek kembali. Dan hasilnya tetap sama. Saya gagal.

Setelah pengumuman SNMPTN keluar, beberapa hari setelahnya keluarlah hasil UN. Inilah titik kegagalan saya yang kedua. Nilai UN saya tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Padahal saya yakin dengan jawaban-jawaban yang dicentang. Tapi, nilai saya rendah. Saya merasa useless, karena telah gagal di SNMPTN serta UN. Saya menangisi diri sendiri, betapa bodohnya saya, menyepelekan semua hal, menganggap semuanya mudah. Dan saya merasa tidak mempunyai muka untuk mengikuti acara wisuda. Saya telah gagal. Saya malu.

Namun, saya tidak mau berhenti disitu, saya harus bangkit. Saya akan berjuang agar menembus PKN STAN. Saya mulai menggambar merangkai cita-cita saya di kampus PKN STAN kelak. Bismillah D3 Pajak PKN STAN 2016 adalah salah satu tulisan penyemangat yang saya tempel di meja belajar saya. Apabila mulai malas belajar soal-soal USM, langsung teringat Kamu belum diterima dimana-mana, kamu harus STAN! Pada suatu hari saya mengikuti Try Out di Karanganyar yang diadakan oleh salah satu bimbel STAN, dan alhamdulilla saya mendapat peringkat 20 besar. Dan bagi peringkat 1-20 akan mendapat gratis bimbel STAN. Ini adalah suatu keajaiban. Saya bisa mengikuti bimbel STAN tanpa biaya sama sekali. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dan langsung menghubungi bimbel tersebut. Selama di bimbel, pengetahuan saya bertambah, cara mengerjakan soal dengan cepat beserta rumus-rumusnya. Ini sangat amat berguna bagi saya.

Perjalanan saya menuju PKN STAN dimulai disini. Di Yogyakarta. Yaitu verifikasi berkas. Saya memilih Yogyakarta karena wilayahnya paling dekat dengan Kota Surakarta. Setelah lulus verifikasi berkas, lanjut ke tahap tes tertulis. Bapak dan Ibu adalah sosok yang selalu menemani saya selama di Yogyakarta. Kami sekeluarga selalu berdoa bersama sebelum berangkat ke Yogyakarta agar saya bisa diberi kemudahan saat mengerjakan tes tertulis. Kami sekeluarga berangkat dari Surakarta pukul 3 pagi antisipasi agar tidak terkena macet. Setelah sampai tempat test, ibu saya tidak henti-hentinya memberikan wejangan agar tidak terpengaruh dengan teman yang cepat selesai, soal yang sulit, dan meyakinkan kepada saya agar selalu percaya diri dengan jawaban sendiri. Begitu mengerjakan soal USM PKN STAN, saya agak tersendat saat di bagian TPA (Test Potensi Akademik) apalagi bagian logika posisi. Tapi, alhamdulillah TBI (Test Bahasa Inggris) dapat saya kerjakan dengan waktu yang relatif singkat.

Pengumuman tertulis pun keluar, dan ya! Nama saya tercantum di dalam test tertulis PKN STAN. Tahap selanjutnya adalah tahap fisik. Karena fisik saya sangat lemah, saya tidak kuat berlari, dan cepat lelah sehingga bapak sayalah yang selalu melatih kemampuan berlari saya walaupun saya tau, kaki bapak saya tidak lagi kuat untuk berlari dengan baik. Namun, bapak tidak pernah terlihat lelah di depan saya, selalu menyemangati ketika saya mulai lelah. Dan hal itulah yang sangat saya banggakan dari bapak. Beliaulah yang mengontrol pola makan saya saat itu agar tidak merasa berat saat berlari nantinya. Karena terlalu fokus terhadap test fisik PKN STAN, saya bahkan sama sekali tidak mempersiapkan materi untuk test SBMPTN. Entah saya sudah lelah untuk mempelajari materi-materi SBMPTN, karena saya mempunyai keyakinan bahwa saya bisa menembus PKN STAN.

Tahap test fisikpun dimulai, semua pendaftar PKN STAN, dicek tensi, mata, berat badan, riwayat penyakit dan tiba saatnya yaitu berlari memutari lapangan selama 12 menit. Dan saya hanya bisa memutari 3 putaran, sangat jauh dari ekspektasi yaitu 5 putaran. Di tahap test fisik inilah saya mulai ragu apakah bisa lanjut ke tahap selanjutnya atau tidak. Karena saya hanya mendapat 3 putaran, sedangkan rata-rata perempuan bisa mendapat 5 sampai 6 putaran. Pesimis? Iya. Namun, saya mengacuhkan kata lolos tahap test fisik dan mulai mempelajari TKD yang terdiri dari TWK (Test Wawasan Kebangsaan), TIU (Test Intelegensi Umum), dan TKP (Test Karakteristik Pribadi).

Pada tanggal 14 Juni 2016, diumumkanlah hasil test fisik. Dan alhamdulillah nama saya masih tercantum dalam pengumuman. Itu berarti saya bisa lanjut ke tahap selanjutnya, yaitu TKD. Yang membuat saya grogi pada tahap ini adalah score atau hasil TKD langsung keluar, dapat dipantau oleh orang-orang di luar ruangan test. Saya kebagian hari-hari terakhir untuk test TKD, saya juga takut bahwa semakin akhir testnya semakin sulit juga soal soal TKDnya. Dan ketika test TKD telah tiba, memang menurut saya kadar soalnya sedikit lebih sulit. Tapi harus positif thinking, karena positif thinking insyaAllah akan dapat mengantarkan ke hal yang baik pula. Dan score TKD saya alhamdullillah juga lulus dari target yaitu 378. Ibu dan bapak saya yang memantau dari luar juga sangat senang melihat score TKD saya tinggi bahkan score TWK saya tertinggi di dalam satu ruangan tersebut. Ibu saya berkata Sas, daritadi bapak di masjid baca Al-Quran buat kamu biar dimudahkan.

Beberapa hari setelah test TKD, diumumkanlah hasil test SBMPTN. Pengumuman SBMPTN dikeluarkan pada sekitar jam 14.00 WIB dan bapak saya lah yang mengecek hasil SBMPTN apakah saya lolos atau tidak. Dan ternyata saya gagal SBMPTN. Gagal untuk kesekian kalinya. Walaupun saya berpositif thinking dapat diterima di kampus PKN STAN, tetap saja saya tidak bisa menyembunyikan rasa sedih dan air mata. Saya melihat bapak juga sepertinya sangat kecewa dengan hasil pengumuman SBMPTN. Saya sangat malu terhadap keluarga saya karena telah gagal di SNMPTN, UN, serta SBMPTN. Pengumuman PKN STAN pun diundur-undur dari yang awalnya tanggal 29 Juni 2016 mundur menjadi 1 Juli 2016. Hal itu yang membuat saya gelisah, takut apakah saya lolos menjadi Miba PKN STAN 2016 atau tidak. Sayapun sudah bilang kepada kedua orang tua saya apabila saya tidak lolos PKN STAN juga, maka saya tidak akan sekolah setahun, saya akan ambil les untuk masuk ke kampus PKN STAN. Dan ternyata 1 Juli 2016 takdir berkata lain. Nama saya tercantum dalam pengumuman kelulusan siswa baru PKN STAN. Saya tidak henti-hentinya mengucap syukur, perjuangan ini tidak sia sia. Saya spontan memeluk kedua orang tua saya masih terkejut dengan berita ini antara percaya dan tidak percaya.

Tinggalkan Balasan