Home » Artikel » This is my Way ( Jalan Menuju Politeknik Keuangan Negara STAN )

This is my Way ( Jalan Menuju Politeknik Keuangan Negara STAN )

Jalan Menuju Politeknik Keuangan Negara STAN-Perkenalkan nama saya Rifky Imamul Hakim. Saya berasal dari Kota Semarang. Saya Alumni dari SMAN 2 Semarang. Saat awal semester 2 kelas 12 saya mencari info tentang pendaftaran untuk mengikti USM PKN STAN. Akhirnya saya mendapat info dari internet dan teman  teman saya tentang pendaftaran PKN STAN pada tanggal 21 Maret sampai 3 April 2016. Sebelum tanggal itu tiba saya belajar lebih untuk menghadapi ujian nasional, ujian sekolah, sekaligus untuk persiapan USM PKN STAN.

Saya ambil jeda setelah 4 hari pendaftaran dibuka yaitu taggal 25 maret 2016 untuk mendaftar. Keesokan harinya saya langsung melakukan pembayaran guna menyelesaikan proses pendaftaran. Setelah selesai, belajar lebih giat dan menunjukkan kemampuan yang saya miliki.

Tiba saat verifikasi saya mendapat tanggal 19 April 2016. Sebelum tanggal itu saya mempersiapkan semua berkas  berkas yang diperlukan. Keesokan harinya setelah sholat subuh persis saya langsung berangkat menuju lokasi Gedung Keuangan Negara (GKN) Semarang. Saya langsung mengantri dan mendapat nomer antrian ke 7 padahal proses verifikasi baru dibuka pukul 07.30 WIB. Setelah dibuka saya mengisi daftar hadir lalu diarahkan menuju ke lapangan tenis yang berada di tengah bangunan GKN disana saya menunggu untuk dipanggil, setelah beberapa saat nomer urut 1-20 diarahkan menuju ke aula di lantai 4. Disana saya menyerahkan berkas  berkas yang dibutuhkan. Setelah selesai saya menerima BPU ( bukti peserta ujian ) dan lokasi ujian pertama yang berada di salah satu PTS di semarang.

Saat hari tes pertama dimulai yaitu pada tanggal 15 Mei 2016 saya berangkat pagi sekali untuk menghindari macet yang sering terjadi di daerah dekat dengan tempat saya tes. Setelah saya sampai dilokasi saya langsung mencari ruangan lokasi tes tersebut. Ternyata berada di lantai 4. Setelah sampai di lantai 4 ternyata sudah ramai dengan peserta akhirnya saya duduk di dekat tangga dan membaca buku karena waktu masih menunjukkan pukul 07.00 WIB. 15 menit sebelum ujian berlangsung peserta diperbolehkan masuk tetapi hanya dengan membawa alat tulis, BPU dan identitas diri, tetapi BPU diserahkan kepada pengawas. Setelah duduk pada kursi peraturan tata tertib dibacakan oleh pengawas seperti waktu berlangsung dan jenis soal yang terbagi atas TPA ( tes potensi akademik ) dan TBI ( tes bahasa inggris ). Setelah peraturan dan tata tertib dibacakan, pengawas membagikan soal TPA sekaligus TBI.

Sesaat setelah pengawas memberikan kesempatan untuk mengerjakan tiba-tiba ada info dari sentral para peserta untuk tidak membuka soal terlebih dahulu dan menunggu 10 menit lagi guna menyocokkan waktu dengan ruangan lain. Setelah 10 menit sentral mengijinkan para peserta untuk mulai mengerjakan. Untuk yang pertama adalah TPA yang berisi banyak logika yang saya kurang mengerti tetapi saya terus berusaha agar pada lembar jawaban tidak kosong. Waktu yang diberikan hanya 90 menit untuk mengerjakan soal yang menurut saya banyak sekali yang bisa dirata–rata satu soal kurang dari satu menit. Awalnya saya mengerjakan soal yang sekiranya saya paham dan melewati soal yang susah dengan cepat. Setelah 45 menit saya sampai di akhir soal tetapi masih banyak soal yang belum terjawab. Saya kembali ke nomer awal untuk mengerjakan soal yang belum terjawab dengan sedikit hati–hati dan fokus untuk mencerna kata–kata dan logika angka gambar yang ada di soal tersebut.

Waktu menunjukkan kurang 20 menit tetapi masih terdapat 10 soal yang menurut saya sulit untuk dijawab karena untuk mencerna kata pada 10 soal tersebut sangatlah sulit. Tetapi saya tetap mecoba membacanya berulang kali dan memahami maksud soal yang belum terjawab akhirnya dari waktu 20 mnt tersebut saya hanya berhasil menjawab 5 soal sedangkan sisa 5 soal lainnya terpaksa tidak terjawab karena telah habis waktu yang diberikan untuk mengerjakan TPA. Langsung saja pengawas menginstruksikan untuk menyudahi mengerjakan soal jenis TPA dan beralih ke soal TBI. Waktu yang diberikan untuk soal TBI sama dengan TPA yakni 90 menit, tetapi dengan soal yang lebih sedikit dari TPA sehingga satu soal bisa dikerjakan dalam waktu 1 menit. Dalam tes TBI kebanyakan soal adalah soal cerita yang berupa deskripsi, narratif, dll.

Seperti saat saya mengerjakan soal TPA, cara yang sama saya terapkan pada soal TBI yaitu dimana soal yang mudah saya kerjakan lebih dulu dan soal yang sulit saya kerjakan dikemudian. Benar saja dalam 30 manit saya sudah berada diakhir soal tapi dengan masih ada beberapa soal yang belum terjawab. Saa manfaatkan waktu yang ada untuk mengerjakan soal soal tersebut tetapi ada beberapa soal yang saya kurang paham dengan arti kata tersebut akhirnya saya jawab dengan memasukkan jawaban ke soal dan memilih jawaban paling benar menurut saya. Setelah waktu pengerjaan selesai, peserta dengan urutan nomor BPU dipanggil satu persatu untuk mendapatkan BPU-nya masing  masing beserta mengisi daftar hadir pada tes tersebut. Saya dipanggil terakhir karena nomor BPU saya paling terakhir di ruangan tersebut. Setelah mendapat BPU dan mengisi daftar hadir saya bergegas pulang dan istirahat. Pengumuman hasil tes pertama akan dicantumkan pada tanggal 25 Mei 2016.

Keesokan harinya saya tidak ambil pusing dengan hasil dari tes pertama dan saya langsung mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk tes kedua. Tes kedua adalah tes kebugaran jasmani. Pada tes tersebut terdapat dua tes yaitu tes kesehatan dan tes fisik. Setiap sore saya melatih fisik saya dengan berlari selama minimal 2 jam dimulai dari setelah ashar sampai dengan pukul 17.00. Hingga pada saat tanggal 25 Mei 2016 pengumuman hasil seleksi tahap pertama diumumkan. Saya tahu jika saya lolos awalnya bukan dari pihak panitia melainkan teman saya sendiri. Setelah saya melihat sendiri ternyata benar alhamdulillah saya lolos seleksi tahap pertama. Setelah mengetahui hal tersebut membuat saya menjadi tambah semangat untuk melatih fisik saya. Kurang 2 hari dari tes kedua saya melakukan istirahat total untuk menjaga agar otot otot saya dapat beristirahat lalu sehari sebelumnya saya melatih otot saya dengan waktu yang tidak terlalu lama.

Keesokan harinya tiba saat tes yaitu tanggal 2 Juni 2016 lokasi tempat ujian adalah di Tri Lomba Juang ( TLJ ). Saya berangkat tidak terlalu pagi karena waktu mulai adalah pukul 08.00 jadi saya agak santai karena tidak terlalu pagi. Tetapi sesampainya disana ternyata sudah banyak sekali yang mengantri. Saya langsung bergegas untuk ikut mengantri dan mendapatkan nomor 130 lebih. Setelah mendapat nomor urut para peserta mengantri untuk di tes kesehatan setelah itu baru di tes fisik. Setelah sekian lama menunggu akhirnya giliran saya. Sebelum melakukan tes kesehatan saya mengumpulkan berkas berupa BPU dan menunjukkan identitas saya. Setelah itu saya diarahkan keruangan pertama untuk dites tensi darah, tinggi dan berat badan, minus pada mata. Setelah selesai saya diarahkan ke ruang berikutnya untuk dites buta warna, telinga, mulut, perut, varises. Setelah semua tesnya lulus saya diarahkan menuju ke tribun penonton untuk menunggu sesaat.

Lalu tiba giliran saya dipanggil saya diarahkan ke tengah lapangan dan diberi sedikit penjelasan lalu memakai rompi berwarna merah bernomor punggung 3. Setelah itu melakukan pemanasan bersama dan setelah dirasa cukup peserta dengan rompi merah bersiap siap mengambil posisi. Setelah peluit berbunyi peserta rompi merah mulai berlari, disaat awal berlari posisi saya berada di paling belakang karena saya kebagian tempat di belakang. Namun setelah putaran ke 4 saya bisa menjadi yang terdepan dan terus berlari serta menjaga pola pernafasan saya.. Setelah itu peserta diarahkan ke tengah lapangan untuk mengikuti suttle run yaitu berlari membentuk angka 8. Tiba giliran saya berlari sekuat tenaga dan berputar 3 kali putaran dengan waktu sesingkat mungkin. Setelah tes tersebut peserta diberi minum dan dipersilahkan istirahat di tribun penonton. Setelah beristirahat sejenak saya menyudahi tes dan mengisi daftar hadir dan mengambil BPU yang dikumpulkan tadi. Setelah itu saya pulang dan beristirahat.

Keesokan harinya saya langsung mulai belajar lagi untuk tes tahap ketiga walaupun saya belum tahu lolos atau tidak pada tes tahap dua, yang terpenting saya tetap berusaha belajar. Saya belajar apa saja materi yang keluat dalam tes tahap ketiga ternyata ada 3 materi yaitu wawasan kebangsaan, intelegensi umun dan kecakapan diri. Menurut informasi yang saya dapatkan, dari ketiga aspek tersebut yang paling sukar untuk dipelajari adalah wawasan kebangsaan karena cangkupan materi tersebut sangatlah luas. Akhirya pengumuman tes tahap 2 sudah keluar dan saya memang sudah menunggu dari jam 11 malam hingga tepat jam 00.00 tanggal 15 Juni 2016. Lalu saya langsung mencari nama saya dan alhamdulillah ternyata ada dan berhak mengikuti tes tahap ketiga. Saya terus belajar dengan giat materi materi yang diujikan dalam tahap 3. Hingga saat tes tersebut dimulai tanggal 22 Juni 2016, saya berangkat seperti yang sudah di jadwalkan.

Saya datang ke tempat tes yang sama dengan saat verifikasi berkas. Lalu saya diberi pengarahan sebelum masuk ke ruang ujian. Setelah itu langsung menuju ke lokasi ujian. Pengawas memberikan sedikit penjelasan lalu tes pun dimulai. Awalnya saya langsung mengerjakan bagian intelegensi umum dan kecakapan diri karena saya menganggap kedua materi tersebut lebih mudah ketimbang wawasan kebangsaan. Setelah selesai dengan kedua materi tersebut saya langsung sangat fokus dengan soal wawasan kebangsaan. Ternyata apa yang saya pelajari sangatlah berbeda dengan soal yang saya kerjakan, langsung saja saya fokus fokus dan fokus untuk tetap tenang serta melihat waktu yang tersisa dan mengerjakan sebisa mungkin secepat mungkin akhirnya waktu kurang 10 menit saya sudah menyelesaikan semua soal, sisa waktu yang ada saya pergunakan untuk mengoreksi apa yang sudah saya kerjakan. Setelah kurang dari 2 menit saya menyudahinya. Sambil berdoa saya mengeklik tombol selesai dan keluarlah nilai saya.

Saya sangat bersyukur dengan nilai yang saya dapatkan karena telah melampaui nilai mati. Tiba saat pengmuman yaitu tanggal 1 Juni 2016 saya langsung mengecek link seperti biasanya dan saat saya melihat nama saya tercantum dan dinyatakan lulus saya sangat senang sekali. Saat itu saya mendapat program studi D1 Pajak dan lokasi pendidikan ada di Pontianak. Semua anggota keluarga saya ikut bahagia atas apa yang saya raih. Saya sangat bersyukur atas apa yang diberikan kepada saya dan saya akan belajar lebih giat untuk bekal di masa depan.

Tinggalkan Balasan